
Plak.....
"Jangan kurang ajar kamu!"
Santi melayangkan tamparan di pipi kanan Rendi dengan tatapan yang nyalang. Dia tidak suka dengan apa yang Rendi lakukan pada nya.
Rendi yang mendapat tamparan dari Santi pun diam seribu bahasa dengan mengusap pipi kana nya yang terasa panas karena tamparan Santi. Dia merasa bersalah karena telah lancang dan berani mencium Santi. Rendi melakukan itu karena beranggapan jika Santi mempunyai perasaan yang sama seperti nya.
"Maaf...." hanya ucapan itu yang kini muncul dari mulut Rendi.
"Maaf....maaf....enak saja dia dengan mudah mengucapkan hal itu setelah dia mencuri ciuman pertama ku," lirih Santi tapi masih bisa terdengar oleh Rendi.
Rendi melengkungkan bibir nya saat mendengar apa yang Santi ucapkan barusan. Walaupun terdengar sangat lirih akan tetapi dia masih bisa mendengar jelas apa yang Santi ucapkan tadi. Dia merasa bangga karena dia adalah orang pertama yang menyentuh bibir Santi ternyata. Pantas saja gadis itu tadi terlihat kaku dan begitu emosi.
Walaupun Rendi menyesal karena telah lancang mencium Santi tanpa izin terlebih dahulu akan tetapi dia juga merasa bahagia setidak nya tamparan tadi bisa membuat nya untuk lebih semangat lagi dalam meluluhkan wanita bar - bar itu.
Seketika suasana menjadi hening, Rendi pun melajukan mobil nya kembali menuju apartemen.
Sesekali Santi melirik ke arah Rendi, dan pandangan nya tertuju pada bekas merah yang ada di pipi kanan Rendi yang bisa dia tebak bekas tamparan nya tadi.
"Ehm....apakah itu sakit?" tanya Santi perlahan.
"Hemmm..... "Rendi hanya membalas pertanyaan dari Santi dengan berdehem saja.
"Apakah kita bisa berhenti di depan sana? ada sesuatu yang ingin aku beli," ucap Santi.
"Hemm..."
"Ck....perasaan yang sakit kan pipi nya, kenapa mulut nya juga ikutan sakit. Sampai tidak bisa untuk mengucapkan sepatah kata, pun apa, lagian kan harus nya aku yang marah dan mendiamkan nya, kenapa palah dia yang seperti itu," gerutu Santi pelan.
Rendi yang mendengar nya pun tersenyum tipis. Menurut dia sikap Santi ini sangatlah lucu. Rendi jadi punya ide untuk menjahili Santi.
"Turun!" kata Rendi dingin.
"Hah....!"
"Kata nya kamu minta di turunin di sini," jelas Rendi yang melihat Santi sedikit bingung.
Santi yang masih belum fokus pun masih tetap terdiam di tempat nya. Otak nya masih belum bisa mencerna kenapa Rendi menghentikan mobil nya dan menyuruh dia untuk turun dari mobil. Dia melirik ke kanan dan kiri, tatapan nya tertuju pada sebuah minimarket yang berada kiri jalan. Saat itu dia baru menyadari jika tadi dia memang menyuruh Rendi untuk berhenti di situ.
"Sudah sadar sekarang?" lagi - lagi Rendi berbicara dengan nada yang masih sama datar dan dingin.
"Eh...iya..." jawab Santi dengan terbata. Dia kemudian buru- buru untuk keluar mobil. Tapi sayang nya pintu mobil itu masih terkunci oleh Rendi. Santi beberapa kali berusaha untuk membuka pintu tersebut tapi tetap saja tidak bisa.
Melihat Santi yang agak panik Rendi kemudian membuka pintu mobil itu yang terkunci.
Klik...
"Auws...." hampir saja Santi terjatuh karena saat itu posisi tubuh nya menempel dengan pintu mobil. Untung saja Rendi dengan sigap menarik tangan nya, tapi justru kepala meraka saling berbenturan.
"Ck.....sial niat mau ngerjain dia sambil mencari kesempatan palah kepala ku jadi benjol seperti ini," batin Rendi dengan mengusap kening nya beberapa kali.
**
" Mas....."
"Hem.....iya sayang ada apa," jawab Keenan dengan mencium punggung tangan Nayla yang dia genggam.
Selama di perjalanan tadi Keenan selalu menggenggam tangan Nayla dan sesekali dia mengecup lembut punggung mantan istri nya itu yang sekarang sudah resmi menjadi kekasih nya.
Blush....pipi Nayla langsung merona mendengar Keenan memanggilnya dengan sebutan sayang. Bagi dia sebutan itu sangatlah indah untuk di dengar.
"Seperti nya kita harus memberi bonus untuk asisten kita dech..berkat mereka kita bisa seperti ini," jelas Nayla.
"Siap sayang...." kata Keenan sambil mengedipkan salah satu mata nya.
Nayla yang melihat itu hanya geleng - geleng kepala.
"Ternyata mas Keenan ganjen juga ya, pantes saja Michel jadi klepek - klepek, aku jadi curiga sudah berapa Michel yang mas Keenan ganjenin tuh..."
"Banyak sayang, ada Michel 1 , Michel 2 , Michel 3 dan masih banyak lagi," ledek Keenan.
__ADS_1
Nayla sontak melototkan mata nya.
"Hahahaha....becanda sayang....hanya kamu yang mas ganjenin, sumpah!" Keenan mengangkat dua jari nya sebagai tanda apa yang dia ucapkan adalah benar ada nya.
"Yakin???"
Keenan langsung menghentikan laju mobil nya dan menepikan mobil nya di pinggir jalan. Dia kemudian membuka seal belt dan membalikkan tubuh nya ke arah Nayla.
Di pegang kedua bahu Nayla supaya bisa menghadap ke arah nya. Dia menatap kedua bola mata Nayla dengan dalam.
"Jika aku mengatakan yang sebenarnya apakah kamu akan percaya?" tanya Keenan dengan tetap menatap dalam kedua mata Nayla.
Seperti terhipnotis oleh tatapan itu, Nayla pun menganggukkan kepala nya.
"Sejak kecil hanya ada satu pemilik hati ini, kamu mau tau siapa pemilik hati ku ini ?"
Lagi - lagi Nayla hanya menganggukkan kepala nya.
"Nanay....nama itu yang selalu terukir di dalam hati ini," ucap Keenan dengan lembut diiringi senyuman yang manis.
Nayla yang mendengar nama itu langsung mencoba untuk menatap bola mata Keenan dengan tatapan yang dalam pula. Dia ingin mencari kebohongan di mata itu. Tapi yang ditemukan hanya kejujuran yang terpancar dari bola mata indah itu.
"Kalau hanya nama ku yang terukir di hati mu, kenapa saat kita pertama bertemu kamu tidak mengenaliku mas?" tanya Nayla lirih.
Satu pertanyaan yang mampu membuat hati Keenan nyeri, karena ini yang selalu membuat dia menyesali segala tindakan nya dulu.
"Itu kesalahan terbesar yang sangat menyiksa ku Nay sampai sekarang. Karena kebodohan ku sehingga aku tidak bisa mengenali orang yang sangat aku cintai sejak dulu. Kamu tahu setiap libur akhir tahun aku selalu mencari keberadaan mu di taman itu, setiap tahun nya aku tidak pernah absen untuk mengunjungi tempat itu. Bahkan seminggu sebelum kita menikah pun aku masih ke tempat itu dengan harapan menemukan sebuah petunjuk keberadaan mu tapi hasil nya pun masih sama tidak ada satu informasi apa pun yang aku dapatkan," jelas Keenan.
"Terus bagaimana kamu bisa menjalin hubungan dengan Michel mas, bahkan aku lihat kamu sangat mencintai nya. Kamu selalu mesra dan lembut jika bersama nya.."
Huft....
Keenan menghembuskan nafas nya dengan kasar sebelum menjawab pertanyaan Nayla.
"Aku dengan Michel memang menjalin hubungan selama setahun lebih Nay, jujur dalam hati ku ada rasa sayang pada nya.." Keenan tidak melanjutkan ucapan nya karena melihat ekspresi wajah Nayla yang tiba - tiba berubah bahkan kekasih nya itu sekarang suda memalingkan wajah nya.
Keenan tahu, pasti hati Nayla sakit mendengat tentang masa lalu nya bersama Michel. Tapi dia juga harus menjelaskan yang sebenarnya kepada Nayla supaya tidak ada salah paham lagi. Keenan juga mau meyakinkan Nayla bahwa cinta dan hati kini hanya milik nya seorang tidak ada wanita lain dalam hati nya sekarang dan sampai kapan pun.
Keenan menangkup kedua pipi Nayla dan mengusap nya dengan lembut kemudian dia mengecup kening Nayla.
"Percayalah pada ku...aku hanya ingin supaya kamu tidak salah paham lagi dan aku juga ingin kamu yakin jika aku sangat mencintaimu. Aku juga ingin tidak ada kebohongan apa pun lagi saat kita sudah menjalin hubungan. Jadi aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku ini," Keenan mencoba meyakinkan Nayla supaya mau mendengar kan semua cerita masa lalu nya.
"Hemm..." Nayla akhir nya menganggukkan kepala nya.
"Rasa sayang yang aku berikan kepada Michel bukan rasa cinta, melainkan hanya rasa sayang kepada orang yang selalu berada di samping kita saja. Jujur saat aku bersama nya tidak ada getaran apa pun dalam hati ini, tidak ada rasa cemburu juga jika dia bersama laki - laki lain. Berbeda saat aku bersama mu sayang. Walaupun pernikahan kita seperti itu, tapi setiap aku berdekatan dengan mu hari Ki selalu berdesir, aku juga merasa sangat nyaman dan tenang, jangan tanya tentang jantung ini selalu berdetak tidak karuan sayang. Aku menutupi itu semua dengan selalu berkata kasar dan pedas pada mu," ungkap Keenan.
"Ehm....apakah selama kamu menjalin hubungan dengan nya kamu pernah....." ucapan Nayla menggantung. Terlihat sekali jika dia ragu untuk melanjutkan ucapan nya.
"Tidak pernah...aku tidak pernah melakukan tindakan yang lebih dari sekedar peluk, cium kening atau pipi sayang. Ciuman bibir saja aku tidak pernah," jelas Keenan.
"Lalu video itu?"
"Itu tidak seperti yang kamu lihat sayang, kejadian nya tidak seperti itu asli nya. Memang di video itu terlihat jika aku seperti menikmati ciuman itu. Padahal aku saat itu menghindari ciuman itu dengan menengok ke arah yang berlawanan. Jadi yang Michel cium itu buka bibir ini, tp dagu ini. Dan itu saja aku langsung menepis nya dengan kasar. Bibir ku hanya menyentuh bibir ini untuk yang pertama kali," ucap Keenan mengusap lembut bibir Nayla dengan jempol tangan nya.
Pipi Nayla langsung merona mendapat perlakuan itu. Apa lagi saat Keenan mengecup bibir Nayla singkat.
"Mas....!" Nayla melayangkan protes dengan menatap tajam Keenan.
Sedangkan yang di tatap tajam palah tertawa cengengesan.
"Abis bibir mu manis dan bikin aku jadi candu."
Nayla langsung memukul lengan Keenan.
"Auuw...." jerit Keenan.
"Kenapa mas...ada yang sakit? maaf sayang, aku tidak sengaja," ucap Nayla panik.
"Coba ulangi lagi yang kamu katakan tadi hemm..."
Nayla menautkan kedua alisnya tidak paham dengan apa yang Keenan ucapkan.
__ADS_1
"Ucapan apa dan yang mana mas?" Nayla terlihat bingung.
"Yang terakhir tadi...."
Nayla masih dalam mode bingung.
"Ck....yang sayang itu," kata Keenan yang agak kesal
Nayla terkekeh kecil melihat ekspresi kesal Keenan.
"Sayaaaang....." lirih Nayla dengan mengecup pipi Keenan.
Keenan terpaku dengan perlakuan dadakan Nayla. Dia langsung meraih pinggang ramping Nayla dan langsung mencium bibir tipis Nayla yang selalu menjadi candu untuk nya. Satu tangan nya lagi dia gunakan untuk meraih tengkuk Nayla guna memperdalam ciuman nya.
Ciuman yang awal nya lembut lama - lama menjadi menuntut, Keenan menggigit bibir bawah Nayla secara otomatis bibir Nayla terbuka. Keenan tidak menyia-nyiakan hal itu, dia langsung mengeksplore seluruh isi rongga mulut Nayla.
Setelah puas mengeksplore bibir Nayla, ciuman itu berpindah ke leher Nayla. Keenan terus menjelajahi leher jenjang Nayla dan meninggalkan jejak kepemilikan nya di sana. Tanpa di sadari Nayla mengeluarkan suara indah nya saat Keenan terus menjelajahi leher jenjang nya dengan lidah dan bibir nya.
Seketika kegiatan itu terhenti, Keenan langsung melepaskan ciuman nya dan kembali ke posisi yang semula. Dia mengusap wajah nya dengan kasar karena telah bertindak terlalu jauh.
"Maaf sayang....maafkan aku karena tidak bisa menahan semua nya," Keenan merasa sangat bersalah, hampir saja dia tidak bisa mengendalikan hasrat nya untuk menyentuh Nayla lebih.
Begitu pun juga Nayla, dia merasakan hal yang sama.. Dia juga mengerutuki diri nya sendiri karena begitu mudah terlena dengan sentuhan lembut yang diberikan oleh Keenan.
"Tidak mas...aku juga salah di sini, karena aku tidak bisa mencegah mas Keenan justru aku palah terlena. Aku tidak bisa mengontrol diri ku,hiks....kita tidak boleh seperti ini terus mas, ini tidak benar...kita sekarang tidak ada hubungan apa pun lagi, seharusnya kamu tidak menyentuh ku lebih," jelas Nayla dengan Isak tangis.
"Maafkan aku sayang....aku janji hal seperti ini tidak akan terulang lagi," ucap Keenan dengan mengusap air mata Nayla dan merapihkan rambut Nayla yang sedikit berantakan karena ulah nya tadi.
"Aku janji, akan segera melamar mu kembali ke kakek Richard, setelah aku menyelesaikan semua pekerjaan ku di sini. Jika semua urusan di sini sudah selesai, kita akan pulang bersama di Indon dan mengurus semua pernikahan kita di sana. Aku sudah tidak sabar menjadikan mu kekasih halal ku sayang...dan aku juga sudah tidak sabar untuk memperkenalkan kepada dunia jika kamu adalah wanita ku satu - satu nya milik Keenan Dirgantara seorang," tegas Keenan.
Nayla terharu dengan semua yang diucapkan Keenan. Dia berharap jika semua ini bukan lah mimpi semata.
Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan mereka kembali ke apartemen.
**
Kembali ke cerita dua asisten yang sedang falling in love 🤫🤭
Santi langsung keluar dari mobil itu setelah pintu mobil nya terbuka. Dia berjalan menuju mini market dengan mengomel tidak jelas dan sesekali mengusap dahi nya yang sedikit sakit akibat tragedi tadi.
Bugh...
Lagi - lagi nasib apes menimpa diri nya. Kali ini berbeda, dia bukan terbentur dahi seseorang. Melainkan pintu kaca transparan dari mini market itu. Dia merasa sangat sial hari ini, di tembak cowok tiba - tiba, ciuman pertama nya di curi, beradu kepala dengan cowok yang sudah mencuri ciuman pertama nya. Dan sekarang dia palah menabrak pintu kaca mini market.
"Astaga....mimpi apa aku semalam bisa se sial ini coba, sakit nya sech tidak seberapa tapi malu nya ini ya Allah...." batin Santi berjalan menunduk menahan malu karena beberapa pengunjung mini market itu ada yang menertawai kecerobohan nya tadi.
"Semua ini gara - gara manusia kulkas itu, aku jadi kena sial bertubi - tubi seperti ini kan!" gerutu Santi saat berada tepat di lemari minuman pendingin.
Dia menuju mini market itu karena dia ingin membeli minuman dingin untuk mengompres luka memar dan merah Rendi. Tapi seperti nya niat nya berubah sekarang. Dia palah meneguk air dingin itu sampai habis setelah dia membayar nya.
Santi kembali ke mobil dengan tangan kosong tanpa membawa belanjaan apa pun. Rendi mengernyitkan dahi nya melihat Santi yang kembali tidak membawa apa pun.
Dalam hati nya dia sebenarnya berharap jika Santi membelikan dia sesuatu.
"Kamu tidak membeli apa pun?"
"Beli..."
Rendi melihat kiri kanan tapi Santi tidak membawa apa pun. Santi yang merasa Rendi sedang mencari sesuatu akhir nya buka suara.
"Aku tadi membeli minuman dingin, tapi suda aku habiskan tadi di dalam," jawab Santi datar dan memasang seat belt nya kembali.
"Hah.....lalu kamu tidak membelikan sesuatu untuk ku gitu?" tanya Rendi.
"Ngga...." jawab Santi acuh.
"Astaga....." Rendi mengusap wajah nya kasar dan turun dari mobil berjalan ke arah mini market untuk membeli minuman.
Jujur saja sejak tadi Rendi sangat merasa haus sekali. Kebetulan di dalam mobil stok air mineral habis. Dia awal nya berharap jika Santi peka dan membelikan dia minuman dingin, tidak tahu nya Santi tidak membeli apa pun untuk nya.
"Rasain lho...."
__ADS_1