Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 87 Seperti tidak ada harapan


__ADS_3

"Maksud kamu.."


"Selama ini aku tidak pernah dekat atau menjalin hubungan dengan siapa pun Nay, sehari - hari aku hanya berkutat dengan berkas..bertemu klien, meeteng dan lain nya yang berhubungan dengan pekerjaan. Semua nya terasa hambar dan monoton bagi ku, bisa dikatakan hidup ku tidak bewarna sama sekali. Aku tidak pernah ada waktu untuk sekedar hang out keluar bersama teman atau semacam nya. Maka nya orang selalu menilai ku dengan sebutan CEO yang dingin seperti kutub utara. Ya karena selama ini aku emang seperti itu, jarang tersenyum pada orang lain, cuek, semau nya sendiri seperti awal kita bertemu. Keadaan yang membuat aku seperti itu Nay... tapi pada kenyataan nya sifat asli ku seperti yang kamu lihat ini. Sama seperti orang kebanyakan di luaran sana. Tapi semenjak aku bertemu dengan mu entah mengapa aku seperti menemukan jari diri ku yang sebenarnya. Kamu memang wanita yang berbeda Nay..." ucap Abraham panjang lebar.


Nayla hanya menanggapi semua cerita Abraham dengan tersenyum tipis. Dia tidak menyangka jika kehidupan seorang Abraham Davidson yang orang lain katakan sempurna ternyata sangat hambar. Bahkan kalau terdengar dari cerita nya tadi dia termasuk dalam golongan orang yang sangat kesepian dan monoton karena kehidupan nya hanya berputar di dunia pekerjaan saja.


Tapi ada sedikit yang mengganjal dalam hati Nayla, tadi Abraham sempat mengatakan jika dia adalah wanita yang berbeda, apa maksud dari perkataan nya itu.


"Terkadang apa yang orang lain lihat itu tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi tuan.." ucap Nayla dengan begitu santai.


Ck...


"Tuan lagi..." Abraham berdecak kesal karena Nayla masih menyebut diri nya dengan sebutan itu. Dan itu membuat Nayla jadi bingung.


"Aku rasa usia kita tidak jauh beda, apa tidak sebaik nya kamu panggil nama saja pada ku seperti nya itu lebih enak di dengar dari pada kamu memanggilku tuan," kata Abraham memberikan ide kepada Nayla.


"Tapi nama anda tidak enak kalau dibuat nama panggilan,hahahaha...." ucap Nayla sambil tertawa kecil.


Dan itu sontak membuat Abraham tertawa lepas, karena menurut nya apa yang dikatakan Nayla ada benar nya juga, Abraham..mau di panggil Abra terdengar lucu, dipanggil Aham apa lagi, cuma panggilan David yang terdengar familiar.


Akhir nya meraka tidak meributkan masalah panggilan, terserah Nayla saja mau manggil Abraham dengan apa yang terpenting jangan tuan saja itu sudah cukup bagi Abraham.


Hari ini bisa dikatakan hari yang spesial bagi Abraham karena dia akhirnya bisa selangkah lebih dekat lagi dengan Nayla. Dan dia juga merasa jika Nayla sudah welcome pada nya, terbukti Nayla sudah tidak dingin lagi dan dia juga tidak segan untuk tertawa lepas hari ini.


Di sela - sela obrolan mereka, Abraham memberikan undangan khusus untuk Nayla. Karena lusa adalah hari jadi perusahaan The Royal Company. Dia sangat berharap jika Nayla akan datang di acara itu. Dan bak gayung bersambut, Nayla pun meng iya kan bahwa dia akan datang di acara itu. Sungguh hal itu sangat membuat seorang Abraham Davidson merasa sangat bahagia.


Semua hal yang terjadi di meja makan itu tidak luput dari penglihatan kedua asisten mereka Jo dan Santi yang diam - diam memperhatikan atasan nya masing - masing.


"Semoga kamu segera bisa membuka hati kamu untuk laki - laki lain Nay...seperti nya tuan Abraham orang nya baik," ucap Santi dari jauh.


Dia sangat berharap sahabat nya itu bisa segera move on dan membuka hati nya untuk laki - laki lain.


Dia yang sama pun di panjatkan oleh Jo asisten dari Abraham Davidson, dia berharap sang bos segera mendapatkan pendamping hidup supaya dia tidak selalu direpotkan dengan segala keperluan sang Bos.


"Aku rasa perjuangan bos Abraham baru akan dimulai...semangat bos!" ucap Jo memberikan semangat pada sang bos yang terlihat sangat bahagia hari ini.


**

__ADS_1


Di tanah air,


Keenan sekarang sedang melakukan mobil nya menuju Mansion Tuan Richard. Saat dia sedang menghadiri meeteng dengan klien nya di luar tiba - tiba sang asisten memberitahu jika tuan Richard menunggu nya di Mansion sekarang. Keenan hanya diberikan waktu tiga puluh menit saja, karena Tuan Richard akan terbang ke Amerika.


Untung saja jalanan tampak lengang saat itu, jadi Keenan dengan mudah untuk melajukan kendaraan nya dengan sangat cepat. Dia benar - benar tidak akan menyiakan kesempatan ini.


Dia sudah bertekad apa pun yang akan terjadi nanti, dia juga sudah siap dengan segala konsekuensi yang akan dia terima nanti. Sekalipun dia harus kehilangan nyawa nya dia pun rela. Yang terpenting sekarang ini dia harus mendapatkan maaf dari Tuan Richard yang tak lain adalah Kakek kandung dari Nayla.


Hanya butuh waktu sepuluh menit akhirnya Keenan sampai di sebuah alamat yang diberikan oleh Rendi sang asisten. Keenan memandang takjub dengan bangunan yang super megah dan mewah di depan nya saat ini. Bangunan itu dua kali lipat dari Mansion kakek nya.


Tidak lama kemudian datang lah seorang laki - laki paruh baya yang Keenan yakini dari segi penampilan nya adalah kepala asisten dari Tuan Richard.


"Selamat malam Tuan Keenan, silahkan masuk..anda sudah ditunggu oleh Tuan besar di dalam," sapa Pak Mun dengan sopan dan ramah.


Keenan menganggukkan kepala nya dan berjalan mengekor Pak Mun masuk ke dalam. Keenan benar - benar dibuat takjub dengan desain interior Mansion ini, sungguh dia tidak menyangka jika mantan istri nya itu adalah cucu tunggal dari pemilik Mansion mewah ini dan orang yang paling disegani dalam dunia bisnis di negara ini.


"Silahkan duduk tuan..sebentar lagi tuan besar akan turu. Apakah anda ingin minum sesuatu?" tawar Pak Mun.


"Tidak pak, terima kasih..."


Pak Mun kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan itu. Dan dari arah tangga turun lah seorang laki - laki tua yang masih terlihat gagah di usia nya yang sudah senja seperti itu.


Kalau pertemuan sebelum nya kan untuk membahas tentang bisnis, kali ini pertemuan mereka bukan untuk itu melainkan untuk membahas tentang Nayla yang jelas di sini Keenan akan mendapatkan masalah besar


Tapi apa pun itu Keenan tetap berusaha untuk bersikap setenang mungkin, beberapa kali dia menghela nafas dan mengucapkan istighfar guna untuk menetralkan rasa gugup nya.


Keenan berdiri dan membungkukkan badan nya untuk menyapa Tuan Richard.


"Selamat malam Tuan...." sapa Keenan dengan sopan dan menampilkan senyuman yang manis dan tulus.


Tuan Richard hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban dan mempersilahkan Keenan untuk duduk kembali. Sedangkan dia tetap memasang wajah yang dingin dan datar.


"Ada keperluan apa anda datang kemari, katakan secepat nya karena saya tidak mempunyai waktu yang banyak jika hanya untuk sekedar basa basi tidak jelas," kata Tuan Richard dengan datar dan tatapan yang tidak bersahabat pada mantan cucu menantu nya itu.


Keenan yang mendapat tatapan seperti itu berusaha susah payah menelan Saliva nya. Saat ini Keenan bukan seperti Keenan Dirgantara yang biasa nya, dia benar - benar menjadi seorang yang siap untuk diadili.


Tanpa tuan Richard duga, Keenan langsung bersimpuh di hadapan nya dan memohon maaf kepada nya.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan....karena saya sudah membuat Nayla terluka selama ini, saya sangat menyesal karena telah menyia - nyiakan wanita sebaik Nayla, saya tahu kesalahan saya sangat besar sekali dan untuk kata maaf mungkin tidak layak saya terima. Tapi demi Allah saya menyesali semua perbuatan saya, dan saya siap menebus semua kesalahan saya dengan apa pun Tuan...saya rela kehilangan nyawa saya di tangan Tuan, asalkan anda mau memaafkan semua kesalahan saya," ucap Keenan dengan terisak menangis penuh penyesalan dihadapan Tuan Richard.


Tuan Richard hanya menyunggingkan senyuman nya. Seolah mengejek Keenan yang sekarang.


"Kenapa kamu meminta maaf pada ku, Hemmmm...bukan kah selama ini kamu selalu menyakiti cucu ku, bahkan kamu terang - terang an berselingkuh di depan cucu ku, kamu juga menjadikan cucu ku sebagai istri di atas kertas selama 100 hari yang kamu butuhkan untuk sebuah dokumen harta kekayaan Dirgantara yang tidak ada apa - apa nya dengan apa yang Nayla memiliki sekarang ini," ucap Tuan Richard dengan penuh emosi.


"Anda benar tuan...pada awal nya saya memang mempermainkan pernikahan itu, tapi setelah saya mengetahui semua nya, saya benar - benar menyesal tuan," Keenan menundukkan kepala nya, dia sudah siap dengan apa yang akan mantan kakek mertua nya itu lakukan.


Plak....


Keenan tercengang saat pipi kanan nya tiba - tiba mendapat tamparan keras dari Tuan Richard sampai dia terjungkal ke belakang karena terlalu keras nya tamparan itu.


"Satu tamparan ini tidak bearti apa - apa dengan rasa sakit yang sudah kamu torehkan pada cucu ku, tidak hanya batin yang kamu siksa bahkan kamu juga sudah menyiksa nya secara fisik. Jika bukan karena Nayla, kamu tidak akan mendapat kan kesempatan dari ku untuk memenangkan tender itu."


"Maksud tuan...." Keenan memberanikan mendongakkan kepala nya karena dia merasa aneh tiba - tiba tuan Richard mengungkit masalah tender proyek yang sedang ia tangani sekarang.


"Kamu tanya pada asisten pribadi mu apa yang dilakukan cucu ku untuk membela mu supaya mendapatkan tender itu. Kalau saat itu aku sudah mengetahui jika Nayla adalah cucu kandung ku, aku tidak akan sudi memberikan mu kesempatan yang kedua untuk memperoleh tender itu. Bahkan kalau bukan karena Nayla yang meminta untuk aku tetap melanjutkan kerja sama itu, aku sudah pastikan perusahaan mu sudah hancur rata seperti tanah sekarang ini."


"Aku tidak menyangka seorang Keenan Dirgantara yang aku kenal selama ini ternyata hanya lah seorang bajingan yang hanya takut kehilangan harta warisan semata. Bahkan jika harta keluarga kamu itu diberikan kepada Almarhum Yusuf sebagai balas budi itu pun tidak ada arti nya sama sekali. Dan sekarang apa tadi saya dengar? kamu menyesali semua nya? " kata Tuan Richard dengan senyuman mengejek.


"Iya Tuan...saya sangat menyesali apa yang sudah saya lakukan pada Nayla selama ini. Semua hanya karena kebodohan saya yang takut kehilangan apa yang seharusnya menjadi hak saya, sampai saya tega menuduh Nayla dan almarhum kakek Yusuf yang bukan - bukan. Padahal apa yang mereka lakukan pada keluarga saya sangat lah berharga, benar yang tuan katakan jika harta yang kami miliki tidak ada arti nya dengan apa yang sudah kakek Yusuf berikan pada kami," Keenan menundukkan kepala nya dengan sesekali menghapus air mata yang keluar dari sudut mata nya.


Semua itu tidak terlepas dari pandangan Tuan Richard. Dia hanya menghela nafas nya perlahan dan membuang muka nya ke lain arah untuk mengontrol emosi nya.


"Kalau boleh saya jujur tuan...selama menjalani pernikahan dengan Nayla ada perasaan hangat, nyaman yang saya rasakan setiap bersama Nayla, hati saya merasa sakit ketika melihat Nayla selalu meneteskan air mata karena perkataan pedas yang sering saya lontarkan kepada Nayla, saya akui saya pernah membuat luka pada fisik Nayla hal itu saya lakukan karena saya merasa kesal melihat Nayla berdekatan dengan laki - laki lain, saya adalah tipe laki - laki yang susah untuk mengutarakan perasaan yang saya rasakan. Saya juga tahu, ada kesalahan yang sangat besar yang saya torehkan pada Nayla, karena saya terang - terangan tetap menjalin hubungan dengan kekasih saya saat kami sudah sah menjadi suami istri. Tapi saat itu saya benar - benar telah dibutakan oleh cinta yang sesat, sampai saya tidak bisa membedakan mana yang tulus mencintai saya dan mana yang hanya mempermainkan saya," jelas Keenan panjang lebar.


Dia sudah tidak peduli bagaimana nasib nya setelah ini, karena dia melihat jika tuan Richard seperti nya tidak akan mudah untuk memaafkan nya atau bahkan tidak akan memaafkan nya. Apa lagi sampai memberitahu keberadaan Nayla saat ini dimana.


Keenan juga menjelaskan semua tentang berita yang beredar di media belakangan ini tentang video ciuman nya dengan Michel. Dia juga bersumpah tidak pernah berciuman bibir selama menjalin hubungan dengan Michel. Dia memang mengakui jika video itu memang benar ada nya tapi kejadian yang sebenar nya tidak seperti itu. Dia menjelaskan semua nya jika dia sudah dipermainkan oleh saingan bisnis nya dan juga Michel.


Dia tidak mempermasalahkan jika tuan Richard untuk percaya atau tidak pada nya. Yang terpenting dia sudah mengatakan dengan sejujur nya.


"Saya bersumpah tuan demi apa pun, jika apa yang saya utarakan tadi adalah benar ada nya, saya tidak peduli jika setelah ini anda akan menghancurkan saya atau membunuh saya sekalipun saya tidak peduli, yang terpenting bagi saya sekarang adalah maaf dari tuan dan Nayla itu saja, karena selama ini saya baru menyadari jika saya sangat mencintai Nayla gadis kecil berkucir kuda yang terjatuh di taman itu," ucap Keenan dengan terkekeh kecil yang sesekali menghapus air mata nya.


"Sekali lagi maafkan kesalahan saya tuan," kata Keenan sambil beranjak berdiri dan membungkukkan badan nya. Karena tidak ada respond yang dia harapkan maka dia berniat untuk segera pergi dari tempat itu. Setidak nya dia sudah berusaha untuk mendapatkan maaf dari Tuan Richard.


"Kalau begitu saya permisi tuan..saya ucapkan terima kasih karena tuan sudah meluangkan waktu berharga tuan untuk saya," ucap Keenan dan berlalu dari tempat itu.

__ADS_1


"Tunggu....."


__ADS_2