Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 111 Kritis


__ADS_3

"Anda benar tuan Keenan.... Nayla masih sangat mencintai mu."


"Seperti nya aku sudah kalah dan anda adalah pemenang nya tuan Keenan, keadaan ini palah membuat cinta kalian terlihat nyata ada nya," batin Abraham dengan tersenyum miris menatap Nayla yang tak henti - henti memanggil nama Keenan dengan sesekali mencium tangan Keenan dan kadang menaruh tangan Keenan di pipi nya.


Sesampai nya di rumah sakit Keenan langsung di tangani oleh beberapa dokter ahli di rumah sakit itu. Dokter itu langsung melakukan beberapa tindakan untuk mengeluarkan peluru yang ada di perut Keenan.


"Semua akan baik - baik saja Nay, tenanglah...dokter pasti akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani tuan Keenan," ucap Abraham berusaha menenangkan wanita yang dia sukai.


Nayla yang mendengar ucapan Abraham pun hanya melirik dengan tatapan yang tidak suka. Entah mengapa Nayla bersikap seperti itu, hanya dia yang tahu.


Akhirnya Abraham dan Nayla menunggu di luar, tidak ada obrolan apa pun diantara mereka. Bahkan ke dua nya duduk saling berjauhan. Mereka terlihat sangat panik dan khawatir. Terutama Nayla, gadis itu beberapa kali berjalan ke arah pintu operasi untuk sekedar mengintip kegiatan beberapa dokter dan tenaga medis lain nya yang sedang menangani Keenan.


Tap....tap...tap...


Terdengar langkah sepatu yang terburu - buru menuju ke arah Nayla dan Abraham yang sedang duduk di ruang tunggu.


"Sayang...bagaimana keadaanmu hem..." ucap tuan Richard memeluk sang cucu dan menghujani ciuman di pucuk kepala cucu kesayangan nya itu.


Saat tiba di bandara, tuan Richard langsung memperoleh kabar dari asisten pribadi nya jika Nayla saat itu diculik oleh Sultan Davidson. Asisten nya juga menceritakan seluruh kronologi kejadian nya seperti apa. Dan tanpa pikir panjang lagi tuan Richard dan asisten nya langsung menuju ke rumah sakit dimana Nayla berada saat ini.


"Nayla tidak apa - apa kek...tapi mas Keenan, hiks..."Nayla terisak di dalam pelukan sang kakek karena merasa sangat sedih dan masih syok dengan semua yang menimpa diri nya tadi.


"Semua akan baik - baik saja nak...kakek yakin Keenan Dirgantara laki - laki yang kuat dan tangguh, pasti dia bisa melewati ini semua, kita berdoa saja supaya semua nya baik - baik saja," ujar tuan Richard menenangkan sang cucu.

__ADS_1


Dia kemudian membawa Nayla untuk duduk bersama nya. Sekilas dia melirik ke sosok laki - laki tampan yang duduk tidak jauh dari tepat duduk nya. Dia hanya tersenyum tipis kepada Abraham, tanpa ada niatan untuk menyapa atau mengajak nya mengobrol. Dia tahu siapa Abraham itu, walaupun hanya cucu angkat tapi tetap saja dia masih ada kaitan nya dengan laki - laki yang membuat cucu nya seperti ini. Dan lagi mantan cucu menantu nya pun ikut menjadi korban.


Abraham tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini. Dia pun akhirnya mendekati Tuan Richard dan Nayla untuk meminta maaf atas apa yang telah kakek nya lakukan pada Nayla dan Keenan. Bagaimana pun dia sangat menyesali tindakan kakek nya itu, dan dia juga merasa bersalah karena tidak bisa berbuat apa - apa untuk mencegah kakek nya itu.


"Tuan...." sapa Abraham dengan membungkukkan badan nya.


"Atas nama kakek, saya mohon maaf tuan...saya tau kesalahan kakek sangatlah besar, hanya karena dendam masa lalu yang tidak jelas kakek menjadi gelap mata. Saya tahu kejadian di masa lalu itu hanya lah musibah semata, tapi entah mengapa kakek tidak bisa menerima itu semua dan palah menaruh dendam terhadap keluarga Tuan Richard. Sebenarnya kakek adalah orang yang baik dan hangat, hanya karena hati nya tertutup oleh dendam maka nya dia menjadi seperti itu. Sekarang kakek sudah menerima semua apa yang seharusnya dia terima atas apa yang sudah dia lakukan. Sekali lagi saya minta maaf tuan...karena saya tidak bisa mencegah tindakan kakek saya itu," Abraham berkata penuh penyesalan, dia juga berlutut di hadapan Tuan Richard dan Nayla.


Huft....


Tuan Richard menghela nafas nya perlahan dan berkata," sudah lah nak, ini semua bukan kesalahan mu, semua yang terjadi sudah ditetapkan oleh Allah, aku juga sudah mengikhlaskan semua nya. Sekarang kakek mu juga sudah mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang dia lakukan," ucap tuan Richard dengan bijaksana.


"Sekarang pulang lah, urus pemakaman kakek mu, bagaimana pun kamu sekarang adalah ahli waris nya."


"Terima kasih tuan....kalau begitu saya permisi," pamit Abraham dengan membungkukkan badan nya.


Saat berpamitan dia sempat melirik ke arah Nayla yang hanya diam membisu di pelukan sang kakek tanpa berkata sepatah kata pun. Abraham menarik nafas nya dalam - dalam dan menghembuskan perlahan.


"Sayang....sebaiknya kamu pulang dahulu, lihat pakaianmu sekarang nak, kotor sekali banyak bekas darah kering. Biar kakek yang menunggu Keenan di sini," ujar sang kakek.


Nayla menggelengkan kepala ny pelan sambil berkata," aku tidak akan kemana - kemana kek, aku akan menunggu mas Keenan sampai sadarkan diri."


"Tapi nak, kamu juga harus membersihkan diri mu, biar saat Keenan sadar nanti dia bisa melihat kamu yang sudah fresh dan cantik."

__ADS_1


Lagi - lagi Nayla menggelengkan kepala nya," aku sudah menyuruh Santi untuk membawakan pakaian bersih ke sini kek."


Tuan Richard hanya menghembuskan nafas nya berat, dia tahu bagaimana perasaan cucu nya sekarang. Saat ini dia hanya bisa menguatkan sang cucu dengan perhatian nya.


"Ya sudah kalau begitu, kalau nanti Santi sudah datang kamu segera membersihkan diri, makan dan istirahat dulu sebentar. Kali ini ucapan kakek jangan dibantah," kata kakek Nayla dengan tegas.


Nayla hanya mengangguk pasrah dalam pelukan Kakek nya.


"Maaf tuan, Nayla....saya baru bisa datang, tadi saya harus membantu Rendi asisten tuan Keenan untuk menyelesaikan huru hara tadi," jelas Santi yang datang bersama Rendi.


Santi kemudian menyerahkan baju bersih kepada Nayla dan membantu Nayla untuk membersihkan diri, setelah Nayla sudah terlihat fresh kembali dia kemudian mengajak sahabat nya itu makan di kantin. Karena saat di perjalanan menuju ke rumah sakit tadi Tuan Richard sempat mengirimkan pesan supaya dia mengajak Nayla untuk makan dan beristirahat sebentar di kantin rumah sakit.


"Tuan....bagaimana keadaan ruang Keenan," tanya Rendi dengan sopan. Dia sangat khawatir dengan keadaan tuan nya itu. Apa lgi setelah dia melihat dengan mata kepala nya sendiri apa yang sudah Keenan lakukan tadi.


Tuan Richard hanya bisa menggelengkan kepala nya perlahan dan berkata," belum ada informasi apa pun tentang keadaan Keenan, dari tadi dokter yang menangani Keenan belum keluar dari ruangan operasi. Yang bisa kita lakukan saat ini hanya berdoa supaya Keenan cepat sadar dan kondisi nya baik - baik saja."


"Iya tuan...." Rendi menganggukkan kepala nya.


Tidak lama kemudian Nayla dan Santi pun kembali ke sana dan bertepatan dengan keluar nya beberapa dokter yang menangani Keenan.


Nayla langsung bergegas menghampiri dokter tersebut untuk mengetahui keadaan Keenan sekarang. Salah satu dokter yang merupakan kepala team dokter yang menangani Keenan pun akhir nya menjelaskan semua keadaan Keenan yang saat ini masih kritis. Dokter mengatakan jika Keenan bisa melewati malam ini dengan baik maka masa kritis nya berakhir.


Nayla yang mendengar penjelasan dokter itu pun mendadak menjadi lemas dan menangis tergugu. Saat itu dia melihat brankar Keenan keluar dari operasi.Terlihat jelas wajah pucat pasi Keenan yang tertempel beberapa alat di tubuh nya. Keenan akan di bawa ke ruang ICU untuk observasi.

__ADS_1


"Mas Keenan.....bangun mas, jangan seperti ini,hiks...."


__ADS_2