
Tok..tok..
"Masuk...." titah Keenan.
Pintu ruangan Keenan perlahan terbuka dan masuk lah Rendi sang asisten dengan membawa sebuah berkas yang Keenan minta tadi.
"Maaf tuan.....karyawan atas nama Safira Amelia saat ini belum kembali ke kantor. Tadi dia memang saya suruh untuk mengantarkan berkas laporan yang tuan minta ke cafe. Tapi setelah itu dia langsung kembali lagi. Kepala divisi nya sekarang sedang berusaha untuk menghubungi nya. Dan ini berkas tentang Safira yang tuan minta," jelas Rendi.
Ada guratan kecewa di wajah Davin, dia pikir yang masuk ke dalam ruangan Keenan adalah Safira, ternyata Rendi asisten Keenan.
"Kalau begitu kamu bisa lanjutkan lagi pekerjaan mu Ren," titah Keenan kepada Rendi.
"Baik tuan...kalau begitu saya permisi dulu," pamit Rendi kepada dua orang yang ada di sana.
Setelah kepergian Rendi, Keenan langsung membaca isi berkas yang Rendi bawa tadi. Dia membaca dari awal sampai akhir resume tentang Safira Amelia wanita yang sedang di cari oleh mantan rival nya itu. Menurut Keenan tidak ada hal yang istimewa dari karyawan nya itu. Tapi mengapa seorang Davin Sanjaya seolah memiliki ketertarikan sendiri dengan wanita berkaca mata itu.
Bagaimana pun Keenan tahu selera wanita Davin itu seperti apa, karena mereka bersahabat sangat lama. Dan ciri-ciri wanita idaman Davin semua nya ada di kekasih nya Nayla. Apa karena tidak bisa mendapatkan Nayla, terus Davin menurunkan standar nya. Itu yang ada dalam benak Keenan sekarang ini.
"Ternyata selera mu bisa turun secepat ini Vin..." ledek Keenan dengan melempar berkas resume Safira di pangkuan Davin.
"Ck....kalau tidak tahu apa-apa tidak usah asal menuduh," cebik Davin sambil mengambil map yang dilemparkan Keenan tadi.
Laki - laki tampan itu membaca dengan seksama semua informasi tentang Safira yang ada di map itu.
"Ternyata wanita ini karyawan mutasi dari perusahaan mu yang di Indo?" tanya Davin.
"Ya seperti yang kamu baca di sana." jawab Keenan seadanya. Dia sekarang sudah berpindah ke meja kerja nya, untuk menyelesaikan beberapa berkas yang belum dia tanda tangani.
Davin tersenyum tipis mendengar jawaban Keenan. Seolah - olah jawaban Keenan itu merupakan angin segar untuk Davin. Jika Safira merupakan karyawan mutasi, bearti kemungkinan dia bisa kembali lagi bekerja di perusahaan Davin yang ada di Indonesia. Apa lagi kontrak dia di sini hanya dua tahun, dan kalau di lihat di sana minggu ini kontrak dia sudah selesai.
__ADS_1
"Kee...ayo lah, berikan karyawan mu ini pada ku. Apa pun yang kamu minta sebagai imbalan nya aku siap berikan," rengek Davin.
Keenan menghentikan aktifitas nya dan menatap tajam ke arah Davin.
"Karyawan ku bukan barang Vin! dia manusia, enak saja main minta begitu saja. Lagian apa alasan nya kamu sangat menginginkan nya hemm! aku jadi curiga, jangan - jangan kamu ada niat jahat pada karyawan ku ini. Ingat Vin, dia anak yatim piatu dan dari Informa itu dia adalah salah satu karyawan yang berprestasi. Mana mungkin aku aka melepaskan karyawan yang seperti itu pada mu, enak saja."
"Sst.....kamu tidak tahu saja harga diri ku sebagai CEO tampan yang selalu digandrungi banyak wanita hilang begitu saja karena wanita ini," lirih Davin.
Keenan menyipitkan mata nya mendengar celotehan Davin yang pelan, tapi masih bisa di dengar samar-samar oleh Keenan.
"Hahahahaha......ternyata ada juga cewek yang tidak mengakui pesona seroang Davin Sanjaya, parah itu cewek. Siapa cewek itu Vin, dengan senang hati aku akan kasih hadiah apa pun yang dia minta," ledek Keenan dengan tertawa terbahak-bahak.
"****....sial" umpat Davin sambil melempar bantal sofa ke arah sahabat nya itu.
Sedangkan yang mendapat lemparan bantal hanya tertawa terbahak-bahak sambil berjalan ke arah Davin. Keenan memutuskan untuk menghentikan sejenak kegiatan nya, dia justru sangat tertarik dengan apa yang Davin katakan tadi di bandingkan dengan berkas yang harus dia tanda tangani.
Setelah Keenan memaksa, akhirnya Davin menceritakan semua yang terjadi hari ini. Kejadian yang membuat harga diri seorang Davin bisa turun, itu menurut Davin sendiri. Padahal menurut author biasa saja🤭.
Karena selama ini tidak ada yang pernah menolak pesona dari ke empat CEO tampan dan mapan itu, tidak terkecuali dengan Davin. Perempuan di luaran sana sangat antri untuk bisa menjadi kekasih nya. Bahkan mereka rela menawarkan tubuh nya secara cuma-cuma untuk sekedar menjadi teman ranjang nya Davin. Tapi hal itu tidak pernah Davin pedulikan. Karena Davin sendiri memang bukan tipe laki-laki yang seperti itu.
"Hahahahaha....astaga, jadi kamu tidak dianggap sama sekali oleh Safira? di lirik pun tidak? luar biasa sekali wanita ini?" ucap Keenan dengan bertepuk tangan dengan tawa yang masih menghiasi bibir nya.
"Sssh...." Davin hanya mendesis kesal pada sahabat nya itu.
"Maka nya bantu aku untuk membalaskan semua nya dengan membiarkan Safira bekerja di perusahaan ku Kee..." bujuk Davin.
"Tidak....aku tidak akan membiarkan salah satu karyawan ku menjadi korban mu Vin! jika kamu penasaran dengan wanita itu, berusaha lah dekati dia dengan baik jangan melakukan hal buruk pada seorang wanita seperti yang aku lakukan dulu," ucap Keenan tegas.
"Semua karyawan yang bekerja di perusahaan ku adalah tanggung jawab ku semua Vin, jadi tidak akan aku biarkan salah satu karyawan ku menjadi sasaran balas dendam mu yang tidak jelas itu. Aku rasa yang dilakukan Safira sudah benar ada nya," imbuh Keenan.
__ADS_1
"Percuma aku minta bantuan mu Kee..." kata Davin sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan Keenan.
Keenan hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah Davin. Dia kembali menatap ID Card Safira. Kemudian dia menghubungi seseorang lewat ponsel nya.
**
Di bagian divisi keuangan ada seorang wanita yang sedang frustasi. Dia beberapa kali menghembuskan nafas nya kasar. Karena baru kali ini dia mendapat teguran dari atasan nya selama dia bekerja menjadi karyawan Drg.Group.
"Semua itu gara-gara manusia Alien itu, aku jadi kena semprot Mr.Hadid. Lihat saja jika aku bertemu lagi dengan nya, aku pastikan dia jadi alien dendeng!" gerutu Safira.
"Fira...kamu dipanggil bagian HRD sekarang.." ucap salah satu teman kerja Safira.
"Hah...HRD?"
Teman yang memberi tahu tadi hanya menganggukkan kepala nya.
"Ya tuhan....ada apa lagi ini," gumam Safira sambil menepuk kening nya dan berdiri meninggalkan ruang kerja nya menuju ruang HRD.
Dia berjalan gontai menuju ruangan HRD yang letak nya lumayan jauh dari divisi nya. Dan dia juga harus naik lift untuk menuju ruangan tersebut.
Ting...
Pintu lift terbuka, dan....
Bugh...
"Maaf...saya tidak sengaja tuan," ucap Safira dengan membungkukkan badan nya dan berlalu masuk dalam lift.
"Cewek itu....."
__ADS_1