Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 76 Cerita Kakek Dirga#1


__ADS_3

"Aku harus tahu semua nya..."


Keenan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang sudah sunyi. Kebetulan saat itu sudah tengah malam jadi jalanan terlihat sangat lengang sehingga mempercepat laju kendaraan Keenan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama dia akhirnya sampai di Mansion sang kakek. Keadaan Mansion terlihat sangat sepi karena penghuni Mansion sudah terlelap ke alam mimpi nya masing - masing termasuk sang kakek. Hanya penjaga rumah dan kepala pelayan Mansion yang masih terjaga, karena sebelumnya Keenan sudah menghubungi Pak Mun kepala pelayan di Mansion kakek nya jika dia akan datang ke Mansion sehingga Pak Mun sudah menunggu kedatangan Keenan di depan pintu Mansion.


"Selamat malam Tuan Muda..." sapa Pak Mun kepada Keenan dengan membungkukkan badannya.


"Malam Pak Mun..."


"Apa anda membutuhkan sesuatu tuan..."


"Tidak Pak, aku langsung ke kamar ku saja, ini sudah malam Pak Mun beristirahatlah."


"Baik Tuan Muda.."


Keenan langsung melangkahkan kaki nya ke dalam Mansion. Dia langsung menuju kamar nya untuk beristirahat, badan dan pikirannya cukup lelah hari ini. Keenan memutuskan untuk berbicara kepada kakek nya besok pagi saja.


**


Nayla akhirnya sampai juga di Mansion Tuan Richard, sang kakek. Ini adalah kali pertama Nayla menginjakkan di bangunan yang sangat mewah itu. Mansion Tuan Richard lebih mewah dan dua kali lipat lebih besar dibandingkan punya kakek Dirga. Nayla sempat berdecak kagum melihat keindahan yang ada di Mansion itu.


Kedatangannya sudah ditunggu oleh sang kakek dan beberapa pelayan di sana. Nayla yang baru turun dari mobil kemudian disambut pelukan hangat oleh sang kakek.


Nayla yang mendapat pelukan hangat dari sang kakek, palah terisak menangis. Tangis yang sejak tadi dia tahan akhirnya pecah di pelukan sang kakek.


"Apa yang Nay lakukan ini sudah benar kan kek..." ucap Nayla dengan bibir bergetar.


Tuan Richard hanya menganggukkan kepala nya dan mengusap punggung sang cucu guna memberikan ketenangan untuk cucu kesayangannya itu.


"Sudah...sekarang kita masuk dulu, ini sudah malam kamu harus beristirahat," Tuan Richard menggandeng Nayla masuk ke dalam Mansion.


Tidak lupa dia menyuruh pelayan untuk membawakan koper Nayla dan menaruhnya ke dalam kamar Nayla.

__ADS_1


"Apa kamu ingin makan malam dulu nak..."tawar Tuan Richard.


"Tidak kek, Nay ingin beristirahat saja."


Tuan Richard mengangguk dan membawa Nayla ke kamar Nayla yang sudah ia siapkan sejak dulu.


"Ini kamar kamu nak, kamar ini sudah lama sekali kakek siapkan untuk mu. Karena kakek sangat yakin jika kamu masih hidup. Tapi kakek tidak tahu apakah desainnya sesuai dengan selera mu atau tidak. Jika tidak sesuai nanti kita bisa merenovasi sesuai dengan selera kamu."


Nayla memandang ke seluruh penjuru ruangan yang menjadi kamar tidur nya. Sebuah ruangan yang sangat mewah dan luas. Bahkan luas kamar itu lima kali lipat dari kamar yang dia tempati di apartemen Keenan dulu. Perabotan yang ada di ruangan itu juga terlihat mewah. Nayla benar - benar dibuat kagum oleh itu semua.


"Tidak kek..ini sudah cukup, bahkan lebih untuk Nayla..."


"Ini tidak seberapa nak...kakek akan lakukan apa pun demi kebahagian mu."


Nayla kemudian memeluk sang kakek.


"Terimakasih kek, yang terpenting bagi Nay adalah Nayla tidak sendirian di dunia ini masih ada kakek yang akan selalu menemani Nayla," lirih Nayla.


Tuan Richard benar - benar merasa bangga, karena cucu kesayangannya tumbuh menjadi seorang wanita yang kuat, baik, dan tulus. Dia sangat berterimakasih kepada Yusuf yang telah mendidik sang cucu dengan sangat baik.


"Kek...apa boleh, aku tetap menggunakan nama yang diberikan oleh kakek Yusuf, maksud Nay...bukan bearti Nayla tidak menghargai nama pemberian almarhum orang tua Nay, tapi...."


"Kakek tidak mempermasalahkan soal nama nak...bagi kakek sekarang kamu sudah ada di sisi kakek saja kakek sangat bersyukur dan bahagia sekali. Tapi,,suatu saat nanti kakek ingin mempublikasikan tentang jati diri kamu di hadapan publik. Supaya mereka tahu jika kamu adalah cucu satu - satu nya penerus dari Richard Kingdom," ucap Tuan Richard.


"Iya kek, Nayla setuju...terima kasih karena kakek sudah mengizinkan Nayla untuk tetap memakai nama pemberian dari kakek Yusuf," kata Nayla dalam pelukan sang kakek.


Akhirnya malam itu Nayla untuk pertama kali tidur di mana dia seharusnya berada sejak dulu jika tidak ada kecelakaan yang merenggut kedua orang tua nya.


Tuan Richard menemani sang cucu sampai Nayla tertidur lelap. Besok pagi dia berencana akan mengajak Nayla untuk berkeliling Mansion dan menunjukkan beberapa peninggalan orang tua nya dulu. Dia juga akan mengajak Nayla untuk berziarah ke makam orang tua nya. Setelah itu baru dia akan membahas masalah hubungan Keenan dengan Nayla.


**


Di Mansion kakek Dirga

__ADS_1


Keenan sengaja bangun lebih awal, karena dia benar - benar tidak sabar untuk segera bertemu sang kakek. Banyak hal yang ingin dia tahu dari kakek nya itu.


Saat dia melintasi kamar sang kakek, dia melihat jika kamar itu masih tertutup. Keenan berpikir jika sang kakek belum bangun dari tidur nya. Jadi dia mengurungkan diri untuk menemui sang kakek di kamar. Saat Keenan membalikkan badan nya dan ingin kembali ke kamar nya tiba - tiba dia dikejutkan oleh kedatangan Pak Mun.


"Selamat pagi tuan Muda, anda sudah di tunggu Tun besar di taman belakang untuk sarapan bersama."


"Jadi kakek sudah bangun?"


"Sudah Tuan..."


Tanpa berpikir panjang lagi, Keenan langsung bergegas menemui sang kakek yang sudah menunggu nya di taman belakang. Sesampainya di sana dia sudah melihat sang kakek yang sedang asyik memberikan makan ikan yang yang ada di kolam.


"Selamat pagi kek.." sapa Keenan.


"Pagi Nak...mari sini kita sarapan bersama terlebih dahulu," jawab kakek Dirga dengan tenang.


Dia sendiri sebenarnya sudah tahu kedatangan Keenan ke Mansion untuk apa. Karena ini semua sudah dia prediksikan sebelumnya.


Mereka sarapan dengan hening, tidak ada percakapan apa pun di antara mereka. Setelah selesai sarapan baru lah Keenan membuka percakapan dengan sang kakek.


"Kek...apa kakek bisa jelaskan semua tentang kejadian puluhan tahun yang lalu, semua yang berhubungan dengan Nayla dan kakek Yusuf," tanya Keenan dengan wajah serius.


Kakek Dirga menghela nafas nya perlahan, akhirnya pertanyaan itu muncul juga dari mulut sang cucu. Dia juga merasa sudah saat nya cucu nya itu tahu semua nya.


"Baiklah....kakek akan menceritakan semua nya," ucap sang kakek.


Akhirnya kakek Dirga menceritakan semua nya.


"Semua itu berawal dari kecelakaan yang menimpa keluarga kita nak..."


**


Terima kasih untuk para kakak readers ku, mohon dukungannya selalu dengan like sebanyak - banyak nya biar author lebih semangat lagi UP nya...

__ADS_1


Oh ya...author mau minta pendapat kalian nech... Apakah Nayla lebih baik memberikan kesempatan kembali untuk Keenan atau tidak ? Atau Nayla mempertimbangkan untuk dekat dengan Davin ?


Mohon saran nya Yach..🤗


__ADS_2