
Semenjak Davin mengetahui kenyataan jika Nayla sudah menikah, dia memutuskan untuk mencari informasi tentang siapa yang menjadi suami Nayla.
Karena dia merasa ada yang tidak beres dengan pernikahan Nayla. Jika benar dia sudah bersuami, kenapa dia masih bekerja keras menjadi pelayan di sebuah resto. Secara yang dia ketahui Nayla tinggal di hunian apartemen mewah saat ini. Bisa dipastikan jika suami Nayla bukan orang biasa. Karena tidak sembarang orang bisa tinggal di apartemen itu.
Tidak butuh waktu yang lama bagi seorang Davin Sanjaya untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan kekuasaan yang ayahnya miliki dia bisa mendapatkan informasi apa pun itu. Sekali pun informasi itu tertutup oleh punlik. Dan betapa terkejutnya Davin setelah mengetahui kebenaran siapa yang menjadi suami Nayla itu adalah sahabatnya sendiri Keenan Dirgantara.
Dia benar - benar merasa geram saat mengetahui jika pernikahan mereka hanya sekedar pernikahan di atas kertas saja. Dia juga mengetahui jika Keenan selama ini mengkhianati pernikahan itu dengan tetap menjalin hubungan dengan kekasihnya serta bagaimana perlakuan Keenan kepada Nayla seperti apa. Bahkan kejadian yang menimpa Nayla saat di kantor Keenan pun Davin mengetahuinya sampai Nayla harus berjuang mengorbankan harga diri nya di hadapan Tuan Richard pun dia tahu.
Bahkan orang yang mengirim semua foto kebersamaan nya dengan Nayla saat di resto kepada Keenan adalah dia sendiri. Davin sengaja melakukan itu semua karena dia ingin menyadarkan Keenan bahwa wanita yang dia anggap tidak berharga selama ini ternyata berharga bagi laki - laki lain. Tapi semua itu di luar ekspetasi Davin, yang ada akibat ulahnya itu wanita yang dia sayangi palah menjadi terluka tidak hanya batin tapi terluka secara fisik nya juga.
Dari kejadian itu semua Davin memutuskan untuk merebut Nayla dari sisi Keenan dan memperjuangkan cinta nya kepada Nayla. Padahal awalnya dia akan mengubur dalam - dalam perasaannya kepada Nayla saat dia tahu jika Nayla sudah bersuami. Karena bagaimanapun dia tidak mau menjadi seorang pembinor. Tapi sekarang dia tidak peduli lagi jika dia harus menjadi seorang pembinor sekaligus, karena bagi dia sekarang melindungi Nayla dan membuat Nayla terlepas dari Keenan adalah prioritasnya.
"Maafkan aku nan, tapi aku tidak bisa melihat orang yang aku sayangi terus menderita bersama mu," batin Davin sekilas melirik ke arah Nayla yang sedang larut dengan pikirannya.
"Kamu tidak apa - apa Nay..." tanya Davin membuyarkan lamunan Nayla.
"Aku baik - baik saja kak," jawab Nayla dengan tersenyum.
"Kamu tidak bisa bohong ma aku Nay, karena aku tahu segala nya tentang pernikahanmu," ucap Davin tenang dengan tetap konsentrasi mengemudi.
Deg,
"Maksud Kak Davin?"
"Keenan Dirgantara suami kamu kan..."
Nayla membulatkan mata nya mendengar apa yang Davin ucapkan barusan. Bagaiman Davin bisa tahu tentang itu semua.
Davin menepikan mobilnya di pinggir jalan. Dia melepas sabuk pengaman dan berbalik ke arah Nayla.
__ADS_1
"Aku sudah tahu semua nya Nay, tentang pernikahanmu. Bagaiman awal pernikahan itu terjadi, bagaimana Keenan memperlakukanmu selama ini aku tahu semua nya Nay. Bahkan luka ini..."Davin menghentikan ucapannya saat menunjuk luka lebam di dagu Nayla akibat cengkraman kuat dari Keenan tadi pagi.
"Itu ulah Keenan kan?" Davin melanjutkan perkataan nya.
Nayla tidak bisa berkata apa pun karena yang Davin ucapkan benar ada nya.
Hiks..hiks...
Akhirnya tangis Nayla pecah dihadapan Davin. Dia sadar jika sikap dia sekarang salah, karena dia terlihat lemah dihadapan laki - laki lain yang notabene bukan siapa- siapa nya. Tapi dia benar - benar sudah lelah dengan apa yang menimpa nya saat ini. Bisa dikatakan Nayla sekarang berada di posisi yang down yang membutuhkan seseorang walaupun untuk sekedar berbagi.
Dia berharap mendapatkan semua itu dari Keenan suami nya, tapi apa yang dia dapatkan palah sebaliknya.
"Jika kamu sudah benar - benar lelah, maka lepaskanlah Nay..." ucap Davin lembut dengan memegang bahu Nayla untuk memberi ketenangan.
"Buat apa kamu mempertahankan sesuatu yang sudah rusak dari awal Nay, dan pernikahan macam apa yang kalian jalani sekarang ini? pernikahan yang di dalam nya hanya ada pengkhianatan, tidak ada cinta, dan hanya ada penderitaan tidak patut untuk dipertahankan Nay," kata Davin berusaha untuk membuat Nayla sadar dengan apa yang menimpa diri nya sekarang ini.
"Maafkan aku, jika harus berkata seperti ini pada mu, bukan bearti aku ingin mencampuri urusan rumahtangga orang lain, tapi aku tidak bisa melihat kamu menderita seperti ini Nay.."
"Apa karena kamu mencintai Keenan?"
Pertanyaan Davin sontak membuat Nayla menatap ke arah Davin. Dia sendiri juga tidak tahu perasaannya sekarang ini kepada Keenan seperti apa.
"Aku sendiri tidak tahu kak perasaanku seperti apa pada Mas Keenan sekarang ini, tapi setelah ikrar ijab qobul itu diucapkan oleh mas Keenan ada getar aneh yang aku rasakan dalam hati ku saat itu juga, dan getaran itu semakin terasa saat aku dekat dengan mas Keenan, terlepas perlakuan mas Keenan pada ku selama ini, aku yakin dia orang yang baik," ucap Nayla lirih.
Davin tersenyum tipis mendengar perkataan Nayla, ada sedikit rasa kecewa dalam hati nya karena mengetahui jika Nayla ternyata mencintai Keenan. Dia menghela nafasnya perlahan dan kembali ke posisi semula memasang sabuk pengamannya kembali. Sebelum dia melajukan mobilnya dia kembali menengok ke arah Nayla sambil berkata.
"Jika kamu membutuhkan orang untuk sekedar berbagi, aku siap untuk mendengarkan nya Nay," ucap Davin yang kemudian melajukan kembali mobilnya.
Seketika suasana menjadi hening dan canggung.
__ADS_1
**
Dalam perjalanan menuju apartemen sang kekasih Keenan selalu saja memukul stir kemudi nya. Dia merasa bingung dengan apa yang dia rasakan saat ini. Ada perasaan aneh dalam hati nya, perasaan tidak rela saat melihat Nayla diperhatikan oleh laki - laki lain.
"Apa aku cemburu pada Davin.. dan apa aku sudah mulai menyukai Nayla," gumam Keenan.
"Ah...itu tidak mungkin...tapi rasa nya semua ini begitu menyiksa diriku," teriak Keenan frustasi.
Tidak terasa dia sudah sampai di apartemen Michel. Dia langsung memencet bel apartemen kekasihnya itu. Dan seketika munculah wanita cantik dengan pakaian yang begitu seksi dari balik pintu.
"Honey....." rengek Michel manja yang langsung memeluk Keenan.
"Apa yang terjadi hemm, sampai kamu menyuruhku untuk segera datang kemari," ucap Keenan datar.
Sikap Keenan kali ini tidak semanis biasa nya, bahkan dia juga tidak membalas pelukan kekasihnya itu, entah Keenan sendiri juga tidak tahu. Karena pikirannya sekarang ini hanya fokus kepada Nayla dan Davin saja.
Michel mendongakkan kepala nya dan menggelengkan kepala nya pelan.
"Tidak terjadi apa - apa honey, aku hanya kangen saja pada mu," jawab Michel dengan tersenyum manja yang dia buat - buat.
Seketika Keenan melepaskan pelukan Michel dengan kasar. Dia sangat kesal dengan kekasihnya itu, bisa - bisa nya dia mengerjai Keenan seperti itu. Keenan berpikir telah terjadi sesuatu kepada Michel, tidak tahu nya itu hanya prank.
"Apa yang kamu lakukan kali ini benar - benar kelewatan Michel, gara - gara ulah kamu tadi aku sampai harus membiarkan Nayla pergi sendiri ke rumah sakit tadi," bentak Keenan lalu mengusap wajahnya kasar.
"Honey...kamu berani membentak ku hanya karena istri 100 hari mu itu," lirih Michel dengan mata berkaca - kaca.
Karena baru kali ini dia dibentak oleh Keenan, selama ini dia selalu dimanja oleh Keenan, tidak pernah sekali pun Keenan berucap kasar pada nya apa lagi sampai membentaknya.
Keenan mengusap wajahnya kembali dan bergegas meninggalkan Michel yang berdiri mematung.
__ADS_1
"Honey..."