
Akhir nya Keenan pun mendapatkan restu dari kakek Nayla. Keenan sangat merasa bahagia sekali perjuangan nya selama ini sudah membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang dia inginkan.
Begitu pun dengan Nayla, wanita cantik itu langsung memeluk sang kakek dengan erat. Bahkan dia terisak di pelukan sang kakek karena merasa sangat bahagia.
Kakek Richard mengelus punggung cucu nya dengan lembut. Dia hanya bisa berdoa semoga keputusan nya menyerahkan kembali Nayla dalam pelukan Keenan adalah keputusan yang sudah benar dan tepat.
Dia tahu siapa Keenan, terlepas dari masa lalu nya dia adalah laki - laki yang baik dan bertanggung jawab. Dia juga berasal dari keluarga yang baik, bahkan kakek Dirga sendiri yang menjamin jika Keenan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu.
"Kee...apa rencana mu selanjutnya," tanya kakek Richard.
"Setelah pekerjaan ku di sini selesai, aku ingin segera mengurus pernikahan kami di Indo kek, karena Nayla ingin melaksanakan pernikahan kita di Indo. Jujur aku sudah tidak sabar ingin segera me........" ucapan Keenan tiba - tiba terpotong setelah mendapat tatapan tajam dari Nayla dan kakek nya.
Keenan langsung menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal dan cengengesan. Bisa - bisa nya dia hampir saja mengeluarkan kata yang bisa memancing singa yang baru saja dijinakkan.
"Dasar bocah semprul, yang ada di otak mu hanya pikiran mesum saja," gerutu kakek Richard memukul kepala Keenan dengan tongkat nya.
"Ampun kek..." ucap Keenan yang berlari ke arah samping Nayla untuk meminta perlindungan.
"Tolong aku sayang....kakek mu benar- benar garang sekali," bisik Keenan yang langsung mendapat pukulan ke dua dari calon kakek mertua nya.
"Belum saja resmi jadi cucu menantu nya saja sudah mengalami KDRT seperti ini, gimana kalau sudah resmi jadi menantu nya nanti," gumam Keenan memegang kepala nya yang terasa sakit setelah mendapat pukulan dua kali dari tongkat kakek Richard.
Walaupun pukulan itu tidak keras tapi tetap saja yang nama nya di pukul benda tumpul yang terbuat dari kayu jelas akan terasa sakit.
Nayla yang tidak tega melihat Keenan kesakitan, akhir nya ikut mengusap bagian kepala yang terkena pukulan kakek nya itu.
"Makasih sayang..." ucap Keenan lembut sambil menguap pipi Keenan.
__ADS_1
"Heh....tidak usah mencari - cari kesempatan, atau kamu mau tangan mu aku patahkan dengan tongkat ini hem..."
Keenan langsung menarik tangan nya setelah mendengar ucapan calon kakek mertua nya itu. Sedangkan Nayla lagi - lagi hanya membuang nafas nya. Bagaimana bisa kakek nya dan kekasih nya ini seperti Tom and Jerry.
Tetapi Nayla tahu jika kakek nya sebenarnya sangat menyayangi Keenan. Semua itu terlihat saat Keenan terluka kemarin, kakek nya sangat perhatian sekali dengan kekasih nya itu.
"Kenapa kamu masih ada di sini,, emang nya kamu tidak bekerja? aku tidak mau mempunyai menantu yang pemalas, bagaimana bisa kamu membahagiakan Nayla nanti nya jika kamu pemalas seperti ini."
"Ck....aku tidak bekerja satu tahun pun, aku masih sanggup untuk membelikan apa pun yang Nayla minta kek, jangan kan berupa barang mewah, berkeliling dunia pun aku masih sanggup untuk membiayai nya," kata Keenan dengan percaya diri.
"Sombong ....!"
Yang diucapkan Keenan memang benar ada nya, kekayaan nya tidak akan habis jika dia tidak bekerja dalam setahun. Kakek Richard pun mengakui kekayaan keluarga Dirgantara memang tidak main - main. Paling yang ada perusahaan nya yang hancur, karena pemilik nya tidak pernah hadir.
"Sudah sana pergi, seorang pemimpin itu harus memberikan contoh yang baik untuk bawahan nya," ujar kakek Richard.
"Kalau begitu Keenan pamit dulu kek...ayo sayang aku antar kamu sekalian ke kantor," pamit Keenan dan mengajak Nayla untuk ikut serta dengan nya.
"Eh....siapa yang menyuruh mu membawa cucu ku ikut pergi dengan mu hem...." kakek Richard langsung menarik tangan Nayla dari genggaman tangan Keenan.
"Hah...."
"Tapi kek...Nay hari ini juga ada meeteng penting, dan tidak bisa diwakilkan oleh Santi. Kakek sendiri bukan yang selalu mengajarkan Nayla untuk selalu profesional," kata Nayla dengan lembut.
Keenan bersorak gembira di dalam hati, akhir nya dia bisa juga mengalahkan calon kakek mertua nya itu.
"Ya sudah...kamu boleh pergi dengan cecunguk itu. Tapi kamu harus hati - hati dengan nya, kakek lihat dia banyak akal bulus nya," sindir kakek Richard melirik ke arah Keenan.
__ADS_1
Sedangkan manusia yang di lirik tidak memberikan respond apa pun. Seolah - olah orang itu sudah kebal dengan segala ucapan pedas yang dilontarkan laki - laki tua itu.
"Dasar aki - aki.....lihat saja apa yang akan aku lakukan sebentar lagi," batin Keenan dengan senyuman yang sulit untuk diartikan.
Nayla berpamitan pada kakek nya, begitu juga dengan Keenan. Saat mereka berdua sudah berada di luar, tanpa di duga Keenan sengaja mencium bibir Nayla dengan lembut di hadapan sang kakek sebelum mereka masuk ke dalam mobil.
Nayla yang mendapat serangan dadakan itu langsung melototkan mata nya dan pipi nya langsung memerah menahan rasa malu.
Jangan di tanya seperti apa muka kakek Richard sekarang, kalau bisa di lihat dari atas kepala dan telinga nya sudah keluar asap dengan muka yang merah padam.
Keenan yang melihat ekspresi kakek Nayla yang sudah tidak bersahabat buru - buru melepaskan ciuman nya dan langsung masuk ke dalam mobil sebelum terjadi huru hara.
"Dasar bocah semprul, CEO mesum! seenak nya saja mencium cucu ku di hadapan ku. Lihat saja nanti akan aku kirim kamu ke luar angkasa," teriak kakek Richard dengan penuh emosi sambil mengangkat tongkat nya dan melemparkan ke arah mobil Keenan yang sudah berlalu dari hadapan nya.
Sedangkan yang mendapat lemparan tongkat itu sudah tidak terlihat batang hidung nya lagi.
Pak Mun yang berada di belakang kakek Richard hanya bisa menggelengkan kepala nya dengan menahan tawa.
Kakek Richard memandangi kepergiaan cucu dan calon cucu menantu hanya mengulum senyum bahagia. Dia cuma berharap Nayla kali ini mendapatkan kebahagian bersama Keenan. Karena dia bisa melihat jika Nayla sangat mencintai Keenan.
"Semoga keputusan ku sudah benar..." lirih kakek Richard dan berjalan masuk ke dalam Mansion.
**
"Mas..harus nya kamu tidak seperti tadi!" protes Nayla.
"Hehehe...maaf sayang, aku hanya memberikan kakek senam jantung sedikit saja kok..."
__ADS_1