Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 37 Ingat tujuan awal kita..


__ADS_3

"Terima kasih kak untuk bantuannya jika tidak ada Kak Davin, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada ku," ucap Nayla tulus.


Davin menganggukkan kepala nya dan tersenyum.


"Oh ya Nay, kok kamu bisa kenal dengan Michel?" tanya Davin.


"Dia salah satu pelanggan di resto tempat kerja ku kak," terang Nayla.


"Ada sedikit insiden waktu itu yang membuat dia kesal pada ku kak, aku sendiri juga heran kenapa dia bisa sebenci itu ma aku sampai tega memfitnahku seperti ini tadi," lanjut Nayla dengan tatapan sendu.


"Aku sangat paham sekali sifat Michel seperti apa, pasti ada sesuatu yang dia benci dari Nayla, seperti nya aku harus menyelidiki nya," batin Davin.


" Ya sudah.. yang terpenting sekarang kamu sudah terbukti tidak bersalah, lain kali harus lebih berhati - hati lagi jika berurusan dengan nya," kata Davin.


"Baik kak."


"Kalau begitu kami permisi dulu ya kak, mau melanjutkan mencari barang yang kami butuhkan, sekali lagi terimakasih atas bantuan kakak," ucap Nayla pamit undur diri.


"Sama - sama Nay," jawab Davin dengan senyuman manisnya.


Setelah berpamitan dengan Davin, Nayla dan Santi memutuskan untuk pulang. Mereka tidak jadi mencari barang di Mall itu. Karena kejadian tadi membuat mood kedua sahabat itu jadi buyar.


"Kamu tadi tidak ada niatan memperkenalkan aku ma cowok ganteng itu apa Nay," tanya Santi sedikit kesal ke Nayla karena tadi dia tidak dikenalkan ma Davin.


"Ya Allah... sampai lupa aku San," jawab Nayla menepuk jidatnya.


"Kamu tuh ya.. kalau sudah ma cowok ganteng pasti lupa deh ma aku," sungut Santi.


"Sorry bestie..." kata Nayla mengangkat dua jari nya ke atas dengan menampakkan senyuman manis andalannya.


Santi hanya mencebikkan bibirnya.


"Eh Nay.. aku seperti nya tidak asing ma tuh cowok, hmm... aku baru inget itu cowok pernah nyariin kamu di resto saat kamu ngga berangkat itu Nay," jelas Santi.


"Iya tah.. untuk apa kak Davin nyariin aku di resto," tanya Nayla.


Santi mengangkat kedua bahu nya.


Mereka berdua asik mengobrol sampai tidak terasa sudah sampai di dekat gerobak bakso yang ada di dekat area parkir Mall. Dan mereka langsung memesan dua mangkok bakso untuk mengisi perut mereka.

__ADS_1


Saat sedang asik menikmati bakso nya, tanpa sengaja Nayla melihat Michel keluar dari pintu Mall bersama dengan seorang laki - laki. Nayla mengernyitkan dahi nya.


"Itu kan Michel, tapi siapa laki - laki yang sedang menggandeng tangannya itu, kalau Michel pergi bukan dengan Mas Keenan lalu kemana Mas Keenan pergi tadi, aku dengar betul Mas Keenan tadi menyapa orang yang dia telepon dengan sapaan yang biasa dia gunakan untuk menyapa Michel," monolog Nayla dalam hati.


"Ah sudah lah, kenapa juga aku harus memikirkan mereka," batin Nayla.


**


Di apartemen


Cklek ,


Keenan membuka pintu apartemennya. Dia berjalan masuk ke dalam dan mengedarkan pandangannya tampak terlihat sepi.


"Di mana dia, apa weekend seperti ini dia juga bekerja di resto," gumam Keenan.


Saat dia ingin menaiki tangga, sekilas dia melirik semangkuk bubur yang Nayla siapkan tadi masih utuh di atas meja makan.


Keenan mengurungkan langkahnya untuk naik ke atas, dia berjalan ke arah meja makan dan menatap bubur itu.


"Seperti nya bubur ini lezat, dari aroma saja sudah menggugah selera," ucap Keenan.


"Ternyata dia pandai juga memasak," puji Keenan.


"Kalau dipikir - pikir tindakan ku selama ini benar - benar keterlaluan terhadapnya," pikir Keenan.


"Selama ini dia selalu berlaku baik pada ku terlepas semua perlakuanku pada nya tapi dia selalu berusaha untuk selalu tersenyum di depanku, kenapa aku tidak bisa berbuat baik seperti yang Nayla lakukan pada ku," monolog Keenan.


"Ah .... semua itu pasti dia lakukan hanya karena ingin segera mendapatkan bagiannya sesuai dengan apa yang kakek tulis di dokumen itu," geram Keenan. Lagi - lagi sifat egois Keenan muncul.


Setelah menyantap bubur buatan Nayla, Keenan langsung berlalu meninggalkan meja makan menuju kamar nya. Bekas mangkuk bubur yang kosong dia biarkan saja di meja makan.


Sesampainya di kamar dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera mengambil laptopnya untuk menyelesaikan rancangan produk baru yang akan dia presentasikan di depan klien dari luar negeri satu Minggu lagi.


Sebelum memulai pekerjaannya dia sempat mengirim pesan kepada sang kekasih untuk memastikan keadaannya karena telah membatalkan janji untuk pergi hari ini.


Setelah menerima telepon dari sang kekasih nya tadi pagi Keenan langsung menuju ke apartemen sang kekasih. Dia berencana untuk menemani Michel berbelanja dan jalan - jalan di Mall weekend ini. Tetapi di tengah jalan dia mendapat kabar dari Rendi jika harus menyelesaikan desain produk yang akan dipresentasikan pada klien dari luar negeri itu.


Seharusnya persentasi itu dilakukan sebulan lagi, tapi karena klien tersebut akan melakukan perjalanan bisnis yang cukup lama jadi persentasi itu dimajukan.

__ADS_1


Untuk masalah desain produk baru Keenan emang selalu membuatnya sendiri. Bukan bearti di perusahaannya tidak ada karyawan yang mumpuni di bidang itu, cuma dia lebih puas dengan hasil karya nya sendiri.


Apalagi ini tender yang sangat besar, jadi dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sehingga dia rela membatalkan janji nya dengan sang kekasih hanya untuk mengerjakan desain tersebut.


Awalnya Michel pura - pura merajuk karena Keenan membatalkan janji itu, tapi setelah Keenan berjanji akan mentransfer beberapa uang untuk dia belanja akhirnya Michel setuju dan membiarkan Keenan membatalkan janji dengannya.


Tidak perlu waktu lama sebuah notifikasi diterima Keenan dari ponselnya. Dia membaca pesan tersebut dan ada senyuman kecil di bibirnya. Keenan merasa lega karena sang kekasih tidak merajuk lagi.


**


Di parkir Mall


"Pesan dari siapa baby," tanya Diego.


Ya laki - laki yang Nayla lihat berjalan bergandengan tangan dengan Michel adalah Diego, kekasih Michel yang sebenarnya.


Setelah Keenan membatalkan janji dengan nya, Michel langsung menghubungi sang kekasih untuk pergi bersenang - senang dengan menggunakan uang yang Keenan transfer pasti nya.


Tetapi saat kejadian di toko gaun mewah tadi Diego sedang menerima telepon dari asistennya, sehingga dia tidak tahu menahu dengan kejadian tersebut. Dan Michel sendiri juga tidak menceritakan apa pun pada Diego tentang kejadian tadi.


"Pesan dari Keenan, dia hanya memastikan aku happy atau tidak hari ini," jawab Michel dengan memperlihatkan pesan yang Keenan kirim ke Diego.


"Terus kamu jawab apa."


"Ya jelas aku happy banget hari ini baby, karena aku bisa menghabiskan waktu ku bersama mu dan aku juga bisa bersenang - senang denganmu menggunakan uang dari Keenan," ucap Michel dengan diiringi tawa yang menggelegar.


"Kesenanganku hari ini hampir sempurna karena telah mengerjai pelayan bodoh itu alias istri 100 hari dari Keenan Dirgantara, walaupun semua nya berakhir tidak seperti yang aku rencanakan dan semua itu karena Davin brengsek itu," batin Michel sedikit kesal.


( untuk yang penasaran kenapa Michel bisa tahu jika Nayla adalah istri dari Keenan, nanti author jelasin di part berikutnya ya readers😁 harap sabar menunggu 🤗 )


"Baby ada satu hal yang harus kamu lakukan," kata Diego serius.


Diego menceritakan semua rencana nya dari awal sampai akhir kepada Michel.


"Itu terlalu beresiko baby, aku takut jika ketahuan nanti nya," ucap Michel ragu.


"Aku yakin kamu pasti bisa baby, ingat tujuan awal kita," Diego mengingatkan kembali tujuan awal Michel mendekati Keenan apa.


"Tapi ......"

__ADS_1


__ADS_2