Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab.152 Goooool


__ADS_3

"S**t....siapa sech," ucap Keenan saat menghentikan aktifitas di atas tubuh istri nya.


Dia ingin mengabaikan ketukan pintu itu, akan tetapi ketukan pintu itu tidak berhenti-henti. Mau ngga mau Keenan akhir nya turun dari ranjang dengan kondisi yang acak-acak kan. Bahkan dia masih bertelanjang dada saat membuka kan pintu.


Sedangkan Nayla sendiri langsung menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh polos nya. Karena ulah Keenan di tubuh nya, entah sejak kapan tubuh Nayla menjadi tanpa sehelai benang sama sekali.


Klek,


Kepala Keenan muncul di depan pintu kamar hotel itu, dan terlihat seorang laki-laki yang tak lain adalah anak buah Rendi asisten nya.


"Ada apa," kata Keenan dengan nada dingin dengan tatapan tajam.


"Ini tuan...." jawab laki-laki dengan perawakan tinggi besar seperti bodyguard dengan suara yang gemetar.


Keenan mengambil dua paper bag yang dibawa laki-laki itu.


"Kenapa kamu yang mengantarkan ini semua, di mana Rendi!"


"Ehm .... bos Rendi sedang sibuk tuan."


"Ck.... alasan saja, sudah kamu boleh pergi sana, mengganggu saja!"


Laki-laki itu membungkukkan badan nya dan langsung berlalu pergi.


Keenan emang menyuruh Rendi untuk membawakan baju ganti dia dan Nayla. Tapi entah mengapa Rendi justru menyuruh anak buah nya yang mengantar pesanan Keenan itu. Seperti nya dia sengaja melakukan itu semua supaya dia bisa bersantai menikmati pesta bersama sang kekasih.


"Siapa mas?" tanya Nayla.


"Orang suruhan Rendi mengantarkan ini," jawab Keenan sambil mengangkat kedua paper bag yang ada di tangan nya.


"Tumben....kenapa bukan Rendi sendiri yang mengantar mas."


"Entah lah sayang ...."

__ADS_1


Keenan langsung naik ke atas ranjang kembali setelah meletakan paper bag itu di atas lemari nakas. Dia langsung menyerah Nayla kembali dengan sentuhan-sentuhan lembut di mulai dari bibir Nayla yang sudah membuat dia candu. Sentuhan-sentuhan yang diberikan oleh Keenan mampu membuat Nayla mengeluarkan suara-suara indah nya dan itu membuat Keenan semakin bergairah untuk terus melanjutkan aktifitas nya.


Keenan langsung membuang handuk yang melilit pinggang nya ke sembarang arah, sehingga tampak lah senjata andalan nya yang sudah berdiri tegak dengan ukuran yang sangat waw. Nayla melototkan mata nya melihat alat tempur suami nya itu, dia beberapa kali menelan Saliva nya. Jujur dia merasa takut ketika melihat benda tumpul itu.


"Mas itu...." kata Nayla sambil mengarahkan jari nya ke arah senjata Keenan.


"Kenapa sayang...kurang besar ya, atau kurang panjang?" tanya Keenan dengan kalimat yang frontal.


Nayla langsung menggelengkan kepala nya, bagaimana bisa suami nya berkata seperti itu, benda sebesar dan sepanjang itu dia bilang kurang besar? sedangkan Nayla sendiri saja merasa takut dengan benda tersebut muat atau tidak nya nanti.


"Bukan begitu mas, tapi....apa itu akan muat nanti, pasti sakit?" lirih Nayla sambil menggigit bibir nya dan sontak membuat Keenan mengembangkan senyum nya.


"Tenang saja sayang....aku pastikan akan melakukan nya dengan pelan-pelan, yang terpenting size nya pas kan menurut kamu?"


Lagi-lagi Keenan mempertanyakan kualitas dari senjata nya ni yang membuat wajah istri nya langsung memerah. Tanpa banyak kata lagi Nayla langsung menganggukkan kepala nya. Dia melakukan hal itu supaya Keenan tidak mengulangi perkataan yang membuat Nayla menjadi malu sendiri.


Keenan mengembangkan senyuman nya setelah melihat Nayla menganggukkan kepala nya, dia merasa yakin jika istri nya itu akan terpuaskan dengan senjata nya nanti.


Dengan pelan Keenan menggesekkan senjata super nya itu di bagian intim Nayla. Ada gelayar aneh dalam tubuh Nayla saat merasakan pergesekan benda tumpul tersebut. Belum lagi sentuhan-sentuhan Keenan di titik-titik sensitif Nayla yang membuat wanita itu mengeluarkan suara erotis nya.


Keenan ingin istri nya itu merasa puas dengan service yang dia berikan.


"Mas....aku pingin..."


"Keluarkan sayang...."


"Aach....." Nayla berhasil melakukan pelepasan pertama nya, nafas nya masih tersengal-sengal tubuh nya terasa lemas seketika.


Keenan tersenyum puas melihat istri nya melakukan pelepasan pertama nya. Dan sekarang giliran dia.


"Aku mulai ya sayang....ini mungkin akan sakit, kamu bisa mencakar punggung ku atau menggigitnya tapi aku yakin setelah itu kamu hanya akan merasakan kenikmatan nya saja."


"Lakukan lah suami ku, aku sudah siap.." kata Nayla dengan suara yang masih tersengal-sengal yang terlihat seksi di mata Keenan.

__ADS_1


Keenan langsung mengarahkan senjata nya di bagian inti Nayla. Dia merasa kesulitan karena inti Nayla yang sangat sempit sekali. Keenan berusaha terus memasukkan senjata nya, baru pucuk nya saja yang masuk Nayla sudah menjerit kesakitan.


"Ah mas....sakit!" teriak Nayla.


Keenan langsung menghentikan usaha nya karena mendengar teriakan sang istri dan mencabut senjata nya yang baru terbenam pucuk nya di goa Nayla.


"Kenapa berhenti mas...?" tanya Nayla.


"Aku tidak tega sayang melihat kamu kesakitan seperti itu."


Nayla tersenyum sambil mengusap pipi Keenan dengan lembut seraya berkata," lanjutkan mas, aku sudah siap."


Keenan yang mendapat lali hijau dari sang istri langsung melanjutkan percobaan nya, kali ini dengan sekali hentakan benteng pertahanan Nayla yang dia jaga selama ini terbobol sudah.


Nayla berusaha sekuat mungkin untuk menahan rasa sakit di bagian inti nya dengan mencengkram seprai dengan sangat kuat. Dia bisa saja mencengkram punggung suami nya, aka tetapi dia tidak ingin melukai tubuh atletis sang suami dengan kuku-kuku cantik nya itu.


Keenan membiarkan sejenak senjata nya di sarang nya, dia ingin sarang senjata nya itu menyesuaikan diri terlebih dahulu.


"Maaf sayang...jika ini membuat kamu merasa sakit."


Nayla menggelengkan kepala nya dan tersenyum menanggapi ucapan sang suami. Keenan langsung me****t lembut bibir istri nya yang sudah terlihat bengkak karena ulah nya.


Tangan nya bergerak liar dengan me***s salah satu gunung kembar Nayla memberi sentuhan- sentuhan lembut di bagian sensitif seorang wanita supaya rasa sakit yang istri nya rasakan saat ini bisa teralihkan. Perlahan tapi pasti Keenan menggerakkan senjata nya di bagian inti Nayla dengan ritme yang santai tapi bisa membuat Nayla merasakan kenikmatan yang sebelum nya tidak pernah dia rasakan.


Melihat istri nya mulai menikmati permainan nya, Keenan mulai menambah ritme gerakan nya menjadi agak cepat sehingga membuat wanita yang berada di bawah kukungan nya itu mengeluarkan suara seksi nya.


"Engh sayang, ini nikmat sekali." ucap Keenan di sela-sela aktifitas nya.


Seketika suasana kamar president suit hotel tersebut menjadi panas, suara-suara seksi menghiasi isi kamar tersebut.


"Mas...a ku sudah ingin....engh," kata Nayla dengan terbata saat dia akan melakukan pelepasan lagi.


"Bareng sayang...." jawab Keenan dengan nafas yang memburu mempercepat pergerakan nya dan...

__ADS_1


"Aaaaakh....."


__ADS_2