
"Mas Keenan...." lirih Nayla melihat jari Keenan yang sempat bergerak tadi.
Nayla mendongakkan wajah nya ke arah wajah Keenan, dia melihat Keenan masih sama dengan yang sebelumnya tidak ada perubahan apa pun.
"Mas.....bangun mas, ayo gerakkan kembali jari mu seperti tadi," ucap Nayla sambil menepuk pelan pipi Keenan.
Dokter yang menangani Keenan akhir nya datang juga, dia langsung memeriksa keadaan Keenan. Dokter tersebut menjelaskan kepada Nayla jika Keenan sekarang ada kemajuan. Bahkan dokter itu juga menyuruh Nayla untuk selalu berkomunikasi pada Keenan, supaya merangsang Keenan untuk cepat sadar kembali.
Hari demi hari berlalu, dan keadaan Keenan pun masih sama seperti sedia kala. Saat ini tepat satu Minggu Keenan terbaring koma. Nayla tidak pernah absen sedikit pun untuk menjaga Keenan. Bahkan selama seminggu ini Nayla tidak masuk kantor sama sekali. Segala urusan kantor diserahkan pada sang asisten.
Walaupun terkadang tuan Richard ikut andil membantu Santi untuk menangani proyek - proyek besar. Sedangkan perusahaan Keenan yang di Amerika juga sekarang di urus oleh sang asisten Rendi. Kakek Dirga juga sudah diberitahukan tentang keadaan Keenan. Akan tetapi beliau tidak bisa datang ke sini untuk menengok keadaan sang cucu dikarenakan kesehatan nya sedang memburuk saat ini.
Dia hanya memantau perkembangan Keenan lewat Rendi dan Nayla. Untuk Abraham, selama satu Minggu ini juga tidak menampakkan batang hidung nya sama sekali dihadapan Nayla. Selain dia sedang sibuk mengurus beberapa urusan dan dokumen penting yang ditinggalkan sang kakek, dia juga selalu merasa bersalah jika bertemu dengan Nayla. Bagaimana pun kejadian ini tidak akan terjadi jika dia bisa bertindak tegas menghalangi niat kakek nya.
Jadi Abraham memutuskan untuk sementara tidak menemui Nayla terlebih dahulu. Akan tetapi dia juga tetap memantau perkembangan keadaan Keenan melalui orang kepercayaan nya yang dia tempatkan di rumah sakit saat ini. Orang tersebut juga secara tidak langsung menjada Nayla dan Keenan. Karena hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini untuk mengurangi rasa bersalah nya.
**
"Kamu tidak bosan apa mas ! tidur terus seperti itu hemm.....kamu tidak kangen ma aku?" bisik Nayla tepat di telinga Keenan setelah dia selesai mengaji.
Selama seminggu ini Nayla memang sering mengaji di dekat Keenan, selain mengajak nya untuk mengobrol dia juga membacakan ayat - ayat suci Al Qur'an juga.
__ADS_1
"Lihat tuh mas, jambang kamu mulai tumbuh dan wajahmu terlihat tidak fresh lagi seperti dulu. Walaupun wajah mu tetap masih tampan sech, kamu tahu mas....sejak kita menikah dulu, sejak ijab qobul itu kamu ucapkan entah mengapa hati ini langsung terukir nama mu. Padahal aku tahu, kamu hanya pura - pura menerima pernikahan itu, akan tetapi rasa sayangku hari demi hari semakin besar pada mu. Sekali pun kamu selalu berlaku kasar pada ku, tapi aku selalu berusaha untuk kuat mas, tidak munafik aku pun merasakan sakit saat melihat kamu berlaku lembut pada Michel, aku juga merasa iri pada nya. Dia yang hanya menjadi kekasih mu tapi kamu perlakukan dia seperti istri mu. Kamu selalu memberikan apa yang dia inginkan, hati mu, cinta mu, sayang mu dan juga harta mu kamu berikan semua pada nya. Entah itu mu juga sudah kamu berikan pada nya juga atau belum," ucap Nayla mengungkapkan semua perasaan nya.
"Kamu tahu mas, berapa sakit nya hati aku saat melihat video yang entah siapa yang mengirim nya pada ku, video yang memperlihatkan adegan panas saat kamu berciuman dengan Michel di saat kakek ku menghembuskan nafas terakhir. Padahal aku sangat berharap kamu adalah orang pertama yang bisa memberikan bahu untuk ku sebagai sandaran dan kekuatan. Tapi pada kenyataan nya kamu palah bermesraan dengan kekasih mu itu! jujur saat itu perasaan ku hancur sekali mas, sampai aku memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kita. Awal nya aku memang berat, tapi aku tidak mau merasakan sakit lagi. Dan aku hanya ingin membebaskan mu untuk mengejar cinta mu. Bagiamana pun di sini aku juga salah, karena telah menghancurkan impian mu menjalin hubungan bahagia dengan Michel."
"Aku sengaja tidak pernah datang ke pengadilan karena aku tidak ingin melihat wajah mu lagi mas, sebab jika aku melihat wajah mu aku takut hati ku akan goyah lagi jadi aku memutuskan untuk pergi ke sini. Sekeras apa pun aku menghindari mu, sekuat apa pun aku ingin melupakan mu, hati dan cinta ini masih utuh mu mas. Bo***h....memang aku akui sangat bo***h, karena masih menyimpan perasaan yang sama kepada orang yang selalu menyakiti ku dulu."
Tes,
Air mata Keenan jatuh membasahi pipi nya, sayang nya itu semua tidak terlihat oleh Nayla. Karena gadis cantik itu sedang asik mengutarakan perasaan nya kepada Keenan.
"Tapi..... sekuat apa pun aku berusaha melupakan mu, cinta ini palah semakin besar untuk mu mas. Apalagi aku melihat sendiri bagaimana perubahan mu sekarang, dan aku bisa melihat dari tatapan mata mu jika kamu memang tulus sudah berubah. Oh ya....untuk masalah kedekatan ku dengan kak Davin itu murni hanya sebatas teman saja, jujur aku merasa nyaman tapi perasaan nyaman itu hanya sekedar nyaman bersama seorang sahabat dan kakak saja tidak lebih."
"Dan untuk Abraham, awal nya aku berniat untuk membuka hati ku pada nya. Karena aku melihat dia orang yang baik dan sopan, jadi tidak ada salah nya jika aku mencoba membuka hati ku untuk nya. Di saat aku mulai nyaman dengan nya, kamu palah muncul kembali di hadapan ku. Jelas itu mempengaruhi hati ku lagi mas, walaupun aku berusaha untuk menghindari mu tapi seakan - akan takdir selalu mendekatkan kita lagi. Aku akui usaha kamu dalam membuktikan penyesalanmu mas, bahkan kamu sampai rela mengorbankan nyawa mu untuk melindungi ku,hiks...."
Deg,
Nayla tercengang, melihat sebuah tangan kekar yang mengusap pipi nya dengan bergetar. Dia raih tangan yang masih terdapat selang infus itu. Dia langsung menengok ke arah pemilik tangan itu, dan betapa terkejutnya dia saat melihat orang yang dia ajak bicara sejak tadi sedang tersenyum menatap ke arah nya.
"Mas.....kamu benar - benar sudah sadar sekarang? kamu tidak nge prank aku lagi kan? ini benar - benar nyata kan mas?" ucap Nayla dengan wajah yang berseri - seri. Dia juga mencubit tangan nya sendiri untuk memastikan jika apa yang dia lihat sekarang ini adalah nyata. Dan benar saja apa yang dia lihat sekarang ini adalah nyata ada nya.
Nayla segera menghubungi dokter dan tidak lama kemudian dokter yang menangani Keenan datang bersama beberapa perawat untuk memeriksa keadaan Keenan. Nayla saat ini menunggu di luar dengan hati yang sangat bahagia.
__ADS_1
Tidak lama kemudian dokter itu keluar dari ruangan ICU. Dia menjelaskan tentang keadaan Keenan sekarang ini yang sudah membaik dan bisa dipindahkan ke ruang rawat inap biasa. Hal itu sangat membuat Nayla bahagia sekali.
Dia ikut menemani Keenan saat dipindahkan ke dalam ruang rawat biasa.
"Terimakasih sus..." ucap Nayla kepada salah satu perawat yang membantu proses pemindahan Keenan.
"Sama - sama nona, kalau begitu saya permisi dulu."
Keenan sekarang sudah tidak memakai alat bantu apa pun yang menempel di tubuh nya. Hanya Infus saja yang masih menempel di tangan nya saat ini.
"Nay...." lirih Keenan memanggil Nayla yang sedang sibuk membenarkan selimut Keenan.
"Iya mas...kamu butuh sesuatu?" tanya Nayla.
Keenan menggeleng pelan, saat ini keadaan nya belum pulih seutuh nya dia masih merasa sangat lemas sekali. Belum juga luka bekas tembakan yang ada di perut nya yang masih terasa sangat nyeri.
"Kamu tidak apa - apa kan Nay?"
Nayla yang mendapat pertanyaan itu langsung mendekat ke wajah Keenan. Dia memberanikan diri untuk menyentuh pipi Keenan dengan lembut sambil berkata," aku baik - baik saja mas, makasih...karena mas Keenan sudah menyelamatkan ku, bahkan mas Keenan hampir saja kehilangan nyawa karena ku,hiks...aku mohon jangan seperti ini lagi mas...aku takut,hiks..." tangis Nayla pecah dan dia tanpa sengaja memeluk Keenan.
"Ssst...."desis Keenan memejamkan kedua mata nya menahan rasa nyeri di perut nya karena pelukan Nayla.
__ADS_1
Nayla yang menyadari jika Keenan kesakitan langsung melepaskan pelukan nya.
"Kenapa di lepas hemm...."