
" Mohon maaf para readers....kemarin tidak bisa update karena HP tiba - tiba mati rusak😭😭 Alhmdulillah sekarang sudah jad dan bisa digunakan lagi, makasih untuk para reader yang masih setia menunggu update dari novel ini🙏🏻 mohon dukungan nya selalu like vote komen nya🤗"
**
Ada semburat bahagia yang terpancar dari raut muka Keenan karena mengetahui jika ternyata proyek kerja sama antara perusahaan nya dengan perusahaan kakek Richard ternyata di alihkan ke perusahaan yang Nayla pimpin sekarang ini.
Entah ini suatu kebetulan semata, atau palah menjadi suar keberuntungan bagi Keenan karena secara tidak langsung ini merupakan sebuah jalan untuk dia bisa dekat lagi dengan mantan istri nya dan memulai misi nya menaklukan hat sang mantan istri.
Sebelum agenda meeteng dengan Nayla nanti, terlebih dahulu Keenan harus bertemu dengan pimpinan The Royal Company di sebuah cafe yang tak jauh dari kantor nya.
"Tuan....sebentar lagi anda ada meeteng dengan tuan Abraham di cafe XX," ucap Rendi mengingatkan Keenan.
Keenan menganggukkan kepala nya, dia juga antusias ingin bertemu dengan CEO Royal Company itu karena jika ada waktu nanti dia ingin membicarakan suatu hal penting yang mengganjal pikiran nya belakangan ini.
**
Di sisi lain, Abraham baru sampai di kantor nya. Sang asisten Jo langsung memberitahu jika sebentar lagi dia ada meeteng dengan Drg. Group di sebuah cafe. Abraham agak mengernyitkan dahi nya karena dia lupa kalau ada kerja sama dengan perusahaan mantan suami nya Nayla itu. Karena pikiran nya tidak fokus ke pekerjaan hari ini. Fokus dia hanya bagaimana cara untuk melindungi Nayla dari kekejaman kakek angkat nya.
Jujur Abraham tidak akan sanggup jika harus menjalankan perintah sang kakek, melenyapkan wanita yang dia sukai tapi dia juga tidak bisa meremehkan perintah sang kakek karena banyak nyawa yang harus dia lindungi. Sungguh ini membuat seorang Abraham Davidson menjadi dilema. Dia tahu jika setiap gerak gerik nya sekarang ini pasti sudah dipantau oleh sang kakek, jika bukan Nayla yang harus di lenyapkan pasti sudah dia kerjakan perintah kakek nya itu.
"Aaarggh....."teriak frustasi Abraham.
Jo yang melihat sang bos seperti itu sudah tidak heran lagi, pasti ada suatu perintah penting dari big bos nya atau tuan besar nya Sultan Davidson.
"Apa ada sesuatu yang terjadi tuan ?" tanya sang asisten.
"Iya Jo....dan kali ini apa yang di perintahkan kakek sangat berat untuk ku jalani," jawab Abraham lirih.
__ADS_1
"Tuan bisa berbagi dengan saya, siapa tahu saya bisa membantu mencari jalan keluar nya."
Akhirnya Abraham menceritakan semua nya kepada Jo asisten nya. Selama ini hanya Jo tempat dia mencurahkan isi hati nya jika sedang mempunyai suatu masalah besar, terutama jika Abraham sedang tidak sejalan dengan pemikiran sang kakek. Bagi Abraham Jo buka hanya asisten nya, melainkan sudah dianggap sebagai saudara nya sendiri.
Jo merasa terkejut dengan apa yang tuan nya itu ceritakan, dia juga tidak habis pikir kenapa tuan Sultan menjadi seorang yang pendendam dan kejam seperti itu.
"Seperti nya tuan harus meminta bantuan seseorang jika tuan ingin menyelamatkan nona Nayla," usul Jo.
"Siapa Jo..."
"Tuan Keenan Dirgantara.." jawab Jo dengan tegas.
"Keenan Dirgantara? mantan suami Nayla?" ucap Abraham.
"Iya tuan....aku rasa hanya tuan Keenan yang bisa membantu anda."
"Tapi tidak ada pilihan lain tuan.....jika anda mengandalkan anak buah kita jelas percuma karena semua anak buah kita semua dalam kendali tuan Sultan, apakah anda lupa dengan itu semua tuan ? dan setahu saya tua besar belum mengetahui jika tuan Keenan Dirgantara adalah mantan suami dari nona Nayla, saya sudah menyelidiki nya tuan," terang Jo.
Abraham mengusap wajah nya kasar, apa yang dikatakan oleh Jo benar ada nya. Sebenarnya dia bisa saja melibatkan seluruh anak buah nya untuk menyelesaikan masalah ini, tapi sayang nya semua anak buah nya dalam kendali kakek nya dan mereka sangat loyal kepada sang kakek dari pada dia, bisa- bisa nanti palah mereka balik menyerang diri nya dan membahayakan Nayla dan seluruh penghuni panti.
"Huft....baiklah aku akan pikirkan kembali saran mu itu Jo..kalau begit siapkan segera berkas yang aka kita bawa saat meeteng nanti," titah Abraham kepada asisten nya yang selalu setia kepada nya.
" Baik tuan...."
**
Keenan saat ini suda tiba di cafe XX terlebih dahulu. Untuk masalah kedisiplinan Keenan lah pemenang nya, dia memang terkenal selalu on time jika menghadir sebuah meeteng dengan rekan bisnis nya.
__ADS_1
"Apa susah ada kabar dari pihak Royal Company Ren ?" tanya Keenan pada sang asisten dengan melihat ke arah jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
"Sudah tuan....mereka sedang dalam perjalanan," jawab Rendi.
"Ck....kata nya seorang Abraham Davidson terkenal orang yang selalu on time, tapi mana bukti nya," gerutu Keenan.
Saat Keenan asik memainkan gawai nya mengecek beberapa e mail yang masuk dari klien lain nya, tiba - tiba fokus nya teralihkan oleh suara bariton yang menyapa nya.
"Selamat pagi tuan Keenan....maaf saya terlambat lima menit," sapa Abraham merasa tidak enak karena tidak tepat waktu dan mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan seperti yang dia lakukan kepada semua klien nya saat bertemu.
"Pagi juga tuan Abraham Davidson," jawab Keenan dengan menyambut uluran tangan Abraham.
"Aku dengar CEO dari Royal Company terkenal dengan orang yang tidak pernah mentolerir jika ada klien nya yang terlambat," sindir Keenan.
Mendapat sindiran dari rekan bisnis nya dan sekaligus rival nya, Abraham merasa panas dalam hati nya. Tapi sebisa mungkin dia tetap menampilkan wajah tenang nya. Bagaimana pun saat ini dia memang bersalah karena datang tida tepat waktu. Bisa dikatakan ini bukan seorang Abraham karena baru kali ini dia tidak on time saat bertemu klien nya. Terlebih saat ini klien nya itu adalah rival nya sendiri, ada rasa berbeda pasti nya yang dirasakan oleh Abraham.
"Maaf tuan Keenan....ada hal penting yah haru saya selesaikan terlebih dahulu tadi," jelas Abraham.
"It ' s okey.....tidak masalah, sebaiknya kita langsung ke pokok bahasan kerja sama kita saja karena waktu ku sudah terbuang beberapa menit untuk menunggu anda tadi," ketus Keenan.
Abraham hanya menganggukkan kepala nya. Dan mereka pun akhirnya fokus dalam pembahasan kerja sama antara perusahaan mereka. Tidak terasa pembahasan mereka memakan waktu sampai satu jam lebih dan hampir waktu makan siang tiba.
Saat ini mereka sudah tidak dalam obrolan tentang masalah perusahaan.
"Apa boleh aku menanyakan sesuatu pada mu ?" tanya Keenan.
"Silahkan tuan...di sini tidak ada larangan untuk saling bertanya," Jawab Abraham santai.
__ADS_1
"Apa hubungan mu yang sebenarnya dengan Nayla?"