Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 103 Tamu tengah malam


__ADS_3

"Keenan Dirgantara...."


"Seperti nya memang tidak ada jalan lain lagi, aku harus meminta bantuan nya untuk mengatasi masalah ini, waktu yang diberikan oleh kakek tidak lama lagi," gumam Abraham.


Dia benar - benar tidak ada pilihan lain lagi sekarang selain meminta bantuan rival nya itu. Karena hanya dia yang tidak dikenal oleh sang kakek. Dan yang pasti kakek nya tidak akan menaruh curiga sama sekali pada Keenan. Karena yang kakek nya tahu Keenan hanya rekan bisnis nya.


Abraham kemudian mengambil ponsel nya dan segera menghubungi Keenan.


Tut...Tut...Tut...


Keenan baru saja masuk ke dalam apartemen nya, saat dia ingin merebahkan tubuh nya ke tempat tidur tiba - tiba terdengar ponsel nya bergetar di atas nakas. Dahi nya mengernyit setelah melihat nama yang tertera di layar ponsel nya itu.


"Abraham ? ngapain orang itu malam - malam menghubungi? ganggu orang istirahat saja," gerutu Keenan.


"Hallo...."


[................................]


"Baiklah.."


Tut....


Sambungan telepon terputus.


"Apa sebenarnya yang terjadi, seperti nya ini bukan masalah yang main - main. Aku tahu bagaimana sepak terjang Abraham Davidson itu seperti apa, dia tidak akan seperti ini jika tidak ada masalah besar."


"Astaga....aku sampai lupa tadi kan Rendi memberikan amplop coklat yang berisi semua informasi yang aku butuhkan," ujar Keenan sambil menepuk jidat nya.


Sebelum masuk ke apartemen tadi, Keenan bertemu dengan Rendi terlebih dahulu. Rendi memberikan sebuah amplop coklat yang berisi tentang seluruh informasi yang berkaitan dengan Abraham dan kakek nya. Awal nya mereka berdua akan membahas masalah ini secara bersamaan, tapi karena Keenan merasa sangat lelah hari ini jadi dia memutuskan untuk segera istirahat dan membahas masalah itu bersama Rendi besok pagi saja.


"Ini dia...."


Keenan mengambil amplop coklat itu yang dia letakkan di atas meja kerja nya.


Dia membaca secara detail tentang segala informasi yang telah anak buah Rendi kumpulkan. Seketika dia membulatkan mata nya setelah membaca sederetan baris kata yang menyatakan jika nyawa orang yang sangat dia sayangi sedang dalam bahaya. Keenan juga baru memahami alasan Abraham menyuruhnya untuk membawa Nayla segera menjauh dari negara ini.

__ADS_1


"Jadi ini penyebab nya..." ucap Keenan sambil mengusap wajah nya dengan kasar.


"Seperti nya aku harus menghubungi kakek Richard untuk mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya dulu."


Tanpa pikir panjang lagi, dia langsung menghubungi kakek Richard saat itu juga. Kebetulan di Indo sekarang masih siang jadi dia tidak aka mengganggu istirahat mantan kakek mertua nya itu.


Sekali pencet, sambungan telepon itu langsung terjawab.


"Hallo...assalamualaikum kek," sapa Keenan dengan ramah.


"Hemzz...Waalaikumsalam.. ada keperluan apa kamu telepon kakek jam segini? apa kamu sudah putus asa menaklukan cucu kesayangan ku itu," jawab kakek Richard.


Dia berkata seperti itu karena tahu jika saat ini di Amerika suda malam.


"Ck.....tidak ada kata putus asa dalam kamus seorang Keenan Dirgantara kek," ujar Keenan sedikit kesal dengan mantan kakek mertua nya itu yang mengatai dia putus asa.


"Hahahahaha...bagus lah kalau begitu, lalu untuk apa kamu menelpon kakek hemmm..."


"Ada hal serius yang ingin aku tanyakan ke kakek, apa kakek mengenal Sultan Davidson?" tanya Keenan serius.


Deg,


"Kek...."


"Hemzzz..."


Kakek Richard menghela nafas nya berat.


"Apa benar kakek mengenal nya?" Keenan mengulang pertanyaan nya.


"Iya benar...aku sangat mengenal orang itu."


"Kalau begitu ceritakan pada ku tentang kejadian beberapa puluh tahun yang lalu kek, yang berhubungan dengan meninggalnya seluruh keluarga Sultan Davidson itu," pinta Keenan dengan nada yang sangat serius.


"Sebenarnya apa yang terjadi Kee, kenapa kamu begitu penasaran dengan masa lalu Sultan Davidson?"

__ADS_1


"Semua itu karena berhubungan dengan keselamatan Nayla kek..cucu kesayangan kakek, dan orang yang sangat aku sayangi," ucap Keenan dalam hati pasti nya.


Dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya pada kakek Richard tentang hal ini. Dia tidak ingin membuat mantan kakek mertua nya itu khawatir. Terlebih kondisi kakek Richard sekarang yang sedang tidak baik.


"Sebenarnya tidak ada masalah apa - apa kek, hanya saja perusahaan ku di sini sedang ada kerja sama dengan perusahan Sultan Davidson kek, jadi aku ingin tahu saja bagaimana sepak terjang seorang Sultan Davidson di masa lalu, karena aku banyak mendengar tentang hal negatif tentang nya selama ini," kata Keenan.


Kakek Richard tidak percaya begitu saja dengan apa yang Keenan ucapkan. Dia tahu betul sepak terjang seorang Keenan Dirgantara di dunia bisnis itu seperti apa. Rintangan sebesar apa pun selalu bisa dia taklukan.


Tapi dia akan menyelidiki kecurigaan nya itu nanti saja.


Akhirnya kakek Richard menceritakan semua kejadian yang terjadi di masa lalu. Tidak ada hal yang terlewatkan sama sekali dari cerita kakek Richard. Dan Keenan pun mendengarkan semua cerita mantan kakek mertua nya itu dengan serius. Sesekali dia mencocokkan informasi yang Rendi dapatkan dengan cerita yang kakek Richard ungkapkan. Dan hasil nya pun sama, dari itu Keenan bisa menarik kesimpulan jika motif Sultan Davidson ingin melenyapkan seluruh keturunan kakek Richard adalah murni karena balas dendam pribadi bukan masalah saingan bisnis.


Setelah mengakhiri sambungan telepon nya dengan kakek Richard, Keenan menjadi sangat gelisah. Dia memikirkan berbagai cara untuk melindungi mantan istri nya itu. Tidak mungkin dia mengikuti saran Abraham untuk membawa Nayla pergi jauh dari negara ini, secara hubungan dia dan Nayla belum membaik. Pasti akan sulit untuk melakukan hal itu.


Keenan kemudian menghubungi beberapa orang kepercayaan nya untuk membantu dia dalam menyelesaikan masalah ini. Dia juga menyuruh orang kepercayaan nya itu, untuk memantau kondisi panti asuhan yang Abraham ceritakan tadi.


Awal nya Keenan ingin merebahkan tubuh nya, tapi pikiran nya tidak tenang sama sekali. Dia takut terjadi apa - apa pada Nayla saat ini. Mengingat Nayla sekarang hanya tinggal sendirian di apartemen nya.


Dia kemudian bangun lagi dan menuju ruang kerja nya untuk mengecek CCTV yang terpasang di depan pintu nya. Dia hanya ingin memastikan tidak ada hal yang mencurigakan di depan apartemen Nayla saat ini.


Saat dia memutar rekaman itu betapa terkejutnya dia saat melihat seorang laki - laki berpakaian serba hitam dengan menggunakan topi senada yang menutupi setengah wajah orang itu sedang menatap pintu apartemen Nayla.


Tanpa pikir panjang, Keenan langsung berlari ke luar untuk memastikan orang tersebut siapa. Saat Keenan keluar apartemen, laki - laki itu terkejut dan langsung berlari.


"Hei....berhenti !" teriak Keenan sambil berlari mengejar laki - laki itu tapi sayang nya Keenan tidak berhasil menangkap laki - laki itu.


Seketika Keenan lngsung mengubungi petugas keamanan untuk lebih memperketat lagi keamanan di apartemen ini.


Ting tong...Ting tong...Ting..tong...


"Siapa seh malam - malam seperti ini bertamu, seperti tidak ada waktu saja," ucap Nayla sambil mengucek mata nya karena merasa terganggu dengan bunyi bel di depan pintu apartemen nya.


"Awas saja jika Santi yang datang...akan aku potong gaji nya bulan ini karena sudah mengganggu kenyamanan tidur ku," gerutu Nayla dengan berjalan ke arah pintu.


Cklek....

__ADS_1


"Apaan seh San...malam - malam datang ! ganggu orang istirahat saja."


"Hai Nay...."


__ADS_2