Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 112 Sadar


__ADS_3

"Mas Keenan.....bangun mas, jangan seperti ini,hiks...."


Nayla terus menangis saat brankar Keenan di dorong menuju ke ruangan ICU. Tuan Richard berusaha untuk menenangkan sang cucu nya. Tapi tetap saja Nayla masih terisak dalam tangis nya.


"Maaf nona, sebaiknya anda menunggu di ruangan tunggu dulu karena pasien harus melakukan beberapa observasi terlebih dahulu," terang salah satu perawat yang mendorong brankar Keenan tadi.


Nayla hanya bisa pasrah, dia berjalan gontai menuju kursi tunggu yang berada di luar ruang ICU.


"Tuan....sebaiknya anda pulang dahulu untuk istirahat karena sejak tiba di Amerika anda belum beristirahat sama sekali, biar Nayla saya yang menemani," kata Santi.


"Iya kek...Santi benar, sebaiknya kakek beristirahat dulu di apartemen Nayla, biar Santi yang menemani Nayla di sini."


Tuan Richard pun akhirnya menuruti perkataan cucu nya itu, badan nya juga sudah merasa sangat lelah sekali karena melakukan perjalanan panjang tadi.


Nayla kemudian menyuruh Rendi untuk mengantarkan kakek nya ke apartemen. Dia juga meminta Rendi untuk beristirahat karena dia tahu Rendi pasti sangat lelah seharian ini.


Awal nya Rendi menolak, dia juga ingin menunggu tuan nya sampai melewati masa kritis nya. Tapi karena Nayla memaksa nya terus, akhir nya dia pun ikut pulang bersama tuan Richard.


Nayla hanya bisa memandangi wajah Keenan dari balik kaca, karena saat ini Keenan tidak diperbolehkan untuk ditunggu siapa pun sampai masa kritis nya berakhir. Mulut Nayla tidak henti - henti nya memanjatkan doa untuk mantan suami nya itu.


"Ya Allah....sembuhkan lah mas Keenan, kuatkanlah dia supaya bisa melewati masa kritis nya," doa Nayla dalam hati.


"Nay....." sapa Santi sambil mengelus pundak sahabat nya itu memberikan kekuatan.


"Kenapa harus dia San....." Isak Nayla dalam pelukan Santi.

__ADS_1


"Harus nya aku yang di sana, bukan dia...hiks..."


"Sst.....sudah jangan menyalahkan dirimu sendiri seperti ini Nay, semua ini sudah takdir. Aku yakin tuan Keenan orang yang kuat, dia pasti bisa melewati masa kritis ini. Sekarang yang bisa kita lakukan hanya lah berdoa, supaya tuan Keenan bisa melewati masa kritis ini semalam ini Nay. Tuan Keenan pasti sedih jika dia tahu orang yang sangat dia sayangi lemah seperti ini, lagian aku yakin tuan Keenan sudah tidak sabar untuk bangun dan menggoda mu," ucap Santi yang berusaha untuk menghibur sahabat nya itu.


"Apaan sech San...."


"Tapi kamu suka kan? di goda ma tuan Keenan...xixi," ledek Santi.


"Apaan sech, siapa juga yang senang di goda oleh nya," ucap Nayla dengan wajah yang tiba - tiba merona saat dia teringat kejadian kemarin malam.


"Hemmmm.....kalau ngga suka, kenapa merah tuh pipi Bu...."


Nayla kemudian memukul pelan lengan sahabat nya itu karena telah berhasil meledek nya.


"Nach....gitu dong Nay, tertawa jadi wajah kamu terlihat cantik dan fresh saat tuan Keenan sadar nanti."


"Ada apa ya San? kenapa pada dokter yang menangani mas Keenan masuk dengan terburu - buru seperti itu. Apa ada hal buruk yang menimpa mas Keenan," kata Nayla dengan wajah yang panik, takut dan khawatir.


"Tenangkan diri mu Nay, semua akan baik - baik saja," Santi berusaha untuk menenangkan Nayla. Walaupun sebenarnya dalam hati nya juga merasakan khawatir dan ketakutan yang sama seperti yang di rasakan oleh Nayla karena dia melihat dokter - dokter itu berjalan tergesa - gesa sekali saat memasuki ruangan Keenan.


Nayla berusaha untuk melihat apa yang terjadi di dalam ruangan itu lewat kaca jendela yang ada di ruangan Keenan. Dia melihat jika beberapa dokter sedang melakukan beberapa tindakan kepada Keenan. Nayla langsung menutup mulutnya melihat keadaan Keenan yang sedang tidak baik - baik saja saat ini.


"Mas Keenan harus kuat....a ku menyayangi mu mas, jangan tinggalkan aku lagi, aku mau kita memulai hubungan kita dari awal lagi,hiks..." lirih Nayla dengan berurai air mata tangan nya meraba kaca jendela itu seakan memberikan kekuatan untuk Keenan. Dan saat itu juga tirai jendela itu di tutup oleh salah satu perawat yang berada di dalam sana.


Nayla tidak henti - henti nya menggumamkan doa untuk Keenan. Tak lama kemudian pintu ruangan rawat Keenan terbuka. Dan muncullah ketua team dokter yang menangani Keenan.

__ADS_1


Dokter tersebut kemudian menjelaskan keadaan Keenan saat ini. Tadi Keenan memang sempat drop.


"Ini benar - benar suatu keajaiban nona, tuan Keenan bisa cepat melewati masa kritis ini setelah keadaan dia sempat memburuk tadi. Seperti nya tuan Keenan orang yang sangat kuat, sehingga dia berusaha untuk melawan kondisi nya yang buruk saat ini untuk kembali sadar," terang dokter.


Nayla merasa lega setelah mendengar penjelasan dokter tersebut.


"Sekarang kita hanya tinggal menunggu tuan Keenan sadar nona."


"Terima kasih dok, terima kasih banyak...apa sekarang mas Keenan bisa di temui?"


"Silahkan nona, tapi hanya satu orang saja yang bisa masuk ke dalam dan harus mengikuti prosedur kesehatan," ucap dokter.


Nayla mengangguk mengerti dengan apa yang dokter itu jelaskan. Dia pun akhirnya masuk ke dalam ruangan Keenan dengan menggunakan baju steril seperti yang dokter perintahkan.


Nayla menatap sosok laki - laki tampan yang sejak dulu bertahta dalam hati nya dengan tatapan yang sendu. Berulang kali dia mengusap air mata nya yang menetes. Hati nya merasa teriris nyeri melihat Keenan yang terbaring lemah dengan beberapa alat yang menempel di tubuhnya. Wajah tampan nya juga terlihat pucat pasi saat ini. Di dalam ruangan itu hening sekali, hanya suara monitor pemantau detak jantung Keenan yang berbunyi nyaring.


"Mas....ini aku Nayla, maafkan aku mas karena telah membuat mu menjadi seperti ini," ucap Nayla dengan mengusap lembut tangan Keenan dan meletakkan di pipi nya.


"Apa kamu tidak capek tidur terus seperti in mas, kamu tidak ingin cepat bangun dan mengganggu ku lagi, hemmm...kata nya kamu sayang ma aku mas, mana bukti nya jika kamu sayang ma aku? sampai sekarang kamu cuma tidur saja tidak berusaha untuk membuktikan jika kamu benar - benar sayang ma aku. Lihat tuh wajah kamu sekarang sudah tidak tampan lagi seperti kemarin, wajah kamu sekarang jelek mas. Kalau wajah kamu jelek seperti itu, aku nanti milih orang lain yang wajah nya lebih ganteng dari kamu jika kamu tidak bangun - bangun. Asal kamu tahu ya mas, di luaran sana banyak laki - laki yang tergila - gila pada ku. Apa kamu rela jika aku di goda oleh laki - laki lain, hemm..." kata Nayla panjang lebar.


Dokter sempat bilang ke Nayla jika Keenan sebaiknya sering di ajak mengobrol untuk merangsang supaya alam bawah sadar nya cepat pulih.


Dan benar saja, semua ucapan Nayla tadi mampu membuat Keenan menggerakkan jari nya. Hal itu sontak membuat Nayla menjadi kaget. Dia langsung menekan tombol emergency yang ada di sana.


"Mas...kamu?"

__ADS_1


**


kasih author semangat donk readers....banyakin lagi kembang setaman nya🤗😍


__ADS_2