Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab.127 Saingan lagi?


__ADS_3

"Davin?"


"Hai Kee....apa kabar?" sapa Davin dengan menyunggingkan senyuman nya.


Keenan masih terpaku di tempat nya, dia juga tidak menjawab sapaan dari Davin. Keenan merasa ini seperti mimpi melihat Davin ada di depan nya sekarang ini. Dan lebih parah nya lagi Davin sedang berduaan dengan Nayla di cafe ini.


"Mas...!" Nayla berusaha untuk menyadarkan lamunan Keenan.


"Eh iya sayang ada apa?" jawab Keenan gelapan.


Nayla kemudian menarik tangan Keenan untuk duduk di sebelah nya. Dia tahu jika Keenan pasti syok melihat Davin ada di sini sekarang. Untuk itu dia perlu menjelaskan semua nya pada kekasih nya itu, sebelum dia menduga yang tidak - tidak seperti dulu lagi. Belum sempat Nayla menjelaskan kepada Keenan, laki - laki itu sudah mengintrogasi Davin lebih dulu.


"Kamu ngapain ada di sini?" tanya Keenan dingin kepada Davin.


"Terserah aku lah mau ada di mana dan mau apa itu bukan urusan mu," jawab Davin santai sambil menyesap kopi di cangkir nya.


"Ck....kamu sengaja mencari informasi tentang Nayla di belakang ku."


"Kalau iya terus kamu mau apa Kee...lagian kalian kan juga sudah berpisah, dan Nayla juga single sekarang. Masalah kalau aku mencoba mendekati nya lagi hemm...."


Keenan mengeraskan rahang nya mendengar ucapan Davin.


"Bukan kah dulu kamu bilang tidak akan mengusik lagi kehidupan Nayla, hah...."


"Aish....itu kan dulu Kee...saat Nayla masih menjadi istri mu, sekarang kan Nayla bukan siapa - siapa mu lagi. Jadi tidak ada halangan lagi kan untuk ku mendekati Nayla," ucap Davin dengan nada yang semakin memancing amarah keenan.


"Kamu....."


Keenan mulai terpancing emosi nya, hampir saja dia melayangkan pukulan nya ke Davin jika Nayla tidak menghentikan nya.


"Mas....sudah cukup, biar Nay jelaskan semua nya kenapa kak Davin bisa ada di sini bersama Nayla," ucap Nayla lembut berusaha menenangkan sang kekasih dengan mengelus lembut lengan Keenan.

__ADS_1


Davin hanya tersenyum tipis melihat interaksi Nayla kepada Keenan. Dari apa yang dia lihat sekarang dia bisa menyimpulkan jika hubungan antara Keenan dan Nayla sudah baik. Jujur hati Davin merasa sakit, tapi dia juga tidak bisa memaksakan kehendak nya untuk memiliki wanita yang ada di depan nya sekarang ini. Sedangkan wanita itu hati nya sudah diisi dengan nama laki - laki lain.


"Kak Davin adalah klien Nayla mas...awal nya aku juga tidak tahu jika klien yang akan aku temui hari ini adalah dia. Jadi mas Keenan jangan salah paham. Pertemuan ku dengan kak Davin murni karena urusan pekerjaan," jelas Nayla.


"Kenapa juga perusahaan mu harus bekerja sama dengan nya sayang...."


"Itu karena kami berjodoh," timpal Davin tiba - tiba.


"Sst....itu mah akal - akalan mu saja Vin...aku tahu itu."


Davin hanya tertawa terbahak - bahak mendengar perkataan Keenan.


"Aku sadar diri Kee...dulu memang aku menyukai Nayla bahkan sampai sekarang pun perasaan itu masih ada. Tapi....aku bukan laki - laki brengsek yang tega merebut kekasih atau istri orang. Jadi santai saja..." terang Davin.


"Syukurlah kalau kamu sadar diri," gumam Keenan.


"Kamu ke sini kenapa tidak mengabari ku, dan sekarang kamu tinggal dimana?" tanya Keenan.


Keenan hanya manggut - manggut mendengar penjelasan dari Davin.


"Mas Keenan sudah makan siang? dan kenapa mas Keenan bisa tahu kalau aku ada meeting di sini?" tanya Nayla.


"Belum sayang...justru aku menghampiri mu untuk mengajak makan siang bersama. Kebetulan tadi aku dan Rendi sedang ada meeting dengan klien di sini. Saat kami akan kembali ke kantor Rendi tidak sengaja melihat mu di sini, maka nya aku menghampiri mu. Eh...ternyata kamu sedang meeting dengan kunyuk ini," kata Keenan sambil menarik pinggang Nayla supaya lebih dekat dengan nya.


"Aku kangen ma kamu sayang...." bisik Keenan yang membuat pipi Nayla langsung memerah.


"Mas...lepas, jangan seperti ini tidak enak dengan kak Davin..." protes Nayla.


"Biarin aja, anggap saja dia nyamuk di sini," cuek Keenan.


"Ck...dulu aja ngga mau, giliran sekarang bucin akut," sindir Davin.

__ADS_1


"Bodo' amat...." jawab Keenan sambil mencium pipi Nayla dengan sengaja.


"Mas...." Nayla langsung memberikan tatapan tajam ke kekasih nya itu. Sedangkan Keenan sendiri langsung pura - pura seperti tidak ada yang terjadi.


Nayla menghembuskan nafas nya kasar. Untuk mengurangi rasa kesal dalam hati nya.


"Oh ya Nay...aku rasa pembicaraan kita tentang proyek itu sudah selesai. Jika masih ada yang kurang jelas dengan isi kontrak kerja sama kita, kamu bisa menghubungi asisten ku atau hubungi aku langsung. Kalau begitu aku permisi dulu," pamit Davin.


"Lha...kak Davin tidak ikut makan siang sekalian bareng kita?" tawar Nayla.


"Lain kali saja Nay...nanti ada yang seperti cacing kepanasan jika aku ikut makan bersama kalian," ucap Davin sengaja menggoda Keenan.


"Baiklah kalau begitu kak, nanti kalau ada hal yang belum jelas mengenai kontrak kerja sama kita, aku akan konfirmasi ke kak Davin."


Davin mengangguk, dia berdiri dan entah di sengaja atau tidak tiba - tiba Davin memeluk Nayla yang kebetulan saat itu ikut berdiri. Keenan langsung berdiri dan melepaskan pelukan Davin dari Nayla dengan kasar. Nayla sendiri kaget karena Davin tiba - tiba memeluknya.


"Tidak usah cari kesempatan untuk menyentuh wanita ku," kata Keenan dengan penuh penekanan di setiap ucapan nya.


"Hahahaha....santai bro..." jawab Davin dengan tenang sebelum dia pergi.


Setelah kepergian Davin, mereka berdua pun menikmati makan siang bersama.


"Sayang....besok kalau kamu ada meeting lagi dengan Davin, kamu harus memberitahu ku. Biar aku temani kamu, aku tidak ingin dia mencari - cari kesempatan untuk berdua dengan mu apa lagi sampai menyentuhmu seperti tadi."


"Hemmm...iya sayang..." Nayla mengiyakan saja ucapan Keenan biar kekasih nya itu tidak membahas Davin terus.


Keenan dan Nayla menikmati makan siang mereka dengan romantis dengan di selingi obrolan - obrolan kecil. Tak jarang baik Nayla atau Keenan tersenyum bahkan tertawa lepas dari obrolan itu. Keenan juga sangat perhatian kepada Nayla, sesekali dia menyuapi Nayla begitu pun juga dengan Nayla.


Hal itu tidak luput dari penglihatan Davin yang masih berada di Cafe itu.


"Aku senang Nay..akhirnya kamu bisa tersenyum lepas seperti itu, aku juga senang kamu sudah mendapatkan cinta mu. Aku harap kamu selalu bahagia bersama Keenan."

__ADS_1


__ADS_2