
"Syaifudin......ternyata kamu masih hidup," lirih Tuan Richard memandangi seorang pria paruh baya yang sedang terkapar tidak berdaya di brankar sebuah rumah sakit.
Ingatannya langsung tertuju pada sebuah peristiwa puluhan tahun yang lalu. Sebuah kejadian yang telah membuat hidupnya hancur karena harus kehilangan orang yang paling dia sayangi.
Buliran bening jatuh begitu saja di wajah nya saat memandangi foto seorang gadis cantik yang berada di samping brankar Syaifudin. Sayangnya, gadis itu berdiri menyamping sehingga tidak terlihat wajahnya.
"Alisya... cucu ku,"gumam Tuan Ricard dengan senyum yang mengembang.
"Kakek tidak menyangka kamu masih hidup nak."
Tuan Richard begitu yakin jika gadis yang sedang berdiri di dekat brankar Syaifudin itu adalah Alisya cucu nya yang hilang puluhan tahun yang lalu.
"Maafkan kakek sayang...karena selama ini yang selalu gagal menemukanmu," lirih Tuan Richard mengusap foto tersebut.
"Fer...segera siapkan mobil kita langsung menuju ke rumah sakit dimana Syaifudin dirawat sekarang. Aku tidak bisa menahan lagi untuk segera bertemu dengan cucu ku dan aku juga ingin minta penjelasan dari dia kenapa menyembunyikan cucu ku selama ini," titah tuan Richard kepada sang asisten.
"Baik tuan...."
**
Di apartemen
"Apa hubungan kakek dengan ginjal nya kakek Yusuf?" tanya Keenan dalam hati.
"Apa maksudmu Nay...." ucap Keenan.
Tapi yang diajak bicara sudah tidak ada di ruangan itu.
"Kemana wanita itu?"
"Sial....dia sudah pergi rupanya," umpat Keenan.
Keenan langsung keluar dari kamar nya dan bergegas menuruni anak tangga. Saat berada di tengah tangga, dia melihat Nayla baru keluar dari kamar nya dengan penampilan yang sudah rapih dari sebelumnya dan sudah siap untuk pergi.
Nayla berjalan dengan terburu - buru karena tadi asisten rumah tangga sang kakek menghubungi nya untuk segera ke rumah sakit. Karena keadaan sang kakek semakin memburuk.
Pas melintasi tangga langkah nya terhenti karena ada suara yang memanggilnya.
__ADS_1
"Nayla..tunggu aku ikut kamu ke rumah sakit," ucap Keenan.
Nayla hanya menganggukkan wajahnya sebagai respond dari ucapan Keenan. Saat Keenan sudah berada di dekat Nayla tiba - tiba ponsel nya berbunyi.
"Hallo..."
[ "honey....please help me ?" ]
"Ada apa honey..." tanya Keenan dengan nada khawatir.
[ " kamu datang ke apartemenku sekarang, aku membutuhkan bantuan mu sekarang honey," ]
"Baik...aku akan datang sekarang juga," Keenan mengakhiri panggilan teleponnya.
Nayla yang mendengar semua percakapan suami nya dengan kekasihnya hanya menyunggingkan senyum. Tanpa berkata apa pun dia langsung pergi meninggalkan Keenan.
Keenan yang melihat kepergian Nayla langsung berusaha untuk mengerjai istri nya itu. Saat Nayla akan membuka pintu tiba - tiba tangannya di cekal oleh Keenan.
"Maafkan aku Nay, aku tidak bisa....."
"Jika tidak ada niat untuk menjenguk kakekku ke rumah sakit, setidak nya jangan mengulur waktu ku, kamu tahu kakekku sekarang lagi kritis dan kakek membutuhkan ku saat ini," ucap Nayla dengan bibir bergetar dan mata yang berkaca - kaca.
Nayla kemudian menghempaskan tangan Keenan dengan kasar. Dia membuka pintu apartemen dan segera menutupnya dengan sangat keras.
"****.....apa yang harus aku lakukan sekarang," ucap Keenan mengusap wajahnya dengan kasar.
Di satu sisi dia juga ingin menjenguk kakek mertua nya itu, bagaimanapun dia sangat menghormati dan menyayangi kakek Yusuf seperti dia menyayangi dan menghormati kakeknya sendiri. Dan kalau sampai kakek Dirga tahu jika dia mengabaikan kakek mertua nya pasti dia akan mendapatkan masalah besar nanti nya.
Tapi, di sisi lain kekasih yang sangat dia cintai saat ini sedang membutuhkan bantuannya. Entah bantuan apa yang sedang kekasihnya itu butuhkan dari Keenan, tapi dari nada bicara nya sepertinya sangat serius.
Keenan langsung mengambil kunci mobilnya di kamar dan bergegas pergi ke apartemen sang kekasih.
Di lobi apartemen dia melihat istrinya sedang berdiri gelisah mengotak atik ponselnya. Seperti kesusahan untuk mencari transportasi online.
"Ya Allah...di saat mendesak seperti ini kenapa sangat sulit untuk mencari ojek atau taksi online sech...dari tadi full terus," gerutu Nayla yang tanpa sadar di dengar oleh Keenan yang berada di belakangnya.
Saat Keenan ingin mendekati Nayla. Tiba - tiba ada mobil sport hitam yang berhenti di depan Nayla. Dan keluarlah seorang laki - laki tampan yang sangat Keenan kenal menghampiri Nayla.
__ADS_1
"Nayla...sedang apa di sini," sapa Davin.
Laki - laki tampan yang turun dari mobil sport itu adalah Davin Sanjaya, sahabat Keenan.
"Kak Davin...ini aku sedang menunggu taksi atau ojek online kak, dari tadi pesan di aplikasi tali sibuk semua driver nya padahal aku sangat buru - buru," jawab Nayla.
"Emang kamu mau kemana Nay?"
"Aku mau ke rumah sakit kak.."
"Ya sudah aku antar saja ya, sekalian aku juga ingin menjenguk kakek mu, kemarin kan aku tidak sempat menjenguk saat mengantarkan mu ke rumah sakit," kata Davin.
"Tapi nanti ngrepoti kakak lagi," ucap Nayla yang merasa tidak enak selalu merepotkan Davin terus.
"Tidak merepotkan sama sekali kok Nay, kebetulan jadwal ku hari ini tidak padat jadi aku masih banyak waktu kalau cuma mengantar kamu ke rumah sakit dan menjenguk kakek kamu," kata Davin dengan senyum yang sangat lembut dan karena sikap itu lah membuat Keenan mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
Hemmm...
Keenan sengaja berdehem supaya kehadiran nya diketahui oleh Nayla dan Davin.
"Hai Nan...."sapa Davin dengan datar dan dingin.
"Mas Keenan..." gumam Nayla dengan suara yang sangat lirih sekali.
"Sejak kapan mas Keenan berada di situ," batin Nayla.
"Ayuk Nay.." ucap Davin sambil menggandeng tangan Nayla.
Nayla yang merasa risih berusaha untuk melepaskan tangan Davin, tapi semakin dia berusaha untuk melepaskan semakin kuat Davin menggenggam tangan Nayla. Seolah - olah Davin sengaja melakukan hal itu dihadapan Keenan.
"Aku permisi dulu Nan.." pamit Davin dengan tatapan sinis.
Keenan merasa ada yang aneh dengan sikap sahabatnya itu, tidak biasa nya Davin bersikap dingin seperti itu kepada nya. Biasanya dia selalu bersikap hangat kepada nya, tapi entah mengapa kali ini sikap dia begitu aneh.
Davin menggandeng Nayla dengan lembut dan berlalu begitu saja melewati Keenan yang hanya berdiri diam mematung. Dia membuka kan pintu mobil untuk Nayla dan dia segera berlari memutari mobil kemudian masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Keenan yang menatap tajam ke arah nya.
"Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti Nayla lagi Nan,, aku tidak peduli statusmu sekarang siapa, yang jelas aku akan merebut Nayla dari mu," batin Davin menggenggam erat stir mobilnya.
__ADS_1
"Dasar wanita sialan....berani - berani nya kamu pergi dengan laki - laki lain tepat dihadapan ku, hah...." geram Keenan.