Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 106 Menyusun rencana


__ADS_3

Pagi mantan istri ku....."


"Astagfirullah..... Mas ! ngapain kamu di situ,"teriak Nayla melihat Keenan sedang asik di dapur. Entah apa yang laki - laki itu lakukan di sana.


"Sst.....bisa tidak kalau ngga teriak - teriak seperti itu Nay...masih pagi ini, apa kata tetangga apartemen yang lain coba. Lagian kamu semenjak kita bercerai kok palah punya hobby teriak - teriak sech, udah kayak emak - emak rempong saja," ucap Keenan santai sambil terus berkutat dengan alat masak.


"Ck...." Nayla mencebikkan bibir nya karena di bilang seperti emak - emak rempong.


"Lagian kamu kenapa betah banget di apartemen ku sech mas, bukankah kamu juga sudah punya apartemen sendiri," gumam Nayla sambil duduk di kursi mini bar yang ada di pantri nya sambil melihat mantan suami nya sedang memasak sesuatu.


Dari aroma nya seperti nya Keenan senang memasak nasi goreng rumahan khas indo.


Kruyuk....kruyuk....


Nayla langsung memegangi perut nya, Keenan yang mendengar nya pun tersenyum.


"Taaraaa.... nasi goreng ala chef Keenan Dirgantara ready."


Keenan meletakkan sepiring nasi goreng rumahan dengan toping telur ceplok di depan Nayla. Dari aroma nya saja sudah terlihat jika nasi goreng itu sangatlah lezat.


Nayla mengernyitkan dahi nya karena hanya melihat sepiring nasi goreng yang ada dihadapan nya. Keenan yang mengerti dengan tatapan Nayla pun akhirnya buka suara.


"Di penanak nasi itu hanya cukup untuk membuat seporsi nasi goreng saja, seperti nya yang punya apartemen ini sedang berhemat," kata Keenan.


Nayla yang mendengar nya langsung memonyongkan bibir nya.


"Bukan berhemat, tapi aku lupa tidak memasak nasi semalam karena aku kedatangan tamu yang tidak tahu diri bertamu tengah malam, abis itu pake acara tertidur di atas sofa pula, dan pagi ini dia sudah bikin dapur ku jadi berantakan juga," protes Nayla.


"Hehe....tapi kamu suka kan ma tamu itu?" ledek Keenan.


Nayla memutar kedua bola mata nya jengah. Dia kemudian mengaduk - aduk nasi goreng yang ada di hadapan nya itu.


"Tenang saja, aku tidak mencampurkan bahan atau bumbu yang berbahaya, jadi di jamin aman untuk dikonsumsi nona Nayla Atifa," ucap Keenan yang paham dengan apa yang Nayla lakukan.


"Yakin??"

__ADS_1


"Hemmm....cicipi sendiri coba," ujar Keenan meyakinkan.


Nayla kemudian menyuapkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya. Sesaat dia terdiam, kemudian mengunyah nasi goreng itu sambil manggut - manggut karena merasa nasi goreng itu sangatlah lezat sekali. Tanpa dia sadari dia hampir menghabiskan seporsi nasi goreng itu.


"Enak ya Nay..." tanya Keenan.


Uhuk...uhuk....


Keenan langsung menyodorkan segelas air putih dan Nayla langsung meneguk nya sampai habis. Dia sangat malu karena telah lahap memakan seporsi nasi goreng itu dan melupakan sesuatu jika nasi goreng tersebut hanya ada seporsi. Dia baru sadar jika Keenan pasti juga lapar dan menginginkan nasi goreng itu.


"Maaf mas...aku hampir saja menghabiskan nasi goreng nya," lirih Nayla merasa tidak enak kepada Keenan.


"It's okey...aku memang sengaja membuatkan untuk mu, sebagai ucapan terimakasih karena telah membuatkan aku kopi dan menyelimuti ku semalam Nay," jawab Keenan dengan tersenyum manis.


Drrt.....drrrt...


Suara ponsel Keenan bergetar, tanpa berpikir panjang Keenan langsung menjawab panggilan itu dengan sedikit menjauh dar Nayla.


Tidak lama Keenan pun sudah kembali lagi di hadapan Nayla.


"Aku pamit pulang dulu Nay,,ada pekerjaan penting yang harus segera aku selesaikan.Terima kasih untuk semalam, ingat jangan sembarangan membuka pintu apartemen kamu tanpa kamu mengintip terlebih dahulu siapa yang datang. Dan satu lagi, jika ingin menyentuhku secara langsung aku dengan sukarela mengizinkan nya jangan seperti semalam," ucap Keenan sambil mengedipkan salah satu mata nya dan segera berlalu dari hadapan Nayla sebelum mantan istri nya itu teriak.


"Jadi semalam dia....aaarggh Nayla...betapa bodohnya dirimu," teriak Nayla sambil memukuli kepala nya.


Rasa nya dia sangat malu sekali saat ini, kalau bisa dia ingin sekali tenggelam ke dasar laut yang paling dalam.


**


"Bagiamana tuan...apakah anda sudah siap?" ucap Jo asisten Abraham.


Abraham menganggukkan kepala nya, dia dan Jo keluar dari apartemen nya dengan menyamar. Tujuan mereka saat ini adalah apartemen Jo yang berada di pinggir kota. Apartemen itu memang jarang Jo tempati karena selama ini dia tinggal di gedung yang sama dengan bos nya.


Sepanjang perjalanan mereka merasa aman karena orang suruhan sang kakek tidak menaruh curiga sama sekali saat mereka keluar dari apartemen tadi.


"Apakah kamu sudah menghubungi tuan Keenan Dirgantara sebelum kita pergi?"

__ADS_1


"Sudah tuan....saya rasa Tuan Keenan juga sudah berjalan menuju tempat di mana kita aka ketemu nanti. Saya juga sudah memberikan alamat apartemen saya kepada asisten tuan Keenan," jawab Jo.


"Baguslah kalau begitu...aku harap pertemuan ini bisa membuahkan hasil yang baik," harap Abraham.


"Maaf tuan sebelumnya...saya hanya mengingatkan anda, untuk kali ini saya harap anda bisa menurunkan ego anda. Bagaimana pun saat ini kita benar - benar sedang membutuhkan bantuan dari tuan Keenan. Saya tahu anda sangat menyayangi nona Nayla, dan tuan Keenan pun sama. Jadi saya harap nanti tuan bisa mengontrol emosi tuan," pinta Jo.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan Jo, terima kasih sudah mengingatkan ku akan hal ini," kata Abraham dengan tersenyum tipis. Dia sangat lah beruntung mempunyai asisten yang sangat perduli pada nya dan setia pasti nya.


Mereka menempuh perjalanan selama dua jam, begitu juga Keenan. Dia dan Rendi sang asisten juga sedang menuju tempat yang sama.


"Ren....apa yang aku perintahkan semalam kamu sudah lakukan semua nya?"tanya Keenan.


"Sudah tuan....sesuai instruksi anda, saya sudah menempatkan beberapa orang kepercayaan kita di sekitar apartemen nona. Saya juga sudah menyuruh dua anak buah kita untuk selalu stand by jika sewaktu - waktu nona akan pergi keluar supaya bisa menjaga nona dari jarak dekat tanpa dicurigai oleh nona. Untuk masalah panti sudah aman tuan, salah satu anak buah kita sudah bisa menyusup ke sana tanpa di curigai sama sekali oleh anak buah tuan Sultan," terang Rendi dengan tetap fokus dengan kemudi nya.


"Bagus Ren...kamu memang selalu bisa diandalkan," puji Keenan dengan sepak terjang Rendi selama ini yang tidak pernah mengecewakan sama sekali.


"Ini sudah kewajiban saya tuan....kita tidak bisa menyepelekan masalah ini tuan, kita harus benar - benar harus memperhitungkan semua nya dengan sangat matang. Karena jika kita salah bertindak sedikit saja, tidak hanya satu nyawa yang terancam tapi puluhan nyawa yang akan jadi korban nya," ucap Rendi mengingatkan.


"Kamu benar Ren....entah apa yang ada di pikiran tuan Sultan saat ini sehingga dia bisa menjadi orang yang kejam seperti itu. Seharusnya di usia nya yang sudah senja seperti itu lebih baik dihabiskan untuk memperbanyak ibadah dan beramal, bukan membuat masalah seperti ini. Dendam sudah membuat mata hati nya menjadi beku. Menurut cerita kakek Richard, semua tragedi yang menimpa seluruh keluarga nya dahulu adalah murni karena kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan. Bahkan yang menjadi korban pun tidak hanya keluarga tuan Sultan saja, dan kakek Richard juga sudah bertanggung jawab akan hal itu," Jelas Keenan.


Tidak disadari jika mereka saat ini sudah sampai di tempat tujuan. Mereka langsung turun dari mobil dan menuju ke lantai tiga sesuai arahan dari Jo asisten Abraham.


Sesampainya di lantai tiga, kedatangan meraka sudah disambut oleh Jo. Dan mereka pun langsung masuk ke dalam apartemen Jo.


Di dalam Abraham sudah menunggu nya. Pintu apartemen terbuka dan nampak lah Jo berserta dua tamu yang sangat Abraham tunggu kehadiran nya. Jo mempersilahkan Keenan dan Rendi untuk duduk di ruangan yang sudah dia siapkan.


"Selamat pagi tuan Keenan....terima kasih karena sudah mau memenuhi undangan saya," sapa Abraham.


"Hemmm....langsung saja ke pokok pembicaraan kita, karena waktu ku tidak banyak," jawab Keenan dengan nada yang dingin.


Huft,,


Abraham membuang nafas nya perlahan sebelum menceritakan semua permasalahan yang terjadi.


"Begini tuan....."

__ADS_1


Abraham pun mulai menceritakan semua nya dari awal sampai akhir tidak ada yang terlewat sama sekali.


"Lalu apa rencana anda?"


__ADS_2