
"Tunggu sebentar, aku ambil dulu hadiahnya."
Keenan bergegas meninggalkan Michel menuju kamar nya untuk mengambil sesuatu untuk sang kekasih.
Semua apa yang dilakukan Keenan dan Michel tidak lepas dari penglihatan Nayla. Gadis cantik itu sengaja tidak menampakkan diri dihadapan pasangan kekasih itu, dia hanya mengamati dari arah dapur. Nayla hanya ingin tahu sejauh mana hubungan suami ny dengan wanita itu, supaya dia bisa mengambil sikap nanti nya.
Tap..tap..tap...
Tak butuh waktu yang lama bagi Keenan untuk mengambil hadiah yang dia janjikan untuk sang kekasih.
"Maaf honey membuatmu harus menunggu lama."
"It's okey ," jawab Michel manja.
Keenan langsung membuka sebuah kotak perhiasan yang dia bawa. Sebuah kalung cantik dengan liontin hati yang bertahtakan berlian di tengahnya dia keluarkan dari kotak tersebut dan langsung dia pakaikan ke leher sang kekasih.
Mata Michel langsung berbinar melihat hadiah yang Keenan berikan pada nya. Ini benar - benar di luar ekspetasi nya, karena mendapatkan hadiah yang mahal seperti itu.
"Honey....cantik sekali," ucap Michel menatap liontin berbentuk hati yang bertahtakan berlian di tengahnya.
"Kamu suka..."
"Suka sekali..." Michel langsung memeluk sang kekasih, bahkan Michel dengan berani mencium bibir Keenan.
Keenan yang mendapat serangan mendadak dari Michel hanya bisa membeku tanpa berniat untuk membalas ciuman dari Michel.
Merasa tidak mendapatkan balasan, akhirnya Michel melepaskan ciumannya. Dia langsung mencium pipi Keenan dan memeluknya kembali.
Nayla menatap nanar apa yang dilakukan pasangan kekasih itu. Dia menghela nafas nya kasar. Tangannya tanpa sadar menggenggam erat tangkai bunga mawar yang di pegang sampai mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Auws ....."
Seketika pasangan kekasih itu melepas pelukannya, karena mendengar suara rintihan kesakitan dari arah dapur. Pandangan mereka langsung tertuju pada seorang perempuan yang sedang meringis menahan sakit dengan memegang tangan yang berlumuran darah.
Keenan langsung berlari menghampiri sang istri yang sedang kesakitan. Sesampainya di dapur Keenan langsung mengambil sapu tangannya dan menempelkan di telapak tangan Nayla supaya darah tidak mengalir lagi. Setelah itu dia mengambil kotak obat yang di lemari dapur dan segera mengobati luka yang ada di telapak tangan sang istri dengan sesekali meniup telapak tangan Nayla guna mengurangi rasa perih saat dia mengoleskan antiseptik di telapak tangan sang istri. Setelah itu dia membalut telapak tangan Nayla dengan kain kasa. Nayla hanya terdiam melihat apa yang dilakukan oleh suami nya itu.
"Masih sakit..." tanya Keenan khawatir.
Nayla menggelengkan kepala nya.
"Syukurlah ..." jawab Keenan lega.
"Maka nya jadi orang itu jangan ceroboh, sudah tahu tangkai mawar itu berdiri kenapa kamu menggenggamnya," ucap Keenan dengan mood dingin seperti sedia kala.
"A ku..."
"Honey....." sapa Michel bergelayut manja di lengan Keenan. Dia sengaja melakukan itu semua dihadapan Nayla. Dan itu membuat Keenan menjadi kikuk, dia menatap sang istri dengan tatapan yang sulit diartikan. Ekspresi Nayla pun terlihat biasa saja, bahkan bisa dikatakan datar.
"Oh.....ada istri 100 hari nya Keenan Dirgantara," ucap Michel sinis.
Michel sengaja mengatakan itu supaya Nayla tahu posisi nya sekarang. Nayla hanya menampilkan senyuman tipis mendengar ucapan wanita yang menjadi kekasih dari suami nya itu. Dia tidak merasa kaget sama sekali dengan sebutan itu, karena dia sudah mengetahui dari lama jika Keenan hanya menikahinya dalam waktu 100 hari dan semua itu hanya untuk sebuah dokumen berharga yang hanya Keenan dan kakeknya yang tahu.
"Kenapa emangnya kalau aku berada di sini ? ada larangan jika istri sah tinggal se rumah dengan suami nya, harus nya situ yang sadar diri mana ada wanita baik - baik jam segini berada di rumah suami orang, situ mau dianggap pelakor atau wanita murahan? atau jangan - jangan situ emang wanita murahan," ucap Nayla dengan menekankan kata wanita murahan di depan muka Michel dan itu langsung menyulut amarah Michel.
Michel langsung melayangkan tangannya ingin menampar Nayla, belum sampai tangan itu menyentuh pipi mulus Nayla, tangan Nayla sudah mencekal kuat tangan Michel.
"Jangan berani - berani kamu menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu!" sarkas Nayla dengan tatapan tajam ke Michel.
"Aku tahu siapa kamu, dan tujuan kamu mendekati suami ku untuk apa, jangan merasa besar hati dengan apa yang sudah suami ku kasih ke kamu, aku tahu apa yang sudah kamu lakukan di belakang suami ku, dan aku pastikan tidak akan membiarkan perempuan seperti kamu merusak rumah tanggaku, camkan itu," bisik Nayla tepat di telinga Michel dan bergegas pergi dari tempat itu. Dia juga sengaja menabrak bahu Michel dengan sebelah tangannya membawa vas bunga.
__ADS_1
"Kurang ajar, berani nya dia mengancam ku.. emang dia pikir dia siapa, cuma istri 100 hari saja sudah bertingkah, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada nya nanti," batin Michel dengan senyum liciknya.
"Tapi tunggu dulu, dia bilang tadi tahu apa yang aku lakukan di belakang Keenan, apa selama ini dia menyelidiki ku secara diam - diam, sial....kalau benar itu terjadi aku tidak boleh menyepelekan dia kalau begitu," monolog Nayla dalam hati.
"Honey....kenapa kamu diam saja sech, lihat tuh tingkah istri 100 hari kamu itu, berani - berani nya dia bersikap tidak sopan dengan ku seperti itu," kesal Michel.
"Sudah lah honey, biarkan saja dia mau bicara seperti apa, yang penting aku hanya mencintai kamu," rayu Keenan pada sang kekasih.
"Kamu masih ingat kan dengan perjanjian itu, kamu akan mengakhiri pernikahan ini dalam waktu 100 hari dan memastikan semua aset keluarga kamu jatuh ke tanganmu lagi kan honey," kata Michel mengingatkan kembali tentang perjanjian yang telah mereka buat.
"Aku akan pastikan itu, kamu percaya pada ku kan honey?"
Michel menganggukkan kepala nya dan langsung memeluk sang kekasih.
"Sekarang aku antar kamu pulang, sudah malam," ucap Keenan membelai lembut rambut sang kekasih.
Hemm....
Michel dan Keenan meninggalkan apartemen, Nayla menatap kepergian suami dan kekasihnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku pastikan kamu akan menyesal dengan apa yang kamu lakukan pada ku mas," ucap Nayla dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Sepertinya aku harus segera mengumpulkan semua bukti yang telah Michel lakukan di belakang mas Keenan, dan aku juga harus segera mencari tahu apa isi dokumen itu, baru aku putusin apa yang seharusnya aku lakukan," lirih Nayla kemudian meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
**
Dalam perjalanan pulang setelah mengantar Michel ke apartemennya Keenan larut dalam pikirannya. Dia benar - benar tidak menyangka jika Nayla mempunyai keberanian seperti tadi.
"Seperti nya aku salah menilai tentang wanita itu," ucap Keenan.
__ADS_1