Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 22 Kamu Nayla kan ??


__ADS_3

Di sebuah jembatan penyebrangan tampak seorang wanita yang sedang duduk memeluk dengan memeluk kedua lututnya . Keadaan wanita itu sudah membaik tidak ketakutan seperti sebelumnya .


" Sepertinya hujan sudah mulai reda ," ucap Nayla mendongakkan kepala nya . Wanita itu adalah Nayla . Karena merasa ketakutan oleh suara petir yang menggelegar jadi dia memutuskan untuk tinggal sebentar di jembatan sampai hujan reda dan tidak ada suara petir lagi .


Nayla bangun dari duduk nya dan merapikan penampilannya yang sedikit berantakan .


" Aku harus segera pergi dari sini , seperti nya ini sudah larut malam sekali , aku takut nanti tidak ada kendaraan umum lagi ," gumam Nayla sambil berjalan menelusuri jembatan .


Sepanjang jalan tidak ada orang yang Nayla temui . Dia terus berjalan sampai ujung jembatan dia bernafas lega , karena melihat beberapa kendaraan yang berlalu - lalang .


Nayla berjalan lagi sambil berharap menemukan taksi atau kendaraan umum lainnya .


Jalanan yang licin membuat Nayla tidak bisa berjalan dengan cepat . Belum lagi keadaan yang sudah larut malam , dan pencahayaan lampu yang kurang jelas membuat Nayla harus hati - hati dalam melangkah .


Nayla berjalan di sepanjang trotoar jalan , dia menengok ke kiri dan kanan melihat sekitar jalanan . Mencari sesuatu yang bisa dia mintai bantuan .


"'Bugh ..... "


" Auuuuws .."


Nayla terpeleset bahu jalan yang licin dan terpelanting lumayan agak jauh ke jalan . Dan saat itu bertepatan ada sebuah mobil dengan kecepatan sedang melaju ke arah nya . Nayla yang melihat sorot lampu mobil mendekat ke arah nya kemudian berteriak histeris sambil menutup wajahnya .


" Aaaaaaaaaaak ..... ", jerit Nayla


Chiitt ....


" Bugh "


Suara benturan kepala seseorang di kursi kemudi .


" Maafkan saya tuan , di depan ada seorang wanita yang terjatuh jadi saya terpaksa mengerem mendadak ," jawab sang supir gugup .


Laki - laki tersebut melihat ke arah depan yang ditunjukkan oleh sang supir . Dia mengernyitkan dahi nya melihat seorang wanita yang sedang terduduk ketakutan tepat di depan mobil nya.

__ADS_1


" Saya akan turun untuk mengecek wanita itu tuan ," pamit sang supir dan dijawab anggukan oleh tuannya .


" Anda baik - baik saja nona ," sapa sang supir dengan ramah .


Nayla memberanikan diri menegakkan wajahnya untuk melihat ke sumber suara . Terlihat seorang laki - laki paruh baya menggunakan baju serba hitam terlihat khawatir . Dari baju yang dia kenakan Nayla sudah bisa menebak kalau laki - laki itu adalah seorang supir pribadi .


" Apa ada yang luka nona ," tanya ulang laki - laki tersebut memastikan wanita di depannya dalam keadaan baik - baik saja .


Nayla yang mendapat pertanyaan itu hanya menggelengkan kepala nya . Dia masih begitu syok dengan kejadian barusan yang menimpa nya.


Davin yang merasa sang supir tidak kembali lagi ke mobil melihat ke arah depan mobil . Di sana terlihat sang supir sedang berbicara cukup serius dengan seorang wanita yang masih terduduk di aspal jalan . Karena posisi Nayla membelakangi mobil , jadi dia tidak bisa melihat siapa yang sedang diajak bicara oleh supir nya .


" Lama sekali ," desis Davin merasa sang supir lama menangani hal sepele seperti itu . Akhirnya dia memutuskan untuk turun dari mobil dan mengecek keadaan yang sebenarnya .


" Hemmmm," Davin berdehem di belakang Nayla . Sang supir yang melihat majikannya berada di sana langsung berdiri dan membungkuk hormat .


" Kenapa lama sekali , apa ada luka yang serius ," ucap Davin dengan datar .


Mendengar suara bariton di belakangnya membuat Nayla membalikkan badannya .


Dia tidak menyangka jika wanita yang hampir tertabrak oleh mobil nya adalah wanita yang sudah membuat hati nya bergetar .


" Bawa wanita ini ke mobil ku , sekarang ! " perintah Davin pada sang supir .


Sang supir yang mendengar perintah dari tuannya segera membantu Nayla untuk berdiri .


" Ssssh ...." desis Nayla menahan perih yang ada di kaki nya . Tatapannya tertuju pada lutut kaki nya , ada sedikit luka karena membentur aspal jalanan .


" Pantas perih ," lirih Nayla .


Nayla berjalan tertatih menuju mobil Davin dengan bantuan sang supir . Dia merasa seperti pernah melihat laki - laki yang berada di sampingnya itu .


Davin dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Nayla , memastikan Nayla duduk dengan nyaman di dalam mobil . Kemudian dia langsung mengambil kotak P 3 K yang ada di dasboard mobil nya .

__ADS_1


Tanpa rasa canggung dia langsung membersihkan luka yang ada di lutut Nayla dan memberikan anti septik , sesekali dia juga meniup bagian luka tersebut supaya Nayla tidak merasakan perih . Nayla yang mendapatkan perlakuan seperti itu sejenak sempat terpana dengan laki - laki yang di depannya itu . Akan tetapi akal sehat nya langsung menyadarkan nya , dia langsung menarik kaki nya saat Davin selesai menempelkan perban .


" Terima kasih tuan , dan maaf sudah merepotkan Anda ," ucap Nayla dengan sopan dan menundukkan kepala nya . Dia tidak berani menatap Davin .


" Kamu Nayla kan ."


Nayla mendongakkan wajahnya , dia mengernyitkan dahi nya berfikir dari mana laki - laki yang ada di depannya ini bisa tahu nama nya .


" Perkenalkan aku Davin , laki - laki yang kamu tabrak pagi tadi di lobby apartemen ," sambung Davin mengulurkan tangannya dengan sedikit tersenyum supaya mengurangi kecanggungan diantara mereka .


" Saya Nayla ," membalas uluran tangan Davin sebagai tanda perkenalan . Dia baru menyadari bahwa Davin adalah laki - laki yang dia tabrak tadi pagi .


" Maaf tuan dari mana anda tahu nama saya sebelumnya , padahal kita baru memperkenalkan diri kita sekarang ," tanya Nayla penasaran .


Davin mengulas senyumnya mendapati pertanyaan polos dari Nayla .


" Dari seragam yang kamu kenakan tadi siang di resto ," jawab Davin santai .


" Ooh .. ," Nayla hanya ber oh ria dan menganggukkan kepala nya sebagai tanda mengerti .


" Oh ya , kenapa malam - malam begini kamu berada di tempat sepi seperti ini ," telisik Davin .


" Saya sedang menunggu kendaraan umum lewat tuan , kebetulan saya tidak membawa kendaraan dan ponsel saya kehabisan baterai jadi saya tidak bisa order taksi atau ojek online ," jawab Nayla .


" Di sekitaran sini jalanan rawan dan sepi kendaraan umum , jadi susah untuk mendapatkannya , apalagi ini sudah larut malam , bagaimana kalau kamu ikut dengan saya saja , toh tujuan kita sama ," ajak Davin .


Nayla memandang Davin sejenak . " Tenang saja saya orang baik ," ucap Davin meyakinkan Nayla seolah dia tahu apa yang sedang gadis cantik itu pikirkan sekarang ini .


Nayla berpikir sejenak dengan tawaran Davin . " Tidak ada salahnya aku menerima tawaran tuan Davin , kalau di lihat - lihat dia sepertinya orang yang baik ," batin Nayla .


Akhirnya Nayla menganggukkan kepala nya tanda bahwa dia setuju dengan ajakan Davin untuk ikut dengan nya sampai apartemen . Mendapati Nayla yang mau ikut dengannya Davin langsung memerintahkan sang supir untuk segera melajukan kendaraannya .


Malam itu Davin baru pulang dari meeting dengan klien . Dia merasa sangat lelah dan capek karena seharian ini banyak kerjaan yang harus dia tangani sendiri karena sang asisten sedang berada di luar kota menghandle pekerjaan di sana . Karena itu dia memakai jasa supir , biasa nya dia kemana - mana selalu menyetir sendiri walaupun terkadang sang asisten yang menemani nya .

__ADS_1


NB : Mohon selalu dukungannya ya kakak - kakak readers ku , dengan vote , komen dan like nya biar author lebih semangat lagi UP nya 🤗


__ADS_2