Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab.129 Ulah Davin


__ADS_3

"Maaf Mr......."


Rendi menganggukkan kepala nya saat pelayan cafe datang membawa pesanan mereka dan menghidangkan makanan itu di meja.


"Cinta....." Rendi membangun kan Santi dengan mengusap pipi Santi dengan lembut.


"Eeennngh...." Santi menggeliat perlahan dia mengerjapkan kedua mata.


"Iya kak, ada apa," jawab Santi dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur. Dia juga beberapa kali mengucek mata nya.


"Makanan nya sudah datang cinta..." ucap Rendi dengan sangat lembut.


Santi hanya manggut - manggut mengerti, dia kemudian meminta izin pada Rendi pergi ke toilet sebentar untuk merapihkan penampilan nya.


"Kasihan cinta...pasti dia sangat lelah dan capek, jika kita sudah menikah nanti aku pastikan kamu hanya akan menjadi ratu di istana kita nanti. Tidak akan aku biarkan kamu bekerja keras seperti ini," gumam Rendi memandangi Santi yang berjalan gontai ke arah toilet.


**


"Ya tuhan....di mana ID Card ku."


Safira sudah berkali - kali mencari benda itu di tempat sekitaran dia bertabrakan dengan Davin tadi, tapi tidak ketemu juga. Bahkan dia juga sampai meminta bantuan security cafe tersebut untuk membantu mencari benda itu tapi hasil nya tetap nihil.


"Argh....kok ngga ada sech, aku yakin jika ID Card ku jatuh di sini tadi. Semua gara - gara laki-laki alien tadi," geram Safira sambil mengacak rambutnya frustasi.


Safira terduduk lesu di salah satu bangku yang ada di dekat parkir cafe. Dia sudah berpikir keras untuk mengingat di mana benda itu, tapi ingatan nya itu tetap tertuju pada kejadian beberapa menit yang lalu saat dia bertabrakan dengan Davin.


"Huft...." Safira membuang nafas nya kasar.


**


"Aku yakin pemilik benda ini pasti sekarang sedang kelimpungan mencari nya," gumam Davin sambil memandang sebuah foto yang terpampang di benda tipis itu.


"Safira Amelia...."lagi - lagi Davin menyebut nama itu kembali, entah mengapa dalam hati nya dia merasa tertarik dengan wanita berkacamata itu.


Dia merasa tertantang untuk menjahili wanita ini, karena bagaimana pun baru kali ini seorang Davin Sanjaya diacuhkan oleh seorang wanita. Bahkan wanita itu berani berbicara tanpa memandang wajah Davin.


"Sial...mengapa aku jadi memikirkan wanita itu, tapi seperti nya menarik juga jika aku bermain - main dengan nya," ucap Davin dengan seringai licik di wajah nya.


"Antar aku ke kantor Drg.Group," titah Davin pada sang asisten.


"Siap tuan..."


**


"Sayang....habis ini kamu mau kembali ke kantor atau langsung pulang," tanya Keenan pada Nayla yang sedang menikmati desert nya.

__ADS_1


"Seperti nya aku kembali ke kantor dulu mas, ada beberapa laporan yang harus aku periksa dan tanda tangani."


"Ya sudah aku antar kamu sampai kantor, nanti sore aku jemput lagi ya?"


"Hemm..."


Mereka pun melanjutkan makan siang nya setelah itu Keenan langsung mengantarkan Nayla ke kantor nya dengan menggunakan mobil nya. Sebelum nya dia sudah mengirimkan pesan kepada Rendi supaya menyusul ke kantor Nayla dengan menggunakan mobil Nayla yang di kendarai Santi tadi.


"Sayang....nanti kalau pekerjaan mu sudah selesai, segera kabari aku. Biar nanti aku jemput, ingat program kencan kita dimulai dari malam ini," ucap Keenan dengan mengedipkan satu mata nya.


"Iya mas," jawab Nayla lembut dengan menampilkan senyuman manis nya.


"Sayang ingat...kamu hanya boleh tersenyum seperti pada ku saja."


"Iya sayang....." Nayla menangkup ke dua pipi sang kekasih dan menghadiahi sebuah kecupan singkat di bibir Keenan.


Wanita itu sekarang menjadi berani, karena cuma itu salah satu cara untuk menghalau posesif nya seorang Keenan Dirgantara.


"Hem....sudah berani ya sekarang, tapi aku suka," ucap Keenan dengan membalas kecupan berkali - kali kening Nayla. Jika dia ikut mengecup bibir Nayla nanti dia takut tidak bisa mengontrol diri.


Nayla menjadi tersipu malu karena perkataan Keenan tadi. Buru - buru dia langsung turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam kantor nya.


Keenan yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala nya. Bagi dia tingkah Nayla sangat menggemaskan.


**


Di Drg.Group


"Dasar CEO bucin, jam segini belum sampai ke kantor," kesal Davin karena telah menunggu Keenan selama setengah jam lebih.


Dia sekarang sudah berada di ruangan Keenan, sudah setengah jam lebih CEO SNJ.group itu menunggu Keenan. Bahkan dia hampir menghabiskan secangkir kopi nya tapi yang di tunggu belum menampakkan batang hidung nya.


"Selamat siang tuan...maaf di dalam sudah ada tuan Davin yang menunggu anda," kata sang sekretaris.


Keenan mengernyitkan dahi nya mendengar nama Davin di sebut.


"Okey...." sahut Keenan singkat dan langsung masuk ke dalam ruangan nya.


Dan benar saja di sana sudah ada Davin yang sedang membaca sebuah majalah bisnis guna membuang rasa bosan nya menunggu Keenan.


Hemm...


Keenan berdehem berjalan ke arah sofa dan mendudukkan bokong nya di sofa yang sama dengan Davin.


"Ck...lama sekali," cebik Davin.

__ADS_1


"Salah sendiri ke sini tidak mengabari ku dahulu. Ada urusan penting apa sampai seorang Davin Sanjaya datang ke kantor ku."


"Aku ingin meminta salah satu karyawan kamu untuk bekerja di perusahaan ku."


"What's....." pekik Keenan.


Tidak ada angin tidak ada hujan, kenapa tiba - tiba Davin meminta salah satu karyawan nya untuk bekerja di perusahaan nya. Ada apa? itu lah yang ada d pikiran Keenan sekarang ini.


"Tidak usah lebay seperti itu juga kali...yang aku minta hanya karyawan mu, bukan kekasih mu," ucap Davin dengan begitu santai sambil melipat kaki nya ke atas.


Bagaimana Keenan tidak terkejut, Davin meminta salah satu karyawan nya seperti dia meminta sebuah barang saja yang.


"Enak saja kamu main minta karyawan ku seenak mu sendiri, bukan nya karyawan mu sudah banyak dan semua kinerja nya juga baik."


"Tapi aku sangat menginginkan karyawan mu ini," kata Davin sambil melemparkan sebuah ID Card di meja depan Keenan.


Keenan pun meraih benda itu, dan memandangi secara intens ID Card tersebut dengan seksama.


"Safira Amelia," lirih Keenan dengan menautkan ke dua alis nya. Dia sendiri justru baru tahu jika dia mempunyai karyawan yang bernama Safira Amelia.


Maklum saja selama ini dia tidak pernah mengenal semua karyawan yang bekerja di perusahaan nya yang di Amerika ini. Apalagi Safira hanya karyawan biasa saja.


"Memang apa istimewa dari wanita ini sehingga kamu berniat untuk memperkerjakan dia di perusahaan mu?" tanya Keenan menyelidik.


Tidak mungkin seorang Davin Sanjaya asal main ambil karyawan tanpa ada sesuatu yang istimewa bagi nya.


"Itu rahasia....sekarang kamu tinggal berikan saja dia pada ku, aku janji akan memberikan dia gajih dua kali lipat dari gaji dia di perusahaan ini."


"Enak saja....kamu kira gaji yang aku berikan selama ini pada semua karyawan ku tidak sesuai?" sarkas Keenan yang merasa tidak terima dengan apa yang Davin ucapkan barusan.


Keenan langsung menghubungi Rendi, untuk memanggil karyawan yang bernama Safira itu ke ruangan nya sekarang.


Davin menyunggingkan senyuman nya, ternyata salah satu rencana nya berhasil, sebentar lagi dia akan tahu siapa wanita yah telah mengabaikan nya tadi.


Tok..tok..


"Masuk...." titah Keenan.


Pintu ruangan Keenan perlahan terbuka dan masuk lah ...


**


Siapa ya kira - kira yang masuk ke dalam ruangan Keenan, apakah Safira🤔


jangan lupa dukungan nya selalu readers...supaya author lebih semangat lagi UP nya...🤗

__ADS_1


__ADS_2