
Malam ini Nayla tampak sangat cantik menggunakan gaun pesta yang Keenan berikan. Gaun itu sebenarnya tampak sederhana dan jauh dari kata seksi. Tapi terlihat sangat elegan dan mewah saat dikenakan oleh Nayla.
Nayla menatap diri nya di cermin, dia beberapa kali memutar tubuh nya untuk memastikan jika penampilan nya sudah sempurna. Sesekali dia menampakkan senyuman manis nya, aura kebahagiaan sangat terlihat sekali di wajah nya. Dia tidak berdandan berlebihan malam ini, sesuai request Keenan dia hanya boleh memoles wajah nya menggunakan bedak dan lipstick yang warna nya tidak mencolok.
Biasa posesif nya CEO Drg.Group itu sedang kambuh. Dia tidak ingin kecantikan Nayla di nikmati oleh banyak orang. Terutama para lelaki di luaran sana.
Nayla yang tidak mau ambil pusing akhir nya mengikuti semua perintah kekasih nya itu. Inti nya dia cari aman saja, dari pada berdebat dengan Keenan karena masalah sepele seperti ini. Toh...Nayla juga tidak suka dengan penampilan yang berlebihan. Jadi segala yang di perintahkan Keenan dia tidak mempermslahkan sama sekali. Justru dia merasa sangat bahagia karena Keenan peduli dan perhatian pada nya.
"Aku rasa penampilan ku sudah rapih dan sempurna, semoga saja mas Keenan suka dengan penampilan ku ini," ucap Nayla sambil merapihkan rambut nya yang dia biarkan terurai.
Di apartemen sebelah, Keenan pun melakukan hal yang sama. Entah sudah berapa kemeja dan jas yang dia coba, tapi belum satu pun yang cocok menurutnya. Padahal semua outfit Keenan jelas tidak kaleng-kaleng kalau masalah kualitas dan harga. Tapi entah, semua itu tidak ada yang cocok menurut Keenan.
"Kenapa kemarin aku tidak membeli satu stel pakaian juga," gumam Keenan mengerutuki kebodohan nya karena tidak memesan stelan kemeja dan jas yang senada dengan Nayla. Padahal yang punya butik sudah menawarkan pada Keenan untuk memilih salah satu koleksi jas yang ternama di butik itu. Yang jelas yang senada dengan gaun Nayla.
Akhir nya Keenan pun menemukan satu stel jas yang di rasa cocok dengan gaun yang akan di pakai Nayla nanti.
Keenan menatap diri nya di pantulan cermin besar yang ada di kamar nya. Tampak gagah dan tampan pasti nya, Keenan mengembangkan senyuman nya melihat tampilan nya yang begitu sempurna.
Saat dia ingin merapihkan rambut nya, seketika dia teringat perkataan Nayla yang menyuruh nya untuk tidak berdandan terlalu tampan hari ini. Dia kemudian mengurungkan niat nya untuk memberikan gel pada rambut nya supaya terlihat lebih mengkilat. Dia hanya menyisir rambut nya supaya tetap terlihat rapih.
"Aku sangat senang jika Nayla sedang mengaturku seperti kemarin, tidak boleh pakai ini, tidak boleh seperti itu, rasa nya aku seperti seorang suami yang sedang di cerewet i oleh istri ku,xixixi...." ucap Keenan sambil tertawa kecil saat membayangkan betapa cerewet nya Nayla nanti saat sudah jadi istri Keenan kembali.
Entah mengapa baik Keenan maupun Nayla tidak menginginkan sala satu dari mereka berpenampilan yang bisa menarik perhatian lawan jenis nya di luaran nanti nya. Mereka bertingkah seperti anak muda yang sedang kasmaran, yang sangat protektif dengan pasangan nya masing-masing.
Di rasa penampilan nya sudah sempurna, Keenan segera keluar apartemen untuk menjemput sang kekasih.
Keenan menunggu di depan pintu apartemen Nayla dengan hati yang berdebar-debar. Dia berjalan mondar - mandir sambil sesekali merapikan penampilan nya. Dia juga beberapa kali menghirup nafas nya untuk memastikan jika nafas nya sudah wangi.
Cklek....
Terdengar suara pintu apartemen Nayla sudah terbuka, dan muncul lah wanita cantik yang Keenan tunggu - tunggu dari tadi.
Keenan terperangah dengan penampilan Nayla yang sangat begitu sempurna malam ini, dia memandangi Nayla dari ujung kaki sampai ujung kepala tanpa berkedip sedikit pun.
"Sayang kamu sangat cantik sekali malam ini," puji Keenan dengan senyum yang sumringah.
"Kamu juga terlihat sangat tampan mas," balas Nayla dengan tersipu malu.
"Aaah.... rasa nya aku tidak rela membawa mu pergi ke luar sayang..."
Nayla menautkan kedua alis nya tidak mengerti dengan apa yang Keenan ucapkan barusan.
__ADS_1
"Emang kenapa mas?" tanya polos Nayla.
"Ach...tidak apa-apa sayang...ayo kita segera pergi nge date," ajak Keenan dengan mengulurkan tangan nya supaya Nayla menggandeng tangan Keenan.
Sebelum nya mereka sudah mempersiapkan mantel mereka masing-masing, karena di luar sedang turun salju. Jelas udara di luar akan terasa sangat dingin pasti nya.
Mereka berjalan bergandengan tangan bak pasangan muda mudi yang sedang di mabok cinta. Emang mereka sedang kasmaran sech...cuma beda nya bukan pasangan muda mudi lagi🤭
Keenan selalu tersenyum manis sepanjang jalan menuju lobi apartemen. Sesekali dia menengok ke arah Nayla dan mengecup punggung tangan sang kekasih. Nayla pun membalas dengan senyuman manis di bibir nya. Mereka berdua saat ini menjadi pusat perhatian dari orang yang berlalu lalang di apartemen. Banyak laki-laki yang menatap penuh damba pada kecantikan Nayla. Keenan yang melihat hal itu langsung menatap tajam pada setiap laki-laki yang berani menatap lapar pada kekasih nya itu. Dia langsung menarik pinggang ramping Nayla supaya merapat ke tubuhnya.
"Mas...." Nayla merasa risih dengan tindakan Keenan.
"Aku tidak suka mereka menatapmu seperti itu sayang..."
Nayla menghela nafas nya perlahan. Dia berpikir memiliki pasangan yang posesif itu memang ada plus minus nya. Tapi bagaimana pun dia merasa bahagia dengan segala perlakuan Keenan.
"Malam tuan Keenan..." sapa wanita cantik dengan pakaian yang sangat minim.
Mendengar ada yang menyapa kekasih nya, Nayla kemudian melepaskan tangan Keenan yang melingkar di pinggang nya. Keenan merasa heran dengan apa yang Nayla lakukan. Tapi laki-laki itu hanya mengikuti saja apa yang Nayla inginkan. Karena dia ingin tahu apa yang akan Nayla lakukan nanti.
"Hemmm...." jawab Keenan dingin dan datar.
"Kamu sangat tampan sekali malam ini tuan..." ucap wanita itu yang tak lain adalah Veronica janda muda yang belum lama bercerai dengan suami nya. Dia merupakan seorang model papan atas di negara itu. Keenan mengenal nya dari Michel saat itu yah sama-sama teman satu profesi. Dia tinggal di sebelah apartemen Keenan dan Nayla.
Keenan sebenarnya merasa geram dan risih dengan tingkah Veronica. Tapi semua itu dia tahan karena ingin tahu sikap Nayla seperti apa melihat hal itu.
"Tuan....aku tahu kamu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Michel bukan? jadi boleh dong aku menggantikan posisi Michel di hati tuan," ratu Veronica dengan sengaja menempelkan dada nya yang sebagian sudah menonjol keluar dan menggesekkan perlahan di lengan Keenan. Tangan nya juga tidak tinggal diam saja, dia telusuri wajah Keenan dengan jari-jari lentik nya. Keenan berusaha untuk memalingkan wajah nya supaya Veronica menghentikan aksi nya itu. Tapi hal itu tak urung membuat Veronica berhenti justru dia jadi lebih berani lagi.
Nayla yang melihat hal itu menjadi geram. Tanpa di duga, Nayla menarik rambut pirang wanita itu. Karena tarikan Nayla sangat kuat membuat badan Veronica menjadi oleng, dan dia pun jatuh terjerembab di lantai.
Nayla menatap tajam pada wanita itu, dia langsung merangkul lengan Keenan dengan sangat posesif.
Veronica yang tak mau kalah dengan Nayla, dia langsung berdiri dan hendak membalas apa yang Nayla lakukan barusan. Tangan nya sudah terulur ke atas hendak melayangkan pukulan ke arah Nayla. Tapi dengan sigap tangan itu langsung di cekal oleh Keenan.
"Jangan pernah menyentuh kekasih ku dengan tangan kotor mu itu!" sarkas Keenan dengan tatapan nyalang ke arah Veronica.
"Ke ka sih..." ucap Veronica dengan terbata sambil meringis menahan rasa sakit di tangan nya karena cekakan kuat Keenan.
"Ya...aku adalah kekasih Keenan Dirgantara, lebih tepat nya calon istri. Dan aku adalah CEO dari Rich.Kingdom Entertainment tempat dimana kamu meniti karir model mu," jawab Nayla dengan begitu santai dan menampilkan senyuman tipis nya.
Deg,,
__ADS_1
Veronica menjadi pucat pasi saat ini, bagaimana tidak orang yang telah dia usik ternyata adalah bos besar nya. Dia bisa memprediksi apa yang akan terjadi dengan karir mode nya nanti.
"Tuan..nyonya...mohon maafkan saya," mohon Veronica dengan mengatupkan kedua tangan setelah Keenan melepaskan cengkraman nya.
"Jika kamu mengulangi hal yang menjijikan seperti ini lagi, aku pastikan karir model mu akan hancur," ancam Nayla berlalu pergi dari hadapan Veronica dengan bergelayut manja di lengan Keenan.
Keenan pun merangkul pinggang Nayla dengan begitu posesif.
Veronica menatap nanar sepasang kekasih yang baru saja meninggalkan nya. Hampir saja dia melakukan kesalahan yang sangat fatal yang bisa berdampak pada hancur nya karir dia sebagai model papan atas di negara itu.
"Untung Nyonya Nayla orang yang baik, aku menyesal telah berani menggoda kekasih nya," gumam Veronica sambil merapihkan penampilan nya yang berantakan akibat ulah nya tadi dan berlalu pergi dari tempat itu.
Saat akan sampai di depan lobi apartemen Nayla menghentikan langkah Keenan.
"Sebentar mas..."
Nayla langsung mengambil hand sanitizer dari tas nya dan menyemprotkan ke seluruh tubuh Keenan. Dia juga mengambil beberapa lembar tisu basah dari tas nya dan mengusap kan ke wajah Keenan yang sempat Veronica sentuh tadi.
"Sudah selesai...semua kuman dari wanita itu yang menempel di tubuh mu sudah hilang semua," ucap Nayla dengan tersenyum.
"Hah...."
Keenan terperangah dengan apa yang Nayla lakukan barusan. Dia tidak menyangka jika Nayla bisa bersikap sampai segitu nya. Tapi jujur, dalam hati Keenan sangat menyukai hal itu. Karena itu berarti Nayla benar-benar sayang pada nya.
"Makasih sayang..." ucap Keenan menangkup kedua pipi kekasih nya itu.
Nayla mengerutkan dahi nya, karena tidak mengerti mengapa Keenan mengucapkan kata terima kasih pada nya. Keenan yang mengerti jika kekasih nya itu bingung, langsung tersenyum dan mengecup kening Nayla.
"Makasih karena kamu telah menjaga ku dari wanita penggoda itu, aku senang sekali karena kamu bisa menunjukkan sikap seperti itu tadi," ucap Keenan dengan lembut.
Nayla tersenyum," Nayla yang sekarang bukan Nayla yang dahulu mas," jawab Nayla.
"Nayla yang sekarang lebih garang...tapi aku suka," bisik Keenan di telinga Nayla.
"Mas...."
Saat mereka sedang asyik mengobrol sambil menunggu mobil mereka di antarkan ke depan lobi. Tiba - tiba datang petugas keamanan apartemen itu.
"Permisi tuan dan nona...mohon maaf di luar sedang ada badai salju jadi anda tidak bisa keluar sekarang," ucap salah satu petugas keamanan apartemen itu.
"Hah...."
__ADS_1
"Jadi kencan pertama kita gagal...."