Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 89 Siapa Abraham Davidson


__ADS_3

Setelah mengetahui semua nya, kemudian Keenan dan Rendi memutuskan untuk segera pergi ke Amerika malam itu juga menggunakan jet pribadi milik keluarga nya.


Selain untuk mencari keberadaan Nayla di sana, dia juga akan mengurus salah satu perusahaan nya di sana yang sedang dalam masalah saat ini. Untuk perusahaan nya yang ada di tanah air, dia pasrahkan kepada salah satu orang kepercayaan nya. Sebelum nya dia sudah meminta izin dan doa restu pada sang kakek supaya segala urusan nya di Amerika segera terselesaikan.


Kepergian nya ke Amerika kali ini membuat Keenan sedikit gelisah, karena dia membawa beban yang harus dia selesaikan secara bersamaan. Semua itu nampak terlihat jelas di mata Keenan.


**


"Nay..apa kamu sudah ada persiapan untuk menghadiri undangan dari Tuan Abraham besok," tanya Santi yang sedang berkunjung di apartemen Nayla.


"Persiapan?"


"Hemmmmz...persiapan seperti gaun, sepatu, tas, perhiasan, secara kita kan mau menghadiri acara yang besar Nay...lagi pula kamu kan CEO dari perusahaan yang besar Rich Kingdom, masak iya datang ke pesta perayaan perusahaan besar dengan tampilan yang biasa saja, apa kata tekan bisnis mu nanti coba..."cerocos Santi, dia sangat hafal dengan karakter sahabat nya itu jika tidak di ceramahin dulu pasti dia akan tampil biasa - biasa saja setiap menghadiri jamuan pesta dari tekan bisnis nya.


"Terus...aku harus gimana?" ucap Nayla santai.


"Astaga ini orang....aku saja yang cuma asisten pribadi mu sudah mempersiapkan segala nya, lha ini kamu seorang CEO kok palah santai banget," kata Santi langsung menuju ke kamar Nayla dan membuka beberapa lemari Nayla untuk memilih gaun pesta yang cocok untuk bos sekaligus sahabat nya itu.


Nayla hanya terkekeh saja melihat Santi yang terus mengomel tidak jelas saat memilih gaun untuk nya.


Padahal dia sudah menyiapkan outfit nya sendiri untuk menghadiri acara itu, dia memang sengaja mengerjai sang sahabat.


"Ya ampun....kamu ini CEO lho Nay..tapi gaun pesta kamu ketinggalan model semua, fix...kita harus ke butik sekarang Nay."


"Aku rasa ngga perlu lah ke butik segala, buang - buang waktu saja," kata Nayla santai.


"What's.....ibu Nayla Atifa yang terhormat kita ini mau menghadiri pesta......" ucapan Santi terpotong ketika terdengar bunyi bel apartemen Nayla.


Ting..tong...


"Kamu pesan makanan Nay?" tanah Santi.


Nayla hanya mengedikkan kedua bahu nya.

__ADS_1


Santi berjalan ke arah pintu dan membuka nya. Di sana sudah berdiri seorang kurir paket yang membawa sebuah kotak dengan tulisan brand gaun pesta yang terkenal di negara itu.


Kurir tersebut kemudian menyerahkan kotak itu kepada Santi dan tidak lupa meminta bukti penerimaan.


"Nay...kamu sudah memesan gaun pesta dari butik ternyata, dan aku tidak menyangka kamu memesan gaun di sana. Ini kan butik yang paling terkenal di negara ini Nay, dan langganan para artis Hollywood," ucap Santi dengan sangat antusias.


Nayla yang mendengar celotehan Santi agak kaget, pasal nya dia tidak memesan gaun pesta di butik itu. Memang benar dia memesan sebuah gaun pesta dari sebuah butik, cuma bukan butik itu. Dan gaun itu pun sudah ada di tangan nya sekarang.


"Tapi aku tidak memesan apa pun di butik itu San...memang benar aku memesan sebuah gaun dari butik, tapi bukan dari butik itu dan ngga mungkin lah aku memesan sebuah gaun dari brand terkenal itu. Itu gaun aku sudah datang dari tadi," kata Nayla menunjuk ke sebuah gaun warna peach yang tergantung di walk kn closet nya.


"Kalau ini bukan kamu yang memesan, terus ini dari siapa Nay.. kurir tadi jelas bilang untuk Nona Nayla Atifa, ini juga ada kartu nya juga yang ditujukan untuk mu, coba dech kamu baca kartu nya."


Saat Nayla memeriksa box yang diberikan oleh Santi, tiba - tiba ponsel nya berdering. Ada satu notifikasi yang muncul di layar ponsel nya.


Dia langsung membuka pesan itu, dan dia menautkan kedua alis nya saat membaca pesan yang tertera di situ.


"Aku harap kamu menyukai gaun yang aku berikan."


By : Abraham Davidson.


"Hallo Nay...gimana apa kamu suka dengan model gaun nya," ucap Abraham penuh antusias dari seberang sana.


"Seharusnya kamu tidak perlu memberikan ku gaun seperti itu mas," jawab Nayla.


"Pokok nya kali ini kamu tidak menolak pemberianku ini Nay..anggap saja ini sebagai kado dari kerjasama kita yang sudah dimulai, aku sangat ingin sekali melihat mu memakai gaun itu saat di pesta perusahaan ku nanti," kata Abraham dengan penuh harap.


Nayla yang merasa tidak enak pun akhir nya mengiyakan ucapan Abraham. Dia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih pada laki - laki itu.


Setelah panggilan telepon nya terputus, Nayla kemudian membuka box tersebut. Begitu terkejutnya dia melihat sebuah gaun pesta bewarna hitam yang sangat indah menurutnya. Gaun selutut dengan lengan yang tertutup dan berkerah model Sabrina terlihat begitu indah di pandang. Walaupun gaun tersebut terlihat simpel dan sederhana tapi sangat elegan dan mewah jika di pakai di tubuh wanita yang pas karena memang terbuat dari bahan yang sangat bagus dan ber merk.


Abraham sangat paham benar dengan model outfit Nayla seperti apa, walaupun dia belum lama mengenal nya tapi dia selalu memperhatikan penampilan Nayla selama ini yang selalu tampil dengan sederhana tapi terlihat elegan dan berkelas. Dan itu yang membuat Abraham semakin kagum dengan CEO janda itu.


Karena selama ini sangat jarang sekali wanita yang bertipe seperti Nayla di negara itu. Dan wanita yang dia temui selama ini selalu menampilkan keseksian nya, itu sama sekali buka tipe seorang Abraham Davidson yang masih ada darah timur tengah yang mengalir di tubuh nya.

__ADS_1


"Nay...seperti nya tuan Abraham ada hati ma kamu...lagian selama ini jika aku perhatikan tatapan nya pada mu itu agak berbeda, dia juga selalu memperhatikan setiap gerak gerik mu saat sedang meeteng, kalau dipikir - pikir dia orang nya juga tampan, tajir, baik juga ya walaupun terkadang seperti beruang kutub sech...ngga ada salah nya Nay jika kamu membuka hati mu untuk dia."


"Ngga usah mulai dech...." ucap Nayla.


"Nay.....sampai kapan kamu akan selalu menutup diri seperti ini pada laki - laki yang ingin dekat dengan mu. Move on Nay...jangan terjebak dengan masa lalu terus, tidak semua laki - laki itu sama seperti mantan suami mu itu. Tidak selalu orang pertama yang hadir dalam hidup kita itu adalah yang terbaik. Aku rasa Tuan Abraham beda dengan yang lain nya," Santi berusaha untuk meyakinkan sang sahabat. Karena selama ini Santi merasa jika Nayla ada trauma dalam menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis.


"Aku sudah berusaha San...selama ini aku berusaha keluar dari bayang - bayang ketakutan untuk menjalin hubungan yang serius dengan laki - laki, aku juga sudah berusaha untuk tidak menganggap semua laki - laki itu sama, tapi...hiks," Nayla terisak dan Santi langsung memeluk sang sahabat.


"Pelan - pelan Nay...aku yakin kamu pasti bisa," kata Santi mencoba menenangkan Nayla.


**


Welcome to Amerika,


Akhirnya Keenan dan Rendi sampai juga di negara adidaya itu setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan melelahkan pasti nya. Untuk sementara dia akan tinggal di sebuah apartemen Keenan yang ada di sana. Apartemen itu berada di tengah kota dan dekat dengan perusahan nya.


Keenan langsung membersihkan diri dan mengisi perut nya sebelum menuju ke perusahaan nya. Karena hal pertama yang akan dia lakukan adalah mengunjungi perusahaan nya dan mengecek beberapa laporan perusahaan nya itu. Baru setelah itu dia akan mulai mencari keberadaan Nayla.


Sesampai nya di perusahaan, Keenan langsung mengadakan meeteng untuk mengecek semua laporan dari divisi yang ada di perusahaan nya.


Saat Keenan sedang memeriksa berkas pandangan nya tertuju pada sebuah nama perusahaan yang tidak asing bagi nya.


"Royal Company?" lirih Keenan.


Dia langsung menghubungi Rendi untuk meminta konfirmasi tentang perusahaan itu, apakah sama dengan apa yang sedang dia pikirkan sekarang.


Tak lama kemudian Rendi datang ke ruangan Keenan dan langsung menjelaskan tentang perusahaan Royal Company itu.


"Jadi sekarang yang menjadi CEO perusahaan itu adalah Abraham Davidson," tanya Keenan.


"Benar tuan...dan malam ini perusahaan kita mendapat undangan khusus di acara ulang tahun perusahaan itu. Apakah tuan akan hadir di sana?"


"Tidak masalah, aku akan datang di acara itu. Karena aku juga ingin tahu seperti apa pemilik Royal Company yang sekarang."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya akan menyiapkan semua keperluan tuan untuk acara nanti malam," ucap Rendi sambil berlalu pergi dari ruangan bos nya itu.


"Abraham Davidson...."


__ADS_2