Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 52 Maaf aku tidak bisa


__ADS_3

Nayla dan beberapa teman seprofesi nya sibuk menyiapkan segala keperluan untuk acara dinner romantis yang dipesan oleh salah satu CEO ternama di kota nya.


"Beruntung sekali wanita itu yang mendapatkan dinner romantis seperti ini," ucap salah satu pelayan resto yang berada didekat Nayla.


"Iya..iya..seandainya aku yang diberi surprise seperti itu, pasti aku sangat bahagia banget," kata pelayan yang satu nya lagi.


"Ngimpi....." potong Santi tiba - tiba.


Nayla hanya menggelengkan kepala nya mendengar celotehan dari teman - teman seprofesi nya. Sesekali dia menampakkan senyuman manisnya tatkala dia berkhayal jika dia yang berada di posisi wanita itu.


"Andai mas Keenan yang melakukan ini pada ku pasti aku akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini," batin Nayla dengan tersenyum tipis.


"Woooy....ngelamun aja," Santi mengagetkan Nayla.


"Kamu juga ikutan berkhayal seperti mereka apa Nay..."goda Santi.


"Apaan seh.. ya ngga lah."


"Kiraen...."


"Sudah..sudah...buruan selesaikan kerjaan kita."


Nayla dan lainnya menyelesaikan pekerjaan mereka masing - masing. Ada yang bertugas mengurusi hidangan, ada juga yang mengurusi bagian dekorasi ruangan VIP yang sudah dipesan oleh CEO tersebut.


Dan tepat pukul enam sore semua persiapan sudah selesai. Nayla dan yang lainnya bersiap - siap untuk menyambut tamu spesial tersebut.


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak seperti ini ya, seperti akan terjadi sesuatu..... ah,, kenapa aku jadi berpikir yang tidak - tidak seh. Semua persiapan sudah beres dan aku yakin tidak ada yang terlupakan sama sekali. Dan ini juga bukan kali pertama ku melakukan pekerjaan ini, jadi..stop berpikir yang bukan - bukan Nayla, bismillah pasti semua nya berjalan lancar," monolog Nayla dalam hati.


**


"Apakah semua persiapan di sana sudah beres," tanya seseorang di seberang telepon.


"Sudah tuan..semua sesuai dengan pesanan anda," jawab sang manager resto.


"Bagus kalau begitu, kamu sudah pastikan jika Nayla nanti yang menjadi pelayan di ruangan VIP yang sudah aku pesan."


"Iya tuan.."


"Good..."

__ADS_1


Setelah mengakhiri panggilan teleponnya laki - laki tampan itu merapihkan kembali penampilannya. Dirasa sudah cukup puas dengan penampilannya laki - laki tampan itu kemudian mengambil buket mawar merah yang sudah dia siapkan dan bergegas menuju resto.


Sepanjang jalan dia selalu menampakkan senyum manis nya. Sambil melirik ke buket bunga yang ada di samping.


"Aku pastikan kamu akan terkejut nanti," ucap laki - laki tampan itu.


Drrrt...drrrt....


" Hallo..."


[,................................]


"Okey,,sebentar lagi aku sampai."


Tut...Tut...Tut...


Tidak perlu waktu yang lama akhirnya laki - laki tampan itu sampai di resto. Kedatangannya langsung disambut oleh sang manager langsung.


"Mari tuan saya antar langsung ke ruangan yang sudah anda pesan," ucap sang manager mengarahkan lali - laki itu ke ruangan yang sudah dia pesan.


"Hemm"


"Silahkan tuan..."


Sang manager membukakan pintu ruang VIP itu dan mempersilahkan laki - laki itu untuk masuk. Setelah itu dia pamit undur diri untuk memberitahu kepada Nayla jika tamu spesial itu sudah datang.


Laki - laki itu berdecak kagum melihat dekorasi ruangan itu. Benar - benar sesuai dengan apa yang dia inginkan. Dan yang membuat dia senang, Nayla sendiri yang menciptakan ide untuk mendekor ruangan itu.


Saat laki - laki itu sedang terkagum - kagum dengan hiasan ruangan itu. Tiba - tiba pintu ruangan itu terbuka. Munculah sosok gadis cantik dengan membawa stroller makanan masuk ke dalam ruangan itu.


"Permisi tuan...saya akan menata hidangan ini di meja," ucap Nayla dengan sopan.


Saat Nayla akan mendorong stroller, tiba - tiba laki - laki itu membalikkan badannya dan menatap ke arah Nayla. Betapa terkejutnya Nayla melihat sosok laki - laki yang ada dihadapannya itu sekarang. Dia benar - benar tidak menyangka jika yang memesan dinner romantis itu adalah laki - laki yang sangat dia kenal.


"Kak Davin....."


"Jadi kakak yang memesan dinner romantis ini," ucap Nayla dengan senyum yang mengembang.


Dia benar - benar tidak menyangka jika Davin lah yang memesan ruangan itu. Nayla mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Tapi tidak ada siapa - siapa di sana selain dia dan Davin. Dia berpikir mungkin orang spesial yang akan mendapatkan dinner romantis itu belum datang.

__ADS_1


"Kenapa, kamu kaget Nay jika aku yang memesan semua ini," kata Davin dengan tersenyum manis dan berjalan menghampiri Nayla.


"Hemmz.." Nayla menganggukkan kepala nya.


"Kalau aku tahu kakak yang memesan semua ini pasti aku akan kerja lebih ekstra lagi supaya semua nya tampak lebih sempurna lagi," ucap Nayla dengan penuh semangat.


"Ngomong - ngomong, mana wanita spesial yang akan mendapatkan kejutan ini kak," tanya Nayla penasaran.


"Dia sudah datang di ruangan ini," jawab Davin dengan tersenyum.


"Hah...."


Nayla sekali lagi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan itu, dan hasilnya pun masih sama cuma ada dia dan Davin saja di ruangan itu.


Davin menggelengkan kepala nya melihat ekspresi Nayla yang terlihat bingung.


"Orang yang akan aku kasih kejutan ada di depanku sekarang," ucap Davin menatap serius ke Nayla.


Nayla mengernyitkan dahi nya, dia benar - benar merasa bingung dengan apa yang Davin ucapkan barusan.


"Hehehehe...kak Davin tidak usah bercanda deh, ngga lucu tahu."


"Aku serius Nay...orang yang aku tunggu, dan orang spesial itu ya kamu Nayla Atifa," kata Davin dengan memegang pundak Nayla.


"Maksud Kak Davin apa..."


"Aku sengaja memesan ini semua, bahkan meminta secara khusus ke manager resto ini supaya kamu yang datang mengantar hidangan ke ruangan ini, karena aku ingin memberikan surprise pada mu orang yang sangat spesial di hati ku Nay. Semenjak pertama kali kita bertemu, aku merasa ada sesuatu yang beda dalam hati ku ini, awal nya aku merasa ini perasaan yang biasa - biasa saja, tapi setelah kita sering bertemu mengobrol bersama hati ku selalu berdebar - debar, aku merasa nyaman bila didekat mu Nay."


"Nayla Atifa,, mau kah kamu menjadi kekasih hati ku," ucap Davin berjongkok dihadapan Nayla dengan menggenggam buket mawar merah.


Nayla membulatkan mata nya, dia benar - benar syok dengan apa yang Davin lakukan sekarang ini. Dia tidak menyangka jika Davin akan mengungkapkan perasaannya pada nya. Karena selama ini Nayla sudah menganggap Davin seperti kakak nya sendiri.


Nayla mundur satu langkah ke belakang, dia bingung harus berkata apa. Davin yang melihat pergerakan Nayla langsung mendongakkan wajahnya menatap Nayla.


"Bagaimana Nay..."


Nayla memberanikan diri menatap manik mata Davin, di situ terlihat jelas jika ada ketulusan yang terpancar. Tapi bagaimana pun ini salah.


"Maaf kak,, aku tidak bisa..." jawab Nayla lirih.

__ADS_1


Jduarrrrr.......


__ADS_2