Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 102 Menikmati


__ADS_3

"Astaga....."


Nayla menutup mulut nya tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan. Mantan suami nya melenggang santai masuk ke pintu apartemen tepat di depan nya.


"Jadi mas Keenan tinggal di sini juga? kok bisa..." beo Nayla dengan mengarahkan jari telunjuk nya ke arah pintu apartemen Keenan.


Saat jari lentik itu mengarah ke depan pintu, tiba - tiba pintu itu kembali terbuka dan muncul lah sang pemilik apartemen dengan penampilan yang sudah berbeda.


Sreeeek....


Tiba - tiba jari telunjuk Nayla di tarik oleh Keenan. Sontak saja itu membuat Nayla terkejut dan langsung menarik kembali jari telunjuk nya. Hal itu membuat Keenan tertawa, karena ekspresi wajah Nayla yang begitu menggemaskan bagi nya.


"Hahahahaha...ada apa mantan istri ku tercinta?kenapa masih berdiri di sini, kangen ma aku atau tidak ingin berpisah dengan ku walaupun sejenak?" ledek Keenan dengan sengaja mengedipkan sebelah mata nya.


Hal itu sontak membuat Nayla bergidik ngeri.


"Apaan seh mas....pede banget jadi orang," kata Nayla dengan memalingkan wajah nya ke sembarang arah.


"Ya siapa tahu aja Nay..." jawab Keenan dengan nyengir kuda menampilkan deretan gigi nya yang rapih dan putih.


"Ngarep...." Nayla memutar bola mata nya jengah.


"Kenapa kamu bisa tinggal di sini mas? kamu sengaja? dan sejak kapan kamu tinggal di sini ? atau jangan - jangan ini semua sudah rencana kamu mas, kamu sengaja mencari semua info tentang ku," selidik Nayla dengan memicingkan kedua mata nya.


"Ya Allah Nay....suuzon bener ma mantan suami mu ini, aku juga tidak tahu jika kita ternyata bertetangga di sini. Asal kamu tahu, aku sudah lama menempati apartemen ini dari aku kuliah, setelah aku kembali ke Indo apartemen ini kosong. Apartemen ini hanya aku tempati saat aku ada pekerjaan di sini saja seperti sekarang," terang Keenan.


"Mungkin ini salah satu cara Allah untuk mendekatkan kita kembali Nay," ucap Keenan dengan begitu santai sambil bersandar di dinding dekat pintu apartemen nya. Kedua tangan nya dia masukkan ke dalam saku celana pendek nya, dan sebelah kaki nya dia sandarkan ke tembok.


"Itu mah cuma akal - akalan kamu saja mas..."


"Ck....."

__ADS_1


Keenan langsung menghubungi seseorang dengan ponsel nya karena melihat sang mantan istri tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan. Tidak lama kemudian datang lah petugas apartemen yang mengurusi tentang data pemilik/penyewa dari setiap unit apartemen di gedung ini.


"Selamat sore tuan Keenan, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang pegawai apartemen perempuan dengan nada genit yang di buat - buat.


"Hemmmzz.... tolong jelaskan pada nona ini kapan saya menempati unit ini," kata Keenan dengan nada dingin dan ekspresi datar.


Ekspresi yang sangat berbeda yang dia tunjukan saat bersama Nayla.


"Baik tuan...."


Wanita cantik dan seksi itu kemudian menjelaskan kepada Nayla jika Keenan menempati apartemen itu sudah lama, sekitar delapan tahun yang lalu. Dan apartemen ini memang setahun ini tidak dihuni oleh Keenan dan baru kali ini di tempati kembali.


Nayla yang mendengar penjelasan itu menjadi salah tingkah karena telah menuduh mantan suami nya yang bukan - bukan. Dia beberapa kali merapihkan anak rambut nya yang tidak berantakan. Dan hal itu tidak luput dari pandangan Keenan.


"Terima kasih atas bantuan nya, kalau begitu kamu boleh pergi."


"Sama - sama tuan, jika butuh bantuan lagi jangan sungkan untuk menghubungi saya. Saya siap dua puluh empat jam untuk anda Tuan Keenan Dirgantara," kata wanita itu dengan mengedipkan sebelah mata nya.


Keenan yang mendengar mantan istri nya kesal, mengembangkan senyuman nya. Dia sangat senang melihat Nayla kesal dengan wanita yang sengaja menggoda nya itu. Dia merasa jika Nayla masih mempunyai perasaan terhadap nya. Boleh dikatakan jika Keenan saat ini memang terlalu kepedean karena telah menyimpulkan hal itu sendiri.


"Benar kan Nay aku tidak bohong, jika ini real kebetulan kita bisa bertetangga seperti ini," ucap Keenan.


"Hemmmz ..."


Nayla hanya berdehem menanggapi ucapan Keenan.


"Kamu tidak ada niatan untuk minta maaf pada mantan suami mu ini?"


"Minta maaf? emang salah ku apa?" tanya Nayla bingung.


"Ck....bukankah kamu tadi sudah menuduhku macam - macam, hmm...." jawab Keenan dengan menampilkan wajah asli nya yang datar dan dingin.

__ADS_1


Nayla menghela nafas nya perlahan,


"Maaf ...." ucap Nayla dan berlalu masuk ke dalam apartemen nya.


Saat dia akan memasuki apartemen nya, tiba - tiba lengan nya di cekal oleh Keenan. Nayla sontak langsung membalikkan badan nya dan menubruk dada bidang mantan suami nya itu. Untuk sesaat mereka menikmati keadaan itu, seketika suasana menjadi hening. Mereka hanyut dalam pikiran dan hati nya masing - masing. Keenan mengangkat kedua tangan nya dan melingkarkan di pinggang Nayla.


Ada desiran hangat yang mereka rasakan saat ini, bahkan detak jantung mereka juga tidak karuan saat ini.


"Mengapa terasa nyaman dan hangat sekali," batin Nayla sampai dia tidak menyadari jika dia mencari posisi yang nyaman di dada bidang suami nya itu.


Keenan yang melihat Nayla menikmati pelukan itu tersenyum bahagia. Karena dia juga sangat menikmati pelukan hangat itu, tangan Keenan mengusap lembut punggung Nayla.


Usapan Keenan di punggung Nayla palah menyadarkan Nayla. Dia langsung melepaskan pelukan itu dan langsung berlari ke dalam apartemen nya.


Sesampai nya di dalam apartemen nya dia menyandarkan badan nya di balik pintu sambil memegang dada nya yang masih berdetak tidak karuan.


"Ya Allah apa yang aku lakukan tadi, kenapa aku palah menikmati pelukan itu. Nayla....sadar dong, ini tidak benar," Nayla mengerutuki kebodohan nya karena bisa terlena begitu saja dengan pelukan itu.


Keenan yang melihat sikap Nayla hanya tersenyum miris. Tapi di dalam hati nya dia merasa bahagia karena ada sedikit harapan untuk dia tetap berjuang mendapatkan hati Nayla kembali. Setelah puas memandangi pintu apartemen mantan istri nya, dia kemudian kembali masuk ke dalam apartemen nya.


**


"Argh......kakek benar - benar keterlaluan," geram Abraham sambil melempar ponsel nya ke sofa yang ada di kamar nya.


Dia baru saja memperoleh pesan dari sang kakek mengingatkan Abraham untuk segera bertindak. Lagi - lagi dalam pesan itu mencantumkan foto anak - anak panti yang sedang bersenda gurau di sebuah ruangan yang sudah terpasang bom.


Abraham benar - benar frustasi, segala cara sudah dia lakukan. Bahkan dia sudah menyewa seseorang selain anak buahnya untuk mengatasi masalah bom itu tapi tetap saja hasil nya nihil. Orang - orang itu selalu gagal sebelum melakukan apa pun.


Dia merasa ancaman sang kakek kali ini tidak bisa di sepelekan sama sekali.


"Apa yang harus aku lakukan? aku tidak ingin menyakiti siapa pun.." lirih Abraham menatap lurus ke arah jendela kamar nya.

__ADS_1


"Keenan Dirgantara...."


__ADS_2