Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 101 Kejahilan Keenan


__ADS_3

"Kita kembali ke kantor atau langsung pulang tuan..." tanya Rendi.


"Pulang saja Ren, aku masih ada misi lagi nanti..." jawab Keenan.


"Misi ? di agenda tuan tidak ada jadwal seperti itu."


"Ini misi pribadi ku Ren...jelas tidak ada di agenda harian ku."


"Misi apaan....aku kok jadi kepo ya, apa ini ada hubungan nya dengan perkataan tuan Abraham waktu itu, atau jangan - jangan....tuan Keenan benar - benar akan membawa nona Nayla kabur dengan paksa. Secara tuan kan abis ditolak tadi. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera memperingatkan tuan untuk tidak melakukan hal yang akan merugikan tuan Keenan nanti nya," monolog Rendi dalam hati.


"Maaf tuan... sebaiknya anda mempertimbangkan segala sesuatu nya terlebih dahulu jika ingin melakukan sesuatu," ucap Rendi tiba - tiba.


Keenan tidak mengerti dengan apa yang asisten nya itu ucapkan.


"Maksud kamu?"


"Bukan kah misi yang akan tuan lakukan saat ini membawa nona Nayla pergi dengan paksa?"


"Hahahahaha.....ya tidak mungkin lah aku akan melakukan hal itu, misi yang aku maksud itu, meluluhkan hati Nayla kembali," ujar Keenan.


"Oo..." Rendi hanya ber oh ria sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


Keenan menggelengkan kepala nya melihat ekspresi sang asisten nya.


"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan pada mu Ren? apa sudah ada hasil nya.." tanya Keenan.


"Orang suruhan saya sudah mendapatkan semua informasi yang tuan butuhkan, nanti malam semua informasi itu akan saya berikan pada anda."


"Bagus kalau begitu, kamu memang selalu bisa diandalkan Ren. Aku sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang sebenar nya terjadi sehingga seorang Abraham Davidson bisa berkata seperti itu, " ucap Keenan.

__ADS_1


**


Nayla dan Santi sudah sampai di lobby apartemen. Begitu pula dengan Keenan dan Rendi.


Keenan mengembangkan senyuman nya saat melihat sosok wanita cantik yang tak lain adalah mantan istri nya itu sedang berjalan tidak jauh dari nya. Tiba - tiba terbesit dalam otak nya untuk menjahili mantan istri nya itu. Keenan mempercepat langkah kaki nya supaya bisa sejajar dengan Nayla.


"Hai Nay...." sapa Keenan santai saat posisi dia berada di samping Nayla.


Jangan tanya di mana asisten Nayla saat ini, karena dia sudah diamankan oleh Rendi asisten Keenan. Begitu Keenan menemukan ide untuk sedikit menjahili Nayla, dia langsung memberi kode kepada Rendi supaya mengamankan Santi asisten Nayla.


Sapaan Keenan sontak membuat Nayla terkejut. Dia sampai membulatkan mata nya melihat Keenan yang tiba - tiba berada di samping nya.


"Mas Keenan....ngapain kamu di sini!" ucap Nayla sambil menengok kiri - kanan seperti mencari sesuatu.


"Asisten kamu sudah aman tuh...." kata Keenan santai sambil menunjuk ke arah Rendi dan Santi yang sedang berjalan agak jauh di belakang Nayla dan Keenan.


"Kalau Santi jalan bersama Rendi, jadi sejak tadi aku...."


"Mengobrol dengan ku lah Nay...ma siapa lagi coba..." lagi - lagi Keenan menjawab perkataan Nayla dengan santai sambil melanjutkan langkah nya.


"Mau kamu apa sech mas....bukan kah semua nya sudah jelas jika kita tidak ada hubungan apa - apa lagi, dan aku juga sudah memaafkan mu. Jadi tolong jangan ganggu hidup ku lagi dengan cara mengikuti ku seperti ini mas," kesal Nayla.


"Kan kamu sudah tahu Nay..mau aku apa. Kalau kamu tidak mau eh....bukan tidak mau tapi belum mau balikan dengan ku, tidak ada salah nya kan jika kita tetap deka? misal, dekat dalam artian berteman mungkin? kan sejak kecil kita memang sudah berteman." jawab Keenan.


Nayla mencebikkan bibir nya, dia benar - benar merasa kesal dengan mantan suami nya itu. Dia tidak tahu apa yang mantan suami nya itu inginkan.


"Itu dulu mas, saat kamu belum menaruh luka di hati ku," ucap Nayla begitu saja.


Tanpa dia sadari, ucapan nya itu membuat hati Keenan menjadi tercubit. Dia langsung menghentikan langkah nya dan berbalik menatap ke arah Nayla.

__ADS_1


"Maka dari itu, aku ingin menebus seluruh kesalahan ku yang dulu Nay. Aku juga ingin menghapus luka yang pernah aku torehkan kepada mu, aku ingin menghapus jejak air mata yang pernah kamu keluarkan saat bersama ku dulu, aku ingin membuat bibir mu selalu tersenyum bahagia. Dari itu, izinkan aku untuk melakukan itu semua Nay. Walaupun kamu tidak mau memberikan kesempatan untuk ku untuk kembali menjalan hubungan dengan mu, tapi setidak nya kita bisa memulai nya dengan berteman kan Nay?" kata Keenan dengan tatapan yang sendu.


Mendengar ucapan Keenan, entah mengapa hati Nayla menjadi berdesir. Apalagi melihat tatapan mata Keenan yang mengisyaratkan jika ada ketulusan di sana. Tatapan yang tidak pernah dia lihat selama menjadi istri Keenan dulu. Tapi lagi - lagi ego mengalahkan semua itu.


"Terserah kamu saja lah mas," jawab Nayla sambil masuk ke dalam lift.


Keenan yang melihat Nayla masuk ke dalam lift, langsung ikut masuk juga. Dan itu membuat Nayla tambah kesal.


"Mas....ngapain kamu ngikutin aku terus sech, seperti tidak ada kerjaan lain saja," kesal Nayla dengan menghentakkan kaki nya.


Jangan ditanya respond Keenan seperti apa, dia hanya memasang wajah yang santai tanpa dosa satu tangan nya asik memainkan ponsel nya dan satu tangan nya lagi dimasukkan ke dalam saku celana nya.


"Lha emang salah aku di mana sech Nay...di sini kan tidak ada aturan jika mantan suami istri naik lift yang sama bukan?"


Nayla benar - benar jengah dengan kelakuan mantan suami nya itu yang bertingkah ke kanak - kanak an. Bagi dia Keenan yang sekarang bukan Keenan yang dia kenal dulu, mana Keenan yang angkuh, sombong, dingin, dan selalu berkata pedas jika bersama Nayla. Mengapa sekarang Keenan berubah menjadi seperti itu. Bersikap ramah, berkata lembut, dan selalu menampilkan senyum yang sangat manis bagi nya.


"Ish....apa yang aku pikirkan sech," batin Nayla menggelengkan kepala nya karena tadi sempat memuji mantan suami nya itu.


Ting....


Pintu lift pun terbuka, Nayla buru - buru keluar dari lift dan berjalan setengah berlari berharap jika Keenan tidak mengikuti nya lagi. Tapi apa yang diharapkan nya tidak terjadi, Keenan juga berjalan lebih cepat dari dugaan nya. Dan sekarang dia sudah berada di samping Nayla.


"Mas stop !! berhenti di situ ! jangan mengikuti aku lagi! cukup ya mas, tolong pergi dari sini, jangan sampai aku berteriak minta tolong biar penghuni apartemen ini keluar dan menghajar mu sekarang juga," kata Nayla menggebu - gebu dengan dada naik turun menahan emosi.


Saat ini Nayla sudah sampai di depan unit apartemen nya.


"Aku disuruh pergi kemana emang nya Nay? jika tempat tinggal ku di sini," ucap Keenan dengan santai dan masuk begitu saja ke dalam apartemen nya meninggalkan Nayla yang berdiri terpaku tepat di depan apartemen Nayla.


"Astaga....."

__ADS_1


__ADS_2