Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 126 Kedatangan Davin


__ADS_3

"Hehehe...maaf sayang, aku hanya memberikan kakek senam jantung sedikit saja kok..."


"Tapi ngga seperti itu juga mas," cicit Nayla dengan memanyunkan bibir nya.


"Itu bibir nya di kondisikan sayang kalau tidak mau aku mengecup nya," goda Keenan dengan menaik turunkan kedua alis nya.


Nayla langsung melototkan kedua mata nya. Hal itu justru membuat Keenan tertawa dan mengusap lembut rambut sang kekasih.


"Lagian kakek kamu itu ma aku sensi banget."


"Itu karena kakek sayang ma kamu mas."


"Sayang dari mana, mana ada orang yang sayang melukai orang yang dia sayangi, nech lihat kepala ku jadi memar karena ulah kakek tadi," ucap Keenan sambil memperlihatkan bekas pukulan tongkat kakek Richard tadi.


Nayla langsung mengusap lembut bekas pukulan itu, lalu dia mengambil salep di dalam tas nya dan mengoleskan di kening Keenan.


"Makasih sayang...." kata Keenan lembut seraya mengecup punggung tangan Nayla.


"Hari ini kamu ada meeting dengan siapa sayang..." tanya Keenan.


Nayla kemudian menceritakan seluruh agenda nya hari ini yang sangat padat sampai sore. Dia bahkan mendiskusikan beberapa hal dengan Keenan berkaitan dengan proyek yang akan di meeting kan nanti.


"Setelah kita menikah nanti aku ingin kamu berhenti bekerja sayang, biar aku saja yang bekerja di luar, kamu cukup bekerja di kamar saja," ucap Keenan serius.


"Mana bisa begitu mas, kalau aku tidak bekerja bagaimana dengan perusahaan kakek nanti nya. Kamu tahu sendiri kakek sudah tua mana bisa mengurus perusahaan nya sendiri. Hanya aku penerus satu - satu nya dari kakek."


Keenan terdiam, benar juga yang dikatakan oleh kekasih nya itu. Jika Nayla berhenti bekerja bagaimana dengan Rich Kingdom pasti akan terbengkalai. Tapi Keenan sendiri tidak ingin melihat Nayla kelelahan setiap hari nya harus bekerja keras mengurus perusahaan sebesar itu. Seperti nya dia harus melakukan sesuatu.


"Tapi sayang....aku tidak tega melihat mu kecapean mengurus perusahaan sendiri. Seperti nya jika kita sudah menikah nanti, kita harus punya anak yang banyak sayang," gumam Keenan yang cuma ditanggapi anggukan oleh Nayla.


Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dengan obrolan - obrolan kecil. Sesekali membahas masalah bisnis, saling bertukar pendapat.


"Sayang...kamu mau langsung ke kantor atau pulang ke apartemen dahulu?" tanya Keenan di sela - sela obrolan mereka.


"Ke kantor saja sayang...karena ada berkas yang harus aku periksa dulu sebelum aku meeting nanti," jawab Nayla sambil merapikan penampilan nya.


Keenan manggut - manggut mengerti, kemudian dia melajukan kendaraan nya membelah jalanan kota yang sangat padat.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka sampai di kantor Nayla.


"Aku kerja dulu ya mas," pamit Nayla.


"Tunggu dulu sayang.... mood booster nya mana" cegah Keenan sambil menyentuh pipi nya.


Nayla memutar bola mata nya, dia sampai tidak mengerti kenapa Keenan bisa seperti itu sekarang ini. Tanpa banyak bicara Nayla langsung mencium pipi Keenan. Dan langsung berbalik ingin membuka pintu. Belum sempat tangan Nayla memegang gagang pintu mobil, pundak nya sudah ditarik ke belakang oleh Keenan dan...


Cup,


Keenan mengecup bibir Nayla dengan lembut.


"Mas..." protes Nayla dengan muka yang merah padam.


Keenan hanya tertawa melihat ekspresi Nayla yang begitu menggemaskan itu. Nayla langsung keluar dari mobil dan menutup nya dengan sedikit kasar. Keenan hanya menggelengkan kepala nya melihat aksi Nayla tadi.


Nayla masuk ke dalam kantor nya dengan kesal karena ulah Keenan dia harus merapikan kembali penampilan nya.


Sesampai nya di ruang kerja nya Nayla langsung fokus dengan beberapa berkas yang Santi berikan tadi.


"Itu permintaan langsung dari pemilik perusahaan yang aka bekerja sama dengan kita nanti. Beliau meminta langsung untuk bertemu dengan pemilik Rich. Kingdom dan tidak mau diwakilkan oleh siapa pun. Informasi yang aku dapat kan dia rela datang dari Indonesia hanya ingin bertemu dengan mu," jelas Santi.


"Emang siapa nama orang itu?" tanya Nayla penasaran.


" Nama nya Da......" perkataan Santi terhenti karena ada panggilan masuk di ponsel nya.


Dia kemudian meminta izin kepada Nayla untuk mengangkat panggilan itu yang tak lain dari klien yang akan mereka temui nanti. Sedangkan Nayla sendiri melanjutkan kembali aktifitas nya memeriksa berkas yang ada di meja.


"Oh ya Bu, klien kita sudah menunggu di Cafe XX yang berada tidak jauh dari kantor kita."


"Lho bukan nya jadwal meeting kita masih lima belas menit lagi."


"Iya Bu, akan tetapi klien kita meminta kita untuk memajukan jadwal meeting itu karena beliau nanti ada keperluan lain," terang Santi.


Nayla pun mengerti, dia juga tidak mempermasalahkan semua itu. Justru itu lebih baik karena dia masih mempunyai pekerjaan yang lumayan banyak hari ini. Jika meeting ini dimajukan jadi dia bisa pulang lebih awal nanti.


Nayla dan Santi kemudian merapihkan beberapa berkas yang akan mereka bawa. Tidak lupa Nayla merapihkan penampilan nya supaya terlihat lebih rapih dan fresh.

__ADS_1


Santi mengendarai mobil ke cafe XX tempat mereka akan mengadakan meeting. Tidak perlu waktu yang lama akhir nya mereka tiba juga di sana.


"Selamat siang tuan...maaf kalau sudah menunggu lama," sapa Nayla kepada seorang pria yang sedang menunduk fokus ke layar ponsel nya.


Laki - laki itu kemudian mendongakkan kepala nya dengan menampilkan senyuman yang ramah dan manis. Nayla membulatkan mata nya dan menutup mulut nya setelah tahu siapa laki - laki yang ada di hadapan nya kini.


"Kak Davin....."lirih Nayla


"Selamat siang Nona Nayla Atifa, perkenalkan saya Davin Sanjaya CEO dari SNJ .Group," ucap Davin menyodorkan tangan nya ke arah Nayla ramah dan tidak lupa dengan menampilkan senyuman manis nya yang masih sama seperti dulu.


"Kak Davin apa kabar," sapa Nayla menyambut uluran tangan Davin dengan senyuman ramah.


"Seperti yang kamu lihat sekarang Nay, masih sama seperti dulu. Kamu sendiri bagaimana kabar nya. Semakin cantik saja kamu Nay, aku tidak menyangka jika CEO dari Rich.Kingdom ini adalah kamu."


"Alhamdulillah aku baik kak."


Mereka kemudian mengobrol banyak hal sebelum membahas tentang masalah pekerjaan. Davin memanfaatkan pertemuan itu untuk mengetahui tentang Nayla yang menghilang satu tahun yang lalu. Nayla pun menceritakan semua nya, tali dia tidak menceritakan jika dia sudah kembali kepada Keenan. Dia merasa sekarang bukan waktu yang tepat.


Setelah puas mengobrol mereka kemudian membahas kerja sama yang akan dilakukan antara SNJ.Group dengan Rich.Kingdom.


"Maaf tuan.....bukan kah itu nona Nayla," ucap Rendi sambil menunjuk ke arah Nayla.


Keenan yang merasa nama kekasih nya di sebutkan kemudian mengikuti arah pandang Rendi. Dan benar saja tidak jauh dari tempat mereka duduk sekarang tampaklah seorang wanita cantik yang sedang mengobrol dengan seorang laki - laki yang Keenan sendiri tidak tahu siapa. Karena laki - laki itu duduk membelakangi nya. Tapi yang Keenan yakini pasti laki - laki itu adalah klien Nayla. Karena tadi Nayla sudah bilang jika akan meeting dengan klien nya di luar. Tapi Keenan tidak tahu di mana tempat meeting nya karena Nayla sendiri tidak memberitahu pada nya.


"Ternyata kamu meeting di sini juga sayang, jika kamu tadi memberitahu ku akan meeting di sini, kita kan bisa berangkat bersama tadi," gumam Keenan dengan tersenyum tipis.


Kebetulan Keenan dan Rendi baru saja selesa meeting dengan klien mereka di sana. Saat mereka akan kembali ke kantor, tanpa sengaja Rendi melihat Nayla di sana.


"Jika di sana ada nona Nayla berarti cinta ku juga ada di sana dong..." batin Rendi merasa senang.


Keenan berjalan ke arah Nayla, dia berencana akan menghampiri kekasih nya itu dan mengajaknya makan siang bersama. Kebetulan sekarang sudah masuk jam maka siang.


"Hai sayang....kamu ternyata meeting di si...." ucapan Keenan seketika terhenti saat melihat laki - laki yang sedang meeting dengan kekasih nya.


"Davin?"


"Hai Kee....apa kabar?"

__ADS_1


__ADS_2