
" Ada apa dengan kaki mu," tanya Keenan .
Nayla tidak mengindahkan pertanyaan dari Keenan. Dia tetap melangkahkan kaki nya menuju kamar nya .
" Hei ... kalau suami mu bertanya itu dijawab jangan nyelonong begitu saja," ucap Keenan dengan nada yang tinggi .
Nayla langsung menghentikan langkahnya ketika mendengar bentakan dari Keenan. Dia langsung membalikkan badan nya.
" Suami ??" Nayla memicingkan mata nya.
" Aku sampai lupa kalau mempunyai suami karena yang aku tahu seorang suami tidak akan tega meninggalkan istri nya di jalanan," jawab Nayla dengan menyunggingkan bibir nya dan berlalu meninggalkan Keenan.
Keenan yang mendengar ucapan dari Nayla hanya diam mematung. Lagi - lagi ucapan Nayla mampu menghujam hati nya. Karena apa yang diucapkan oleh Nayla benar ada nya. Mana ada suami yang tega meninggalkan istri nya di jalanan sendirian demi untuk menemui wanita lain.
" Maafkan aku Nay," lirih Keenan memandangi punggung Nayla yang semakin menjauh.
Akhirnya Keenan memutuskan untuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Dia bertekad akan mencari tahu tentang kaki Nayla nanti saat gadis itu sudah dalam kondisi yang baik.
**
Di dalam kamar Nayla menangis sesenggukan, dia masih merasa kecewa dan sakit hati atas perlakuan Keenan kepada nya malam ini. Ditambah dengan ucapan Davin yang merendahkan harga diri nya sebagai wanita menambah luka dalam hati nya.
Entah sudah berapa lama Nayla menangis sampai dia tertidur sendiri. Kejadian hari ini cukup menguras tenaga dan pikirannya.
**
Di unit apartemen lainnya ada seorang laki - laki tampan yang sedang larut dalam penyesalan. Dia adalah Davin Sanjaya seorang CEO Sanjaya Group yang tidak lain adalah teman dari Keenan Dirgantara. Davin dan Keenan sudah bersahabat sejak di bangku SMA. Ketampanan Davin tidak jauh berbeda dengan Keenan, dia juga berasal dari keluarga yang kaya juga. Tapi kekayaan yang dimiliki keluarga Davin masih di bawah kekayaan keluarga Dirgantara.
Davin sangat menyesal telah mengucapkan kalimat seperti itu kepada Nayla. Sampai saat ini dia masih tidak habis pikir kenapa dia bisa berbicara seperti itu merendahkan harga diri seorang wanita.
" Bagaimanapun aku harus minta maaf pada Nayla, ya ... aku harus minta maaf pada nya besok," ucap Davin yakin .
" Tapi bagaimana cara nya aku sendiri tidak tahu dia tinggal di unit mana, argh .." teriak Davin frustasi .
" Hmmmm... kenapa tidak aku temui dia saja di resto tempat dia bekerja besok " gumam Davin tersenyum sumringah.
**
__ADS_1
Sedangkan di sebuah kamar apartemen mewah tampak dua insan manusia yang sedang memadu kasih. Peluh membanjiri wajah kedua insan tersebut saat pergulatan mereka telah usai .
" Kamu selalu bisa memuaskan ku baby," ucap Michel dengan nafas yang masih memburu.
" Aku senang jika kau puas baby," jawab seorang laki - laki yang kemudian menjatuhkan tubuh nya di samping Michel .
Dua insan yang sedang memadu kasih itu adalah Michel dan Diego. Tanpa sepengetahuan Keenan, Michel ternyata sudah mempunyai kekasih. Bahkan hubungan kedua nya jauh sebelum Michel bertemu dengan Keenan . Bisa dikatakan Diego adalah cinta dan kekasih pertama untuk Michel .
Diego sendiri tidak mempermasalahkan jika Michel menjalin hubungan dengan Keenan . Karena Diego sendiri yang memerintahkan Michel untuk mendekati Keenan Dirgantara .
Diego sendiri adalah saingan bisnis Keenan , jadi alasan utama Diego menyuruh Michel mendekati Keenan adalah untuk menghancurkan Keenan .
" Sayang .... sampai kapan aku harus begini , aku sudah capek harus berpura - pura mencintai nya," rengek Michel.
" Sabar sayang, sebentar lagi," ucap Diego meyakinkan sang kekasih.
" Tapi sampai kapan ??"
" Aku pastikan tidak akan lama lagi," jawab Diego dengan mengecup pucuk kepala Michel dengan lembut.
Dan terjadilah pergulatan panas kembali diantara mereka.
**
Pagi - pagi sekali Keenan sudah terbangun dari tidurnya. Tujuan dia bangun lebih awal hanya karena ingin berbicara dengan Nayla. Dia masih penasaran dengan apa yang terjadi pada Nayla sehingga Nayla pulang dalam keadaan kaki yang pincang.
Setelah bersiap diri, Keenan langsung turun ke bawah. Keenan mengedarkan pandangannya di segala penjuru ruangan tapi tidak melihat keberadaan Nayla. Dia menuju dapur, berharap wanita yang ingin ditemui nya ada di sana. Tapi tetap saja sama, Nayla tidak ada di dapur.
" Biasa nya jam segini dia sudah bangun, apa mungkin dia sudah berangkat kerja," gumam Keenan melirik jam yang melingkar di tangannya.
" Ini masih terlalu pagi untuk dia berangkat kerja," imbuh Keenan.
" Apa aku lihat di kamarnya saja ya ?"
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Keenan memberanikan diri untuk melihat keadaan Nayla di kamar nya. Sampai di depan kamar Nayla dia melihat lampu kamar Nayla masih menyala. Itu pertanda jika Nayla masih ada di dalam. Ada perasaan lega dalam hati Keenan saat itu. Dan tanpa disadari ada ulasan senyuman di wajah nya.
Saat dia akan mengetok pintu kamar Nayla tiba - tiba pintu kamar Nayla terbuka dan munculah seorang wanita yang masih dalam keadaan berantakan khas orang yang baru bangun dari tidur. Seketika Keenan terkejut dengan posisi tangan masih menggantung di udara.
__ADS_1
Begitu juga Nayla yang tak kalah terkejut dengan kedatangan Keenan di depan pintu kamarnya. Wanita itu mengernyitkan kening nya dia merasa heran kenapa Keenan sepagi ini sudah ada di depan kamar nya. Tapi sebisa mungkin Nayla bersikap biasa saja dengan kedatangan Keenan.
" Ada apa mas ?" tanya Nayla datar.
Keenan yang mendapat pertanyaan itu hanya diam bingung harus menjawab apa. Dia terlalu gengsi untuk mengatakan hal yang sebenarnya bahwa dia sengaja datang ke kamar Nayla untuk melihat keadaan istri nya itu.
" Jika tidak ada hal yang penting silahkan minggir dulu mas aku mau lewat," usir Nayla dan berlalu meninggalkan Keenan begitu saja menuju dapur dengan langkah yang masih tertatih seperti semalam.
Melihat Nayla yang berlalu begitu saja dari hadapan nya membuat Keenan mengumpat kesal. Dia merasa jengkel karena Nayla mengabaikan keberadaannya.
Tidak mau membuang waktu, Keenan segera menyusul Nayla ke dapur. Dia melihat Nayla sedang duduk di bartender yang ada di dapur menuangkan air putih dan meneguknya. Keenan sempat terpana melihat penampilan Nayla saat ini.
Rambut Nayla yang tadi nya berantakan kini sudah terikat. Walaupun Nayla hanya menggelung asal rambutnya tapi itu justru membuat penampilannya terlihat seksi di mata Keenan. Leher jenjang putih mulus terpampang jelas di hadapan Keenan. Dengan susah payah Keenan menelan saliva nya saat melihat sisa air putih yang Nayla minum jatuh di leher jenjangnya.
" ****," Keenan mengumpat dalam hati nya.
" Walaupun dia baru bangun tidur, kenapa dia terlihat seksi sekali," batin Keenan.
Nayla yang merasa diperhatikan oleh Keenan, menautkan alis nya.
" Sebenarnya ada apa dengan orang ini, mengapa tingkah nya jadi aneh," batin Nayla .
" Hmmmm,"
Keenan berdehem untuk mencairkan suasana. Dia menarik kursi makan yang ada di depan nya dan mendudukkan diri nya di sana.
" Aku hanya ingin tahu keadaanmu, karena aku lihat semalam kamu pulang dengan langkah yang tertatih, apa kaki mu terluka," tanya Keenan serius. Dan tatapannya tertuju ke lutut Nayla yang terbalut perban.
Nayla kaget mendengar pertanyaan itu muncul dari mulut Keenan. Dia merasa heran karena sikap Keenan sekarang berbeda seratus delapan puluh derajat dengan semalam. Kenapa sekarang menjadi perhatian? pertanyaan itu yang sekarang ada di pikiran Nayla.
" Seperti yang mas Keenan lihat aku baik - baik saja " jawab Nayla .
" Jika kamu baik - baik saja , kenapa lutut mu di balut perban seperti itu."
Nayla langsung melihat ke arah lututnya dan tersenyum tipis.
" Hanya insiden kecil rasa sakitnya tidak ada apa - apa nya dibandingkan dengan rasa sakit yang aku rasakan semalam," ucap Nayla menyunggingkan senyumannya dan berlalu pergi.
__ADS_1