
Hari ini sesuai permintaan sang kakek sebelum ke kantor Abraham mampir terlebih dahulu ke Mansion sang kakek. Entah hal penting apa yang ingin kakek nya bicarakan sepagi ini, seperti nya suatu hal yang sangat penting.
Tidak butuh waktu yang lama untuk Abraham sampai di Mansion sang kakek, karena memang jarak antara apartemen nya dengan Mansion sang kakek dekat. Dia sengaja memilih hunian apartemen yang dekat Mansion sang kakek karena sewaktu - waktu jika kakek nya butuh sesuatu atau ada hal penting yang ingin disampaikan dia bisa segera datang ke Mansion. Karena kondisi kakek nya akhir - akhir nya sedang kurang baik.
"Pagi tuan muda...anda sudah ditunggu oleh tuan besar di ruang makan," ucap seorang pelayan saat Abraham baru tiba di Mansion.
Abraham hanya menjawab sapaan dari pelayan itu dengan anggukan dan berlalu menuju ruang makan untuk menemui sang kakek.
"Pagi kek...."
"Pagi juga nak...ayo kita sarapan dulu, pasti kamu belum sarapan kan?"
"Baik kek..."
Abraham langsung duduk di kursi dekat kakek nya, sebelumnya dia melayani sang kakek terlebih dahulu seperti biasa nya baru dia mengambil untuk diri nya sendiri.
Tidak ada obrolan apa pun selama meraka sarapan, hanya suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu yang terdengar di ruangan itu.
Setelah meraka selesai menghabiskan sarapan mereka langsung menuju ke taman belakang untuk membicarakan hal yang penting.
"Hal penting apa yang ingin kakek bicarakan pada ku, sampai aku di suruh datang ke Mansion sepagi ini," tanya Abraham pada sang kakek.
Saat ini mereka sedang menikmati kopi di taman belakang.
"Sejak kapan kamu mengenal cucu Richard Thomson?" tanya Sultan kepada sang cucu.
Abraham yang mendapatkan pertanyaan itu sedikit merasa heran, karena baru kali ini kakek angkat nya itu menanyakan tentang wanita yang sedang dekat dengan nya. Biasa nya Sultan tidak pernah mau mengurusi hal semacam itu. Dan selama ini dia juga tidak peduli Abraham dekat dengan siapa pun, bagi dia yang terpenting Abraham bisa mengendalikan perusahaan dengan baik dan selalu membuat perusahaan nya maju dan memperoleh banyak keuntungan.
"Aku belum lama mengenal Nayla, semua itu berawal karena perusahaan kita sedang menjalin kerja sama dengan perusahaan nya kek," jawab Abraham.
__ADS_1
"Apa kamu tertarik dengan wanita itu?"
"Maksud kakek?"
"Di acara kemarin kakek perhatikan seperti nya kamu memperlakukan dia dengan sangat istimewa."
"Jujur....dia wanita yang sangat istimewa kek, selain paras nya yang cantik, dia juga wanita yang baik, cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab, aku rasa hanya laki - laki bodoh saja yang tidak akan tertarik pada Nayla," papar Abraham.
"Apa kamu ada niat untuk menjadikan wanita itu seseorang yang spesial di hidup mu nanti?"
"Seperti nya iya kek," jawab Abraham tegas.
"Tapi kakek ingin kamu melenyapkan wanita itu," ucap Sultan dengan tegas dan tatapan yang serius.
"Apa maksud kakek?"
Abraham mempunyai firasat tidak enak saat ini, dia sangat paham dengan watak sang kakek. Tapi dia ingin tahu terlebih dahulu apa alasan kakek nya mengatakan hal itu.
"Tidak mungkin aku melenyapkan orang yang aku sukai kek? apa alasan kakek tidak menyukai Nayla?" tanya Abraham penasaran.
"Karena dia cucu satu - satu nya Richard Thomson, orang yang telah melenyapkan seluruh keluarga ku," jawab Sultan dengan ekspresi datar dan dingin.
Mendengar hal itu sontak membuat Abraham terkejut bukan main, sampai dia tersedak kopi yang baru saja dia minum. Abraham langsung mengusap wajah nya kasar.
"Aku harap kamu tidak lupa dengan posisi mu sekarang ini Abraham! kakek rasa ini saat nya kamu membalas apa yang sudah aku lakukan pada mu hingga kamu bisa seperti ini sekarang ini, menyandang nama besar ku di belakang nama mu bukan kah suatu hal yang sangat kamu impikan bukan? dan bukan kah dari dulu kamu selalu mengatakan ingin membalas seluruh kebaikan ku pada mu dan adik - adik mu di panti dengan apa pun akan kamu lakukan untuk membalas semua itu, tentu kamu masih ingat hal itu," kata Sultan mengingat kan tentang siapa Abraham yang sebenarnya saat ini.
"Tapi tidak dengan cara melenyapkan orang yang aku sukai kek..." lirih Abraham.
"Shitt.....persetan dengan perasaanmu itu, yang aku mau kamu harus segera melenyapkan sisa keturunan dari Richard Thomson itu," geram Sultan.
__ADS_1
"Ingat Abraham !! nasib seluruh adik - adik kamu di panti asuhan ada di tangan kakek sekarang," kata Sultan dengan seringai jahat nya dengan menunjukkan sebuah video panti asuhan di mana Abraham di besarkan dulu sudah terpasang sebuah bom yang setiap saat bisa Sultan ledakan.
Abraham lagi - lagi hanya bisa menghela nafas nya berat dan mengusap wajah nya dengan kasar. Dia benar tidak habis pikir dengan kakek angkat nya itu, kenapa mempunyai sifat yang begitu kejam seperti itu. Kalau sudah begini Abraham tidak bisa berbuat apa pun selain menuruti keinginan sang kakek. Dia paham betul seperti apa kakek angkat nya itu kalau sudah bertindak. Karena dulu Abraham juga pernah membantu sang kakek melenyapkan seseorang.
"Beri waktu aku satu Minggu kek..." ucap Abraham pasrah.
"Tiga hari...kakek beri waktu kamu tiga hari untuk melenyapkan cucu dari Richard Thomson itu."
"Tapi kek...."
"Tiga hari atau......" Sultan menggantungkan ucapan nya.
"Baiklah....tiga hari, ya.....tiga hari aku akan melenyapkan cucu Richard Thomson itu dengan cara ku sendiri kek, aku harap kakek jangan ikut campur," kata Abraham lalu pergi berlalu dari hadapan sang kakek.
Sultan menyeringai mendengar jawaban Abraham dan menatap punggung sang cucu yang berlalu pergi meninggalkan nya dengan pandangan yang sulit untuk diartikan.
"Pantau seluruh gerak gerik Abraham di mana pun dia berada tanpa sepengetahuan dia," ucap Sultan pada seseorang di seberang telepon sana.
**
Sepanjang jalan menuju kantor nya Abraham mengumpat kesal dengan apa yang kakek nya inginkan itu, dia beberapa kali memukul stir kemudi nya.
"Aargggh.....apa yang harus aku lakukan sekarang, tidak mungkin aku tega melenyapkan wanita sebaik Nayla, tapi tidak mungkin pula aku mengorbankan seluruh penghuni panti di mana aku dibesarkan dulu, sial...sial....." teriak Abraham sambil memukul stir kemudi nya.
"Kakek memang keterlaluan, karena dendam yang salah mata hati nya sekarang jadi buta."
**
Hari ini Keenan berangkat ke kantor penuh dengan semangat, karena sebelum berangkat tadi dia sempat melihat wajah orang yang dia sayang i walaupun hanya lewat kamera CCTV , bagi nya itu sudah cukup membuat bahagia pagi ini.
__ADS_1
Sesampai nya di kantor, Rendi langsung membacakan seluruh kegiatan Keenan hari ini, seketika dia melebarkan senyuman nya saat Rendi mengatakan jika hari ini dia ada pertemuan dengan perusahaan Rich Kingdom.
"Bukan kah itu perusahaan yang Nayla pimpin di sini,"