
**Mohon maaf para readers jika up nya lama, author sedang tidak enak badan😢doain author sehat selalu ya...🤗**
**
Safira masih mematung di hadapan cermin, dia benar-benar masih tidak percaya jika yang sedang dia lihat di cermin sekarang ini adalah diri nya sendiri.
Sedangkan makhluk jadi-jadian yang meng make over dia sudah pergi sejak tadi. Orang itu hanya berpesan pada Safira supaya jangan berangkat ke pesta terlebih dahulu.
"Emang mau ada apa lagi sehingga aku tidak di izinkan untuk berangkat sekarang, sudah tahu jarak kontrakan ku dengan hotel tempat resepsi lumayan jauh, belum lagi kalau terjebak macet," monolog Safira sambil mengenakan kaca mata andalan nya dan berlalu pergi. Padahal tadi sudah di warning oleh Helena untuk tidak menggunakan benda tersebut.
"Siapa dia berani melarang aku tidak boleh menggunakan ini - itu, terserah aku dong.." gerutu Safira sambil berjalan ke arah pintu kontrakan nya dengan kesal jika mengingat perkataan wanita setengah pria tadi.
"Astaga...." Safira tiba-tiba terkejut karena saat dia membuka pintu ternyata di depan pintu kontrakan nya sudah ada Davin.
Safira membuka kaca mata nya dan mengucek mata nya berkali-kali untuk memastikan jika penglihatan nya tidak bermasalah.
"Tuan Davin?" lirih Safira.
"Iya ini aku..emang siapa lagi? hantu?" jawab Davin datar.
Safira merasa heran, ngapain bos nya itu ada di depan kontrakannya sekarang ini. Belum sempat Safira bertanya alasan Davin berada di kontrakan nya, tangan Safira sudah keburu di tarik keluar oleh Davin menuju mobil nya yang berada agak jauh dari kontrakan gadis itu.
"Eh...saya mau di bawa kemana tuan?" tanya Safira namun tidak di hiraukan oleh Davin.
"Buruan masuk..." titah Davin.
Safira hanya diam, tidak merespon apa pun. Tanpa menunggu lama Davin langsung mendorong tubuh Safira masuk ke dalam mobil yang pintu mobil sudah di buka oleh supir pribadi Davin.
Gadis itu mendengus kesal, Safira berpikir jika Davin seenaknya sendiri terhadap nya. Tadi ada orang jadi-jadian yang tiba-tiba merombak penampilan nya total, dan sekarang Davin dengan seenak nya sendiri menyuruh dia mengikuti segala perintah nya. Memang Davin adalah bos nya, tapi itu hanya berlaku di kantor dan saat jam kerja bukan di hari libur seperti ini.
"Tidak usah menggerutu seperti itu di dalam hati," sindir Davin karena sejak tadi melihat wajah Safira yang ditekuk.
__ADS_1
"Anda ini siapa sebenarnya..."
"Bos mu.."
Belum sempat Safira melanjutkan perkataan nya Davin langsung memotong nya.
"Ck....iya saya tahu anda ini atasan saya yang terhormat, tapi kenapa anda memperlakukan saya seperti ini?" tanya Safira dengan memberanikan diri menatap Davin.
"Saya melakukan ini semua karena saya suka melakukan nya, kenapa kamu berharap jika ada orang lain yang melakukan semua ini pada mu?oh...atau kamu berharap jika yang melakukan ini adalah Rendi, gitu?"
"Apaan sih tuan...kenapa anda jadi membawa-bawa Mr.Rendi? semua ini tidak ada hubungan nya dengan dia," Safira berkata sambil melengos ke arah jendela.
"Siapa tahu kamu berharap jika Rendi yang melakukan ini semua pada mu dan menjemput mu ke pesta Keenan dan Nayla."
"Kalau iya emang kenapa tuan? Anda juga berharap kan jika yang berada di samping nona Nayla di pelaminan nanti adalah anda bukan tuan Keenan?"
"****....." Davin hanya mengumpat kesal dengan apa yang Safira ucapkan barusan.
**
Di sebuah hotel mewah sekarang ini sedang diadakan sebuah resepsi pernikahan mewah dua CEO dari perusahaan besar di Indonesia.
Sepasang pengantin itu tidak pernah berhenti menebarkan senyuman manis nya kepada para tamu undangan yang hadir. Tidak hanya dari kalangan pebisnis saja yang hadir dalam acara tersebut, akan tetapi para pejabat setempat juga hadir dalam pesta mewah itu.
Di pesta itu tidak hanya untuk merayakan resepsi pernikahan saja, akan tetapi juga sebagai peresmian penggabungan dua perusahaan besar menjadi satu antara Drg.Group dengan Rich Kingdom menjadi D & R Kingdom dengan Keenan sebagai CEO utama nya.
Hal tersebut di sambut antusias yang meriah oleh seluruh rekan bisnis kedua perusahaan itu sebelum nya. Mereka sangat bersyukur bisa menjadi salah satu klien dari perusahaan yang sangat besar itu.
Apalagi saat Keenan dan Nayla memberikan sambutan pandangan semua orang tertuju pada mereka berdua yang terlihat sangat serasi. Terlebih sikap Keenan yang begitu sangat perhatian kepada sang istri, dia bahkan tidak pernah melepas sedikit pun tangan nya pada pinggang ramping sang istri.
"Ck....kenapa kamu terlihat sangat cantik dan seksi sekali malam ini sayang," ucap Keenan dengan nada sedikit kesal setelah turun dari panggung menyampaikan sambutan. Saat ini mereka sudah di atas pelaminan kembali.
__ADS_1
Nayla mengernyitkan dahi nya mendengar apa yang di ucapkan oleh suami nya itu. Dia merasa jika penampilan nya malam ini tergolong tidak berlebihan sama sekali, apalagi seksi seperti yang suami nya itu katakan.
"Seksi bagaimana mas, perasaan biasa saja. Baju yang aku pakai tertutup seperti yang mas Keenan mau, terus make up aku juga tidak berlebihan," kata Nayla sedikit berbisik karena saat ini mereka sedang mengalami para tamu undangan yang memberikan ucapan selamat untuk mereka.
"Pokok nya aku tidak suka jika kecantikan mu ini di nikmati semua mata laki-laki di sini," Keenan masih merasa kesal karena saat mereka sedang menyampaikan sambutan tadi banyak pasang mata laki- laki memandang penuh puja pada istri nya itu.
Nayla hanya menghela nafas nya perlahan," sudah deh mas..jangan mulai," bisik Nayla di telinga Keenan sambil meniup pelan telinga suami nya itu seperti menggoda nya.
Terserah Keenan mau menilai dia seperti apa, yang terpenting dia sekarang bisa menghentikan sifat posesif sang suami yang sudah akut kelewat batas.
"Sayang....jangan mancing aku begitu, nanti aku tidak bisa menahan nya," ucap Keenan dengan senyum yang di buat menggoda dan kedua alis nya di naik turunkan.
Nayla langsung melototkan mata nya saat tiba-tiba Keenan mengecup bibir nya sekilas.
"Hemmmm....."
Kedua pasangan pengantin itu langsung menengok ke arah sumber suara tersebut.
"Kalau sudah tidak tahan sebaik nya kalian langsung ke kamar pengantin saja," ucap Abraham dengan nada dingin dan datar.
Keenan langsung melayangkan tatapan tidak suka nya pada mantan rival nya itu.
"Syirik...." jawab Keenan dengan ketus.
Nayla lagi-lagi hanya menghela nafas nya perlahan sambil mengelus lengan sang suami nya supaya bisa mengontrol diri.
"Lagian ngapain kamu datang."
"Ya karena aku di undang," jawab Abraham dengan santai yang melenggang begitu saja melewati Keenan tanpa memberikan ucapan selamat.
Abraham justru menghampiri Nayla dan langsung memeluk wanita itu.
__ADS_1
"Woi....."