Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 99 Kentang goreng


__ADS_3

"Tuan seperti ABG yang sedang di mabok cinta, xixixi...." lirih Rendi dengan cekikikan melihat tingkah laku Keenan yang seperti ABG mau bertemu gebetan. Karena sejak tadi Keenan selalu merapikan penampilan nya terus sepanjang jalan.


Saat Rendi asik dengan pikiran nya, tiba - tiba Keenan yang berjalan di depan nya berhenti mendadak. Hampir saja Rendi menabrak bos nya itu kalau dia tidak mengerem langkah kaki nya dengan tepat.


"Oh ya Ren....bagaimana penampilan ku saat ini," tanya Keenan saat membalikkan badan nya.


Rendi merasa kaget dengan pertanyaan Keenan, selama dia menjabat sebagai asisten pribadi nya Keenan baru kali ini dia mendapat pertanyaan seperti itu. Fix....ini bukan Keenan Dirgantara yang dia kenal selama ini.


"Bagaimana Ren....? kok palah bengong? kamu terpesona dengan penampilan ku...ck, tapi sayang aku masih normal Ren," ucap Keenan tanpa dosa.


Rendi yang mendengar ucapan bos nya pun menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal.


"Ren......!"


"Eh...iya tuan....anu....penampilan tuan luar biasa, sempurna," jawab Rendi dengan terbata.


Keenan yang mendengar jawaban asisten nya itu pun tersenyum sumringah. Dan dia berjalan melenggang dengan begitu santai nya. Sesekali dia juga menampilkan senyuman manis nya pada karyawan yang menyapa nya. Dan itu membuat beberapa karyawan perempuan di kantor itu menjadi klepek - klepek, karena sangat jarang atasan nya itu mau menampilkan senyuman maut nya itu ke bawahan nya.


"Oh nona Nayla......mantra apa yang anda gunakan sehingga bisa membuat tuan Keenan berubah 180' seperti itu," gumam Rendi menepuk jidat nya.


"Ren.......!" teriak Keenan.


"Iya tuan....."


**


Di kantor Nayla,


Wanita itu kini sedang merapihkan penampilan nya setelah menghabiskan seluruh makan siang nya tadi bersama sang asisten. Maklum dia tadi makan menggunakan tangan, karena dia memesan nasi Padang kesukaannya. Tidak enak rasa nya jika makan nasi Padang menggunakan sendok. Untung saja di Amerika ada restoran nasi Padang yang tidak kalah enak nya dengan yang ada di Indonesia.


Di rasa sudah cukup, Nayla pun bersiap - siap untuk menuju cafe di mana pertemuan itu telah di agenda kan. Tidak ada yang mencolok dari penampilan Nayla saat ini, seperti biasa dia hanya menggunakan stelan pakaian kantor yang dia pakai dari pagi, dia juga hanya mengoles wajah nya dengan make up tipis.


"Apakah ibu suda siap..." tanya Santi yang baru muncul dari balik pintu.


Nayla pun mengangguk, dan mereka berdua langsung menuju ke base man. Kali ini mereka tidak menggunakan supir kantor, karena setelah pertemuan dengan perusahaan Keenan, mereka akan langsung pulang.


Saat di perjalanan seperti biasa mereka akan mengobrol ini itu layak nya para wanita yang sedang berkumpul dengan geng nya. Karena ini di luar kantor maka mereka tidak menggunakan bahasa formal.


"Kamu yakin Nay, mau ketemu dengan mantan suami kamu itu?" tanya Santi tiba - tiba.


"Hemmmzz...." jawab Nayla.


"Jika kamu keberatan, biar aku aku saja yang mewakili pertemuan ini."


"Tidak San.... bagaimana pun aku harus tetap profesional, harus bisa memisahkan antara urusan pribadi dan pekerjaan. Lagi pula setelah aku baca laporan perkembangan proyek ini sangat lambat sekali, padahal sudah satu tahun berjalan. Entah apa penyebab nya, aku harus minta konfirmasi pada nya nanti," jawab Nayla.


Santi menganggukkan kepala nya berkali - kali tanda mengerti.


"Nay.....coba kamu lihat mobil sedan hitam di belakang kita dech,,perasaan mobil itu sejak kita keluar kantor selalu mengikuti kita terus," kata Santi sambil beberapa kali melirik ke arah spion mobil terus.


Nayla pun menjadi penasaran dengan apa yang Santi ucapkan dan akhir nya ikut melihat ke arah spion mobil dan benar saja ada sebuah mobil sedan warna hitam yang sedang mengikuti mobil yang dia tumpangi.


"Mungkin kebetulan saja San, mereka ingin ke tujuan yang sama dengan kita...." ucap Nayla santai.

__ADS_1


Padahal dalam hati dia juga menaruh curiga dengan mobil itu, karena selalu mengikuti arah gerak mobil nya.


"San....coba tambahkan kecepatan laju mobil kita, dan kita lewat jalan tikus saja," titah Nayla kepada sang asisten.


Santi yang mengerti dengan perintah bos nya itu kemudian melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, kebetulan jalanan lumayan tidak padat, dia juga melewati jalan tikus yang Nayla perintahkan. Tinggal satu tahun lebih di negara itu, membuat dia hafal tentang jalanan yang sering dia lewati. Dan benar saja, mobil sedan hitam yang mengikuti mereka pun akhir nya menghilang.


Nayla dan Santi bernafas lega sekarang.


"Siapa orang yang ada di dalam mobil itu," batin Nayla dan Santi secara bersamaan.


Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan diam, tidak ada obrolan apa pun di antara mereka lagi semua larut dalam pikirannya masing - masing.


**


Seorang laki - laki tampan dengan penampilan yang cetar membahana memasuki sebuah cafe dengan langkah yang gagah. Penampilan nya sekarang ini menambah nilai plus ketampanan nya sehingga banyak pasang mata yang memandang nya terutama kaum hawa yang berada di cafe itu.


Mereka berdecak kagum melihat ketampanan seorang CEO Drg. Group itu. Ada juga yang bertingkah genit, dengan terang - terangan menggoda Keenan. Tapi bukan Keenan nama nya jika menanggapi atau memberi respond pada mereka. Dia tetap menampilkan sifat asli nya dengan memasang muka datar dan tatapan dingin.


Keenan dan Rendi menduduki meja yang sebelum nya sudah di pesan oleh Rendi. Tampak sangat jelas jika Keenan tidak sabar menunggu Nayla segera datang, berulang kali dia melirik jam yang melingkar di tangan nya. Rendi yang melihat bos nya sudah tidak sabaran hanya menghela nafas nya pelan.


"Apa seperti itu tingkah orang yang sedang jatuh cinta? dulu aja selalu kasar ma istri sendiri, giliran sudah jadi mantan baru sadar. Untung saja nona masih single sampai sekarang, kalau saja nona sudah ada yang punya entah apa yang akan terjadi pada tuan, bisa gila kali ya...xixixi...untung saja aku tidak seperti tuan," monolog Rendi dalam hati sambil senyum - senyum sendiri.


"Kamu sedang membicarakan ku di dalam hati?" tanya Keenan tiba - tiba dengan menyipitkan kedua mata nya.


Rendi langsung menggelengkan kepala nya dan berusaha menyibukkan diri dengan membuka laptop nya. Bisa bahaya nanti jika sang bos kalau sampai tahu apa yang dia batin tadi.


Keenan pun kembali fokus pada ponsel pintar nya, dia sekarang sedang searching di laman pintar tentang beberapa trik untuk menaklukan hati seorang wanita terutama seorang mantan. Padahal dulu dia tidak seperti ini saat menjalin hubungan dengan Michel. Karena dulu Michel lah yang mendekati Keenan terlebih dahulu.


Saat kedua insan manusia itu sedang asik dengan dunia nya sendiri, datang lah dua wanita cantik yang mereka tunggu sejak tadi. Sayang nya kehadiran mereka tidak diketahui oleh dua laki - laki tampan itu karena mereka sedang asik dengan benda yang sedang mereka mainkan. Sampa akhirnya Nayla berdehem untuk mengalihkan fokus dua laki - laki itu.


Keenan dan Rendi sontak mendongakkan kepala nya ke arah sumber suara. Tampaklah sesosok makhluk ciptaan Tuhan yang sangat cantik dihadapan mereka saat ini. Keenan tak henti - henti nya menatap sosok cantik yang sangat dia rindukan selama ini. Sampai sapaan formal dari Nayla tidak dia dengar sama sekali.


"Selamat siang tuan Keenan Dirgantara..." sapa Nayla dengan ramah seperti dia menyapa klien lain nya saat meeteng di luar.


Dia tetap berusaha untuk bersikap seprofesional mungkin saat ini. Karena bagi dia tujuan awal pertemuan ini memang untuk pembahasan bisnis bukan untuk yang lain.


Rendi yang melihat bos nya hanya diam mematung memandangi Nayla tanpa berkedip akhir nya berdehem untuk menyadarkan sang tuan nya supaya membalas sapaan dari klien nya itu yang tak lain adalah mantan nyonya nya dulu.


Keenan yang mendengar sang asisten nya berdehem akhir nya sadar dan langsung menjawab sapaan dari sang mantan dan menjabat tangan nya.


"Selamat sore juga Nona Nayla Atifa..."jawab Keenan tak kalah ramah,lembut dan menampilkan senyuman termanis nya.


Bahkan Nayla sendiri sempat terpana dengan senyuman yang ditampilkan oleh mantan suami nya itu. Pasal nya selama mereka menikah belum pernah Keenan tersenyum semanis itu. Tapi secepat mungkin Nayla menyadarkan otak nya supaya tidak mudah terperdaya oleh mantan suami nya itu.


"Silahkan duduk...." lagi - lagi Keenan berkata dengan lembut saat mempersilahkan Nayla untuk duduk di kursi yang sudah dipersiapkan.


Mereka pun akhir nya menduduki kursi nya masing - masing. Dan setelah itu langsung membahas tentang proyek yang sedang perusahaan mereka tangani saat ini. Perlu diakui Nayla dan Keenan adalah pebisnis yang sangat profesional. Mereka saat ini melupakan permasalahan yang sedang terjadi di antara mereka dan murni membahas masalah perusahaan sampai tuntas.


Kedua asisten mereka pun dibuat kagum oleh keprofesionalan yang bos mereka miliki.


"Kalau sedang serius seperti ini, mereka tampak seperti tidak ada masalah, gerak gerik mereka sangat natural sekali, saat satu sama lain bertukar berkas untuk diperiksa," batin Santi yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik sahabat sekaligus atasan nya itu.


"Tuan Keenan memang luar biasa...." gumam lirih Rendi melihat Keenan yang sangat profesional dan bisa menahan segala nya padahal dia tahu kalau bos nya itu segera ingin membicarakan tentang permasalahan nya dengan mantan istri nya itu.

__ADS_1


Setelah kurang lebih selama dua jam mereka membahas proyek kerja sama antara Drg. Group dengan Rich Kingdom. Akhirnya pembahasan itu berakhir juga. Tanpa mereka sadari, selama pembahasan tadi sampai menghabiskan satu cangkir kopi yang mereka pesan.


"Huuuh....akhir nya," ujar Nayla sambil menyesap kopi nya, tapi yang ingin di minum ternyata sudah tidak ada lagi di dalam cangkir nya.


Tanpa sadar Nayla menggerutu kecewa dengan ekspresi yang sangat menggemaskan bagi Keenan. Tanpa di sepengetahuan Nayla, Keenan langsung memanggil seorang pelayan dan memesankan segelas jus dan cemilan untuk Nayla. Dia tahu mantan istri nya itu pasti sedang kehausan sekarang.


"Maaf nona ini minuman anda..." ucap seorang pelayan perempuan kepada Nayla dengan meletakkan segelas jus dan sepiring kentang goreng.


" Untukku ?" tanya Nayla pada pelayan itu.


" Iya nona...."


"Tapi saya tidak memesan apa pun lagi," sanggah Nayla.


"Tuan ini yang memesankan untuk nona, kalau begitu saya permisi," jawab pelayan itu dengan ramah.


Nayla menyipitkan kedua mata nya ke arah Keenan. Dia ingin melayangkan protes, tapi langsung di pangkas oleh Keenan.


"Aku tahu kamu pasti haus dan kopi yang ada di cangkir kamu sudah habis sekarang, jadi aku inisiatif memesankan minuman dan cemilan untukmu. Semoga saja kamu suka," ucap Keenan dengan lembut.


"Terima kasih..." jawab Nayla datar.


Nayla langsung meneguk minuman nya karena memang tenggorokannya saat ini sudah sangat kering sekali. Keenan tersenyum manis melihat pemandangan itu. Tiba - tiba fokus dia ke bibir tipis Nayla yang terlihat basah setelah meminum jus nya.


"Bibir itu masih sama seperti yang dulu , dan aku pernah mencicipi nya walaupun kadang harus mencuri nya, apakah rasa nya juga masih sama seperti dulu?" batin Keenan dengan tersenyum.


"Manis....." celetuk Keenan tiba - tiba.


Nayla yang mendengar ucapan mantan suami nya itu langsung menatap sang mantan dengan tatapan bingung.


"Apa nya yang manis ?" tanya Nayla polos.


Keenan yang mendapati pertanyaan itu langsung gelagapan.


"I tu...jus nya pasti sangat manis dan segar," jawab Keenan asal dengan suara gagap.


"Oh....." Nayla hanya ber oh ria.


Keenan menggaruk tengkuk kepala nya yah tidak gatal untuk menetralkan kegugupan nya serta detak jantung nya yang sudah seperti orang sehabis marathon. Keenan langsung melirik ke asisten nya memberikan sebuah kode untuk meninggalkan mereka berdua d meja itu. Sang asisten yang paham dengan kode dari bos nya itu langsung bergegas pamit dan mengajak asisten Nayla untuk pindah tempat dengan alasan akan membahas tentang laporan hasil meeteng barusan.


Awal nya Santi ingin menolak, tapi sebelum dia melontarkan penolakan nya, dia sudah mendapati tatapan tajam sekaligus dari dua laki - laki yang ada di depan nya itu. Mau tidak mau akhirnya Santi pun mengikuti Rendi untuk pindah dari tempat itu.


Nayla sendiri tidak menaruh heran sama sekali dengan apa yang di lakukan kedua asisten itu. Memang setiap selesai meeteng asisten nya akan selalu membuat laporan nya dan menyerahkan kepada nya. Dia sekarang ini sedang asik menikmati makanan kesukaan dia kentang goreng. Tanpa sadar dia hampir saja menghabiskan seluruh kentang goreng yang ada di piring kecil itu.


"Apa makanan itu enak sekali, seperti nya kamu sangat menyukai nya."


"Hemmmz...." jawab Nayla dengan tetap asik mengunyah kentang goreng kesukaan nya itu.


Dan saat dia akan memasukkan satu iris kentang goreng ke dalam mulut nya tiba - tiba kentang itu sudah berpindah tangan dan masuk ke dalam mulut Keenan dengan cepat.


"Massssss......!" pekik Nayla dengan melototkan kedua bola mata nya menatap tajam ke arah Keenan yang asik mengunyah kentang goreng yang seharusnya masuk ke dalam mulut Nayla itu.


"Ternyata enak juga..." jawab Keenan tanpa dosa.

__ADS_1


"Menyebalkan !" gerutu Nayla dengan mengerucutkan bibir nya karena merasa kesal dengan Keenan.


"Jangan menampilkan ekspresi seperti itu Nay, bisa - bisa aku....."


__ADS_2