
Setelah sarapan pagi, tuan Richard menepati janji nya untuk mengajak Nayla berkeliling Mansion nya. Dia menunjukkan dan menjelaskan setiap detail ruangan yang ada di Mansion itu. Nayla mendengarkan secara hikmad setiap apa yang kakek nya jelaskan, apa lagi saat Tuan Richard menceritakan almarhum kedua orang tua nya dan tentang masa kecil nya dulu di Mansion ini, dia sangat antusias sekali mendengarkan nya. Bahkan Nayla juga menanyakan beberapa pertanyaan tentang diri nya dan ke dua orang tua nya dulu.
Tuan Richard juga memperkenalkan Nayla dengan beberapa pelayan dan pekerja di Mansion. Mereka menyapa dan memberi hormat kepada Nayla, begitu pun juga dengan Nayla dia juga sangat ramah saat memperkenalkan diri kepada pelayan yang ada di sana.
"Kakek ada kejutan untuk mu nak..." ucap tuan Richard saat kembali ke ruang keluarga.
"Kejutan ?" tanya balik Nayla.
Tuan Richard mengangguk dan tersenyum sambil memberikan isyarat kepada Pak Mun.
Dan masuk lah seorang wanita cantik dengan berpakaian elegant layaknya seorang wanita berkarir ke dalam ruangan itu.
"Ini kejutannya sayang...." kata Tuan Richard dengan senyum yang merekah di wajahnya.
"Selamat pagi tuan besar dan nona muda, perkenalkan nama saya Susanti Wulandari, mulai saat ini saya akan menjadi asisten pribadi nona muda," ucap Santi dengan membungkukkan kepala.
Nayla menutup mulut nya karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat di depan nya sekarang ini. Dia langsung berdiri dan menghampiri sang sahabat.
"Ini beneran kamu San..." kata Nayla sambil mengguncang - guncang kan pundak Santi karena masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
__ADS_1
Santi yang menerima perlakuan itu dari sang sahabat hanya tertawa lebar, dia sudah menduga jika sahabat nya itu pasti tidak akan percaya.
"Aku benar - benar tidak percaya jika kamu ada di sini juga, dan apa tadi kamu bilang asisten pribadi ku, yakin kamu bisa jadi asisten pribadi ku," ledek Nayla.
"Tu kaaan tuan...Nayla pasti tidak akan percaya kalau aku jadi asisten nya, padahal aku sudah bekerja keras mengikuti pelatihan dengan manusia robot itu beberapa hari ini," ucap Santi dengan mengerucutkan bibir nya.
Tuan Richard yang mendengar protes dari Santi hanya menggelengkan kepala nya dan ikut tertawa.
"Iya ..iya aku percaya Santi Wulandari binti Bapak Sugiono sekarang resmi menjadi asisten pribadi Nayla Atifa," kata Nayla diiringi senyum yang merekah di wajah nya, tak lupa dia memeluk sang sahabat dengan begitu erat, karena sudah lama dia tidak bertemu dengan sang sahabat terakhir kali saat pemakaman kakek Yusuf.
Tuan Richard pertama kali bertemu dengan Santi saat di acara pemakaman kakek Yusuf, di sana dia melihat Santi begitu tulus memberikan perhatian kepada Nayla bahkan Santi juga ikut terlibat ke sana kemari dalam mempersiapkan acara pemakaman kakek Yusuf. Dari situ lah Tuan Richard menemukan ide untuk menjadikan Santi sebagai asisten Nayla nanti nya.
Nayla melepaskan pelukan nya kepada sang sahabat kemudian dia langsung berhambur memeluk kakek nya. Dan menghujani kakek nya dengan ciuman bertubi - tubi di wajah nya. Ini kali pertama Nayla mencium sang kakek. Dan hal ini sontak membuat Tuan Richard menirukan air mata bahagia nya karena sang cucu sudah menerima dia dengan sepenuh hati.
"Terima kasih banyak kek..." ucap Nayla memeluk sang kakek. Tuan Richard pun hanya menganggukkan kepala nya sambil mengusap lembut punggung sang cucu.
Santi yang melihat adegan itu hanya tersenyum haru, dia benar - benar tidak menyangka dengan ini semua. Sang sahabat yang dia kenal ternyata adalah cucu kandung dari seorang pem bisnis nomer satu di negara ini. Tapi dia juga prihatin dengan kehidupan Nayla selama ini, dia hanya bisa berdoa supaya sang sahabat bisa kuat menghadapi semua nya.
"Semoga kebahagian selalu bersama mu Nay.." batin Santi.
__ADS_1
**
Setelah mendapat telepon dari sang asisten Keenan langsung buru - buru menuju kantor nya. Benar saja yang asisten nya bilang saat di telepon tadi. Di kantor sudah ada beberapa investor yang ingin mendengar konfirmasi langsung dari sang CEO atas berita yang beredar di media masa saat ini.
Keenan menghela nafas nya perlahan untuk menenangkan hati nya. Dia sudah menduga hal ini pasti akan terjadi, berita yang mencuat di media benar - benar mempengaruhi stabilitas perusahaannya. Tapi bagaimana pun dia harus bertanggung jawab atas semua huru hara ini dan secepatnya mengatasi masalah ini.
Dia berjalan seperti biasa menuju ruang rapat yang sudah Rendi siapkan. Kemudian dia menyapa semua orang yang ada di ruangan itu. Keenan mengucapkan permohonan maaf yang sebesar - besar nya atas berita yang beredar selama ini. Dia juga membenarkan tentang berita tersebut jika dia memang selama ini sudah menikah dan pernikahannya memang tidak dipublikasikan karena alasan tertentu.
Semua orang yang ada di sana terkejut dengan pengakuan Keenan itu, mereka mulai berbisik - bisik mengomentari tentang tindakan Keenan. Saat itu juga pintu rapat terbuka dan masuk lah kakek Dirga bersama sang asisten.
Sontak kedatangan pendiri dari Drg.Group itu membuat orang yang ada di ruangan itu kaget. Tak terkecuali Keenan sendiri, dia tidak menyangka jika sang kakek mau turun tangan membantu nya menyelesaikan permasalahan yang ada di perusahaannya saat ini.
Para penghuni ruangan itu langsung berdiri dan menyambut kedatangan kakek Dirga dan memberi salam hormat kepada pria tua tersebut. Kakek Dirga tersenyum ramah menyambut dalam dari orang yang ada di ruangan itu.
Kakek Dirga kemudian mengambil alih pembicaraan, dia menjelaskan semua apa yang terjadi tentang berita yang beredar di media belakangan ini pasti nya. Sama seperti Keenan, tidak ada yang ditutupi sama sekali bahkan kakek Dirga juga meminta maaf atas kesalahan yang sudah cucu nya lakukan sehingga membuat keadaan perusahaan tidak stabil. Dia juga menyakinkan para investor untuk tetap percaya kepada kinerja sang cucu dalam menjalankan perusahaan. Dia menjamin jika sang cucu bisa memulihkan keadaan perusahaan seperti semula dan menghalau berita yang beredar saat ini.
Berkat kakek Dirga, semua investor akhirnya percaya dan tetap menjalin kerja sama dengan Drg Group seperti semula.
"Terima kasih kek..."
__ADS_1