
"Jadi mas Keenan tahu kalau aku mempunyai alergi dingin?"
"Ini sayang..di minum dulu teh jahe nya supaya tubuh mu menghangat. Aku tahu segala sesuatu yang ada pada mu. Alergi dingin kamu kan sudah ada sejak kecil sayang, mana mungkin aku tidak tahu," ucap Keenan sambil merapikan kain yang menyelimuti punggung Nayla.
"Ternyata kamu memang ken ken ku mas.."
Keenan tersenyum mendengar ucapan Nayla, bagaimana pun dia sangat mengenal calon istri nya itu sejak kecil. Hanya karena suatu kesalahpahaman sehingga mereka harus melewati kondisi yang agak rumit.
Tapi sekarang hubungan mereka sudah kembali utuh lagi. Dan itu semua karena perjuangan Keenan yang tidak pernah mengenal lelah untuk meluluhkan kembali hati Nayla.
**
"Kak Rendi dapat hadiah cuti dua hari dari tuan Keenan?" tanya Santi pada sang kekasih lewat sambungan telepon.
"Iya cinta...kakak dapat cuti dua hari dari tuan Keenan, bukan hanya itu saja kakak juga dapat hadiah yang lumayan besar. Kata Tuan Keenan itu untuk kita habiskan saat berkencan tadi."
"Wah...aku tidak menyangka jika tuan Keenan ternyata orang nya sangat baik ya kak. Tapi, aku bagaimana? apa mungkin aku akan dapat cuti juga dari Nayla? secara kerjaan di kantor sangat menumpuk kak. Dan harus segera di selesaikan sebelum balik ke Indonesia lusa," kata Santi dengan nada sedih.
Pasal nya pekerjaan dia sangat lah banyak, mana mungkin dia akan mendapatkan cuti dari bos nya.
"Tenang cinta...besok aku akan membantu mu menyelesaikan semua pekerjaan mu, secara kakak kan besok sudah cuti," Rendi mana mungkin akan tega jika melihat kekasih nya harus bekerja keras menyelesaikan semua pekerjaan kantor nya yang menumpuk. Lagi pula pekerjaan Santi tidak jauh berbeda dengan nya, jadi dia akan mudah untuk menyelesaikan nya.
Mereka mengobrol banyak di telepon sebagai ganti acara kencan mereka yang gagal karena ada nya badai salju yang sedang melanda kota itu. Awal nya mereka berencana untuk pergi menonton bioskop bersama sepulang dari kantor.
Tapi pada kenyataan nya nasib mereka tidak jauh berbeda dengan Keenan dan Nayla yang gagal kencan malam ini.
__ADS_1
Bahkan dalam obrolan mereka juga sempat membahas tentang kencan kedua atasan nya itu seperti apa malam ini, apakah tetap berjalan atau gagal seperti mereka.
**
"Mas....besok kakek akan kembali ke Indonesia, apa tidak sebaik nya kita bareng dengan kakek saja," ujar Nayla yang saat ini duduk di sofa sambil bersandar di pundak Keenan.
"Tidak bisa sayang...besok ada satu pekerjaan yang akan aku selesaikan dulu, dan lagi Rendi juga besok cuti selama dua hari, jadi mau tidak mau aku harus menyelesaikan pekerjaan itu sendiri."
"Tumben Rendi mengambil cuti di sini mas, kenapa tidak di Indonesia saja nanti," tanya Nayla sedikit penasaran.
Pasal nya ngapain Rendi mengambil cuti saat dia berada di Amerika.
"Aku yang memberi dia cuti sayang...kasihan dia selama di sini sudah bekerja keras, dia juga ikut andil membantu ku membebaskan mu saat penculikan itu. Jadi tidak ada salah nya aku memberikan dia cuti selama dua hari di sini. Anggap saja ini hadiah untuk dia karena dia sekarang sudah tidak jomblo lagi, " jelas Keenan panjang lebar.
Nayla yang mengerti langsung menganggukkan kepala nya. Bahkan dia tidak sampai berpikir seperti itu pada Santi, jika Rendi diberikan cuti oleh Keenan untuk bersenang-senang dengan Santi otomatis di juga harus memberikan cuti juga pada asisten nya itu. Tapi pekerjaan di kantor sangat lah banyak yang harus dikerjakan dia atau pun Santi sebelum mereka kembali ke Indonesia.
"Aku juga harus memberikan Santi cuti kalau begitu dong mas, bagaimana Rendi bisa bersenang-senang dengan Santi kalau Santi masih berkutat dengan pekerjaan kantor. Tapi aku sendiri juga bingung, nanti siapa yang membantu ku untuk mengerjakan semua laporan itu jika Santi cuti," gumam Nayla yang merasa bingung.
Keenan memegang bahu Nayla, menarik dagu Nayla supaya menghadap ke wajah nya seraya berkata," kamu lupa siapa calon suami mu ini hemm...Keenan Dirgantara CEO Drg.Group yang sudah terbukti kemampuan nya dalam dunia bisnis. Kalau hanya menyelesaikan laporan atau pun memeriksa berkas kerja sama perusahaan serahkan semua nya pada calon suami mu ini sayang....di jamin seratus persen beres," ucap Keenan dengan penuh keyakinan dan percaya diri.
Bagaimana pun juga Keenan tidak mungkin akan membiarkan calon istri nya bekerja sendirian seperti itu. Kalau bisa Keenan mengharapkan Nayla untuk tidak bekerja lagi di kantor. Tapi bagaimana mungkin, karena hanya Nayla ahli waris dari Rich.Kingdom.
Setalah menikah nanti Keenan akan membicarakan masalah ini pada kakek mertua nya untuk mencari solusi yang terbaik supaya Nayla tidak bekerja keras dalam memajukan perusahaan kakek nya itu sendirian.
**
__ADS_1
Di bandara Internasional Jakarta, tiba lah seorang wanita yang penampilan nya biasa saja dengan kaca mata tebal bertengger di hidung mancung nya. Siapa lagi kalau bukan Safira Amelia, karyawan divisi keuangan di perusahaan Keenan yang baru saja di pindahkan kembali ke perusahaan Keenan yang ada di Jakarta.
Safira celingukan mencari seseorang yang akan menjemput nya. Sejak turun dari pesawat tadi ponsel nya kehabisan baterai sehingga dia tidak bisa menghubungi teman nya itu. Alhasil dia hanya bisa celingukan ke sana kemari mencari keberadaan teman nya itu.
"Fira....." teriak seorang wanita sambil melambaikan tangan nya. Wanita itu mempunyai gaya yang tidak jauh beda dengan Safira.
Safira mengembangkan senyuman nya setelah tahu sahabat sejati nya di kantor Drg.Group yang ada di Jakarta menjemput nya. Dengan langkah lebar Safira langsung mendekati sahabat nya itu tapi langkah nya tiba - tiba terhenti karena koper nya menabrak kaki seseorang sehingga membuat orang itu merintih kesakitan.
"Woy....bisa tidak kalau berjalan membawa koper itu hati-hati!" teriak laki-laki yang tanpa sengaja di tabrak oleh koper Safira.
Karena merasa bersalah akhir nya Safira membalikan badan nya untuk meminta maaf pada orang tersebut.
"Maaf tuan saya tidak sengaja, kalau boleh tahu mana yang sakit tuan, apa perlu kita ke rumah sakit untuk mengobati luka tuan. Siapa tahu luka anda parah tuan..." ucap Safira yang langsung menunduk ke arah kaki laki-laki itu untuk memeriksa keadaan nya setelah tertabrak oleh koper Safira.
Laki-laki itu mengamati secara intens perempuan yang sekarang berada di kaki nya itu. Dia merasa seperti pernah melihat perempuan ini, dan benar saja ternyata dia adalah....
"Kamu...?" bentak Davin membelalakkan mata nya saat mendapati wanita yang sedang memeriksa kaki nya itu adalah wanita yang sedang dia cari.
Safira mendongakkan wajah nya mendengar laki-laki yang sedang dia periksa kaki nya seperti mengenali diri nya.
Tatapan kedua nya saling bertemu satu sama lain. Safira memandang bingung ke arah Davin, karena dia sendiri merasa tidak mengenal Davin sama sekali. Sedangkan Davin menatap tajam ke arah Safira.
Merasa mendapat tatapan yang tajam, Safira kemudian langsung memutus tatapan nya dan berdiri agak menjauh dari Davin.
"Anda mengenal saya tuan?" tanya Safira polos dengan menunjuk ke arah diri nya sendiri menggunakan jari telunjuk nya.
__ADS_1
"Ck....manusia Alien..."