
"Cewek itu....."
"Hei tunggu..."teriak Davin memanggil wanita yang bertabrakan ma dia dan baru saja masuk lift.
Wanita itu mendongakkan kepala nya karena merasa ada yang memanggil nya, belum sampai wanita itu tahu siapa yang memanggil nya pintu lift ke buru tertutup rapat.
"****..." umpat Davin saat mendapati pintu lift sudah tertutup rapat kembali.
Davin segera menekan tombol lift itu kembali dengan cepat. Tapi pintu itu tak kunjung terbuka juga, saat pintu lift itu mula terbuka tiba - tiba ponsel Davin berdering ada satu panggilan dari asisten nya.
Lagi - lagi Davin harus menelan pil pahit karena gagal untuk menemui wanita itu.
**
"Semoga saja dengan cara ini bisa membantu Davin untuk move on dari Nayla. Aku tahu jika dia masih menyimpan perasaan pada Nayla, semoga saja wanita itu bisa mengalihkan perasaan Davin terhadap Nayla. Aku yakin Davin pasti ada ketertarikan dengan wanita itu, tidak mungkin seorang Davin Sanjaya sampai rela mencari informasi tentang wanita itu sendiri kalau tidak ada something yang membuat hati nya bergetar, aku sangat paham dengan sifat Davin dan seperti nya wanita itu juga orang yang baik," gumam Keenan setelah dia menghubungi pihak HRD untuk memindahkan kembali Safira ke perusahaan nya yang ada di Indonesia.
Tujuan nya hanya ingin supaya Davin mudah untuk mendekati wanita itu.
Drrt...drrt...
Ada sebuah notifikasi yang masuk ke dalam ponsel nya. Dia melirik ke arah layar ponsel nya, tertera " My Honey" . Seketika senyuman Keenan langsung mengembang dan tangan nya langsung terulur untuk membuka pesan tersebut.
"Ternyata Nayla sudah menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat, bahkan aku sendiri belum menyelesaikan pekerjaan ku. Gara-gara si kunyuk Davin, pekerjaan ku jad terbengkalai."
Davin langsung mengambil kunci mobil nya di meja dekat sofa dan dia bergegas keluar ruangan nya. Sebelum ke kantor Nayla dia mampir dulu ke ruangan Rendi untuk memberi tahu asisten nya itu supaya melanjutkan pekerjaan nya tadi.
"Lagi-lagi aku yang harus menyelesaikan semua nya, kalau begini terus kapan aku bisa berkencan dengan cinta ku, huft..." gerutu Rendi sambil mengambil beberapa berkas yang ada di meja Keenan.
Ting...
Rendi menerima sebuah pesan dari Keenan.
Boss: "Tidak usah menggerutu seperti itu, selesaikan saja semua nya, setelah itu aku kasih kamu cuti dua hari sebelum kita kembali ke Indonesia. Manfaatkan waktu itu untuk bersenang-senang dengan kekasih mu."
Rendi : "Asiap bos....😀" balas Rendi.
__ADS_1
"Yes.....kalau seperti ini kan jadi semangat kerja nya, tuan Keenan memang selalu tahu apa yang aku ingin kan. Walaupun terkadang suka absurd tapi, tidak masalah yang penting aku dapat cuti untuk berkencan dengan Santi. Tapi tunggu dulu, aku memang dapat cuti..tapi bagaimana dengan Santi? apakah dia juga sama mendapatkan cuti dari Nona Nayla. Ah....nona kan orang nya baik dan bijaksana, pasti Santi juga dapat cuti sama seperti ku sebelum kembali ke Indonesia," gumam Rendi setelah sampai di ruang kerja nya.
**
"Maaf sayang...sudah lama menunggu nya?" sapa Keenan dengan mengecup kening sang kekasih yang sudah menunggu di lobby.
Sebelum ke kantor Nayla, Keenan singgah sebentar ke toko perhiasan untuk mengambil pesanan nya yang nanti nya akan dia berikan kepada Nayla saat dinner nanti malam. Tak lupa dia juga ke butik yang terkenal di daerah itu untuk mengambil gaun pesta yang sudah dia pesan juga sebelum nya. Gaun yang dia pesan sesuai selera Nayla pasti nya. Bagaimana pun selama ini Keenan selalu memperhatikan hal-hal kecil yang berhubungan dengan kekasih nya itu. Dia tidak ingin sampai melewatkan hal sekecil apa pun yang dia tidak tahu tentang Nayla.q
"Ngga kok mas, aku baru saja turun. Lain kali mas Keenan jangan main cium saja di sini
Aku malu ma karyawan ku mas," bisik Nayla.
"Kenapa harus malu sech sayang, biarkan saja mereka tahu jika CEO nya yang cantik ini adalah milik dari Keenan Dirgantara CEO Drg.Group," ucap Keenan santai sambil menggandeng tangan Nayla menuju mobil nya.
Banyak pasang mata yang melihat kemesraan kedua CEO itu, mereka merasa iri pingin berada di posisi Keenan atau pun Nayla saat ini.
"Sayang....aku rasa Davin sekarang lagi PDKT ma seseorang," Keenan membuka obrolan mereka saat sudah berada di dalam mobil.
"Iya Tah mas....bagus dong kalau begitu," jawab Nayla dengan santai.
"Merasa apa? cemburu gitu?" Nayla langsung memotong ucapan Keenan. Karena dia sudah tahu arah pembicaraan Keenan kemana.
Keenan hanya nyengir kuda sambil menggaruk tengkuk leher nya yang tidak gatal.
"Mas....dari dulu aku dan kak Davin tidak ada hubungan apa pun. Perasaanku pada nya pun sama, hanya sebatas teman tidak lebih. Jujur aku memang nyaman saat bersama dia, tapi nyaman hanya sebagai seorang teman yang sedang butuh dukungan saja. Karena saat itu memang hanya kak Davin yang selalu ada saat aku butuh dukungan mas."
"Maaf sayang..." lirih Keenan.
"Sudah.....sudah jangan bahas kak Davin lagi, kalaupun dia mau mendekati seorang wanita itu hak dia mas, kita sebagai sahabat hanya bisa mensupport nya saja dan mendoakan supaya mereka bisa berjodoh," ujar Nayla.
"Iya sayang...oh ya, apa kamu tidak penasaran siapa wanita itu?"
"Emang siapa mas?"
"Salah satu staf keuangan di kantor ku."
__ADS_1
"Hah...."
Keenan kemudian menceritakan semua nya pada Nayla.
"Mau seperti apa wanita itu, baik dari kalangan atas atau bawah kalau mereka sudah di takdirkan untuk bersatu mau gimana lagi mas," ucap Nayla.
Keenan hanya menganggukkan kepala nya.
**
Safira berjalan lunglai setelah menemui bagian HRD. Dia masih merasa tidak percaya jika dia akan di kembalikan lagi ke perusahaan yang ada di Jakarta. Jujur dia sendiri sangat senang akan hal itu. Karena dia merasa tinggal di Amerika tidak sesuai dengan kepribadian nya.
Tapi yang membuat dia bingung kenapa secepat ini dia di kembalikan ke perusahaan awal dia bekerja, padahal kontrak kerja nya di sini belum selesai dan pemindahan dia juga tidak ada alasan yang spesifik. Bagian HRD hanya mengatakan jika pekerjaan dia di sini sudah selesai.
Padahal dalam praktek nya, masih banyak berkas laporan keuangan yang harus dia kerjakan di sini.
"Ya sudah lah, mau gimana lagi. Yang terpenting aku tidak di pecat, dan aku bisa kembali ke kampung halaman ku. Rasa nya aku sudah sangat rindu sekali dengan makanan-makanan kesukaan ku. Pecel, ketoprak, sate, nasi uduk, seblak, I'm coming...." ucap Safira dengan ceria.
Ya wanita itu sudah membayangkan betapa lezat nya makanan itu saat di santap nanti. Karena selama hampir dua tahun tinggal di Amerika, dia hanya bisa membayangkan saja kenikmatan makanan-makanan favorite nya itu.
"Fir....."
"Eh iya Mr.Rendi ada apa?" tanya Safira gelagapan saat berpapasan dengan Rendi.
"Ini...." Rendi menyodorkan sebuah ID Card kepada Safira.
Safira membulatkan mata nya melihat ID Card nya berada di tangan Rendi. Bagaimana bisa benda itu ada pada asisten CEO nya, itu yang ada di pikiran nya saat ini.
"Lain kali jangan ceroboh lagi," ucap Rendi datar dan langsung meninggalkan Safira setelah menyerahkan benda itu di tangan Safira.
"Terima kasih Mr."lirih Safira memandang tubuh Rendi yang sudah berjalan menjauh dari nya.
"Walaupun selalu memasang wajah cuek, dingin dan datar, tapi Mr.Rendi sangat tampan. Dan ini kenapa jantung ku jadi berdetak tidak karuan seperti ini, aduh Fira....sadar diri dong mana mungkin dia akan tertarik pada karyawan bawahan seperti mu," Safira mengerutuki kebodohan nya karena telah berani mempunyai pikiran seperti itu.
Rendi mendapat amanah dari Keenan untuk memberikan ID Card itu kepada Safira. Dia sendiri bingung, kenapa benda itu bisa ada di tangan bos nya. Akan tetapi Rendi tidak ambil pusing untuk hal itu. Yang terpenting dia sudah menjalankan tugas dari bos nya itu.
__ADS_1