Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 151 Surga dunia


__ADS_3

Seketika tubuh Nayla melayang ke udara karena di gendong ala bridal style oleh Keenan. Seluruh tamu undangan bersorak melihat pemandangan romantis itu. Tak terkecuali kedua kakek mereka yang hanya menggelengkan kepala melihat kehebohan di atas pelaminan itu.


"Ck....aku bilang apa tadi pasti belum acara selesai cucu mu sudah membawa cucu ku pergi dari sini, lihat itu kelakuan cucu mu, bikin heboh saja," cebik kakek Richard pada sang besan kakek Dirga.


Kakek Dirga tersenyum menanggapi celotehan dari besan nya itu," sudah...biarkan saja mereka. Aku yakin Keenan melakukan hal itu karena tidak tega melihat cucu menantu ku kelelahan."


Kakek Richard manggut-manggut, apa yang dikatakan oleh besan nya itu memang benar ada nya. Dia sendiri dapat melihat tadi berapa lelah nya cucu kesayangan nya itu karena terlalu lama berdiri menyalami para tamu undangan.


"Tuan mau kemana," cegah Rendi saat melihat Keenan dan Nayla turun dari pelaminan.


"Emang kenapa?" jawab Keenan cuek dan berusaha untuk terus berjalan namun dihalangi oleh Rendi.


"Rendi bisa minggir tidak! kamu tidak tahu jika aku keberatan?"


Nayla yang mendengar Keenan bilang keberatan langsung melototkan mata nya dan berusaha untuk turun dari gendongan suami nya. Keenan yang menyadari itu langsung mempererat cengkraman pada tubuh Nayla.


"Turunkan aku mas jika berat," kata Nayla dengan penuh penekanan.


"Tidak sayang...kamu tidak berat, siapa yang bilang kalau kamu berat,Hem....."


"Tadi mas Keenan sendiri yang bilang kalau aku berat," ucap Nayla mengerucutkan bibir nya.


"Ish....gara-gara Rendi sialan, Nayla jadi ngambek kan. Kalau sampai Nayla ngambek bisa dipastikan aku gagal lagi belah duren nya," gerutu Keenan dalam hati sambil menatap tajam pada sang asisten.


Rendi yang mendapat tatapan tajam bos nya hanya cengengesan.


"Tidak sayang...kamu tidak berat, yang berat itu gaun kamu ini. Lagian kok ada orang yang membuat gaun seribet dan seberat ini sech!" ucap Keenan berusaha untuk menyakinkan sang istri supaya tidak ngambek lagi.


Kalau boleh jujur emang Keenan merasa berat saat menggendong Nayla bukan karena berat tubuh Nayla akan tetapi gaun yang istri nya yang di kenakan itu memang sangatlah berat.


"Mas Keenan lupa, jika gaun ini mas Keenan sendiri yang pilih?" Nayla berkata sambil memicingkan kedua mata nya dan itu membuat Keenan jadi mati kutu. Dia baru ingat jika gaun pengantin ini memang Keenan yang memilih.


Rendi dan Santi yang mendengar hal itu berusaha menahan tawa mereka.

__ADS_1


"Kenapa? kalian ingin menertawai ku!"


"Tidak tuan...kami hanya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga kalian selalu bahagia dan cepat mendapat momongan. Ini ada sedikit kado khusus untuk kalian berdua, ini untuk tuan Keenan dan yang ini untuk Nyonya Nayla Dirgantara," ucap Santi dengan memberikan masing-masing satu kotak kado dengan warna yang berbeda.


"Awas jangan sampai tertukar lho tuan..." sambung Rendi.


"Hem...terima kasih," kata Keenan.


Nayla juga mengucapkan hal yang sama pada kedua asisten pribadi nya itu. Saat Keenan melintasi kedua Aspri itu Keenan membisikkan sesuatu pada telinga asisten nya itu," buruan dihalalkan, apa kamu tidak ingin merasakan surga dunia?" kata Keenan yang langsung membuat muka Rendi merah.


"Ck...anda sendiri juga belum merasakan apa itu surga dunia tuan," gerutu Rendi.


Untung saja Keenan sudah berlalu pergi jika tidak pasti abis Rendi dapat omelan dari bos nya itu.


**


"Akhir nya sampai juga sayang..." ucap Keenan setelah sampai di kamar pengantin mereka.


Keenan melepaskan sepatu yang sudah membuat kaki istri nya tidak nyaman sejak tadi. Dan benar saja, tumit Nayla terlihat merah karena terlalu lama menggunakan sepatu tersebut.


"Pasti ini sakit ya sayang...," ucap Keenan lembut dengan mengusap lembut bagian kaki Nayla yang memerah.


"Ngga kok mas, hanya sedikit perih saja," Nayla berkata sambil tersenyum manis dan mengusap kedua pipi suami nya itu.


"Ya sudah, aku siapkan air hangat dulu baru setelah itu kita mandi."


"Kita?" tanya Nayla polos.


"Iya kita..memang siapa lagi, di kamar ini kan cuma ada kita berdua sayang..." jawab Keenan santai sambil berlalu menuju kamar mandi.


"Kita....bearti aku dan mas Keenan nanti di kamar mandi kita berdua tanpa.....argh.." jerit Nayla menutup wajah nya seketika membayangkan jika mereka harus mandi bersama.


"Ada apa sayang...." Keenan berlari keluar setelah mendengar teriakan sang istri.

__ADS_1


"Ngga ada apa-apa kok mas, apa air nya sudah siap mas?"


"Sudah sayang...ayo..aku bantu untuk melepas gaun pengantin mu."


Nayla menganggukkan kepala nya, percuma menolak karena dia sendiri pun tidak bisa melepaskan gaun tersebut karena model gaun itu kancing nya berada di bagian belakang semua dan itu tidak berjumlah sedikit tapi banyak sampai ke pinggang Nayla.


Keenan perlahan membuka kancing gaun Nayla dengan susah payah menahan seluruh gejolak yang ada di tubuh nya saat melihat punggung putih nan mulus milik istri nya itu. Tangan nya sesekali mengusap punggung mulus istri nya itu yang membuat tubuh Nayla meremang seketika. Nayla memejamkan mata nya dan menggigit bibir bawah nya untuk menahan rasa yang aneh dalam tubuh nya itu.


"Mas..." lirih Nayla.


"Iya sayang..." jawab Keenan dengan suara berat seperti menahan sesuatu.


"Apa sudah selesai?"


Jujur dalam keadaan seperti ini dua insan manusia ini jelas tidak bisa mengontrol satu sama lain nya.


"Ehm iya sebentar lagi sayang, tinggal sedikit lagi," Keenan langsung menyelesaikan aktifitas nya. Setelah selesai Nayla langsung menuju kamar mandi dengan memegang gaun nya supaya tidak melorot ke bawah.


Awal nya Keenan memaksa untuk mandi bersama akan tetapi dia mengalah karena tidak ingin membuat istri nya itu tidak nyaman jika harus berada di dalam kamar mandi berdua. Walaupun mereka sudah sah menjadi suami istri, dan tadi siang juga Keenan sudah sedikit menyentuh tubuh istri nya itu, akan tetapi dia tidak boleh egois. Bagaimanapun dia akan memberi kesan yang indah di malam pengantin nya nanti.


Tidak perlu waktu yang lama, mereka telah menyelesaikan ritual mandi nya masing-masing. Keenan hanya menggunakan handuk kecil yang melilit pinggang nya saja sehingga tampaklah dada nya yang begitu kekar dan sangat menggoda kaum hawa mana pun termasuk Nayla.


"Sayang...." ucap Keenan yang memeluk Nayla dari arah belakang dan menenggelamkan kepala nya di tengkuk leher sang istri menghirup lekat-lekat aroma tubuh istri nya yang sudah menjadi candu untuk nya.


Tidak itu saja, dia beberapa kali mengecup dan menggigit kecil leher Nayla sehingga meninggalkan beberapa tanda kepemilikan nya di leher jenjang sang istri.


Nayla yang mendapat perlakuan seperti itu tidak bisa mengontrol diri untuk tidak mengeluarkan suara-suara merdu nya. Dan itu semakin membuat Keenan semangat untuk melanjutkan aktifitas nya.


Di balik nya tubuh Nayla ke hadapan nya dan dia langsung menyerang bibir tipis istri nya itu dengan sangat menuntut dan lembut. Tangan nya tidak dapat diam, dia menelusuri setiap lekukan tubuh sang istri yang hanya terbalut oleh jubah mandi sehingga dengan sekali tarikan jubah itu sudah teronggok di lantai.


"Mas.....ah."


Tok..tok..tok..

__ADS_1


__ADS_2