Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab.139 Gadis bar-bar


__ADS_3

Safira....Safira...malang sekali nasib mu," lirih Safira dengan menghembuskan nafas nya perlahan.


Dia berjalan ke arah lift khusus untuk karyawan. Dia menekan tombol sepuluh sesuai arahan dari pak Seno. Di lantai itu lah ruangan CEO dari SNJ.Group itu berada dan di ruangan itu juga diri nya nanti akan bekerja.


Di saat Safira sedang menenangkan hati nya karena akan bekerja langsung di bawah tekanan sang CEO, di ruangan CEO sedang ada seorang pemuda tampan yang sejak tadi mengulum senyuman nya setelah mendapat kabar dari bagian HRD nya jika wanita yang sudah dia tunggu sejak tadi sedang menuju ke ruangan nya.


Safira tiba di lantai di mana ruangan dari pimpinan tertinggi perusahaan itu berada. Dia melihat sekeliling tidak tampak satu pun karyawan yang lain yang berada di sana. Hanya ada seorang wanita seksi dan cantik yang sedang duduk cantik sambil mewarnai kuku nya. Safira bisa menebak jika wanita itu adalah sekertaris pimpinan perusahaan itu.


"Permisi mba...." sapa Safira pada sekretaris Davin.


Wanita cantik yang sedang memoles kuku nya itu kemudian mendongakkan kepala nya ke atas menatap ke arah sumber suara yang dia dengar tadi.


Siska memicingkan mata nya melihat sosok wanita yang menurutnya aneh. Dia memindai penampilan Safira dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rambut di kuncir kuda, kemeja putih yang kebesaran, rok hitam span di bawa lutut dan kaca mata tebal sungguh penampilan yang sangat kampungan sekali. Itu yang ada di pikiran Siska sekarang ini.


Siska adalah sekertaris Davin, dia belum lama bekerja dengan Davin. Dia memang wanita yang cantik dan seksi, kalau masalah penampilan bagi dia adalah urusan nomer satu di bandingkan yang lain nya.


"Hemm....ada apa?"tanya Siska datar dan cuek.


"Maaf mba, saya perwakilan dari Drg.Group yang diutus untuk menangani proyek antara perusahaan SNJ.Group dan Drg.Group," terang Safira.


"Ooh....jadi kamu orang nya? emang tidak salah perusahaan sebesar Drg. mengutus karyawan seperti mu untuk menangani proyek ini?" Siska sengaja mengatakan hal itu dengan nada yang mengejek.


Safira hanya menghela nafas nya perlahan, dia sudah terbiasa dengan omongan seperti itu. Selalu dianggap remeh orang lain adalah makanan nya sehari-hari.


Safira tersenyum tipis kepada Siska," benar sekali mba, saya orang nya yang di utus oleh Drg.Group untuk bertugas di sini menangani proyek itu."


"Seperti tidak ada orang lain saja di perusahaan mu itu," ucap Siska yang berusaha untuk merendahkan Safira.


Gadis berkaca mata itu mencoba untuk bersabar menghadapi sekretaris Davin itu. Dia hanya menjawab dengan senyuman ejekan dari Siska. Tiba-tiba dari arah belakang Safira datang lah seorang laki-laki tampan bertubuh tegap dengan sejuta pesona nya yang selalu di gandrungi wanita-wanita cantik dan seksi di luaran sana. Siapa lagi kalau bukan Davin Sanjaya CEO dari SNJ.Group itu sendiri.


Siska yang menyadari kedatangan CEO nya itu langsung berdiri tidak lupa sebelum nya dia merapihkan penampilan nya terlebih dahulu supaya lebih menarik di hadapan bos nya itu. Bahkan dia sengaja melepas dua kancing atas kemeja nya itu, untuk supaya terlihat seksi di mata Davin.


Safira yang melihat nya pun hanya tersenyum tipis, ternyata bukan hanya di kantor nya yang dulu saja hal seperti ini dia lihat, ternyata di sini pun sama.


"Hemm..." Davin berdehem supaya Safira melihat ke arah nya. Dan benar saja karena deheman dari Davin, Safira pun membalikan badan nya ke arah Davin. Dia terkejut melihat sosok laki-laki yang ada di depan nya itu.


"Bukan nya laki-laki ini yang kemarin memarahi ku di bandara? kenapa dia bisa berada di sini? apa dia salah satu staf di perusahaan ini juga? tapi tunggu dulu, bukan kah di sini letak ruangan CEO, bukan ruangan staf biasa? atau jangan-jangan dia? ah....tidak ...tidak...mana mungkin laki-laki sombong seperti dia pimpinan perusahaan ini, bisa jadi dia hanya staf biasa yang sedang ada urusan di sini," monolog Safira dalam hati sambil menelisik penampilan Davin dari ujung kaki sampai ujung kepala nya.


Saat arah mata nya tepat di wajah Davin, sontak pandangan mereka bertemu satu dengan yang lain nya. Davin menatap Safira dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, sedangkan Safira sendiri yang merasa risih dengan tatapan menelisik Davin langsung memutuskan tatapan itu dan mengalihkan pandangan nya ke arah lain dengan sesekali membenarkan kaca mata nya.

__ADS_1


"Selamat siang tuan...." sapa Siska dengan nada yang sengaja di buat menggoda.


Safira yang mendengar nya saja sudah jijik, dia sampai berpikir yang aneh-aneh tentang wanita itu. Tanpa sadar dia menggetarkan bahu nya karena merasa jijik sendiri dengan apa yang dia bayangkan tentang Siska.


Davin yang melihat segala gerak-gerik Safira menyunggingkan senyuman nya, karena dia tahu apa yang sedang dalam pikiran Safira saat ini.


"Kamu utusan dari Drg.Group bukan?" tanya Davin pada Safira.


Safira menganggukkan kepala nya.


"Sekarang kamu masuk ke dalam ruangan!" titah Davin menunjuk sebuah ruangan yang bertuliskan CEO.


Tanpa banyak kata Safira langsung menuju ke ruangan yang Davin tunjuk tadi.


"Dan kamu! sekarang bereskan semua barang-barang kamu dan menghadap bagian HRD sekarang juga!" ucap Davin dengan nada yang penuh penekanan di setiap ucapan nya.


"Hah....maksud tuan, saya di pecat?" tanya Siska dengan wajah yang sudah pucat pasi.


"Saya rasa penerangan kamu tidak bermasalah, dan otak kamu juga pintar untuk mencerna setiap ucapan saya."


Setelah mengatakan hal itu Davin kemudian menuju ke ruangan nya.


Davin sebenarnya sudah lama ingin memberhentikan sekretaris nya itu, tapi selalu saja dia urungkan karena merupakan anak dari sahabat ayah nya sewaktu SMA dulu. Dan ayah nya Davin punya hutang budi dengan ayah nya Siska saat SMA dulu, sejak itu ayah nya Davin selalu berusaha untuk membalas kebaikan ayah nya Siska dengan cara menjodohkan nya dengan Davin, akan tetapi Davin selalu menolak nya.


Maka dari itu, ayah nya Davin menempatkan Siska sebagai sekretaris nya Davin saat ini. Sedangkan Davin sendiri tidak menyukai Siska karena kelakuan Siska yang terlalu berlebihan. Dia selalu berdandan seksi di kantor padahal Davin selalu menegur nya, dan semua pekerjaan Siska selama menjadi sekertaris juga tidak ada yang benar selama ini.


Dan tadi saat Davin hendak keluar dari ruangan nya tanpa sengaja dia melihat sikap cuek Siska saat menerima tamu dan dia juga sempat mendengar obrolan Siska dengan Safira yang sengaja menghina penampilan Safira.


Kesempatan ini Davin jadikan sebagai alasan untuk nya memecat Siska dari perusahaan nya. Untuk masalah ayah nya biar menjadi urusan nya nanti.


Safira mengetok pintu ruangan yang ditunjukkan Davin itu berkali-kali akan tetapi tidak ada sahutan dari dalam sama sekali. Dia celingukan ke sana kemari mencari seseorang bisa membantu nya tapi tidak ada satu pun orang yang ada di sana. Kelas saja dia sekarang berada di tempat di mana pemilik perusahaan itu berada. Mana mungkin ada karyawan yang berlalu lalang seperti di divisi nya dulu.


"Aku sudah mengetuk pintu ini berkali-kali kenapa tidak ada sahutan dari dalam ya, apa di dalam sana tidak ada orang sama sekali, tapi jika CEO perusahaan ini tidak ada di tempat, ngapain juga laki-laki sombong itu menyuruh ku ke ruangan ini. Apa aku masuk aja, ah...tapi itu tidak sopan. Tapi...apa aku harus terus berdiri di sini seharian, mana aku tidak ada kenalan sama sekali di sini. Ya Allah ...Safira...gini amat nasib Lo," Safira melorot ke bawah dan berjongkok karena lelah sejak tadi berdiri terus di depan ruangan CEO SNJ.group itu.


"Ngapain wanita itu berjongkok di depan ruangan ku, bukankah aku menyuruh nya untuk masuk ke dalam ruangan ku tadi," gumam Davin heran melihat Safira yang justru berjongkok sambil memainkan jari nya di lantai membuat tulisan-tulisan abstrak yang tidak jelas.


Davin mengulum senyuman nya," Ternyata attitude wanita itu oke juga, aku tahu dia pasti sejak tadi sudah berusaha untuk mengetuk pintu ruangan ku, karena tida ada jawaban dari dalam sana maka nya dia menunggu seperti itu, sungguh wanita yang unik."


Davin mempercepat langkah nya untuk mendekati Safira.

__ADS_1


"Mau sampai kapan kamu di situ hemm..." tanya Davin tiba-tiba saat sudah berada di depan Safira.


"Sampai lebaran monyet," beo Safira begitu saja tanpa melihat ke arah Davin.


Davin langsung menggerutu tidak jelas tapi tidak terdengar suara nya sama sekali oleh Safira. Dia langsung menerobos masuk ke dalam ruangan nya tanpa memperdulikan saat ini Safira yang bersandar di pintu tersebut.


Bruk...


Safira terjungkal ke belakang gara-gara Davin membuka pintu ruangan secara tiba-tiba tanpa permisi ma Safira terlebih dahulu. Untung saja rok yang di pakai Safira cukup aman jadi tidak ada masalah. Hanya saja pantat nya yang terasa sakit karena terjatuh secara tiba-tiba.


Davin sebenarnya ingin tertawa melihat Safira yang terjatuh seperti itu karena ulah nya. Tapi dia harus tetap menjaga image nya sebagai seorang CEO.


"Astagfirullah....bisa tidak kalau masuk itu bilang-bilang dulu," ucap Safira dengan bersungut-sungut sambil berdiri dan merapihkan penampilannya.


Dia menengok ke kiri dan kanan dan beruntung nya tidak ada satu pun orang yang melihat kejadian yang memalukan itu.


"Untung saja tidak ada orang yang melihat, dasar laki-laki tidak punya akhlak, bisa-bisa nya ada wanita yang kesakitan seperti ini karena ulah nya tapi dibiarkan saja. Aku heran kenapa perusahaan sebesar ini bisa memperkerjakan orang seperti dia seh," sindir Safira sambil melirik ke arah Davin yang sedang duduk santai di sofa sambil menyilangkan kaki nya.


Safira berjalan ke arah Davin dengan muka yang merah padam menahan marah serta malu. Walaupun Davin terlihat biasa saja, tapi dia tahu jika Davin pasti menertawai nya tadi.


"Hei...kamu jadi laki-laki tidak sopan sekali, melihat perempuan jatuh seperti tadi malah diam saja, ngga peka sama sekali jadi laki. Dan ini kenapa kamu berada di sini, pergi sana kalau yang punya perusahaan ini tahu karyawan bawahan seperti mu ada di ruangan nya," omel Safira.


Sedangkan Davin yang mendapat omelan dari Safira hanya tersenyum tipis dan memainkan ponsel nya tanpa menanggapi Safira.


Karena merasa kesal Safira kemudian melempar salah satu berkas yang ada di tangan nya ke arah Davin.


"Woi......manusia alien, apa yang kamu lakukan hah!" teriak Davin menatap tajam ke arah Safira.


"Apa hah...! maka nya kalau ada orang ngomong itu di perhatikan," ucap Safira balik menatap tajam Davin.


Mereka saling menatap tajam satu sama lain, tidak ada rasa takut sama sekali dari Safira saat itu ( tapi setelah tahu siapa sebenarnya Davin apa Safira masih berani seperti itu ya🤭).


"Ini cewe benar-benar ya.... penampilan boleh cupu tapi sikap dan perilaku suhu nya bar-bar," batin Davin melenggang pergi ke arah kursi kebesaran nya sambil mengelus-elus dahi nya yang lumayan sakit akibat lemparan Safira tadi.


Safira memperhatikan Davin yang menuju ke arah kursi CEO dan dia langsung membulatkan mata nya saat melihat Davin yang begitu santai nya duduk di kursi orang nomer satu di SNJ.Group itu.


"Hei.....apa yang kamu lakukan di situ....nanti kalau CEO SNJ.Group tahu kursi kebesaran nya di duduki oleh mu, bisa di pecat kamu nanti!" kata Safira mengingatkan Davin.


"Yang ada orang yang sudah memarahi dan mengomeli ku tidak jelas itu yang akan aku pecat."

__ADS_1


"Hah....apa kamu bilang?"


__ADS_2