Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 58 Selalu ingin tahu


__ADS_3

"Sial....."


Umpat Keenan merasa sangat panas melihat istri nya diperlakukan manis oleh laki - laki yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


Dia benar - benar tidak habis pikir kenapa sahabat nya bisa mengenal istri nya sedangkan pernikahan mereka saja di sembunyikan dari publik.


Rendi yang mendengar umpatan dari sang bos hanya menghela nafas nya pelan. Sebenarnya dia sudah tahu tentang kedekatan Nayla dengan Davin karena selama ini tanpa sepengetahuan Keenan, Rendi telah mengutus beberapa ora kepercayaannya untuk menjaga Nayla dari jauh dan untuk mencari info apa saja yang dilakukan istri bos nya di luaran sana.


Bahkan Rendi juga tahu jika Davin sudah mengungkapkan perasaanya pada Nayla dan mendapat penolakan dari istri bos nya itu. Tapi semua itu belum saat nya Rendi memberi tahu Keenan biarlah semua itu dia simpan terlebih dahulu sampai dia benar - benar mendapatkan semua bukti tentang kebusukan Michel.


Selain itu, Rendi juga ingin mengetahui bagaimana reaksi Keenan jika melihat istri yang selama ini tidak dia anggap sama sekali didekati oleh laki - laki yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.


"Terkadang sesuatu yang kita anggap tidak bearti akan menjadi sangat bearti bagi orang lain," lirih Rendi.


Entah mengapa Rendi dengan berani nya mengucapkan kalimat seperti itu. Kalimat yang jelas tertuju untuk menyindir atasannya itu terlontar begitu saja dari mulut nya. Sekalipun ucapan itu terdengar sangat lirih, tapi masih saja bisa Keenan dengan dengan jelas.


"Kamu bilang apa barusan Ren..." Keenan melirik tajam ke arah Rendi.


"Tidak ada tuan..."


Rendi yang mendapati lirikan tajam dari bos nya menjadi celingukan.


"Seperti nya Nona Nayla sudah mengenal lama tuan Davin, terlihat sekali jika mereka sudah begitu akrab bahkan Tuan Davin terlihat begitu perhatian pada Nona," ucap Rendi dengan santai.


"Rendi.........!"


"Maaf tuan saya tidak bermaksud...."


"Sekarang jalankan mobil nya, apa kamu mau saya potong gaji kamu bulan ini karena sengaja mengulur waktu kerja," sarkas Keenan dengan tatapan tajam.


"Tidak tuan... maafkan saya, kejadian ini tidak akan terulang kembali," jawab Rendi dan langsung melajukan kembali mobilnya ke arah kantor.


Sebenarnya dalam hati Rendi menertawakan kelakuan bos nya itu.


"Makan tuh gengsi, punya istri cantik dan baik seperti itu palah tidak pernah dianggap sama sekali, giliran istri nya didekati oleh sahabatnya sendiri kebakaran jenggot," batin Rendi menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Tidak perlu mengumpati saya seperti itu Ren, asal kamu tahu saya tidak pernah peduli dengan apa yang dia lakukan di luaran sana," ucap Rendi dingin dengan muka yang menahan amarah.


"Ti dak tuan, mana berani saya mengumpati anda," jawab Rendi dengan terbata.


"Bagus jika kamu sadar akan hal itu..."


Mobil yang dikendarai Rendi akhirnya meluncur dengan lancar ke kantor Drg Group. Sepanjang perjalanan pikiran Keenan selalu tertuju pada Nayla dan Davin.


"Mau kemana mereka berdua dan kenapa Nayla begitu mudahnya mau ikut dengan Davin sich.... dasar wanita murahan," umpat Keenan dalam hati.


**


Hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit, akhirnya Nayla dan Davin tiba di rumah sakit dimana kakeknya Nayla dirawat. Saat di loby rumah sakit Nayla bergegas turun dari motor Davin.


"Sekali lagi terima kasih ya kak sudah mengantarkan Nayla ke sini."


"Sama - sama Nay.... sudah berapa kali kamu mengucapkan kalimat itu sepanjang jalan tadi," jawab Davin terkekeh karena merasa lucu sepanjang jalan entah sudah tak terhitung Nayla mengucapkan terima kasih.


Mungkin karena pikiran Nayla sedang tidak fokus karena terlalu mengkhawatirkan keadaan sang kakek, jadi dia tidak ada bahan obrolan lain selain mengucapkan kalimat terima kasih dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Iya kak, tidak apa - apa.. maaf jadi ngrepotin," ucap Nayla merasa tidak enak karena harus mengantarkan dia urusan Davin jadi tertunda.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan, buruan masuk ke dalam, kakek kamu pasti sudah menunggu mu Nay, jika ada apa - apa jangan sungkan untuk menghubungi ku ya," ucap Davin.


Nayla menganggukkan kepala nya dan bergegas masuk ke dalam. Setelah memastikan Nayla masuk ke dalam, barulah Davin melanjutkan perjalanannya menuju proyek.


Bugh......


"Maaf tuan...saya tidak sengaja," ucap Nayla sambil membungkukkan badannya karena telah menyenggol seseorang saat dia berlari menuju UGD.


"Iya tidak apa - apa nak..." jawab laki - laki yang ditabrak oleh Nayla.


"Sekali lagi saya mohon maaf tuan, saya tidak sengaja, kalau begitu saya permisi dulu tuan," kata Nayla dan berlalu meninggalkan laki - laki itu tanpa melihat jelas siapa orang yang dia tabrak barusan.


"Bukankah itu Nayla, istri dari tuan Keenan Dirgantara?" tanya laki - laki itu yang tak lain adalah Tuan Richard kepada sang asisten.

__ADS_1


"Benar tuan..wanita yang menabrak anda barusan adalan istri dari pemilik Drg Group," jawab sang asisten.


"Untuk apa dia ke rumah sakit, dan siapa yang sakit sampai dia berlarian seperti itu," gumam Tuan Richard.


Entah semenjak pertemuannya dengan Nayla waktu itu, Tuan Richard selalu ingin tahu dengan segala hal yang ada pada diri Nayla. Bahkan sekarang dia juga tahu kenapa pernikahan antara Keenan dan Nayla dirahasiakan dari publik. Serta dia juga mengetahui tentang kehidupan pernikahan Nayla dengan Keenan seperti apa sekarang ini. Walaupun yang dia ketahui hanya garis besar nya saja, tapi itu cukup bagi nya untuk menilai seperti apa Nayla.


Bukan hal yang sulit bagi seorang Richard Wilson untuk mengetahui informasi seperti itu. Karena kekuasaannya jadi dia bisa mendapatkan informasi apa pun, terkecuali informasi tentang keberadaan cucu nya yang hilang puluhan tahun yang lalu. Hal itu lah yang membuat dia merasa tidak berguna sama sekali sebagai seorang kakek.


"Aku harus mencari tahu tujuan Nayla ke sini," lirih Tuan Richard.


"Maaf tuan, sebentar lagi anda ada meeting dengan perwakilan perusahaan dari Jepang, jadi kita harus segera kembali ke kantor tuan..." ucap sang asisten memperingati tuan besar nya.


"****...." umpat Tuan Richard menatap kesal pada sang asisten.


"Maaf tuan...saya akan menyuruh orang kepercayaan saya untuk mencari tahu tentang siapa yang nona Nayla kunjungi di rumah sakit ini."


"Bagus.... kamu selalu bisa diandalkan."


Tuan Richard dan asistennya kemudian meninggalkan rumah sakit itu untuk kembali ke kantornya. Setelah pertemuannya dengan Keenan tadi, Tuan Richard memutuskan ke rumah sakit terlebih dahulu untuk melakukan general check up seperti biasa nya.


**


Sesampainya di UGD, Nayla melihat Bi Marni asisten rumah tangga di rumah sang kakek sedang berjalan mondar mandir di depan pintu UGD. Terlihat jelas raut khawatir di wajah wanita paruh baya itu.


"Bagaimana keadaan kakek bi...." sapa Nayla saat sudah berada di depan pintu UGD.


"Tuan Yusuf sedang ditangani oleh dokter di dalam non," jelas bi Marni.


Saat Nayla sedang mengobrol dengan asisten rumah tangga kakeknya, terdengar pintu UGD terbuka dan muncul lah seorang perawat yang ikut menangani kakek Yusuf.


"Apakah di sini ada keluarga dari Tuan Yusuf," tanya perawat itu.


" Saya cucu nya sus...." jawab Nayla.


"Kalau begitu anda ikut saya ke ruangan dokter, karena ada hal penting yang akan disampaikan dokter pada anda," jelas perawat wanita itu.

__ADS_1


Deg,,


__ADS_2