Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 107 Gerak cepat...


__ADS_3

"Lalu apa rencana anda?" tanya Keenan.


"Seperti rencana awal, aku ingin kamu segera membawa Nayla untuk pergi secepat nya dari negara ini," ucap Abraham dengan tatapan serius.


"Ck...kamu jelas tahu sendiri seperti apa hubungan ku dengan Nayla, bagaimana bisa aku membawa dia pergi, kita cari solusi yang lain saja."


"Hahahaha.....maka nya dulu jangan bertingkah..." ledek Abraham dengan senyum mengejek.


Keenan menatap tajam ke arah Abraham, sedangkan orang yang di tatap berusaha menelan Saliva nya dengan susah payah. Seketika Abraham ingat akan ucapan nya Jo asisten nya supaya bisa menjaga sikap nya d hadapan Keenan. Bagaimana pun dia saat ini yang membutuhkan bantuan. Apa lagi Jo juga menatap bos nya dengan tatapan yang mengisyaratkan supaya Abraham bisa mengontrol diri.


Walaupun tanpa Abraham meminta pun Keenan pasti sudah melakukan segala cara apa pun untuk melindungi wanita yang sangat dia sayangi.


"Setidak nya dengan aku bertingkah dulu, aku jadi bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi sekarang, dan aku menyadari satu hal jika aku sangat mencintai Nayla sejak dulu. Dan satu lagi, yang perlu kamu tahu aku sangat yakin jika Nayla pun masih mempunyai perasaan yang sama dengan ku," kata Keenan dengan penuh keyakinan.


"Hahaha...anda terlalu percaya diri sekali ternyata, dari mana anda bisa tahu jika Nayla masih mencintai anda. Bahkan anda sendiri tidak tahu kan selama ini dia dekat dengan siapa saja setelah berpisah dengan anda, dan anda tau sendiri jika aku adalah CALON SUAMI nya," kata Abraham dengan tersenyum licik dan menekankan kata calon suami dengan penuh penekanan.


"Calon suami dari Hongkong? mana ada calon suami tidak bisa melindungi calon istri nya sendiri justru palah meminta bantuan dari mantan suami nya..haha!" ucap Keenan tak mau kalah.


Abraham yang mendengar hal itu langsung mengeraskan rahang nya.


"Kalau tidak kepepet aku juga ogah meminta bantuan mu," gerutu Abraham lirih sekali.


Rendi dan Jo saling melempar pandangan, mereka tidak habis pikir dengan apa yang atasan mereka masing - masing pikirkan saat ini. Bukan nya membahas jalan keluar untuk masalah ini palah saling menjatuhkan.


Akhirnya Jo memberanikan diri untuk menyadarkan kedua CEO yang sedang berdebat hal yang tidak penting itu.

__ADS_1


"Maaf tuan....tuan...sebaiknya anda fokus ke permasalahan inti dari pertemuan ini. Tentu kalian tidak lupa bukan jika waktu yang diberikan oleh tuan Sultan hanya tiga hari. Dan ini sudah hari ke dua, jadi tinggal besok waktu kita. Jika tuan - tuan saat ini hanya meributkan mana yang terbaik untuk nona Nayla saya rasa bisa di lanjutkan setelah masalah ini selesai," Jo berkata tegas.


Walaupun sebenarnya dia merasa takut karena telah lancang berbicara seperti itu. Tapi jika dibiarkan saja maka pertemuan ini akan berakhir sia - sia. Tidak ada solusi yang di dapat.


Kedua CEO itu saling pandang setela mendengar perkataan dari Jo. Mereka di dalam hati membenarkan ucapan asisten Abraham itu. Bahkan mereka menggerutuki kebodohan nya masing - masing karena melupakan tujuan awal mereka bertemu itu untuk apa.


"Sebelum kamu menceritakan semua nya, aku sudah mencari informasi tentang hal itu, bahkan aku sudah memerintahkan orang - orang pilihan ku untuk menjaga Nayla di mana pun dia berada. Kamu tahu, semalam bahkan orang suruhan kakek kamu itu berada di depan pintu apartemen Nayla."


"Apa! bagaimana bisa orang suruhan kakek sampai ke sana..."


"Jelas bisa bodoh....kamu seperti baru mengenal kakek kamu saja, apa kamu lupa dari dulu kamu juga sering bertindak seperti kakek kamu bukan? selalu membantu segala sepak terjang kakek kamu untuk mendapatkan segala yang dia inginkan," kata Keenan dengan tersenyum tipis.


Abraham membenarkan ucapan Keenan. Dia juga tidak meragukan sama sekali sepak terjang seorang CEO dari Drg. group itu yang ternyata sudah bergerak satu langkah dari dia. Bahkan Abraham saja tidak bisa melindungi Nayla saat ini. Tapi Keenan setelah mengetahui jika nyawa Nayla dalam bahaya langsung bergerak cepat dengan menempatkan beberapa orang kepercayaan nya untuk melindungi Nayla tanpa Nayla mengetahui.


Keenan akhirnya memberitahu kan rencana nya secara detail. Abraham tidak menyangka sama sekali Keenan bisa mempunyai ide secemerlang itu. Bahkan dia tidak berpikiran ke arah situ sama sekali.


"Bukankah dia tadi pagi bilang jika tidak akan keluar hari ini dan hanya akan bersantai di apartemen saja, kenapa dia keluar di saat keadaan genting seperti ini," gumam Keenan saat mendengar laporan dari Rendi jika Nayla hari ini keluar apartemen sendirian.


Rendi mendapat laporan dari salah satu anak buah nya yang ditugaskan untuk menjaga Nayla. Walaupun Nayla saat ini diikuti oleh beberapa anak buah Keenan akan tetapi hal itu tetap saja membuat Keenan tidak tenang jika tidak menjaga Nayla secara langsung.


"Ada apa tuan Keenan...? apa ada hal yang serius?" tanya Abraham penasaran karena dia melihat wajah Keenan seketika tampak khawatir setelah mendapat laporan dari asisten nya.


Keenan menghela nafas nya perlahan, sebelum menjawab pertanyaan dari Abraham. Sebelumnya dia sudah memerintahkan Rendi untuk memberi instruksi kepada anak buahnya supaya memperketat penjagaan kepada Nayla. Mengingat saat ini orang suruhan Sultan juga sudah membuntuti Nayla semenjak Nayla keluar dari apartemen.


"Aku baru saja mendapat laporan dari salah satu orang kepercayaan ku yang aku tugaskan untuk menjaga dan mengawasi Nayla, ternyata saat ini anak buah kakek mu sedang membuntuti Nayla. Kebetulan saat ini Nayla sedang keluar apartemen," jelas Keenan.

__ADS_1


"Apa! kalau seperti ini kejadiannya kita benar - benar harus gerak cepat tuan Keenan sebelum hal buruk menimpa Nayla nanti nya. Aku sangat paham sekali dengan sepak terjang anak buah kakek ku seperti apa. Mereka semua adalah orang terlatih dalam bidang nya bahkan mereka tidak akan segan untuk langsung melukai atau menghilangkan nyawa target nya seketika itu juga."


Keenan pun mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Abraham. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan itu. Keenan langsung menuju tempat di mana Nayla berada saat ini, sedangkan Abraham akan ke mansion sang kakek untuk mencari informasi sekecil apa pun itu yang bisa jadikan petunjuk untuk menggagalkan semua rencana kakek nya.


**


Nayla saat ini sedang menuju sebuah mini market yang berada tidak jauh dari apartemen nya. Niat awal memang dia tidak akan pergi ke mana - mana. Akan tetapi setelah kepergian Keenan tadi, sang kakek menelpon jika dia sedang dalam perjalanan ke Amerika saat ini. Jadi dia memutuskan untuk ke mini market guna membeli beberapa bahan makanan yang kebetulan sudah tinggal sedikit. Dia juga membeli beberapa makanan favourite sang kakek. Karena dia akan meyambut kakek nya dengan memasak makanan kesukaan nya.


Di dalam perjalanan menuju mini market Nayla merasa seperti ada yang mengikut nya. Beberapa kali dia melihat ke arah spion mobil yang dia kendarai, ada mobil yang sama mengikuti nya seperti yang dia lihat kemarin. Tapi kali ini ada yang berbeda yang mengikuti dia ada dua mobil dengan jarak yang berbeda.


Nayla saat itu tetap berpikir positif, dan tidak menghiraukan kedua mobil tersebut. Dia tetap santai menjalankan kendaraan nya. Saat dia melintasi jalanan yang sepi, tiba - tiba salah satu mobil tersebut melajukan kendaraan nya dengan sangat cepat dan menghadang mobil Nayla. Dengan spontan Nayla langsung menghentikan laju mobil nya.


Dia melihat ada empat orang berpakaian serba hitam dengan penutup kepala dan membawa senjata api berjalan ke arah mobil nya. Nayla berusaha untuk tetap tenang dengan mencoba menghubungi seseorang dari ponsel nya, saat dia berhasil menghubungi Santi sang asisten bersamaan pula jendela pintu mobil nya digedor oleh salah satu dari ke empat orang tersebut.


Nayla bisa lihat salah satu orang itu menyuruh Nayla untuk membuka pintu mobil nya. Saat mereka berusaha untuk membuka pintu mobil Nayla secara paksa, tiba - tiba ada suara tembakan dari arah belakang mobil Nayla. Dan itu membuat Nayla berteriak ketakutan. Karena mereka sekarang ini sedang terlibat baku hantam dengan sama - sama menggunakan senjata api.


Saat anak buah Keenan lengah, tiba - tiba salah satu anak buah Sultan Davidson berhasil memecahkan kaca jendela mobil Nayla dan membuka pintu mobil nya. Orang tersebut langsung menarik paksa Nayla untuk keluar dari mobil.


"Lepaskan aku...siapa kalian !" teriak Nayla.


Belum sempat Nayla teriak minta tolong tapi anak buah Sultan Davidson sudah membius nya, dan membawa Nayla masuk ke dalam mobil mereka. Melihat salah satu teman nya sudah bisa mendapatkan target incaran nya, anak buah Sultan yang lain kemudian berlari menuju mobil itu setelah berhasil melumpuhkan anak buah Keenan yang kalah jumlah dengan anak buah Sultan Davidson.


"Nay...nay....kamu ada apa?" teriak Santi dari seberang sana.


Saat salah satu anak buah Sultan Davidson berhasil membawa paksa Nayla keluar dari mobil, saat itu juga sambungan telepon nya dengan Santi terhubung. Jadi Santi bisa mendengar dengan jelas teriakan Nayla yang sedang ketakutan.

__ADS_1


"Aku yakin pasti ada apa - apa dengan Nayla saat ini. Aku harus segera menghubungi nya untuk meminta bantuan .."


__ADS_2