Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 72 Mari kita berpisah


__ADS_3

Hari ini tepat di hari ke 100 usia pernikahan Nayla dan Keenan. Dan di hari ini juga Nayla memutuskan untuk mengakhiri semua. Nayla bukan menyerah dan tidak ingin mempertahankan pernikahannya. Akan tetapi dia merasa sudah lelah jika harus berjuang sendirian di pernikahan ini.


Keenan sama sekali tidak menunjukkan usaha sedikitpun untuk mempertahankan pernikahan itu. Bahkan dia terang - terangan menunjukkan jika dia ingin menghancurkan pernikahan nya.


Dari awal pernikahan sudah jelas, di sini hanya Nayla yang berusaha menunjukkan jika dia menerima dengan ikhlas menjalani pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta ini. Sedangkan Keenan sendiri, dia menerima pernikahan ini hanya karena takut seluruh harta kekayaan Dirgantara jatuh ke tangan Nayla dan kakek Yusuf.


Nayla berniat mengakhiri semua ini dengan baik - baik. Padahal jika Nayla mau, dia bisa menuntut Keenan dengan berbagai tuntutan salah satu nya KDRT dan perselingkuhan. Semua bukti sudah ada di tangannya, tapi dia tidak sejahat itu. Bagi dia sekarang bisa terlepas dari pernikahan yang tidak sehat itu saja sudah cukup bagi nya.


"Maafkan hamba mu ini Ya Rabb...Hamba tahu Engkau membenci perpisahan, tapi ini semua demi kebaikan semua supaya tidak ada yang tersakiti lagi, maka hamba mohon lancarkan lah dan beri lah kemudahan untukku, Aamiin..." Nayla mengakhiri doa di sepertiga malam nya.


Tidak ada air mata lagi yang dia jatuhkan, karena dia sudah memantapkan hati nya untuk mengambil langkah ini.


Jika ditanya apakah masih ada rasa yang tersimpan dalam hati Nayla? entahlah...hanya Nayla yang tahu.


Pagi ini rencana nya Nayla akan kembali ke apartemen Keenan. Dia ingin segera menyelesaikan semua nya.


Tapi sebelum ke apartemen Keenan, dia akan datang ke mansion kakek mertua nya terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang harus dia selesaikan di sana, selain itu dia juga akan memberitahu tentang keputusannya itu.


**


Jam 10 pagi Nayla sampai di apartemen Keenan. Suasana apartemen begitu sepi, karena sang penghuni sudah berangkat ke kantor pasti nya.


Keadaan apartemen sangatlah berantakan sekali, maklum saja Nayla sudah seminggu lebih meninggalkan apartemen tersebut. Dan sudah lama Keenan tidak menggunakan jasa ART lagi.


Nayla langsung masuk ke dalam kamar nya dan mulai merapihkan pakaiannya. Dia memasukkan seluruh pakaiannya ke dalam koper miliknya. Supaya nanti lebih mudah untuk membawa nya jika urusannya dengan Keenan sudah selesai.


Setelah itu dia membersihkan seluruh apartemen Keenan, kecuali kamar pribadi Keenan.

__ADS_1


**


Di kantor Drg Group, sekarang ini sedang ada kehebohan yang luar biasa. Banyak wartawan yang berada di luar gedung berusaha untuk menerobos masuk ke dalam gedung guna menemui sang pemilik perusahaan tersebut.


Mereka ingi mengkonfirmasi tentang sebuah berita yang sedang beredar di berbagai media saat ini. Sebuah berita tentang pernikahan diam - diam Keenan Dirgantara dengan seorang wanita biasa berinisial N dan skandal perselingkuhan dari Keenan dengan seorang Top Model terkenal.


Di berita itu terpampang jelas foto pernikahan antara Keenan dan Nayla hanya saja wajah Nayla di buram kan sehingga tidak tampak jelas seperti apa istri rahasia seorang CEO dari Drg Group itu. Tidak lupa dalam berita itu disertai sebuah artikel tentang kehidupan pernikahan sang CEO yang tidak berjalan selayaknya pasangan suami istri lainnya. Di situ juga tertulis jika pernikahan itu dilakukan karena kesepakatan 100 hari demi untuk mendapatkan sesuatu. Dalam berita itu jg disebutkan bahwa selama menjalani pernikahan Keenan berhubungan dengan wanita lain yang tak lain adalah kekasihnya terdahulu. Dalam berita itu juga ada foto mesra antara Keenan dan Michel.


Keenan tampak frustasi menghadapai berita ini, karena secara tidak langsung akan berdampak pada kelangsungan perusahaannya.


Walaupun sampai saat ini belum ada yang komplain dari para investor tentang berita itu, tapi cepat atau lambat pasti mereka akan meminta penjelasan dari Keenan.


"Sial.....siapa yang sudah menyebarkan berita itu semua," gumam Keenan memijit pelipis kepala nya perlahan dan menyenderkan kepala nya di kursi kebesarannya.


Dia benar - benar pusing memikirkan ini semua.


"Permisi tuan....di luar kantor banyak sekali wartawan yang ingin menemui tuan untuk meminta konfirmasi dari berita yang beredar saat ini," ucap Rendi.


"Biarkan saja....saat ini aku belum bisa memberikan keterangan apa pun tentang itu, aku tidak bisa berpikir jernih sekarang Ren," jawab Keenan pasrah.


Keenan yang sekarang sangatlah berbeda dengan Keenan yang seperti biasa nya. Padahal dulu dia sangat mudah mengatasi berita atau skandal apa pun yang mencuat di media. Tapi untuk berita ini Keenan susah untuk mengatasi nya, karena semua fakta yang tercantum dalam artikel itu benar ada nya.


"Tolong kamu selidiki siapa dalang di balik ini semua Ren...aku mau mendapatkan informasi itu secepatnya," perintah Keenan kepada sang asisten.


"Baik tuan..."


**

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga," gumam Nayla meregangkan otot - otot tubuhnya karena telah menyelesaikan semua pekerjaan rumah dan memasak makan malam untuk Keenan dan dirinya nanti.


Nayla kemudian membersihkan diri dan duduk santai di ruang TV sambil menunggu Keenan pulang dia menyalakan TV. Alangkah terkejutnya dia melihat berita yang ada di televisi. Dia membulatkan mata nya melihat wajahnya terpampang sana, ya walaupun wajahnya di buram kan tapi orang yang terdekat dengannya pasti akan mengenali postur tubuhnya.


"Kenapa ada berita seperti ini, siapa yang menyebarkan ini semua, tidak mungkin mas Keenan sendiri kan?" gumam Nayla.


Saat Nayla sedang menyimak berita tentang skandal suami nya di televisi. Terdengar pintu apartemen terbuka, Nayla menengok ke arah ruang tamu, terlihat Keenan berjalan dengan langkah yang berat dan lesu. Nayla kemudian mematikan televisi dan menghampiri suami nya itu.


"Mas..."


Keenan menghentikan langkahnya mendengar nama nya di panggil, dia menengok ke arah sumber suara. Raut wajah nya langsung sumringah melihat Nayla sudah kembali ke apartemen saat ini. Entah mengapa seketika beban yang ada di pikirannya seakan hilang setelah melihat wajah teduh sang istri.


"Kamu sudah pulang Nay," ucap Keenan lembur dengan tersenyum manis. Benar - benar berbeda dengan biasa nya.


"Hemm..."


"Sebaiknya mas Keenan segera membersihkan diri setelah itu aku tunggu di meja makan, ada hal penting yang ingin aku bicarakan," kata Nayla dingin dan berlalu meninggalkan Keenan.


Keenan tidak mempermasalahkan sikap Nayla yang sekarang kepada nya. Bagi dia melihat Nayla sudah kembali ke apartemen saja sudah membuatnya senang. Dia langsung bergegas menuju kamarnya dan membersihkan diri. Tidak perlu wktu yang lama dia sudah rapih dengan setelan rumahan seperti biasa.


Dia menuruni tangga dan menuju meja makan, di sana dia sudah melihat sang istri dan aneka hidangan makan malam yang sangat menggugah selera. Semua hidangan yang tersaji adalah makanan kesukaan Keenan semua nya.


Nayla yang melihat Keenan sudah datang kemudian mempersilahkan Keenan untuk duduk. Dia juga melayani Keenan seperti biasa nya, mengambilkan nasi dan beberapa makanan kesukaan Nayla.


Mereka makan dalam keadaan yang hening, tidak ada percakapan apa pun di sana.


Setelah selesai menikmati maka malam, barulah Nayla membuka percakapan.

__ADS_1


"Mas...mari kita berpisah."


__ADS_2