Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 118 Asmara dua Aspri#2


__ADS_3

"Aku tidak tahu bagaimana lagi supaya kamu percaya pada ku jika aku memang tulus mencintai mu. Aku tidak pernah main - main jika berhubungan dengan kehidupan pribadi ku San. Aku belum pernah mencintai wanita manapun sampai detik ini selain almarhum ibu ku. Aku akui aku orang yang sangat kaku, dingin dan datar. Aku bisa seperti itu karena kehidupan ku sehari - hari yang hanya fokus kepada pekerjaan saja. Keluarga ku sudah lama mengabdi pada keluarga Dirgantara. Dahulu almarhum ayah ku adalah orang kepercayaan tuan Dirga. Bahkan setelah kematian kedua orang tua ku, beliau dengan tulus merawat ku dan memberikan pendidikan yang tinggi pada ku. Sebagai balas budi aku suda berjanji pada diriku sendiri untuk mengabdi pada keluarga Dirgantara dengan berusaha semaksimal mungkin mendampingi tuan Keenan memajukan perusahaan Drg. Group. Sejak saat itu aku tidak pernah terpikirkan sama sekali untuk dekat dengan seorang wanita. Bukan bearti aku tidak normal, akan tetapi aku tidak ada waktu untuk itu semua. Kehidupan ku sangatlah monoton San, sampai aku bertemu dengan mu dulu di resto saat aku mencari keberadaan nona Nayla. Pertemuan awal kita itu mampu membuat dada ku berdesir ada getaran aneh yang aku rasakan. Aku sangat suka dengan gaya mu yang apa ada nya, aku suka dengan gaya bicara mu yang ceplas ceplos, aku suka dengan mu yang selalu tampil tanpa menjaga image pokok nya aku suka apa pun yang ada pada dirimu. Sampai - sampai aku mengumpulkan semua informasi tentang mu secara diam - diam selama setahun ini. Bahkan saat kamu menghilang bersama nona Nayla, aku pun merasakan hal yang sama seperti yang tuan Keenan rasakan. Akan tetapi aku masih bisa mengontrol diriku untuk tidak terlalu frustasi seperti tuan Keenan," jelas Rendi panjang lebar.


Semua penjelasan Rendi membuat Santi menjadi terharu. Dia tidak menyangka seorang Rendi yang terkenal dingin dan cuek bisa melakukan hal itu.


Tanpa menunggu lama, Santi langsung memeluk Rendi. Setelah mendengar kan apa yang Rendi ucapkan dia menjadi yakin saat ini jika Rendi adalah laki - laki yang tepat untuk diri nya. Rendi yang mendapat pelukan dadakan dari Santi pun langsung membalas pelukan wanita yang sangat dia sayangi dengan erat. Sesekali dia mencium pucuk rambut Santi berulang - ulang.


"I love you...." ucap Rendi.


"Love you too.." jawab Santi.


"Jadi mulai sekarang kita deal jadian?" tanya Rendi setelah melepaskan pelukan nya.


"Hemmm....." Santi menganggukkan kepala nya.


"Yes.....tuan Keenan aku sekarang bukan jomblo akut lagi, anda sekarang sudah tidak bisa mengejek ku lagi," teriak Rendi kegirangan seperti setelah mendapat kan bonus besar dari Keenan.


Santi tertawa melihat tingkah Rendi yang sangat lucu dan menggemaskan menurut nya. Entah keberanian dari mana sehingga dia memajukan wajah nya dan....


Cup....


Santi menempelkan bibir nya di bibir Rendi. Hanya sebatas menempelkan saja. Rendi membulatkan mata nya karena mendapat serangan dadakan dari Santi. Dia tidak akan menyia-nyiakan hal ini tentu nya. Perlahan tapi pasti dia me****t lembut bibir atas dan bawah Santi dengan lembut. Santi pun sekarang tidak diam lagi seperti sebelum nya. Dia pun berusaha untuk membalas lu****Tan yang Rendi berikan.Walaupun terlihat kaku, akan tetapi dia berusaha untuk mengimbangi nya.


Tangan Rendi juga tidak tinggal diam, dia meraih tengkuk Santi untuk memperdalam ciuman nya. Begitu juga Santi, kedua tangan nya melingkar di leher Rendi dan dia memejamkan mata nya menikmati setiap sentuhan yang Rendi berikan di bibir mungil nya itu.


Lama - lama ciuman itu semakin dalam, Rendi menggigit bibir bawah Santi dan alhasil yang mempunyai bibir pun membuka mulut nya. Rendi langsung menjelajahi seluruh rongga mulut Santi. Mereka saling me***it dan me***t sampai ciuman itu terlepas karena mereka merasa kehabisan oksigen.


Rendi menyatukan kening nya dengan kening Santi, bahkan kedua hidung mereka pun saling bersentuhan. Nafas mereka juga tersengal - sengal dan mereka menghirup oksigen sebanyak - banyak nya.

__ADS_1


Rendi mengusap sisa saliva nya yang menempel di bibir Santi dengan ibu jari nya. Dan mengucapkan kata cinta kembali yang membuat pipi Santi merona.


"Terima kasih karena kamu telah mau menerima cinta ku, aku janji akan membahagiakan mu. Dan setelah urusan ku selesai di sini aku akan segera melamar mu di depan orang tua mu," ucap Rendi dengan mengecup kening Santi dengan sangat lembut.


Mereka pun akhirnya melanjutkan perjalanan nya kembali menuju apartemen mereka.


**


Kita tinggalkan pasangan Aspri yang sedang falling in love..🤭kita kembali ke Keenan dan Nayla ya guys...yang sedang bucin-bucin nya 😀


"Oh ya mas, sejak tadi mas Keenan kan belum makan. Apa tidak sebaiknya kita cari resto atau cafe dulu untuk mengisi perut kita," ujar Nayla.


"Ngga usah sayang...aku tidak mau makan di resto atau cafe sekarang."


"Terus mas Keenan mau makan di mana?"


"Ehm.....di apartemen calon istri ku lah....aku sudah kangen banget dengan masakan mu sayang...sudah setahun lebih aku tidak pernah makan masakan mu," ucap Keenan yang lagi - lagi mencium punggung tangan Nayla.


"Dulu aja ada yang ngga mau makan masakan ku, melirik pun dia tidak mau," kata Nayla dengan mengerucutkan bibir nya.


"Siapa bilang aku tidak pernah makan masakan mu sayang....setiap kamu masak aku selalu memakan nya, ya walaupun aku memakan nya secara diam - diam dan saat kamu sudah tidak ada. Tapi yang jelas aku tidak pernah tidak memakan masakan apa pun yang kamu buat. Bahkan aku tahu semua nya jika dulu kamu yang selalu menyiapkan segala kebutuhan ku kan? aku sangat menyukai hal apa pun yang kamu lakukan sayang, cuma aku hanya terlalu gengsi aja untuk mengakui nya."


Nayla menutup mulut nya ternyata selama ini Keenan tidak sejahat yang dia kira.


"Dasar gengsi aja yang di gedein..." Nayla tidak sengaja memukul bekas luka yang ada di perut Keenan.


"Auws....sakit sayang..." ringis Keenan.

__ADS_1


"Ya Allah maaf mas, aku tidak sengaja. Apakah luka nya masih sakit mas? bagian mana nya yang sakit biar aku obati," kata Nayla panik.


"Bagian ini yang sakit sayang..." Keenan menunjuk bibir nya.


Nayla langsung menatap tajam Keenan. Yang di tatap hanya tertawa terbahak - bahak.


" Dasar modus....!"


"Sekali - kali ngga papa kan sayang? ayolah dikit aja biar sakit nya hilang," rayu Keenan.


"Ngga ada hubungan nya ya mas, yang sakit di bagian perut Obat nya di bagian bibir!" protes Nayla.


"Dikit aja....." pinta Keenan dengan wajah yang memelas.


Cup ...


Nayla mencium pipi kanan Keenan dengan cepat. Dan itu membuat Keenan merasa sangat bahagia.


"Makasih sayang..." ucap Keenan dengan menyambar bibir Nayla sekilas.


"Mas....." pekik Nayla yang kesal.


Bisa - bisa nya Keenan saat sedang fokus menyetir mencari kesempatan mencium bibir nya.


"Fokus pada jalan nya mas!"


"Iya sayang maaf..."

__ADS_1


"Aku masih tidak percaya Nay dengan apa yang terjadi pada kita sekarang. Aku berjanji setelah ini tidak akan aku biarkan setetes air mata pun yang akan kamu keluarkan lagi. Hanya ada kebahagian yang boleh bersama mu," batin Keenan.


"Mas....melihat mu seperti ini membuatku sangat bahagia sekali, semoga aku tidak salah memberikan kesempatan kedua untuk mu."


__ADS_2