
"Sebenarnya ada hal yang akan kakek ungkapkan kepada mu Nay..."
Kakek Yusuf menghela nafasnya perlahan, dia mengumpulkan tenaga nya yang dalam kondisi badan sedang tidak berdaya. Akhirnya, kakek Yusuf menceritakan semua nya tentang kenapa ginjal nya sekarang hanya tersisa satu. Dan itu semua berkaitan dengan kakek Dirga. Kejadian itu terjadi sudah puluhan tahun yang lalu, saat itu seluruh anggota keluarga Dirgantara sedang melakukan perjalan bisnis, di tengah - tengah perjalanan mobil yang ditumpangi oleh keluarga Dirgantara mengalami kecelakaan.
Di dalam mobil tersebut ada kakek Dirga, anak dan menantu nya serta seorang anak kecil yang tak lain adalah Keenan. Anak dan menantu kakek Dirga yang merupakan orang tua dari Keenan meninggal di tempat kejadian. Kakek Yusuf sendiri menderita luka yang cukup parah. Sedangkan Keenan kecil hanya terluka ringan.
Saat itu kondisi jalanan sangatlah sepi karena lokasi kecelakaan itu berada di daerah yang terpencil. Kebetulan saat itu kakek Yusuf sedang melintasi jalan itu dan melihat ada mobil yang dalam keadaan tidak baik - baik saja akibat kecelakaan tunggal. Dia mendengar sayup - sayup suara orang meminta pertolongan dari dalam mobil tersebut.
Dengan sigap kakek Yusuf, langsung mendekati mobil itu dan berusaha untuk membuka pintu mobil guna melihat keadaan penumpang yang ada di dalam mobil tersebut. Setelah berusaha sekuat mungkin untuk membuka pintu mobil akhirnya pintu mobil itu pun terbuka. Dan betapa terkejutnya kakek Yusuf melihat ada dua korban kecelakaan itu yang sudah tidak bernyawa. Dia menengok ke arah belakang ada seorang anak kecil yang sedang ketakutan berada di dalam dekapan seorang laki - laki tua yang dia yakini adalah kakeknya. Laki - laki tua itu masih dalam keadaan sadar walaupun terluka parah.
Akhirnya kakek Yusuf pun berusaha meminta pertolongan warga sekitar untuk membawa korban kecelakaan itu ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, Keenan dan kakeknya segera mendapatkan pertolongan.
Saat itu juga dokter menyampaikan kepada kakek Yusuf jika keadaan kakek Dirga sangatlah kritis karena ada kerusakan pada ginjal nya dan harus menjalani transplatasi ginjal secepat mungkin agar nyawa pasien bisa tertolong.
Tanpa berpikir panjang akhirnya kakek Yusuf bersedia menyumbangkan salah satu ginjal nya untuk kakek Dirga, dan kebetulan ginjal meraka cocok. Dan tanpa menunggu waktu yang lama lagi akhirnya operasi itu pun dilakukan.
"Begitulah cerita nya nak..." kakek Yusuf mengakhiri cerita nya.
Nayla begitu syok mendengar cerita dari kakek nya itu, air mata nya mengalir deras. Karena dari cerita itu dia bisa tahu alasan sang kakek menjodohkan dirinya dengan Keenan. Dan kenapa kakek Dirga begitu ngototnya ingin menjadikan dia sebagai cucu menantu nya, Nayla menarik kesimpulan sendiri jika semua itu hanya karena balas budi semata.
Dia tersenyum miris, ternyata pernikahan yang dia jalani sekarang hanya karena balas budi di masa lalu. Pantas saja Keenan menolak pernikahan ini dari awal. Dia terpaksa menerima pernikahan ini hanya karena dia takut nama dia dicoret dari daftar pewaris tunggal Dirgantara Group .
"Jadi itu alasan kakek menikahkan aku dengan mas Keenan?" tanya Nayla lirih.
__ADS_1
"Maafkan kakek Nay...kakek tidak bermaksud..."
"Sssst ...kakek tidak perlu meminta maaf soal hal itu, Nayla sudah ikhlas menerima ini semua," ucap Nayla dengan tersenyum manis.
Karena dari awal dia menerima perjodohannya dengan keenan dia sudah bertekad akan menjalani pernikahan ini dengan ikhlas. Jadi dia tidak mau mempermasalahkannya lagi tentang sebab perjodohan itu seperti apa.
"Sekarang Kakek istirahat dulu, biar kondisi kakek cepat pulih, Nayla akan temani kakek sampai tidur," kata Nayla sambil merapihkan selimut kakek nya.
Kakek Yusuf menganggukkan kepala nya dan berusaha memejamkan mata nya.
"Sebenarnya ada satu hal lagi yang kakek rahasiakan Nay," batin kakek Yusuf sebelum terlelap tidur.
**
Keenan merasa gelisah karena sampai tengah malam seperti ini Nayla belum juga kunjung pulang. Pikirannya sangat kalut, banyak hal negatif yang dia pikirkan tentang Nayla. Apalagi tadi siang dengan jelas dia melihat Nayla pergi bersama Davin sahabatnya.
"Istri macam apa dia, sampai se larut ini belum pulang, dan dia tadi pergi bersama laki - laki lain tanpa izin. Kata nya dia akan menjadi istri yang baik, ****....istri baik macam apa yang pergi dengan laki - laki lain sampai larut malam seperti ini tidak pulang dan memberi kabar," geram Keenan.
Seharian ini Keenan benar - benar tidak fokus pada kerjaannya, pikirannya selalu tertuju pada Nayla yang pergi bersama Davin. Dia bahkan sampai rela membatalkan janji nya untuk makan malam bersama Michel, sehingga dia memutuskan untuk pulang cepat. Dia berharap saat tiba di apartemen Nayla sudah berada di apartemen seperti hari - hari biasa nya. Tapi saat dia sampai di apartemen ternyata Nayla juga belum pulang. Bahkan sampai se larut ini istri nya itu pun belum pulang juga.
"Apa aku suruh Rendi untuk menghubungi nya, menanyakan keberadaannya sekarang," pikir Keenan.
"Ck... nanti dia jadi besar kepala lagi, dikiranya aku perhatian ma dia lagi."
__ADS_1
"Argh...." Keenan mengacak rambutnya dengan kasar.
"Bodoh amat dia mau kemana, dan melakukan apa pun di luaran sana, itu bukan urusanku, lebih baik aku selesaikan pekerjaanku dari pada mikiri wanita murahan itu," gumam Keenan.
Keenan beranjak ke ruang kerja nya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang terbengkalai tadi di kantor. Tapi lagi - lagi dia tidak fokus untuk bekerja, pikirannya selalu terbayang - bayang oleh Nayla dan Davin.
"****...." umpat Keenan menutup laptopnya dengan kasar dan berlalu meninggalkan ruang kerja nya.
Saat melintasi kamar Nayla dia berhenti sejenak, dia melirik jam dipergelangan tangannya sudah menunjukan jam dua pagi. Dia perlahan membuka kamar Nayla dan melihat ke arah dalam, tapi kamar itu tampak kosong dan sepi.
"Huh..." Keenan menghela nafasnya kembali dan pergi menuju ke kamarnya.
**
Pagi - pagi sekali Nayla sudah sampai di apartemen Keenan. Saat shubuh tadi Bi Marni sudah sampai di rumah sakit, dan dia berpamitan kepada kakeknya untuk pulang terlebih dahulu.
Saat Nayla memasuki apartemen, dia dikejutkan dengan Keenan yang sudah menyambutnya di ruang tamu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Semalam Keenan tidak bisa tidur, dan saat shubuh dia putuskan untuk mengecek kembali kamar Nayla. Karena hasilnya masih sama, kemudian dia memutuskan untuk menunggu Nayla di ruang tamu. Dia yakin jika istri nya itu pasti akan pulang pagi ini. Dan pucuk di cinta ulam pun tiba, orang yang ditunggu - tunggu semalam akhirnya pulang juga.
"Mas Keenan..."lirih Nayla yang kaget mendapati suami nya berada di ruang tamu.
"Dari mana saja kamu semalam," tanya Keenan dengan nada dingin.
__ADS_1
"Aku....."