Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 120 Sama - sama berjuang


__ADS_3

" Seperti nya perjuangan ku yang sesungguh nya baru akan di mulai," batin Rendi dengan menelan Saliva nya.


Setelah menutup panggilan telepon nya dengan ayah nya, Santi melirik ke arah sang kekasih yang tiba - tiba diam.


"Kak...." panggil Santi tapi tidak di respond sama sekali oleh Rendi.


"Kak...." panggil Santi kembali tapi kali ini dia mencoba dengan menyentuh lembut lengan Rendi.


Rendi tersadar dari pikiran nya, dan langsung menengok ke arah Santi.


"Hah...iya sayang ada apa?" jawab Rendi agak gelagapan.


"Kak Rendi kenapa, semenjak aku terima telepon dari ayah kok diam aja."


Rendi jadi bingung sendiri menjawab pertanyaan kekasih nya itu.


"Ehm....sayang...boleh ngga aku tanya sesuatu tentang ayah kamu?"


"Hemm....apa yang ingin kak Rendi tahu tentang ayah?" jawab Santi seolah - olah dia paham tentang kecemasan Rendi tentang ayah nya.


"Seberapa galak ayah mu sayang.....ehm, maksud ku, seberapa tegas ayahmu pada laki - laki yang berani mendekati putri nya."


"Ehm....ayah ku itu tidak akan segan - segan mematahkan anggota tubuh laki - laki yang susah berani menyentuh anak gadis nya ini kak," kata Santi dengan nada yang sangat serius.


Gleeg....salah satu tangan Rendi seketika memegang bibir nya. Dia langsung ingat dengan apa yang sudah dia lakukan beberapa jam yang lalu pada Santi yang dengan berani nya mencuri ciuman pertama dari gadis itu.


Wajah Rendi menjadi pucat, dia membayangkan bagaimana nasib bibir nya nanti jika ayah nya Santi tahu kalau bibir itu sudah mencium paksa bibir anak gadis nya. Bisa di sobek - sobek nanti bibir seksi Rendi.


"Aaa....." Tiba - tiba Rendi berteriak sambil menggeleng - geleng kan kepala nya.


"Hahahahaha...."Santi tertawa terbahak - bahak melihat ekspresi kekasih nya itu. Dia bisa membayangkan apa yang ada pada otak Rendi saat ini.


" Kenapa kamu tertawa sayang...."


"Abis kamu lucu kak,, ayah ku tidak se killer itu juga kali. Muka ayah ku memang sangar kak, tapi hati nya hello Kitty. Dia memang tegas pada laki - laki yang mendekati ku. Apa lagi laki - laki itu punya niat buruk pada ku. Biasa kak, insting seorang ayah pada putri nya pasti selalu kuat. Beliau selalu bisa membedakan mana laki-laki yang tulus mana laki - laki yang cuma modus," jelas Santi.


"Jadi......?"


"Inti nya ayah baik dan ramah orang nya," jawab Santi dengan tersenyum manis.


"Syukurlah....." Rendi bernafas lega setelah mendengar penjelasan dari sang kekasih.


**

__ADS_1


"Sayang......sudah matang belum masakan nya, aku sudah lapar banget ini. Cacing - cacing dalam perutku sudah mulai berdemo," teriak Keenan dari arah ruang tengah.


Saat ini dia sedang memeriksa beberapa e mail dari klien nya lewat ponsel nya.


"Bentar lagi mas....ini tinggal nunggu soup nya saja," jawab Nayla dari arah dapur.


Kebetulan Nayla sekarang sedang masak soup ayam, capcay, ayam goreng tepung, dan sambal matah. Semua menu itu request dari Keenan pasti nya. Dia benar - benar kangen dengan masakan rumahan yang selalu Nayla buat saat mereka tinggal di apartemen dulu.


Setelah selesai semua nya, Nayla langsung menghidangkan masakan nya di meja makan. Dia kemudian memanggil Keenan untuk segera makan bersama. Sesuai permintaan Keenan sebelum nya, dia ingin Nayla melayani nya seperti dulu. Dengan mengambilkan nasi dan semua menu yang ada di meja makan itu.


Pemandangan ini seperti layak nya pasangan suami istri. Mereka menikmati hidangan itu dengan sangat nikmat. Bahkan dia sampai nambah dua kali.


"Masakan kamu dari dulu memang tida ada dua nya sayang....selalu enak dan lezat," puji Keenan.


Nayla hanya tersenyum mendengar pujian dari kekasih nya itu. Jujur dia merasa senang melihat Keenan sangat menikmati apa yang dia masak secara langsung. Hal ini lah yang Nayla ingin kan saat pernikahan nya dahulu. Tapi sayang nya tidak pernah tercapai. Justru saat mereka sudah tidak terikat suami istri lagi moment ini sekarang terjadi. Akan tetapi Nayla tidak ambil pusing untuk hal itu. Yang terpenting sekarang dia ingin memulai semua nya bersama Keenan dari awal.


"Oh ya sayang....kakek Richard kapan akan kembali ke Indo?" tanya Keenan di sela - sela makan nya.


"Kata kakek lusa mas, emang kenapa?"


"Aku ingin menemui kakek, untuk meminta doa restu sayang..."


"Mas Keenan yakin?secara kakek kan.....mas Keenan tahu sendiri kakek seperti apa orang nya."


"Asal kamu selalu mendukung mas," Keenan mencium punggung tangan Nayla.


Nayla menganggukkan kepala nya, dan mereka pun melanjutkan makan nya kembali.


Ting...Tong...


Terdengar suara bel di apartemen Nayla.


"Seperti nya ada tamu mas...biar aku buka dulu."


"Kamu tetap duduk di sini sayang...biar mas saja yang membuka pintu nya, lagian siapa juga sech yang datang mengganggu kenyamanan orang saja," gerutu Keenan sambil berjalan ke arah pintu.


Nayla tersenyum melihat tingkah Keenan.


"Kamu kalau seperti itu bukan seperti mas Keenan yang aku kenal dulu mas..." gumam Nayla seraya menyuapkan makanan ke dalam mulut nya.


"Tapi aku suka dengan perubahan mu yang sekarang mas, andai saja dulu kamu semanis ini pada ku, pasti pernikahan kita dahulu tidak akan gagal," monolog Nayla dalam hati.


Cklek....

__ADS_1


"Selamat sore tuan...." sapa Rendi dan Santi secara bersamaan.


Hemm...


"Ada perlu apa kamu Ren ke sini..mengganggu orang saja," gerutu Keenan.


Rendi melirik ke arah Santi begitu pun juga dengan Santi.


"Tuan Keenan ini gimana bukan kah dia sendiri yang menyuruhku ke sini untuk mengantar berkas meeting tadi, kenapa dia mendadak amnesia seperti ini. Benar kata orang jika sudah di serang virus bucin apa pun pasti akan lupa,xixixi...." batin Rendi.


"Ren....ngapain kalian ke sini hem," tanya Keenan dengan nada yang mulai tidak bersahabat.


Rendi yang sangat paham dengan karakter sang tuan nya tidak mau ambil resiko. Dia langsung mengangkat sebuah dokumen yang ada di tangan nya.


"Ini tuan...bukan kah anda tadi menyuruh saya untuk mengantarkan ini?" jawab Rendi hati - hati.


"Oo...." Keenan cuma ber oh ria dan melenggang masuk begitu saja dan mengabaikan dua sejoli yang masih betah berada di depan pintu tanpa ada niatan untuk menyuruh mereka masuk.


"Hah...cuma O doang?" ucap Santi menunjuk ke arah Keenan yang berlalu begitu saja.


Tanpa banyak berkomentar lagi akhir nya mereka berdua menyusul Keenan masuk ke dalam.


"Siapa mas yang datang?" tanya Nayla penasaran


"Dua makhluk hidup yang kehadiran nya tidak tepat," jawab Keenan ambigu dan duduk kembali untuk melanjutkan aktifitas makan nya yang sempat tertunda tadi.


"Hah ...." Nayla mengernyitkan dahi nya karena tidak paham dengan apa yang Keenan ucapkan.


"Sore...Nona?"


"Sore Ren ....San..." sapa Nayla ramah.


Nayla juga mempersilahkan dua sejoli itu untuk ikut gabung makan sekalian. Tapi ada sesuatu yang mengusik pandangan Nayla tentang dua Aspri itu.


Hemm


"Kayak nya ada yang baru falling in love ini mas..." ledek Nayla dengan mata yang tertuju ke tangan Rendi yang tanpa sengaja masih menggenggam erat tangan Santi.


Santi yang tahu arah Nayla kemana langsung buru-buru melepaskan pegangan nya. Sontak wajah ke dua nya menjadi merah padam karena malu. Dan mereka pun terlihat canggung saat duduk bersebelahan di meja makan.


Keenan yang tahu maksud dari kekasih nya itu kemudian mempunyai ide untuk menjahili Rendi.


"Jadi kamu sekarang suda tidak jomblo karatan lagi Ren?"

__ADS_1


__ADS_2