Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 75 Penyesalan Keenan


__ADS_3

Keenan berlalu seperti orang kesetanan mengejar mobil Nayla. Dia tidak perduli dengan tatapan orang yang ada di sekitar nya.


"Auuws....."Keenan terjatuh saat mengejar Nayla.


Supir Nayla yang melihat Keenan terjatuh lewat kaca spion mobilnya pun melirik ke arah sang nona muda nya yang hanya diam membisu bersandar pada jendela mobil.


"Maaf non.....laki - laki yang mengejar nona terjatuh," ucap sang supir.


Nayla menengok ke arah belakang, benar saja yang dikatakan oleh supirnya jika Keenan terjatuh di aspal jalanan saat mengejar Nayla.


"Mas Keenan...." lirih Nayla.


Ada perasaan sakit di hati nya saat melihat Keenan dalam keadaan seperti itu. Tapi dia benar - benar sudah memantapkan hati nya untuk tidak terpengaruh apa pun.


"Apa saya perlu menghentikan dulu mobilnya Non?"


"Tidak perlu pak, tetap lanjutkan saja mobil nya, dan percepat laju mobil nya," jawab Nayla dingin.


Sang supir hanya mengangguk dan mempercepat laju mobilnya sesuai dengan permintaan sang nona muda.


Keenan menatap nanar mobil Nayla yang lama - kelamaan semakin menjauh dari pandangannya.

__ADS_1


"Apakah tidak ada kesempatan sedikitpun untuk ku Nay..." lirih Keenan menatap lurus ke depan.


"Tidak...aku tidak boleh menyerah begitu saja, aku akan buktikan kepada Nayla jika aku akan berubah, ya....aku akan buktikan itu semua," ucap Keenan seraya bangkit dan berjalan menuju apartemen nya kembali.


Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang melihat kejadian itu semua. Orang itu merasa prihatin dengan apa yang menimpa sahabatnya itu. Ya orang itu adalah Davin Sanjaya sahabat Keenan sekaligus rival Keenan.


Saat Davin melintasi lobby apartemen, dia melihat sang sahabat berlalu menuju arah keluar apartemen dengan terburu - buru. Dia juga melihat penampilan Keenan yang begitu berantakan sehingga dia menarik perhatiannya untuk mengikuti sang sahabat.


Saat sampai di luar gedung apartemen dia melihat Nayla yang naik ke dalam mobil mewah dan berlalu pergi tanpa menghiraukan panggilan dari Keenan. Dia menduga pasti telah terjadi sesuatu pada mereka.


Davin melihat dengan mata kepala nya sendiri begitu hancur nya seorang Keenan Dirgantara saat ini. Dia menghela nafasnya perlahan. Di satu sisi dia sangat prihatin dengan apa yang menimpa sang sahabat, dengan pemberitaan di berbagai media dia menduga kejadian yang terjadi sekarang pasti ada hubungannya dengan pemberitaan itu. Akan tetapi di satu sisi dia juga merasa ada kesempatan untuk mendekati Nayla jika hubungan antara Keenan dan Nayla retak.


"Semoga dengan kejadian ini kamu bisa menyadari dengan kesalahan kamu Kee..."lirih Davin dan berlalu pergi ke dalam apartemen.


**


Keenan masuk ke dalam apartemen nya dengan langkah gontai. Perasaannya saat ini benar - benar campur aduk, ada rasa bersalah, menyesal dan sakit dalam hati nya. Dia tidak menyalahkan Nayla jika istri nya itu mengambil keputusan untuk berpisah dengan nya. Karena semua ini benar - benar kesalahan diri nya yang sedari awal tidak pernah menghargai arti dari pernikahan.


Bahkan dia terang - terang an mengkhianati suci nya tali pernikahan. Dan tidak menjalankan kewajiban nya sebagai seorang kepala keluarga.


Keenan menatap seluruh penjuru ruangan yang ada di apartemen ini. Semua nya terasa sunyi se sunyi hati nya saat ini. Pandangannya tiba - tiba tertuju pada sebuah ruangan yang biasa di tempati oleh istri nya itu. Dia berjalan ke arah ruangan itu. Di buka nya perlahan kamar Nayla, dia mengedarkan pandangan nya ke ruangan tersebut.

__ADS_1


Wangi khas vanila masih tercium jelas di Indra penciumannya. Wangi khas yang di miliki sang istri, wangi yang membuat dia perlahan merasa nyaman saat berdekatan dengan Nayla selama ini.


Perlahan dia mendekati kasur tipis yang biasa Nayla gunakan untuk beristirahat selama ini. Dia usap kasur itu dan dia raih bantal yang biasa Nayla gunakan kemudian dia menciumnya dalam - dalam bantal tersebut.


"Baru saja kamu pergi kenapa hati ini sudah merindukanmu Nay..." gumam Keenan menatap sebuah figura kecil yang ada di lemari nakas samping tempat tidur Nayla. Di figura itu tampak foto Nayla yang sedang tersenyum manis bersama sang kakek. Seperti nya figura itu tertinggal di sana, atau sengaja di tinggal oleh pemiliknya tidak ada yang tahu.


"Maafkan aku Nay... aku benar - benar menyesal, aku berjanji akan berubah lebih baik lagi, tolong beri kesempatan untukku sekali lagi Nay..." Keenan mengusap foto Nayla perlahan, dan dia beralih pada sosok laki - laki tua yang ada di samping Nayla dia juga mengusap wajah tua itu, tanpa terasa ada buliran bening yang mengalir di ujung mata nya.


"Kek....maafkan aku, karena aku telah gagal menjalankan amanah yang kakek berikan pada ku, aku gagal menjadi suami yang baik untuk cucu kesayangan mu kek, maafkan aku kek...aku memang bodoh, karena telah menyia - nyiakan istri sebaik Nayla, aku benar - benar bodoh kek...hiks..." isak Keenan sambil memukul - mukul dirinya sendiri.


Saat diri nya sedang larut dalam penyesalannya di kamar Nayla, tiba - tiba pandangan nya tertuju pada sebuah benda yang ada di pojok kasur Nayla. Dia kemudian mengambil benda tersebut.


"Sapu tangan siapa ini, seperti nya aku tidak asing dengan sapu tangan ini."


Keenan kemudian membuka sapu tangan tersebut, dan betapa terkejutnya dia melihat sebuah tulisan inisial nama nya yang ada di pinggir sapu tangan itu, tulisan yang hanya ada di sapu tangan miliknya karena tulisan itu di buat oleh ibu kandung Keenan saat Keenan masih berusia satu tahun. Tulisan yang terbuat dari sulaman tangan manual dari benang emas itu mengingatkan Keenan pada seseorang gadis kecil berkucir kuda yang dia tolong di taman saat masih kecil dulu. Gadis yang sudah lama dia cari keberadaannya setelah dia kembali dari luar negeri.


"Kenapa sapu tangan ini ada di kamar Nayla? apa jangan - jangan Nayla dan gadis kecil berkucir kuda itu adalah......" Keenan menutup mulutnya.


"Nanay....****.....kenapa aku tidak menyadari nya selama ini jika gadis kecil itu adalah kamu Nayla Atifa," ucap Keenan mengusap wajahnya kasar karena kebodohan nya selama ini tidak menyadari jika orang yang dia cari selama ini adalah istri nya sendiri.


Dia langsung berlari keluar kamar Nayla dan menyambar kunci mobil nya yang ada di atas meja makan, tidak lupa dia juga membawa semua berkas yang Nayla berikan pada nya tadi.

__ADS_1


Tujuannya sekarang adalah Mansion sang kakek, dia akan meminta penjelasan pada sang kakek atas kejadian yang terjadi puluhan tahun yang lalu.


"Aku harus tahu semua nya..."


__ADS_2