
" Nay... aku cariin kemana - mana ternyata ada di sini, besok kan kita libur temenin aku yuk," pinta Santi.
" Emang mau kemana?" tanya Nayla.
" Lusa sepupu ku mau nikah, temenin aku cari kado yuks, aku bingung mau beliin dia apa, secara selera kamu kan bagus Nay kalau memilih apa pun, termasuk memilih calon calon pacar," goda Santi sambil cengengesan.
" Apa an sech San.."
" Lha bener kan apa yang aku bilang, karena saking bagus nya kamu memilih, sampai sekarang ini kamu belum punya pacar," goda Santi lagi.
" Memang aku tidak punya pacar, tapi aku sudah punya suami San, andai kamu tahu kenyataan ini pasti kamu akan terkejut, terlebih lagi tentang pernikahan seperti apa yang aku jalani sekarang," batin Nayla menghela nafas kasar.
" Terusin aja seperti itu, tapi jangan harap aku mau nemenin kamu besok," Nayla pura - pura kesal dan berjalan meninggalkan Nayla.
" Ya Allah, ini anak sensi amat yak.. kan cuma bercanda Nay,, ayolah Nay, besok temenin ya..please," rengek Santi.
" Apa pun yang kamu minta pasti aku turutin, tapi jangan lebih dari 100 ribu tapi, hehehe," rayu Santi.
Nayla memutar bola mata nya jengah mendengar rayuan dari sang sahabat. Dia paling tidak bisa kalau menolak permintaan dari sang sahabat. Dan Santi pun sebenarnya sudah tahu kalau Nayla paling tidak bisa menolak permintaannya.
" Baik tuan putri Susanti Wulandari binti Bapak Sugiono" jawab Nayla sambil mengacak rambut Santi dan berlari ke dalam.
" Nayla Atifa.........." teriak Santi karena kesal dengan tingkah sang sahabat, tapi dia merasa senang karena Nayla mau nemenin dia besok.
**
" Honey, seperti nya aku harus segera balik ke kantor, karena banyak berkas yang harus aku periksa."
" Tapi kan kita baru ketemu honey, aku masih merindukan mu," rengek Michel.
" Bukannya kamu ada janji mau perawatan," ucap Keenan mengingatkan janji sang kekasih.
" Iya seh .. ya sudah kalau begitu, tapi janji ya nanti malam kita dinner di apartemenku," pinta Michel dengan manja dan dibalas anggukan oleh Keenan.
Setelah selesai menyantap makan siangnya Keenan dan Michel beranjak meninggalkan ruang VIP. Mereka berjalan beriringan dengan bergandengan tangan. Banyak pasang mata yang menatap iri dengan pasangan kekasih tersebut.
Tanpa Keenan sadari ada sepasang mata yang menatap nanar pemandangan itu. Nayla hanya menghela nafas nya pelan, berusaha untuk mengurangi rasa sesak di dada nya.
" Pelayan ...." panggil salah satu pelanggan resto dan seketika membuyarkan lamunan Nayla. Dengan sigap Nayla langsung menghampiri pelanggan tersebut.
" Honey,, tunggu sebentar aku mau ke toilet dulu," ucap Michel.
__ADS_1
" Hemm .."
Saat Keenan menunggu Michel yang sedang ke toilet, tanpa sengaja pandangan nya tertuju pada seorang gadis cantik yang sedang ke sana sini melayani pelanggan resto.
Nayla dengan semangat melayani pelanggan resto, walaupun agak keteteran karena resto cukup ramai tapi tidak mengurangi semangat nya sama sekali. Terkadang Nayla merenggangkan badannya untuk mengurangi rasa capek dan lelah di sela - sela menunggu pesanan pelanggan siap.
Semua pergerakan Nayla tidak lepas dari pandangan Keenan. Lagi - lagi ada rasa sakit di hati nya melihat kerja keras Nayla di resto.
" Kenapa dengan hati ku ini, kenapa rasa nya sakit melihat dia harus bekerja keras seperti itu," gumam Keenan.
" Honey, ayo aku sudah selesai ..." sapa Michel.
Tanpa pikir panjang lagi Keenan langsung meninggalkan resto. Sesekali ujung mata nya melirik ke arah Nayla. Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, dengan cepat Keenan mengalihkan pandangannya ke arah sang kekasih yang ada di sampingnya dan mengeratkan genggamannya. Nayla hanya tersenyum miris melihat suami nya menggenggam erat tangan kekasihnya. Lagi - lagi air mata nya menetes.
**
" Akhirnya, selesai juga shif ku, capek banget rasa nya hari ini," lirih Nayla.
" Nay.. aku duluan ya, ingat besok jangan sampai lupa, nanti malam aku chat kita ketemu dimana, okey, bye Nayla.." pamit Santi buru - buru.
" Iya bawel ..." jawab Nayla membalas lambaian tangan sang sahabat.
" Kayaknya aku harus belanja untuk stok 1 bulan ke depan, kebutuhan bahan makananku sudah menipis," gumam Nayla.
Sesampainya di supermarket Nayla langsung mengambil troli belanja dan menuju bagian perlengkapan bahan makanan. Dia memilih beberapa sayuran, lauk, dan beberapa makanan instan yang bisa dia olah saat menunggu tanggal gajian bulan depan nanti.
Saat dia akan mengambil cemilan, tanpa sengaja ada seseorang yang akan mengambil cemilan itu juga. Alhasil mereka sempat tarik menarik untuk memperebutkan cemilan tersebut, karena cemilan itu hanya tersisa satu di rak.
" Maaf, saya dulu yang mau mengambilnya tadi," ucap Nayla dengan sopan tanpa melihat dengan siapa dia berebut cemilan tersebut.
" Nayla ..." sapa laki - laki itu yang tak lain adalah Davin.
Nayla mendongakkan kepala nya ke sumber suara yang memanggilnya barusan.
" Tuan Davin," jawab Nayla dengan tersenyum.
" Ini buat kamu," kata Davin mengambil cemilan yang sempat mereka rebut kan tadi dan menaruhnya ke troli Nayla.
Saat menaruh cemilan, Davin tanpa sengaja melihat isi belanjaan Nayla yang kebanyakan makanan instan. Dia mengernyitkan dahi nya.
" Kenapa kamu banyak sekali membeli makanan instan, tidak baik lho mengkonsumsi makanan instan seperti ini," ucap Davin sambil mengangkat salah satu kemasan makanan instan yang ada di troli belanja Nayla.
__ADS_1
" Ehm .. saya suka dengan makanan itu tuan," jawab Nayla yang langsung mengambil makanan instan yang Davin ambil tadi dan menaruhnya kembali ke troli.
Dengan sigap Davin mengambil seluruh makanan instan yang ada di troli Nayla dan mengembalikan lagi di tempat semula. Nayla bingung dengan apa yang Davin lakukan
" Maaf tuan, apa yang tuan lakukan, kenapa belanjaan saya tuan ambil dan dikembalikan ke rak," protes Nayla.
Davin tidak memperdulikan protes Nayla, dengan cekatan dia menaruh semua makanan instan yang Nayla ambil ke tempat semula. Dia langsung menukar semua makanan instan itu dengan sayuran, buah, ikan, dan daging. Semua bahan makanan itu diletakkan dalam troli Nayla dan dalam jumlah yang banyak. Nayla membulatkan mata nya melihat apa yang Davin lakukan.
" Maaf tuan, apa yang tuan lakukan, saya tidak membutuhkan bahan makanan ini," ucap Nayla sambil mengambil beberapa bahan makanan yang Davin letakan di troli nya dan berusaha untuk mengembalikannya lagi ke tempat semula.
Tindakan Nayla itu langsung dihentikan oleh Davin. Dan menaruhnya kembali ke troli.
" Tuan .. kenapa anda lancang sekali, anda tidak ada hak untuk mengatur apa yang akan saya beli," bentak Nayla kesal.
Mendengar bentakan dari Nayla, kemudian Davin menghentikan aktifitasnya.
" Saya hanya peduli ma kamu, karena makanan yang kamu pilih tadi tidak baik untuk kesehatanmu jika sering dikonsumsi Nay, karena saya punya pengalaman buruk dengan makanan tadi," jelas Davin dengan tegas.
" Maksud tuan ..." ucap Nayla yang masih tidak mengerti dengan apa yang Davin jelaskan.
" Dulu sewaktu saya kuliah di luar negeri, saya sering mengkonsumsi makanan instan seperti yang kamu pilih tadi, karena terlalu sering mengkonsumsi nya saya jadi punya masalah serius dengan lambung saya Nay, dan Alhmdulillah sekarang sudah sembuh, karena saya menjaga pola makan saya dan menghindari makanan instan yang sering saya konsumsi itu," papar Davin.
" Oleh karena itu saya sangat sensitif sekali jika melihat orang yang terdekat saya mengkonsumsi makanan itu Nay, maaf kalau misalnya saya lancang," ucap Davin dengan tulus.
Nayla merasa bersalah karena sudah membentak Davin dan mengucapkan kata yang tidak sopan tadi.
" Saya yang seharusnya minta maaf tuan, terimakasih atas perhatian tuan, tapi saya memang tidak membutuhkan bahan makanan ini tuan," ucap Nayla dengan sopan.
" Bukan karena tidak butuh tuan, tapi saya tidak mampu untuk membayar semua nya," lirih Nayla memandang tumpukan barang - barang yang ada di troli nya.
Davin tersenyum mendengar perkataan Nayla. Walaupun Nayla berbicara pelan, tapi masih tetap terdengar oleh Davin. Dengan segera Davin mendorong troli Nayla ke bagian kasir dan mengeluarkan semua belanjaan Nayla di meja kasir dan menyuruh petugas kasir untuk menjadikan satu dengan belanjaan nya Davin.
Davin sebenarnya sudah selesai berbelanja, tapi saat sampai di kasir dia melupakan sesuatu. Yaitu membeli cemilan yang dia sukai. Saat berada di rak tempat cemilan itu berada dia melihat seorang wanita yang sedang mengambil cemilan yang tinggal satu itu. Karena takut cemilan kesukaannya itu diambil orang, dengan sigap Davin langsung menarik cemilan itu. Tidak disangka wanita yang akan mengambil cemilan itu adalah Nayla.
Nayla menggigit bibirnya saat melihat kasir yang sedang menghitung semua belanjaan nya. Dia membuka tas nya, dan mengambil amplop coklat gaji yang dia terima tadi siang. Nayla merasa khawatir jika uangnya tidak akan cukup untuk membayarnya. Saat dia sedang fokus menghitung uang yang ada di amplop coklat itu, tiba - tiba ...
" Ini belanjaan mu," Keenan menyodorkan beberapa kantong plastik.
" Semua nya habis berapa tuan," tanya Nayla gugup.
" Semua nya gratis," bisik Davin.
__ADS_1
" Kok bisa gratis tuan?" tanya Nayla polos.
" Karena saya pemilik nya," ucap Davin.