Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 136 Persiapan pernikahan


__ADS_3

"Badan boleh kurus kerempeng...tapi kalau masalah makan nomer satu," ucap Safira sambil menggelengkan kepala nya melihat sang sahabat yang sedang sibuk memesan beberapa makanan dan minuman di pedagang yang tidak jauh dari gerobak ketoprak yang mereka pesan.


**


"Aku sudah tidak sabar menunggu hari Senin besok, kira-kira posisi apa ya yang cocok untuk wanita itu," pikir Davin sambil mengusap dagu nya.


Entah ada apa dengan seorang Davin Sanjaya, hanya persoalan sepele dengan seorang wanita biasa seperti Safira, dia bisa melakukan hal yang bisa dikatakan di luar kewajaran seperti itu. Bahkan semua proses pemindahan Safira ke kantor nya sudah selesai di urus oleh Davin sendiri.


Sedangkan Safira sendiri belum tahu apa-apa tentang hal itu. Entah apa yang akan terjadi jika Safira mengetahui semua itu.


Davin sendiri juga tidak memahami dengan perasaan nya kepada Safira saat ini, entah perasaan dendam, kesal atau hanya sekedar perasaan penasaran saja karena Safira terlalu cuek pada nya.


"Safira Amelia....." lirih Davin memandangi foto Safira yang dia ambil dari daftar karyawan perusahaan Keenan kemarin dengan senyuman yang sangat sulit untuk diartikan.


**


Hari ini Nayla dan Keenan sudah kembali ke Indonesia. Mereka mempercepat kepulangan mereka dari jadwal sebelum nya karena kesehatan kakek Dirga yang sedang tidak baik-baik saja.


Selain itu mereka juga ingin segera mempersiapkan segala keperluan untuk pernikahan mereka.


Setelah sampai di bandara mereka langsung menuju ke mansion utama kakek Dirga karena sang kakek sudah menunggu kedatangan mereka.


Sesampai nya di Mansion mereka langsung di sambut oleh sang kakek yang duduk di kursi roda di depan pintu.


"Kakek......" sapa Nayla yang langsung menghambur ke dalam pelukan mantan kakek mertua nya itu.


Kakek Dirga langsung menyambut hangat pelukan calon cucu menantu nya itu. Dia memeluk erat Nayla sambil terisak. Kakek Dirga sangat bahagia akhir nya dia bisa memeluk Nayla kembali. Terlebih lagi setelah dia tahu jika hubungan Nayla dengan Keenan sudah membaik.


"Nay kangen sekali ma kakek, maafkan Nayla ya kek..."lirih Nayla yang ikut terisak di pelukan sang kakek.


Kakek Dirga menggelengkan kepala nya," kamu tidak salah nak,, kakek yang salah,"


Nayla melerai pelukan nya dan mengusap pipi kakek Dirga dengan sangat lembut," tidak kek...kakek tidak salah. Hanya keadaan yang membuat kita jadi seperti ini. Tapi sekarang, semua nya sudah kembali seperti seperti dulu dan tidak ada kesalahpahaman lagi," ucap Nayla dengan tersenyum manis.


Keenan yang melihat semua itu tanpa terasa meneteskan air mata nya. Dia merasa sangat bahagia dengan apa yang dia lihat saat ini. Nayla benar-benar wanita yang sangat tulus dan berhati mulia, Keenan sangat bangga bisa memiliki calon istri seperti Nayla. Dan dia sangat menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan dahulu.

__ADS_1


Hemmm...


Keenan berdehem untuk mencairkan suasana.


"Gimana kabar kakek sekarang?"tanya Keenan sambil memeluk sang kakek.


"Seperti yang kamu lihat sekarang nak...kakek sudah membaik setelah kakek bertemu cucu menantu kesayangan kakek ini," kata kakek Dirga dengan senyum ceria di wajah nya sambil menggenggam erat tangan Nayla.


"Wah....seperti nya kakek sudah pilih kasih ini," ucap Keenan sambil tertawa kecil.


Nayla dan kakek Dirga hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya.


"Oh ya, gimana luka mu? apakah sudah membaik?" tanya kakek Dirga dengan begitu khawatir, dia juga meraba-raba perut Keenan untuk mencari bekas luka tembak Keenan dahulu.


"Alhmdulillah sudah sembuh kek, semua ini berkat perawat pribadi Keenan yang selalu siaga dua puluh empat jam merawat Keenan dengan penuh cinta dan kasih sayang, iya kan sayang," jawab Keenan sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah Nayla.


Sedangkan Nayla sendiri pipi nya langsung memerah menahan malu.


"Syukurlah.....dulu aja cuek dan tidak peduli, giliran sekarang saja, Hemmmm...bucin akut," ejek kakek Dirga.


"Hahahaha..." kakek Dirga tertawa lepas melihat ekspresi cucu nya itu.


Mereka kemudian masuk ke dalam Mansion. Hari ini Nayla akan menghabiskan waktu nya di sana nanti, sedangkan Keenan akan ke kantor Drg. Grup untuk menyelesaikan sedikit pekerjaan nya sebelum dia mengambil cuti nanti.


Selama Nayla di sana banyak hal yang dia ceritakan pada sang kakek, tidak terasa kebersamaan mereka sampai sore menjelang. Nayla kemudian pamit untuk pulang ke mansion kakek nya. Tidak mungkin Nayla menginap di sana, secara mereka belum sah sebagai suami istri kembali.


Awal nya kakek Dirga menyarankan Nayla untuk menginap di sini saja, akan tetapi wanita itu menolak dengan halus dan memberi pengertian pada sang kakek.


"Sayang....kenapa kamu tidak menginap di Mansion saja seh."


Nayla tersenyum mendapati pertanyaan Keenan," tidak bisa dong mas, kita kan belum sah jadi suami istri tidak baik jika kita tinggal satu rumah."


"CK...lagian kenapa kedua kakek kita mempunyai ide yang sama seh supaya kita mengadakan resepsi pernikahan kita dengan sangat besar dan mewah. Padahal aku paling tidak suka dengan yang nama nya pesta, belum lagi nanti kamu pasti berdandan sangat cantik. Huft....rasa nya aku tidak rela jika banyak tamu undangan nanti yang memandang kecantikan mu sayang.." ucap Keenan panjang lebar dengan nada sedikit kesal.


Pasal nya baik Keenan maupun Nayla awal nya hanya menginginkan jika pernikahan nya nanti sederhana saja, cukup akad nikah dan resepsi kecil-kecil an yang dihadiri oleh kerabat terdekat saja. Karena ini adalah pernikahan mereka yang kedua. Akan tetapi kedua kakek mereka menolak keras keinginan Keenan dan Nayla. Mereka menginginkan pernikahan kedua cucu mereka di rayakan secara meriah dan mewah dan mengundang seluruh relasi bisnis dari kedua perusahaan besar itu.

__ADS_1


Selain itu kakek mereka juga ingin menunjukkan ke publik pernikahan mereka itu. Dan di acara pernikahan Nayla dan Keenan nanti akan ada pengumuman penting yang akan di sampaikan oleh kakek mereka.


Akhirnya baik Keenan maupun Nayla hanya pasrah saja dengan keputusan kakek mereka.


"Astaga mas....dengar Nay baik-baik,, semua yang ada di diriku ini nanti nya hanya milik mu mas, jadi mas Keenan stop untuk berpikir yang bukan-bukan okey..." Nayla berucap dengan nada yang sangat lembut.


"Hmm.... ya sudah lah..."


**


Rendi dan Santi yang juga sudah berada di Jakarta, langsung disibukkan dengan tugas yang diberikan oleh tuan Richard dan Tuan Dirga untuk mengurus segala sesuatu tentang pernikahan Keenan dan Nayla nanti.


Mereka sedikit kerepotan karena waktu yang di berikan oleh tuan besar nya hanya seminggu saja. Untung saja mereka asisten CEO yang sangat profesional. Jadi untuk hal seperti ini mereka sudah banyak channel yang bisa mereka andal kan.


Cuma permasalahan nya, kedua calon pengantin nya yang agak ribet kemauan nya.


"Cinta...apa kamu lelah mengurus ini semua?" tanya Rendi sambil memberikan secangkir teh untuk sang kekasih.


Santi tersenyum ke arah Rendi sambil menerima teh yang diberikan oleh kekasih nya itu," terima kasih kak...tidak kok kak, justru aku sangat senang mengurus ini semua, itung-itung belajar untuk pernikahan kita nanti."


Rendi mengusap lembut kepala Santi, dia sebenar nya tahu jika kekasih nya itu sangat lelah, karena harus ke sana sini untuk mengurus segala keperluan pernikahan kedu atasan nya itu.


Seperti saat ini dia dengan sibuk memilih beberapa makanan untuk hidangan di pesta nanti, dia juga sedang memilih beberapa kostum yang akan di kenakan calon pengantin untuk pemotretan pra wedding nanti. Karena konsep yang dipilih oleh kedua pengantin itu adalah indoor dan outdoor jadi Santi agak kualahan untuk mencari baju yang sesuai dengan tema tersebut. Belum lagi keinginan Keenan yang aneh-aneh tidak ingin baju yang dikenakan Nayla terbuka, make up tidak boleh tebal, tidak boleh ini tidak boleh itu.


Kalau bukan bos nya, ingin rasa nya dia menyumpal mulut atasan nya itu dengan sambel geprek level lima puluh. Karena terlalu banyak tuntutan. Tapi apa daya dia hanya bawahan jadi cuma bisa mengikuti perintah atasan nya itu. Dia cuma heran saja, Nayla kok bisa menghadapi sikap Keenan yang seperti itu.


"Kak...bagaiman persiapan untuk tempat foto prewedding nanti," tanya Santi pada Rendi karena untuk tugas seperti itu Rendi yang mengurus nya.


"Semua sudah beres, dan sudah sesuai dengan keinginan tuan Keenan dan nona Nayla," jawab Rendi sambil mengecek beberapa hal yang lain nya.


"Bagus lah kalau begitu," lirih Santi.


Dia kemudian menghubungi Nayla untuk memberitahukan jika nanti ada fitting baju pengantin terlebih dahulu sebelum pemotretan.


"Semoga saja semua bisa berjalan dengan lancar, tidak ada kesalahan dan kehebohan dari tuan Keenan."

__ADS_1


__ADS_2