
"S***l... kenapa jadi seperti ini," umpat Diego.
Diego merasa geram setelah mendapatkan e-mail dari asisten Tuan Richard yang memberitahukan bahwa ada penundaan persentasi yang awalnya sudah terjadwal hari ini. Dia benar - benar tidak habis pikir seorang Tuan Richard yang terkenal garang dalam dunia bisnis dengan mudahnya merescedule ulang jadwal yang sudah disepakati sebelumnya dengan alasan yang terkesan seperti dibuat - buat.
Tidak hanya Diego yang merasa kecewa, ada beberapa pengusaha lainnya yang mengikuti tender itu juga merasakan hal yang sama karena apa yang mereka siapkan jauh - jauh hari harus dipending lagi, tetapi ada beberapa pengusaha lainnya juga yang merasa lega karena masih ada kesempatan bagi mereka untuk lebih mempersiapkan segala sesuatu nya, salah satu yang bernafas lega sekarang adalah Keenan Dirgantara.
Pria tampan ini semenjak mendapatkan e-mail dari asisten Tuan Richard selalu mengembangkan senyumannya. Saking senangnya dia sampai melupakan kejadian yang dia perbuat kepada istri nya beberapa jam yang lalu.
"Kemana Rendi kenapa lama sekali datangnya," gumam Keenan yang sekarang sedang berkutat dengan laptopnya.
Dia akan bekerja semaksimal mungkin untuk membuat desain ulang dari produk yang akan dia persentasi kan nanti. Waktu yang diberikan oleh Tuan Richard akan dia manfaatkan sebaik mungkin.
"Permisi tuan...ada yang bisa saya bantu?" sapa Rendi setelah masuk ke dalam ruangan Keenan.
Dia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling ruangan bos nya yang sudah tampak rapih tidak berantakan seperti sebelumnya.
Hemm....
"Kamu sudah tahu bukan jika ada penundaan jadwal persentasi dari Tuan Richard."
"Iya tuan.."
"Untuk itu saya minta bantuan mu untuk mempersiapkan semua nya dari awal lagi, kamu cukup mempersiapkan semua berkas yang diperlukan untuk masalah desain produk nya akan saya buat dari awal kembali," terang Keenan.
"Baik tuan ... akan saya lakukan sesuai perintah dari tuan".
__ADS_1
"Sip..kalau begitu, kamu selalu bisa diandalkan Ren, dan satu lagi tidak masalah bukan jika beberapa hari ke depan kita akan banyak lembur."
"Tidak masalah tuan.."
"Saya benar - benar merasa senang sekali Ren, karena saya masih ada kesempatan untuk mengikuti persentasi itu, setidaknya saya tidak membuat kakek kecewa," ucap Keenan dengan menghela nafas lega.
"Andai saja anda tahu tuan siapa yang berperan penting dalam penjadwalan ulang ini, pasti anda akan menyesal dengan apa yang anda perbuat tadi," batin Rendi.
"Maaf tuan...apa tuan tidak mengkhawatirkan kondisi Non Nayla saat ini?" Rendi memberanikan diri untuk bertanya kepada Keenan, dia ingin tahu bagaimana reaksi Keenan tentang keadaan istri nya sekarang ini.
Keenan menghentikan aktifitasnya dia mendongakkan kepala nya dan menatap Rendi dengan tajam. Seolah tidak suka mendengar Rendi menyebut nama Nayla.
"Aku tidak perduli sama sekali dengan wanita itu, terlepas dia salah atau tidak dalam hal ini yang jelas dia sudah lancang masuk ke ruangan ku dan menyentuh barang pribadiku," ucap Keenan dengan nada dingin.
"Tapi tuan...apa yang anda lakukan tadi termasuk dalam kategori kekerasan dalam rumah tangga, bagaimana pun status Nona Nayla adalah istri anda yang sah di mata hukum dan agama, bagaimana jika Nona Nayla membawa masalah ini ke ranah hukum tuan? apa lagi kalau terbukti Nona Nayla tidak bersalah atau melakukan seperti apa yang tuan tuduhkan pada nya," terang Rendi memperingatkan Keenan.
Hahahaha...
"Anda salah besar tuan..jika mengira tidak akan ada yang percaya pada apa yang diutarakan Nona Nayla, bahkan seorang Tuan Richard orang nomor satu di dunia bisnis saja bisa percaya dengan apa yang Nona Nayla katakan. Seperti nya anda terlalu meremehkan kekuatan istri anda tuan...aku harap suatu saat nanti anda tidak akan pernah menyesal dengan apa yang sudah anda lakukan sekarang ini," batin Rendi dengan tersenyum tipis.
"Sudah lah Ren...kamu tidak usah membela wanita itu, hanya dalam hitungan hari ke depan aku pastikan pernikahan ini akan berakhir, aku hanya tinggal menunggu saat itu tiba nanti. Dan memastikan kakek mengubah semua isi dalam dokumen itu seperti dulu mengganti nama wanita itu menjadi nama ku kembali," kata Keenan dengan senyuman seringainya.
"Sepertinya anda sangat yakin jika tuan besar akan melakukannya?"
Hahahaha....
__ADS_1
"Seperti nya kamu belum mengenal kakekku seperti apa Ren..."
"Ah.... sudahlah kita tidak usah membahas wanita itu lagi, yang jelas dalam hitungan hari ke depan aku akan membuat dia enyah dengan sendiri nya dari kehidupanku," geram Keenan mengepalkan kedua tangannya.
Rendi hanya menganggukkan kepala nya, dan mulai mengerjakan tugas yang harus dia dikerjakan. Sebenarnya dia sangat kecewa dengan apa yang tuannya lakukan pada Nayla, tapi bagaimana pun dia tidak ada hak untuk ikut campur lebih dalam lagi pada urusan rumahtangga bos nya itu. Dia cuma bisa berharap jika suatu saat nanti Keenan bisa berubah jika mengetahui kebenarannya.
**
Tes ...
Air mata Nayla jatuh membasahi pipi nya saat mendengar percakapan antara Keenan dengan Rendi.
Saat Nayla berada di pinggir jalan dekat kantor Keenan, dia baru tersadar jika tas nya tertinggal di ruangan Keenan tadi. Sehingga dia memutuskan untuk kembali ke kantor Keenan dan mengambil tas itu. Sebenarnya dia malas untuk bertemu dengan Keenan lagi, tapi semua barang berharga Nayla ada di dalam tersebut, seperti HP dan dompetnya.
Sesampai nya di depan pintu ruang kerja Keenan dia mengurungkan diri untuk masuk ke dalam saat mendengar Rendi menyebut nama nya. Nayla kemudian memutuskan untuk mendengar pembicaraan mereka terlebih dahulu. Kebetulan pintu ruangan Keenan tidak tertutup rapat sehingga Nayla bisa mendengar semua percakapan mereka dengan sangat jelas.
Betapa sakitnya hati Nayla mendengar semua yang dikatakan oleh Keenan. Dia mengira hubungan pernikahan mereka selama ini sudah mulai membaik dengan perubahan sikap dari Keenan, tetapi nyata nya itu hanya kebohongan belaka. Dan satu lagi yang membuat Nayla bingung, dokumen apa yang dimaksud Keenan. Kenapa dokumen itu ada nama dia dan seperti nya dokumen itu yang menjadi alasan kuat Keenan untuk menerima pernikahan ini. Nayla bertekad akan mencari tahu tentang dokumen itu lewat Rendi nanti.
"Sebegitu benci nya dirimu pada ku mas, hingga kamu tega berbicara seperti itu. Jika kamu ingin melakukan segala cara untuk mengakhiri pernikahan ini maka aku akan melakukan hal sebaliknya, aku akan melakukan segala cara pula untuk memperbaiki pernikahan ini. Karena bagiku pernikahan bukan lah suatu hal yang untuk dipermainkan. Sekalipun kamu berusaha untuk menghancurkannya aku akan tetap mempertahankannya sampai aku merasa tidak mampu untuk mempertahankan nya kembali," lirih Nayla menyeka sisa air mata yang ada di pipi nya dengan kasar.
Dia menghela nafas nya panjang, dan memberanikan diri untuk masuk ke ruang kerja Keenan.
"Permisi...."
NB : Mohon maaf kakak - kakak readers ku
__ADS_1
kalau UP nya telat, beberapa hari ini
othor sedang tidak enak badan😔