Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 74 Aku pamit mas....


__ADS_3

Setelah mengatakan semua itu membuat hati Nayla sedikit tenang. Sekalipun ada rasa sesak dalam hati nya, wanita mana yang mau berada di posisi nya sekarang ini, pasti tidak ada. Setiap wanita pasti mempunyai impian tentang kehidupan pernikahan yang bahagia. Mereka tidak ingin dalam pernikahannya ada yang nama nya perpisahan.


Begitu juga dengan Nayla, dia juga tidak mau seperti itu. Tapi, dia juga tidak bisa bertahan dalam sebuah ikatan yang niat awalnya saja sudah salah.


Sesampainya di kamar, Nayla langsung mengambil koper nya. Dia memang sudah berniat setelah mengatakan semua nya pada Keenan dia akan langsung angkat kaki dari apartemen Keenan itu. Dia memandang sekeliling kamar nya, sebuah ruangan dimana menjadi saksi bisu tentang kesedihan yang dia alami selama ini. Dia tersenyum tipis, jika mengingat semua nya. Tidak ada air mata sama sekali yang di keluarkan.


Dirasa tidak ada lagi yang tertinggal, Nayla kemudian keluar dari kamarnya dan menyeret koper nya. Saat melintasi ruang makan, dia masih melihat suami nya yang duduk termenung menatap berkas perceraian itu.


Dia menghampiri suami nya itu, bagaimanapun juga dia tetap harus berpamitan setidak nya hanya sekedar mengucapkan salam perpisahan.


"Mas....mulai malam ini aku akan pergi dari apartemen ini, aku minta maaf jika selama ini belum bisa menjadi istri yang baik untukmu Dan terimakasih untuk semua yang sudah kamu berikan untukmu, terimakasih atas status istri yang kamu sematkan pada ku selama 100 hari ini dan terimakasih juga karena selama ini telah mengajarkanku menjadi wanita yang kuat dan tangguh, jaga dirimu baik - baik, jangan gila kerja karena itu tidak baik untuk kesehatan, satu lagi jika suatu saat nanti mas Keenan menjalin sebuah ikatan suci pernikahan kembali, jangan pernah sekali pun mas Keenan mempermainkannya, cukup pernikahan kita ini yang menjadi korbannya. Jangan pernah mengulang kesalahan yang sama. Kalau begitu aku pamit mas..." ucap Nayla sambil menyalami punggung tangan suami nya untuk terakhir kali.


Keenan yang mendengar itu semua langsung berlutut di hadapan Nayla. Dia menangis tergugu dan memohon kepada Nayla.


"Nay...aku mohon jangan seperti ini. Aku sangat menyesal atas semua yang sudah aku lakukan untuk mu. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi Nay, aku mohon...." Isak Keenan penuh penyesalan.


Nayla langsung membuang muka nya dan menghapus air mata yang keluar dari mata nya dengan kasar. Dia tidak mau kalau sampai hati nya menjadi luluh dengan sikap Keenan sekarang ini.


"Apa yang kamu lakukan mas," Nayla mencoba untuk membantu Keenan bangun.


"Tidak Nay...aku akan tetap seperti ini sampai kamu mau memaafkan ku dan memberikan kesempatan pada ku sekali lagi," Keenan bersikeras untuk tidak beranjak dari tempat nya.

__ADS_1


Nayla membuang nafas nya kasar, dia sebenarnya tidak tega dengan Keenan. Tapi jika dia terus mempunyai perasaan seperti itu justru akan mempengaruhi keputusan nya nanti.


"Terserah kamu saja mas..." ucap Nayla dingin dan memundurkan kaki nya supaya terlepas dari pelukan Keenan.


"Nay...aku mohon?" Keenan mengatupkan tangannya.


"Baiklah....." lirih Nayla dan langsung disambut senyuman sumringah oleh Keenan.


"Aku sudah memaafkan mu sejak lama mas, tapi maaf aku tidak bisa memberikan kesempatan lagi pada mu. Luka yang kamu torehkan terlalu banyak, mungkin luka yang ada di fisikku ini bisa sembuh cepat, tapi luka yang kamu torehkan dalam hati ini akan selalu membekas. Sekalipun aku hanya menjadi istri 100 hari mu, tapi aku juga mempunyai perasaan mas. Sekali lagi maaf...aku tidak bisa," ucap Nayla dengan tegas dan berlalu pergi meninggalkan Keenan yang masih tergugu di tempatnya.


"Nayla...tunggu Nay,,,jangan tinggalkan aku..maafkan aku Nay..." teriak Keenan dengan terisak menangis. Sikap Keenan saat ini lebih tepat seperti anak kecil yang ditinggal ibu nya pergi, dia meraung - raung menangis melihat Nayla pergi meninggalkannya. Sikap dingin dan berwibawa sebagai seorang CEO tak tampak sedikitpun pada nya saat ini.


Nayla terus berjalan meninggalkan Keenan. Dia sudah tidak memperdulikan lagi dengan teriakan Keenan yang memanggil nama nya.


Di lobby apartemen, supir pribadi sang kakek sudah menunggu nya. Sebelum mengambil keputusan ini Nayla sudah membicarakan semua ini kepada sang kakek, Tuan Richard. Jadi tidak heran jika supir pribadi Tuan Richard sudah standby di lobby apartemen Keenan.


Tuan Richard mempercayakan semua nya kepada Nayla, mana yang terbaik. Karena semua nya dia yang akan menjalani. Nayla sangat beruntung, setidak nya sekarang dia masih mempunyai seseorang yang bisa untuk bersandar.


**


Sedangkan kakek Dirga sendiri tidak bisa berbuat apa - apa karena semua itu mutlak kesalahan cucu nya. Dia juga menyesal karena sudah memaksakan pernikahan itu ada, hanya karena dia merasa utang budi terhadap sahabatnya. Dia berpikir seiring berjalannya waktu Keenan akan menerima pernikahan itu dengan tulus, ternyata tidak seperti itu. Yang ada justru cucu nya telah mempermainkan pernikahan itu bahkan telah membuat cucu menantu nya menderita.

__ADS_1


Sebelum kembali ke apartemen Keenan, Nayla terlebih dahulu ke Mansion kakek Dirga untuk membicarakan tentang perceraian ini dan meminta kakek Dirga untuk mengembalikan seluruh aset Dirgantara kepada Keenan.


Nayla juga mengatakan semua nya yang terjadi dalam pernikahannya selama ini tanpa ada yang ditutupi lagi. Dia tahu semua ini pasti berat untuk kakek Dirga, tapi itu lah kenyataannya.


Tadi nya kakek Dirga tidak setuju dengan perpisahan ini, dan sempat memohon kepada Nayla untuk mempertimbangkan semua nya dan memberikan kesempatan yang kedua. Akan tetapi, melihat luka yang begitu dalam dari sorot mata sang cucu menantu nya akhirnya dia menyetujui semua yang sudah Nayla putuskan.


Dia juga memohon maaf atas nama sang cucu, karena telah menorehkan luka yang begitu dalam pada Nayla.


Nayla sebenarnya sangat menyayangi kakek Dirga seperti kakek nya sendiri. Dia juga tidak mempermasalahkan tentang ginjal itu. Dia justru bangga karena almarhum kakeknya mempunyai hati yang mulia mau mendonorkan salah satu organ tubuhnya kepada orang yang sangat membutuhkan.


Kakek Dirga memeluk erat sang cucu menantu nya sebelum Nayla pamit pergi. Dia hanya berpesan, supaya tetap menjaga tali silahturahmi walaupun nanti nya sudah tidak ada ikatan apa pun diantara mereka. Walaupun jauh di lubuk hati nya paling dalam tetap mengharapkan Keenan dan Nayla bersatu.


**


"Anda sudah siap nona..." tanya sang supir.


Nayla hanya mengangguk.


Kemudian sang supir membuka pintu mobil dan mempersilahkan Nayla untuk masuk. Sebelumnya supir pribadi Tuan Richard sudah meletakkan koper Nayla ke dalam bagasi.


Keenan mengajar Nayla sampai ke lobby apartemen, saat tiba di sana Nayla sudah naik ke mobil kakeknya dan berlalu begitu saja.

__ADS_1


"Nayla.....tunggu"


__ADS_2