Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab.38 Kenapa kamu perlakukan ku seperti ini


__ADS_3

"Tapi ......"


"Aku yakin dengan kemampuanmu baby, pasti kamu bisa melakukan ini dan yakinlah semua nya akan aman - aman saja, ada aku yang selalu di belakangmu," ucap Diego berusaha meyakinkan Michel.


"Baiklah.. tapi kenapa harus secepat ini."


"Tadi Toni asistenku memberitahu jika persentasi itu dimajukan satu Minggu lagi dari jadwal semula karena Tuan Richard akan melakukan perjalanan bisnis dengan waktu yang lama, kamu tahu bukan nilai tender ini berapa? dan aku tidak mau kalau sampai tender ini jatuh lagi ke tangan Keenan. Jika aku berhasil bekerja sama dengan Tuan Richard maka reputasi perusahaan ku akan naik di mata dunia. Maka dari itu aku tidak mau menyia - nyiakan kesempatan emas ini," jelas Diego.


"Kamu akan selalu mendukungku kan baby," kata Diego.


"Selalu baby.. apa pun akan aku lakukan untuk mu," ucap Michel dengan berlayut di lengan Diego.


"Kalau begitu lakukan apa yang aku perintahkan tadi, jika sudah tiba waktu nya akan aku beritahu sekarang kamu cukup persiapkan dirimu untuk menerima serangan dari ku nanti," ucap Diego yang langsung menarik Michel ke dalam pangkuannya.


"Ach ....kamu nakal baby, but I like it," goda Michel.


Michel langsung me***at bibir Diego lembut, kedua nya larut dalam ciuman yang lama kelamaan menjadi ciuman yang menuntut. Diego menarik tengkuk Michel untuk memperdalam ciumannya, dan tangan satu sudah masuk ke dalam dress yang digunakan oleh Michel.


Nafas kedua nya sudah memburu karena sudah diliputi hawa n***u. Saat tangan Diego sudah tidak bisa dikondisikan lagi, dengan nafas yang tersengal Michel menyudahi ciuman itu.


"Kita lanjutkan di apartemenku saja baby," ucap Michel dengan suara yang menggoda dan dibalas anggukan oleh Diego.


Kedua nya kemudian merapikan penampilan mereka masing - masing. Michel juga sudah kembali duduk di samping kursi kemudi. Diego menyalakan kendaraannya dan berlalu meninggalkan area parkir Mall.


**


"San... pulang yuk, seperti nya sebentar lagi mau turun hujan," ucap Nayla melihat langit yang mulai gelap karena mending.


"Tapi aku belum dapat gaun dan kado untuk sepupu ku itu Nay, giman dong."


"Lha terus kita mau nyari dimana lagi coba," kata Nayla sambil menyeruput es campur nya.


"Aku juga bingung Nay.." jawab Santi bingung.

__ADS_1


Santi mengedarkan pandangannya di sekeliling toko - toko yang ada di seberang Mall. Dan pandangannya bertemu dengan sebuah toko serba ada yang rame pengunjung.


"Nay.. coba lihat di sana seperti nya ada toserba," ucap Santi sambil menunjuk ke arah toserba yang ada di seberang Mall.


"Kita ke sana saja yuk, siapa tahu di sana ada barang yang aku cari," imbuh Santi.


"Okey, tapi jangan lama - lama ya keburu hujan nanti," kata Nayla.


"Siap bestie.." jawab Santi mengangkat tangannya hormat.


Kemudian dua sahabat itu menuju ke toserba untuk mencari barang yang dibutuhkan oleh Santi. Dan beruntung apa yang dicari Santi ada di toko itu.


Setelah selesai berbelanja, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumahnya masing - masing dikarenakan langit semakin gelap dan akan turun hujan.


**


"Kemana dia, jam segini belum pulang," gumam.


Cklek,


Nayla masuk ke dalam apartemen dengan pakaian yang basah. Saat perjalanan pulang tadi hujan turun sangat deras. Nayla tadi nya akan berhenti terlebih dahulu untuk memakai mantel nya, tapi karena baju nya sudah terlanjur basah jadi dia memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanannya. Lagian jarak apartemen Keenan juga sudah dekat.


"Gara - gara Santi, aku jadi hujan - hujanan seperti ini kan," gerutu Nayla berjalan menuju kamar nya.


Tanpa Nayla sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan dia dari arah dapur.


"Dari mana saja kamu, jam segini baru pulang," tanya Keenan datar.


Deg,


Nayla membalikkan badan nya ke arah sumber suara. Dia melihat Keenan yang sedang menatapnya dengan tatapan yang susah untuk dimengerti.


"Aku habis keluar menemani temanku berbelanja, Mas Keenan sudah pulang dari tadi," jawab Nayla dengan tersenyum manis.

__ADS_1


"Hmm.."


Keenan menelisik penampilan Nayla dari kepala sampai ujung kaki. Dan pandangannya terfokus pada kaos yang digunakan Nayla yang basah. Keenan menelan Saliva nya dengan kasar melihat b** hitam Nayla yang tercetak jelas di sana. Dengan keadaan basah seperti itu Nayla tampak terlihat seksi.


Perlahan Keenan berjalan mendekati Nayla dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Nayla yang melihat pergerakan aneh dari Keenan kemudian berjalan mundur.


"A pa yang akan kamu lakukan mas," tanya Nayla gugup dengan tetap melangkah mundur.


Keenan tidak menghiraukan ucapan Nayla, dia tetap melangkah ke depan mendekati Nayla dengan tatapan yang masih sama. Nayla yang melihat tatapan Keenan fokus ke arah dada nya, dengan reflek menutup dada nya dengan kedua tangannya.


"Mas.. mau apa kamu," ucap Nayla yang mulai panik melihat Keenan yang semakin mendekat ke arah nya. Perasaannya mulai tidak enak seperti akan terjadi hal buruk yang menimpanya.


Nayla terus memundurkan langkahnya dan tanpa diduga Keenan mendorong Nayla ke dinding dan menghimpitnya. Keenan mendekatkan wajahnya ke wajah Nayla dan..


Cup,


Keenan menempelkan bibir nya ke bibir Nayla. Mendapat serangan dadakan seperti itu membuat Nayla membulatkan mata nya. Seketika tubuhnya menegang, otaknya tidak bisa untuk berfikir jernih. Karena tidak ada penolakan dari Nayla, perlahan Keenan me**at bibir atas dan bawah milik Nayla secara bergantian. Lu***an itu awalnya lembut tapi lama kelamaan menjadi kasar dan menuntut. Nayla yang tersadar akan hal itu berusaha untuk melepaskan ciuman itu dengan memukul dada Keenan dengan tangannya.


Tapi usaha Nayla sia - sia saja, tangan kanan Keenan menarik tengkuk Nayla untuk memperdalam ciumannya dan tangan satu nya lagi digunakan untuk menahan tangan Nayla ke atas.


Keenan menggigit bibir bawah Nayla dan menerobos masuk mengeksplore seluruh rongga mulut Nayla dengan lidahnya.


"Emmph..." terdengar suara lenguhan dari Nayla dan itu membuat gairah Keenan semakin membuncah.


Muka Nayla mulai memerah dan nafasnya mulai tersengal karena sudah mulai kehabisan oksigen. Melihat itu Keenan segera melepaskan ciumannya dan beralih mencium leher Nayla. Tidak hanya itu dia juga menghisap leher Nayla hingga meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya.


"Aaaaah ...." lagi - lagi suara itu lolos dari mulut Nayla. Di dalam hati Nayla menggerutuki kebodohannya karena mengeluarkan suara laknat seperti itu. Saat ini otak dan tubuhnya benar - benar tidak sinkron. Otak nya berusaha untuk menolak dengan apa yang Keenan lakukan, tapi tubuhnya palah berkhianat dan menerima semua sentuhan yang diberikan oleh Keenan.


Tangan Keenan mulai tidak bisa dikondisikan lagi, satu tangan yang dia gunakan untuk menahan tengkuk Nayla kini dia gunakan untuk meremas salah satu gunung kembar Nayla. Melihat itu semua Nayla menggelengkan kepala nya berharap Keenan menghentikan perbuatannya. Air mata nya juga sudah mengalir deras membasahi pipi nya.


Keenan menghentikan aktifitasnya setelah melihat air mata Nayla yang mengalir deras di pipi nya. Melihat Keenan menghentikan aktifitasnya Nayla langsung mendorong Keenan dengan keras.


"Kenapa kamu perlakukan aku seperti ini mas," lirih Nayla dengan bibir bergetar menahan sesak dalam dada nya.

__ADS_1


__ADS_2