Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab.39 Jangan GR


__ADS_3

"Kenapa kamu perlakukan aku seperti ini mas," lirih Nayla dengan bibir bergetar menahan sesak dalam dada nya.


"Kenapa!!!" pekik Nayla.


Keenan hanya diam tergugu mendengar jeritan pilu Nayla.


"Jawab Tuan Keenan Dirgantara yang terhormat, kenapa kamu diam saja hah.."


"Mana umpatan mu, mana kata - kata kasar mu yang biasa kamu lontarkan padaku hah! aku mau dengar sekarang," teriak Nayla dengan terisak pilu.


"Selama ini aku hanya diam saja saat kamu perlakukan ku semau mu sendiri, tapi kali ini aku tidak akan tinggal diam saat kamu melecehkan ku mas. Kamu emang benar suami ku, dalam agama dan negara kamu berhak atas diriku tapi itu semua kalau kamu juga memperlakukanku layaknya seorang istri seperti pasangan lainnya dan bukankah kamu sendiri yang bilang tidak akan sudi menyentuhku bukan? kamu seperti menjilat ludah mu sendiri mas," kata Nayla mencurahkan semua unek - unek yang ada dalam hati nya.


"Aku capek mas, hiks ... hiks.." tangis Nayla pecah dan tiba - tiba badannya terhuyung jatuh ke lantai.


Untung saja Keenan sigap menangkap tubuh Nayla, jadi Nayla tidak sampai jatuh ke lantai.


"Nay .... Nayla.. bangun Nay.." ucap Keenan berusaha membangunkan Nayla dengan menepuk pipi nya.


"Dia pingsan," lirih Keenan.


Keenan langsung membopong tubuh Nayla dan membawa nya ke kamar Nayla. Diletakkannya tubuh Nayla di atas kasur tipis yang ada di kamar itu. Keenan bingung melihat pakaian Nayla yang basah. Jika dibiarkan saja nanti Nayla akan tambah jadi sakit, tapi jika tidak dibiarkan bagaimana cara mengganti nya sedangkan di apartemen itu hanya ada mereka berdua.


"Bagaimana ini, apa aku yang harus mengganti pakaiannya," gumam Keenan menatap tubuh Nayla.


"Tidak ada pilihan lain, toh dia istri ku dan kita menikah sah secara agama dan negara jadi tidak masalah bukan jika aku mengganti pakaiannya," ucap Keenan.


Dengan segera Keenan mencari pakaian yang mudah untuk dipakaikan ke Nayla saat dalam keadaan yang tidak sadarkan diri itu di lemari kecil milik Nayla yang ada di kamar itu.


Keenan berusaha dengan susah payah untuk tidak melihat ke arah tubuh Nayla saat melepas pakaian Nayla satu per satu. Tangannya bergetar kala menyentuh bagian sensitif dari tubuh Nayla.

__ADS_1


"Shitt ... dalam keadaan seperti ini kenapa kamu bisa on sech," umpat Nayla. Karena junior nya tidak bisa di ajak kompromi jika sudah bersentuhan dengan Nayla.


Akhirnya dengan perjuangan yang lumayan lama selesai juga Keenan mengganti baju Nayla.


Dia mengambil handuk kecil yang ada di lemari kemudian dia mengelap wajah dan rambut Nayla yang basah. Tatapannya seketika terfokus pada bibir Nayla yang sedikit bengkak dan merah karena gigitan nya serta kissmark yang dia ciptakan tadi di leher bagian kanan Nayla. Ada rasa bersalah yang menyeruak di dalam hati Keenan karena tidak bisa mengontrol dirinya.


" Maafkan aku Nay, entah kenapa aku selalu tidak bisa mengontrol diriku jika berhadapan dengan mu," gumam Keenan mengusap lembut bibir Nayla.


"Aku janji Nay, akan berusaha merubah sikap kasar ku pada mu, benar kata mu aku seperti menjilat lidahku sendiri. Lisanku berucap tidak akan menyentuhmu, tapi tubuhku ingin selalu menyentuhmu. Hati ku selalu berdesir jika menatap wajahmu Nay, ada perasaan hangat yang mengalir di hati ku. Dan perasaan itu hanya muncul saat bersama mu saja, bersama Michel kekasihku aku tidak merasakan hal itu. Bahkan tubuh ini tidak ada respond sama sekali untuk menyentuhnya, berbeda saat bersama mu Nay," ucap Keenan mencurahkan semua isi hati nya.


Walaupun dia tahu orang yang diajak berbicara masih dalam keadaan pingsan. Setelah selesai mencurahkan isi hati nya, Keenan mencari minyak angin kemudian dia tempelkan ke hidung Nayla berharap dia akan segera sadar. Dan benar setelah Nayla menghirup minyak angin itu, terdengar lenguhan pelan dari Nayla.


"Eeenghh..." lenguh Nayla mencoba untuk membuka mata nya.


Dia mengerjapkan mata nya, karena merasa silau dengan cahaya lampu. Dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Ternyata dia berada di kamar nya, dia berfikir siapa yang telah membawa nya ke kamar karena Nayla melihat tidak ada siapa pun di ruangan itu. Nayla merasa ada yang beda dengan tubuhnya sekarang dia tidak merasakan dingin lagi, dan palah merasa hangat sekarang.


Nayla perlahan membuka selimut nya dan....


Keenan yang mendengar teriakan Nayla langsung berlari menuju kamar Nayla. Dia membuka pintu Nayla dengan keras karena panik mendengar teriakan dari Nayla.


"Ada apa Nay? apa ada yang sakit?" tanya Keenan panik melihat Nayla yang terlihat syok sambil memegang selimut nya kuat.


Nayla memicingkan mata nya ke arah Keenan.


"Jangan bilang kamu yang menggantikan pakaianku mas," tanya Nayla dengan tatapan yang tajam.


"Kirain ada apa," jawab Keenan santai.


Nayla mendelik mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Keenan. Baru saja Nayla ingin melontarkan protesnya, tapi Keenan sudah menyela.

__ADS_1


"Aku yang ganti pakaianmu, kenapa emangnya ngga terima," ucap Keenan datar.


"What !!" pekik Nayla lagi.


"Berisik... ngga usah GR, aku tidak melihat atau menyentuh apa pun di tubuhmu itu, lagian kita juga sudah menikah jadi ngga ada masalah bukan," cebik Keenan.


Nayla menatap tajam ke arah Keenan, dia mengerucutkan bibir nya karena kesal dengan tindakan Keenan.


"Ngga usah melotot seperti itu, lihat tuh bola mata mu sudah mau keluar, gimana sekarang keadaanmu," ucap Keenan dengan menempelkan telapak tangannya di kening Nayla.


Dengan cepat Nayla menepis tangan Keenan dan memalingkan wajahnya, dia benar - benar sangat kesal dengan Keenan.


"Ngga usah sok peduli," ketus Nayla.


"Mau mu apa seh Nay.." bentak Keenan.


Seketika suasana menjadi hening, mereka sibuk dengan pikirannya masing - masing. Sampai akhirnya Keenan membuka percakapan kembali.


"Maafkan aku Nay.." lirih Keenan.


"Selama ini aku selalu kasar pada mu, mulai sekarang aku akan mencoba bersikap baik pada mu, dan tidak kasar lagi. Tapi maaf, aku belum bisa menjalankan peranku sebagai seorang suami. Kamu tahu kan pernikahan yang kita jalani ini berbeda dengan pernikahan pada umumnya. Tidak ada cinta dalam pernikahan ini, dan aku sendiri juga sangat mencintai kekasihku kamu tahu itu kan.." terang Keenan.


"Dan untuk perbuatan ku tadi aku minta maaf Nay, aku khilaf.." sesal Keenan menundukkan kepala nya.


Nayla menghembuskan nafasnya kasar, ada rasa sesak dalam hati nya mendengar penuturan dari Keenan. Dia hanya diam membisu, bibirnya terasa kelu untuk menanggapi ucapan Keenan.


"Minumlah teh hangat ini," Keenan meletakkan secangkir teh di meja kecil yang ada di kamar Nayla dan berlalu keluar.


Nayla menatap punggung suami nya nanar, dia menyeka air mata nya yang lagi - lagi sudah menetes membasahi pipi nya. Dia merebahkan kembali tubuhnya dan menatap langit - langit kamar. Sesekali Nayla menghela nafas nya untuk mengurangi rasa sesak dalam hati nya.

__ADS_1


"Huh...."


__ADS_2