
"Maaf kak,, aku tidak bisa..." jawab Nayla lirih.
Jduarrrrr.......
Davin mendongakkan kepala nya dan beranjak berdiri untuk memastikan kembali bahwa apa yang dia dengar barusan itu salah. Jika Nayla menolak pernyataan perasaannya.
"Sekali lagi maaf kak, aku tidak bisa," ucap Nayla sekali lagi.
"Kenapa Nay...." tanya Davin lirih.
"Aku......sudah menikah kak," jawab Nayla tegas.
"A pa .........k amu sudah menikah?"
"Iya kak, aku sudah menikah," ucap Nayla tanpa ragu sama sekali.
Davin mengusap wajahnya kasar mendengar perkataan Nayla. Dia benar - benar tidak menyangka jika wanita yang dia sukai selama ini adalah istri orang.
"Maafkan aku kak jika selama ini aku tidak jujur kepada kak Davin tentang statusku, aku tidak ada niatan sama sekali untuk menutupi tentang statusku, karena aku mengira hubungan kita selama ini adalah murni sebagai seorang sahabat. Bahkan aku selama ini sudah menganggap kak Davin sebagai kakakku sendiri. Jadi, aku tidak pernah terpikir sama sekali jika kakak mempunyai perasaan lebih pada ku, sekali lagi maafkan aku kak," terang Nayla.
Davin tersenyum miris, dia menertawai kebodohannya sendiri karena telah mengungkapkan perasaan kepada wanita yang telah bersuami.
"Di sini aku yang salah Nay, karena aku tidak mencari tahu terlebih dahulu tentang siapa dirimu, palah langsung main mengungkapkan perasaan saja," kata Davin terkekeh berusaha menyembunyikan perasaannya yang hancur saat ini.
Davin tidak mau jika apa yang dia lakukan tadi akan mempengaruhi hubungan persahabatan nya dengan Nayla nanti nya. Dia memutuskan untuk menerima dengan lapang dada dengan apa yang terjadi sekarang. Setidaknya dia sudah mengungkapkan perasaannya yang dia pendam selama ini kepada Nayla. Walaupun dia tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan apa yang dia inginkan.
"Maafkan aku Nay.. seharusnya aku tidak lancang mengungkapkan perasaanku pada mu, hemmmz..bagaimana jika kita lupakan saja apa yang terjadi barusan, anggap saja aku tidak pernah berbicara seperti itu ya Nay,,kamu boleh menganggap semua perkataan ku tadi hanya becandaan saja seperti yang biasa kita obrolin,hahahaha...." Davin berusaha mencairkan suasana.
"Tapi kak....."
__ADS_1
"Sudah...sudah...jangan pake tapi-tapi an, sekarang kita nikmati hidangan yang sudah disediakan ini, Yach... anggap saja ini untuk merayakan persahabatan kita, bagaimana Nay.. lagian mubazir lho makanan sebanyak ini jika tidak makan," ucap Davin dengan berusaha menampakkan senyuman yang manis.
Melihat Davin yang terlihat biasa - biasa saja setelah dia menolak cinta nya, akhirnya Nayla mau menerima ajakan Davin untuk menikmati hidangan makan malam yang sudah terlanjur Davin pesan. Apalagi Nayla tahu berapa budget yang harus Davin keluarkan untuk menyiapkan semua ini tidaklah sedikit. Nayla jadi merasa sangat bersalah.
"Maafkan aku kak, aku tahu kak Davin orang yang baik, semoga suatu saat nanti kakak bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku," batin Nayla.
Akhirnya mereka berdua menikmati hidangan makan malam itu dengan sesekali mengobrol. Walaupun obrolan mereka terlihat canggung, tidak seperti biasa nya tapi Davin berusaha untuk selalu mencairkan suasana dengan candaan yang dia ciptakan sekalipun candaan itu terkadang terlihat garing. Nayla yang melihat usaha Davin untuk mencairkan suasana juga berusaha untuk merespons candaan Davin dengan senyuman yang manis.
"Oh ya, ini buat kamu..." kata Davin menyerahkan buket mawar merah kepada Nayla.
"Tapi kak..."
"Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih untuk kerja kerasmu telah menyiapkan semua ini, aku tahu pasti kamu kerepotan karena permintaanku yang terlalu berlebihan untuk menyiapkan semua ini," jelas Davin dengan tertawa kecil.
Nayla hanya membalas dengan senyuman dan mengambil buket mawar merah itu.
"Terimakasih kak, sekali lagi maaf."
**
"Akhirnya sampai juga, badanku rasa nya lelah sekali," gumam Nayla merebahkan diri di kasur tipis nya.
Setelah acara makan malam dengan Davin selesai Nayla langsung memutuskan untuk pulang ke apartemen. Dia mendapatkan dispensasi dari sang manager untuk tidak ikut membereskan sisa acara itu, tentu saja karena Davin yang meminta sendiri kepada manager resto itu.
Nayla menatap buket mawar merah dari Davin yang dia simpan di atas meja kecil yang ada di samping kasur nya. Dia menghela nafas nya perlahan mengingat kejadian tadi bersama Davin. Lagi - lagi ada perasaan bersalah dalam hati nya.
Huft....
"Seperti nya aku harus menaruh mawar ini ke vas bunga biar tidak layu," ucap Nayla beranjak dari kasurnya mengambil buket mawar itu dan keluar dari kamar nya menuju dapur untuk mencari vas bunga yang bisa dipakai untuk menaruh mawar tersebut.
__ADS_1
Ketika Nayla keluar dari kamar bertepatan dengan Keenan yang baru turun dari tangga. Sejenak tatapan mereka bertemu, seperti biasa tidak ada percakapan apa pun diantara mereka. Keenan melenggang begitu saja melewati Nayla menuju dapur.
"Ternyata mas Keenan sudah pulang," lirih Nayla menatap punggung suami nya yang berlalu begitu saja dari hadapannya.
"Nayla membawa sebuket mawar merah, tapi dari mana dia mendapatkan itu, apa selama ini dia memiliki kekasih di belakangku secara diam - diam, dasar wanita murahan berani nya dia selingkuh di belakangku," geram Keenan tanpa disadari dia meremas botol minuman yang baru dia ambil dari kulkas.
Ting .... tong....
Klek,,
"Surprise......."
"Honey..... ngapain kamu ke sini," kaget Keenan melihat siapa yang datang di apartemennya.
"Kamu ngga suka aku ke sini," ucap Michel dengan bergelayut manja di lengan Keenan.
"Bukan begitu honey... aku hanya kaget saja kenapa kamu datang ke apartemenku tanpa memberitahuku terlebih dahulu," kata Keenan membelai lembut rambut sang kekasih.
"Kalau aku ngasih tahu kamu duluan bukan surprise dong nama nya," jawab Michel dengan nada dan ekspresi yang dibuat - buat.
Keenan tertawa kecil melihat ekspresi sang kekasih yang menurutnya sangat menggemaskan padahal apa yang Michel lakukan sekarang hanya untuk melengkapi sandiwara nya saja.
"Oh ya honey...aku dengar kamu memenangkan tender itu ya..selamat ya sayang kamu emang the best pokok nya, aku senang sekali mendengar berita itu."
"Iya honey...semua ini berkat doa dan dukungan kamu selama ini, thank you so much honey....dan untuk merayakan semua ini aku punya hadiah spesial buat kamu, tadi nya aku mau ngasih hadiah itu besok tapi kam sudah datang sekarang, jadi aku akan ngasih hadiah itu sekarang saja," ucap Keenan penuh dengan semangat.
"Are you serious honey...." Michel berbinar mendengar ucapan Keenan.
Keenan menganggukkan kepala nya dengan menampilkan senyuman manis nya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku ambil dulu hadiahnya."