Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 94 Seperti anak kecil...


__ADS_3

"Aku sudah tidak sabar menunggu besok pagi," ucap Keenan cengengesan seperti anak kecil yang akan menunggu hadiah ulang tahun sambil mengelus - elus pintu unit apartemen milik mantan istri nya itu dengan senyum - senyum sendiri.


Saat dia berbalik ingin masuk ke unit apartemen nya, seketika pandangan dia mengarah ke CCTV yang dia pasang di depan pintu apartemen nya sejak dia menempati hunian itu beberapa tahun yang lalu. Senyuman nya seketika mengembang, dan dia bergegas masuk ke dalam apartemen nya untuk mengecek sesuatu di ruang kerja nya.


Sesampai nya dia ruang kerja nya, Keenan langsung membuka laptopnya yang sudah terhubung dengan CCTV yang ada di depan pintu apartemen nya itu. Dia memutar beberapa video dan mata nya seketika terbelalak melihat wajah orang yang begitu familiar bagi nya sedang menarik koper besar dan masuk ke dalam apartemen.


Wanita itu adalah mantan istri nya Nayla, rekaman CCTV yang sedang Keenan lihat saat ini adalah rekaman saat Nayla baru pertama kali datang ke apartemen nya. Ada rasa sakit yang Keenan rasakan saat melihat rekaman CCTV ini karena dia bisa melihat dengan jelas wajah Nayla yang begitu terpuruk dan sedih.


Keenan mengusap wajah nya beberapa kali guna mengurangi rasa bersalah kepada mantan istri nya itu. Dan dia berjanji di dalam hati nya akan berusaha untuk membuat Nayla selalu tersenyum dan bahagia kembali.


Dia kemudian memutar kembali semua rekaman CCTV, semua terlihat jelas kegiatan Nayla sehari - hari nya seperti apa, sampai perubahan Nayla yang semakin hari semakin cantik dan mempesona pun Keenan bisa melihat dengan jelas, bahkan saat Nayla pulang dari kantor atau kuliah dengan suasana hati yang kadang baik dan buruk Keenan juga tahu. Tak segan - segan Keenan menampilkan senyuman nya dan bahkan tertawa kecil saat melihat tingkah konyol antara Nayla dengan sahabat nya jika sehabis berbelanja atau pulang dari salon.


Yang membuat Keenan sedikit merasa heran selama dia memutar video CCTV itu tidak ada satu pun tamu laki - laki yang datang ke apartemen mantan istri nya itu. Tamu yang datang ke sana hanya temen Nayla, kurir pengantar paket atau makanan dan kakek Richard saja. Bahkan wajah Abraham pun tidak tampak pernah mengunjungi apartemen mantan istri nya itu. Dan itu membuat hati Keenan merasa sangat bahagia, bearti selama ini Nayla tidak dekat dengan siapa pun.


"Kenapa Abraham tidak pernah mengunjungi apartemen Nayla? atau mereka tidak pernah bertemu di dalam apartemen, mereka selalu janji ketemuan di luar? atau jangan - jangan memang mereka tidak menjalin hubungan apa pun seperti yang Abraham bilang semalam? seperti nya aku harus menyelediki hal itu. Karena aku tahu seperti apa Abraham itu, jika dia sudah menginginkan sesuatu pasti dia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nya. Dia sebelas dua belas dengan kakek nya, tuan Sultan Davidson. Aku tidak rela jika Nayla jatuh ke tangan laki - laki itu," ucap Keenan dengan menyandarkan kepala nya ke kursi kerja nya sambil memejamkan mata nya.


Abraham dan Keenan memang belum lama saling mengenal, cuma dia selalu mendengar berita selentingan tentang sepak terjang seorang Abraham Davidson di dunia bisnis yang tidak diragukan lagi. Dia selalu menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi nya itu. Dan sifat itu merupakan warisan dari sang kakek Sultan Davidson.


Memang Abraham tergolong laki - laki yang dingin terhadap wanita dan selama Keenan tahu dia jarang bahkan tidak pernah menggandeng seorang wanita dalam pertemuan bisnis atau sekedar menghadiri acara dari kolega bisnis nya. Karena Keenan pernah beberapa kali bertemu Abraham saat acara bisnis dan dia selalu sendirian.

__ADS_1


"Eeengh..." Keenan meregangkan otot - otot tubuh nya karena merasa pegal - pegal karena dia semalam tertidur di kursi ruang kerja nya. Dia melirik ke arah jam dinding yang ada di ruang kerja nya itu. Betapa terkejutnya dia saat melihat jam dindi itu sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Dia mengumpat pada diri nya sendiri kenapa bisa bangun kesiangan seperti itu. Padahal dar awal dia akan memberikan kejutan kepada mantan istri nya itu kalau mereka sekarang tinggal berhadapan di gedung apartemen yang sama.


"Sial...kenapa aku bisa bangun kesiangan seperti ini, dan ini kenapa Rendi juga tidak membangunkan ku sejak tadi," Keenan mengumpat i diri nya sendiri.


Dia melihat ponsel nya dan ternyata dugaan dia salah, ada puluhan panggilan dari sang asisten yang berusaha membangunkan atasan nya itu. Rendi juga mengirimkan beberapa notifikasi pesan jika pagi ini jam 10 Keenan ada meeteng dengan perusahaan Royal Company. Dan untung nya dia masih kebangun di jam 9 jadi masih ada waktu untuk dia bersiap - siap.


Sebelum Keenan kembali ke kamar nya dia mengecek rekaman CCTV pagi ini, dia sangat penasaran apakah Nayla sudah keluar apartemen atau belum pagi ini. Dan ternyata Nayla sudah keluar apartemen sejak satu jam yang lalu dengan menggunakan pakaian kantoran seperti yang Nayla gunakan sehari - hari.


"Kamu cantik banget Nay sekarang..terlihat lebih dewasa dan tampak lebih berkelas, walaupun kamu tidak pernah menggunakan make up yang berlebihan tapi kecantikan mu selalu terpancar natural," ucap Keenan dengan tersenyum sumringah.


"Melihat wajah mu yang berseri - seri ini membuat ku semangat untuk memulai hari ini Nay..." Keenan tertawa kecil dan segera berlari ke kamar nya untuk bersiap - siap ke kantor.


**


"Permisi Bu...saya akan membacakan agenda ini hari ini, dari pagi sampai jam makan siang nanti ibu tidak ada jadwal apa pun di luar, tapi saat jam makan siang ibu ada pertemuan dengan tuan Abraham Davidson, jam dua siang ibu ada meeteng dengan Drg. Group," Santi membacakan jadwal atasan nya dengan jelas.


Nayla mengerutkan dahi nya, ada dua jadwal dia hari ini yang mengusik hati dan pikiran nya.


"Bentar...bentar...aku rasa hari ini tidak ada janji apa pun dengan tuan Abraham? dan satu lagi apa perusahaan kita ada kerja sama dengan Drg. Group?" tanya Nayla kepada sang asisten.

__ADS_1


"Benar Bu...anda memang tidak ada janji apa pun sebelum nya dengan tuan Abraham, tapi..." ucapan Santi menggantung.


"Tapi apa?"


"Mohon maaf sebelumnya Bu, Tuan Abraham meminta saya untuk memasukkan pertemuan itu ke jadwal ibu hari ini," jawab Santi merasa bersalah karena telah lancang membuat jadwal pertemuan Abraham dengan Nayla tanpa persetujuan dari Nayla terlebih dahulu.


Ulah siapa lagi kalau bukan ulah dari Abraham yang sudah mengancam Santi jika dia tidak memasukkan keinginan nya bertemu dengan Nayla di jadwal Nayla hari ini.


Untung nya Nayla sudah paham dengan tindakan semena - mena Abraham itu. Jadi dia tidak menyalahkan asisten nya itu. Dia juga ingin menyelesaikan kesalahpahaman antara diri nya dengan Abraham.


"Terus...sejak kapan kita punya kerja sama dengan Drg. Group San?" tanya Nayla kembali.


Nayla paham betul dengan nama perusahaan itu, yang tak lain adalah perusahaan mantan suami nya. Dan yang dia tahu, kerja sama antara perusahaan nya dengan Drg. Group itu di tangani oleh perusahaan yang ada di Jakarta, kenapa sekarang beralih ke perusahaan yang pegang di Amerika.


"Maaf Bu...tapi ini semua keinginan tuan besar yang mengalihkan penanganan proyek kerja sama dengan perusahaan Drg. Group ke sini, karena perusahaan kita yang di Jakarta tergolong lambat untuk menangani proyek tersebut," jelas Santi.


"Tapi saya belum tahu proyek itu seperti apa San...?"


"Saya sudah kirimkan file kerja sama itu ke email ibu, salinan nya juga sudah ada di meja ibu sekarang, dan ibu bisa mempelajari nya terlebih dahulu sebelum meeteng nanti," terang Santi sambil menunjukkan berkas laporan proyek kerja sama Drg Group dengan perusahaan nya.

__ADS_1


"Kenapa kakek melimpahkan ini semua kepada ku sech..." gumam Nayla sambil melihat sebuah map kerja sama yang diberikan oleh Santi.


"Huft...."


__ADS_2