
Akhir nya malam perayaan anniversary The Royal Company tiba juga. Acara yang diselenggarakan di sebuah ballroom hotel bintang lima termewah di negara itu terlihat sangat meriah dan sangat mewah.
Banyak tamu undangan yang hadir di sana baik dari kalangan pebisnis di negara itu atau rekan bisnis The Royal Company yang ada di luar negeri. Di sana juga hadir beberapa selebritis dan model papan atas yang sering menjalin kerja sama dengan The Royal Company selama ini. Karena salah satu cabang perusahaan The Royal Company bergerak dalam bidang entertainment.
Dari sekian banyak tamu undangan itu ada seorang gadis cantik yang baru saja masuk ke dalam ballroom. Kehadiran gadis itu sontak menjadi pusat beberapa tamu yang hadir di sana, karena kecantikan wajah nya dan keanggunan dari gadis itu yang tidak ada dua nya.
Gadis yang datang bersama asisten pribadi nya sekaligus sahabat nya itu langsung menduduki kursi yang sudah di sediakan. Karena dia merupakan salah satu tamu yang mendapat undangan khusus dari sang CEO The Royal Company maka gadis itu duduk di meja depan dekat dengan podium acara.
"Terima kasih Nay...atas kedatangan mu," sapa Abraham yang secara khusus mendatangi meja Nayla.
Nayla membalas sapaan dari Abraham dengan tersenyum manis dan menganggukkan kepala nya.
"Happy Anniversary untuk The Royal Company ya mas, semoga sukses selalu," ucap Nayla seraya mengulurkan tangan nya sebagai tanda ucapan selamat.
"Terima kasih Nay untuk doa nya..sukses juga untuk Rich Kingdom," balas Abraham dengan menampilkan senyuman yang tak kalah manis nya.
Malam ini Abraham terlihat sangat tampan dan gagah dengan balutan jas warna hitam dan tampilan rambut yang sedikit diubah. Banyak pasang mata yang terkagum - kagum dengan penampilan CEO The Royal Company itu terutama pada kaum hawa yang hadir dalam acara tersebut. Tak terkecuali dengan Nayla, ada sedikit rasa kagum melihat sosok Abraham malam ini, sungguh berbeda dengan penampilan nya selama ini.
"Oh ya Nay...bisa ikut dengan ku sebentar, aku mau mengenalkan mu pada seseorang," ajak Abraham.
Nayla pun mengangguk, kemudian dia berjalan beriringan di samping Abraham menuju meja khusus yang berada tidak jauh dengan meja nya.
"Kek....kenalkan ini Nayla Atifa cucu satu - satu nya Tuan Richard pemilik Rich Kingdom," ucap Abraham pada seorang laki - laki tua yang berada di hadapan Abraham.
Deg,
Tatapan laki - laki tua itu tiba - tiba terkunci pada sosok gadis cantik yang berdiri di samping cucu nya itu.
__ADS_1
"Richard Thomson," lirih laki - laki tua itu memandang Nayla dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Selamat malam Tuan, perkenalkan saya Nayla dari Rich Kingdom," ucap Nayla memperkenalkan diri dengan sopan dan tersenyum ramah.
"Selamat malam juga Nona, terima kasih atas kehadiran anda di acara ini. Saya tidak menyangka jika penerus Rich Kingdom adalah seorang wanita cantik dan masih muda seperti anda nona, oh ya...apa kakek mu juga ikut hadir di pesta ini?" tanya Sultan Davidson yang tak lain adalah Kakek dari Abraham Davidson pendiri The Royal Company.
"Kakek tidak tinggal di Amerika tuan..kakek lebih senang stay di Indo sekarang dan mengurus perusahaan yang ada di sana," jawab Nayla.
Sultan Davidson hanya manggut - manggut mendengar jawaban dari Nayla. Setelah memperkenalkan Nayla kepada sang kakek kemudian Abraham juga memperkenalkan Nayla dengan beberapa rekan bisnis nya yang lain. Entah apa tujuan Abraham mengenalkan Nayla dengan beberapa kolega penting nya. Hanya Abraham yang tahu.
Sedangkan Sultan Davidson sendiri masih berdiri terpaku melihat sang cucu yang begitu antusias memperkenalkan Nayla dengan kolega bisnis nya.
"Nayla Atifa alias Aslisya....ternyata penerus satu - satu nya Richard Thompson itu masih hidup sekarang," gumam Sultan Davidson seraya mengepalkan kedua tangan nya kuat.
Dia langsung menghubungi seseorang dengan ponsel nya. Entah siapa dan apa yang sedang kakek nya Abraham itu bicarakan. Tapi dari ekspresi yang dia tampilkan jelas mereka sedang membahas suatu hal yang sangat lah penting.
Orang yang tidak tahu menahu tentang hubungan antara Abraham dengan Nayla itu seperti apa pasti mengira jika mereka adalah pasangan kekasih. Karena jika di lihat mereka sangat lah serasi sekali malam itu, memakai pakaian dengan warna yang senada. Yang satu terlihat cantik dan satu nya terlihat sangat gagah dan tampan. Bahkan pesona sang wanita mampu mengalahkan para model dan artis yang ikut andil dalam acara tersebut.
Belum banyak yang mengenal Nayla di dunia bisnis, karena memang Nayla baru dalam dunia bisnis, jadi mereka tidak tahu siapa Nayla sebenarnya.
Sampailah mereka berdua di meja VIP khusus untuk para CEO kolega dari The Rich Company. Meja itu berada tepat di belakang meja Nayla. Di sana ada seorang laki - laki tampan yang sedang asik dengan ponsel nya. Sehingga dia tidak mengetahui kehadiran sosok penting di acara itu.
"Selamat malam Tuan Keenan Dirgantara..." sapa Abraham yang seketika membuat Nayla sontak menatap pada sosok laki - laki yang ada di hadapan nya itu.
Detak jantung nya tiba - tiba bergemuruh tidak menentu setelah melihat siapa sosok laki - laki yang Abraham sapa barusan. Di dalam hati nya dia bertanya - tanya apakah benar laki - laki itu adalah.....
Belum sempat Nayla menetralkan hati dan pikiran nya, tiba - tiba mata nya terbelalak melihat wajah laki - laki yang ada di hadapan nya itu sedang membalas sapaan dan jabat tangan dari Abraham. Laki - laki itu masih tidak sadar jika ada seorang wanita di samping Abraham yang sedang memandang nya secara intens saat ini dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak.
__ADS_1
"Terima kasih tuan..telah meluangkan waktu nya untuk menghadiri acara ini," ucap Abraham dengan ramah.
"Oh ya,,perkenalan ini Nayla Atifa...calon istri saya..." kata Abraham dengan lantang di hadapan Keenan.
Deg,
Seketika pandangan Keenan langsung tertuju pada wanita yang berada tepat di samping Abraham. Betapa terkejutnya dia melihat sosok wanita yang selama ini dia cari keberadaan nya ada di depan mata nya sekarang. Sontak pandangan mata mereka saling bertemu dan terkunci untuk beberapa detik.
Tatapan mereka sulit untuk diartikan antara satu dengan yang lain nya. Keenan ingin sekali memeluk wanita yang selama ini ia rindukan tapi sebisa mungkin dia menahan itu semua karena situasi dan kondisi yang tidak tepat.
Saat Nayla memutuskan pandangan nya Keenan baru lah tersadar dengan ucapan Abraham tadi yang mengatakan jika Nayla adalah calon istri nya. Ada banyak pertanyaan dalam hati nya, apakah benar yang Abraham ucapkan itu jika Nayla adalah calon istri nya, dan benarkah secepat itu Nayla melupakan nya. Pertanyaan itu lah yang ada di hati Keenan saat ini. Ingin sekali Keenan langsung menanyakan semua itu pada Nayla tapi lagi - lagi saat ini dia tidak bisa melakukan itu semua. Karena timing nya yang tidak tepat, dan dia tetap harus menjaga wibawa nya sebagai tamu di acara tersebut.
"Saya Keenan Dirgantara...senang bertemu dengan anda Nona Nayla Atifa," ucap Keenan memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangan nya dan berusaha untuk tetap tersenyum ramah pada Nayla.
"Nayla Atifa..." balas Nayla singkat dengan menampilkan senyuman tipis bahkan sangat tipis sekali dan menerima jabatan tangan Keenan sebentar dan langsung melepaskan nya.
Nayla sendiri juga merasa sangat kaget bertemu Keenan di acara itu. Dia benar - benar tidak menyangka akan bertemu dengan mantan suami nya itu di acara Abraham. Dari tadi dia selalu berusaha untuk menetralkan perasaan kaget nya. Belum lagi tadi Abraham memperkenalkan diri nya kepada Keenan sebagai calon istri. Dia tidak tahu apa maksud Abraham itu, dan dia akan meminta penjelasan tentang itu semua setelah acara ini selesai nanti.
Abraham dan Nayla kemudian undur diri dari hadapan Keenan dan kembali ke meja nya masing - masing karena sebentar lagi acara inti akan di mulai.
"Kenapa aku harus bertemu dengan nya lagi..."
**
Jangan lupa dukungannya selalu ya readers....biar author tambah semangat nulis nya...🤭
Insyaallah hari ini bisa Up lebih dari satu kali, doain ya🤗
__ADS_1